Short
Pemeriksaan Tubuh Pribadi

Pemeriksaan Tubuh Pribadi

By:  JeniCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
9Chapters
2.3Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Di ruang praktik ginekologi, dokter sedang melakukan pemeriksaan terhadapku. Aku merasa malu dan dengan patuh melepas pakaian. Lalu berbaring di atas tempat periksa multifungsi, dengan kedua kaki terletak di penopang samping. Dokter mengambil gel transparan, mengoleskannya di perut bagian bawahku. “Bagus, aku akan memeriksamu dengan teliti...”

View More

Chapter 1

Bab 1

Namaku Cika, suamiku meninggal dunia tak lama setelah kami menikah.

Aku memiliki penampilan yang cukup menarik, wajah yang cantik, dan tubuh yang berisi. Namun, karena suami yang baru saja meninggal, tidak ada yang berani mendekati seorang janda muda.

Tidak ada yang tahu, hidup tanpa bersentuhan dengan pria hampir membuatku mati.

Karena aku memiliki sebuah rahasia. Aku menderita kondisi langka yang disebut makromastia, di mana aku secara alami memiliki kadar estrogen yang tinggi. Payudaraku berkembang dengan cepat dan sering mengalami hasrat seksual yang kuat.

Ketika suamiku masih hidup, kondisi ini menjadi suplemen paling hangat dalam