Beranda / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 696 - Pesan William Pendragon

Share

Bab 696 - Pesan William Pendragon

Penulis: Rianoir
last update Tanggal publikasi: 2025-01-25 13:01:29

Kembali ke apartemen, Ryan menuangkan segelas air untuk Wendy dan bertanya dengan nada lembut, "Apakah kamu merasakan sesuatu saat menggunakan pedang es tadi?"

Wendy menggenggam gelas dengan kedua tangan, merasakan dinginnya air menyentuh kulit. "Aku tidak tahu. Perasaan ini aneh. Rasanya seperti..." Dia terdiam sejenak, mencari kata yang tepat. "Aku tidak bisa menjelaskannya dengan jelas."

Frustasi terlihat jelas di wajahnya saat dia menggaruk kepala. "Apa yang harus kulaku
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Bani othman
Bolehlah buat santapan petang
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3747 - Restu Naga

    Di sisi Ryan, Bram Herstone tampak cemas.Ia tidak percaya Ryan akan gagal. Baginya, Ryan mungkin saja tidak terlalu menginginkan Naga Emas Sembilan Cakar, tetapi bukan berarti Bram rela melihat tuannya melewatkan kesempatan sebesar ini.Selama Ryan semakin kuat, Sekte Slaughter juga akan ikut bangkit bersamanya.Saat itu, tiga Naga Emas Sembilan Cakar sudah memilih tuan masing-masing. Cahaya keemasan masih berputar di sekitar para kultivator yang berhasil memperoleh restu. Adapun naga-naga yang tersisa masih melayang di udara, bergerak di antara para kultivator lain seolah sedang menimbang pilihan.Beberapa kultivator tampak nyaris berhasil menarik perhatian salah satu naga.Namun sebelum semuanya selesai, Ryan melangkah maju satu tapak.Ia menatap lurus ke arah para Naga Emas Sembilan Cakar, lalu berkata dengan suara datar, "Siapa di antara kalian yang bersedia ikut denganku?"Hanya satu kalimat.Tidak ada garis darah yang dilepaskan.Tidak ada aura besar yang dipamerkan.Tidak ad

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3746 - Pilihan Naga

    Suara sosok misterius itu menggema ke seluruh penjuru ruang.Nada suaranya tetap dingin seperti mesin, tetapi membawa wibawa yang membuat semua orang menahan napas."Naga Emas Sembilan Cakar, kalian boleh memilih tuan kalian sendiri. Lepaskanlah garis darah kalian."Begitu kalimat itu berakhir, para kultivator yang berdiri di atas formasi persegi langsung bergerak.Satu demi satu, mereka melepaskan kekuatan garis darah masing-masing.Ada yang garis darahnya hanya membentang sejauh tiga puluh meter. Ada pula yang mampu mencapai tiga ratus meter. Beberapa kultivator yang lebih menonjol bahkan memancarkan garis darah sampai tiga ribu meter.Cahaya dan aura berbagai macam garis darah memenuhi sungai panjang itu.Naga-naga emas yang sebelumnya melingkar di dalam lautan cahaya mulai bergerak. Mereka terbang di antara para kultivator, seolah sedang memilih siapa yang pantas menerima restu mereka.Di tempat itu, jumlah kultivator tidak kurang dari seribu orang.Namun Naga Emas Sembilan Caka

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3745 - Naga Emas

    Asura Nether mengangkat keenam lengannya.Enam jari menuding ke arah para kultivator yang mengepung Ryan. Energi iblis langsung bergolak di ujung jari-jari itu, lalu memadat menjadi cahaya hitam yang mencekam.Detik berikutnya, enam pilar cahaya hitam jatuh dari langit.Boom! Boom! Boom!Ledakan beruntun mengguncang sungai dan formasi persegi. Air terangkat tinggi, pecahan energi menyebar ke segala arah, dan para kultivator itu terpaksa menghindar dengan susah payah.Tidak ada satu pun dari mereka yang berani menerima serangan itu secara langsung.Namun saat mereka sibuk mengelak, pedang iblis raksasa di atas kepala Ryan tiba-tiba bergerak.Wusss!Pedang iblis itu menghunjam turun.Ruang di sekitar sungai menjadi kacau. Getaran menyebar ke mana-mana, dan suara dengung terdengar dari celah-celah ruang yang mulai tidak stabil.Itulah serangan terkuat yang masih bisa Ryan keluarkan dalam

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3744 - Asura Bangkit

    Sinar pedang Ryan meluncur lurus ke arah kultivator itu. Guruh menggelegar bersamaan dengan laju tebasan tersebut. Seluruh permukaan sungai bergetar hebat, dan airnya menyembur tinggi ke udara. Kekuatan yang terkandung di dalamnya membuat banyak kultivator di sekitar menahan napas. Tebasan itu seolah membawa daya untuk membelah langit dan sungai sekaligus. Boom! Ledakan besar mengguncang area itu. Gelombang kejut menyapu ke segala arah, membuat kabut air dan debu memenuhi pandangan. Wajah Ryan pucat saat ia menatap ke depan. "Uhuk! Uhuk!" Dari balik kepulan ledakan, para kultivator itu menerobos keluar. Pakaian mereka robek di banyak bagian, dan beberapa luka berdarah tampak di tubuh mereka. Namun mereka masih hidup. Sudut bibir Ryan terangkat membentuk senyum getir. Seperti dugaannya, kekuatannya masih belum cukup untuk benar-benar menumbangkan Kultivator Ranah Star Seed tingkat sembilan. Bahkan setelah ia mengerahkan begitu banyak kartu as, hasilnya hanya mampu melukai

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3743 - Teratai Hitam

    Sepasang sayap hitam di punggung Ryan mengepak keras. Tubuhnya melesat naik ke atas sungai, menghindari kepungan yang semakin rapat. Aura Teknik Langit Agung meletup dari dalam tubuhnya, membuat kecepatan, kekuatan, dan reaksinya meningkat tajam dalam sekejap. Ryan mengangkat Tombak Ilahi Gungnir, lalu menghunjamkannya ke depan. Wusss! Udara terkoyak oleh ujung tombak itu. Kilau dingin memancar dari mata tombak saat ia meluncur ke arah salah satu kultivator yang mengepungnya. Boom! Kultivator itu buru-buru menghindar. Namun ia bukan lawan yang mudah ditekan. Begitu berhasil lolos dari serangan tombak, ia langsung kembali menerjang dan melayangkan pukulan telapak tangan ke arah Ryan. Di sisi lain, kultivator lain sudah mengayunkan pedangnya ke lengan Ryan. Dua serangan datang hampir bersamaan dari dua arah. Ruang untuk menghindar nyaris tidak ada. Ryan memutar tubuh di udara. Tombak Ilahi Gungnir ia gunakan untuk menahan pukulan telapak tangan, sementara tubuhnya dipaksa mir

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3742 - Delapan Pengepung

    Jika Ryan takut dikeroyok oleh para Kultivator Ranah Star Seed, sejak awal ia tidak akan berani memancing amarah begitu banyak kekuatan besar di Wilayah Barat. Namun keadaan sekarang berbeda. Kultivator tadi sudah terang-terangan mengancam hendak bergabung dengan musuh-musuhnya. Bagi Ryan, orang seperti itu tidak punya alasan untuk dibiarkan hidup. Terhadap musuh, belas kasihan adalah kesalahan. Sebab, belas kasihan pada musuh sama saja dengan kekejaman terhadap diri sendiri. Di sekitar Ryan, aura-aura kuat terus berbenturan. Perebutan Anugerah Dunia sudah mencapai puncaknya. Para kultivator bertarung seperti orang gila, seolah lawan di depan mereka adalah musuh yang telah membunuh keluarga mereka. Bau darah memenuhi udara. Sungai yang semula tampak tenang kini mulai keruh oleh darah. Sinar pedang, gelombang energi, dan ledakan teknik berkelebat di berbagai arah. Tubuh-tubuh kultivator jatuh ke air satu demi satu, sebagian masih utuh, sebagian sudah terbelah. Demi seunta

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status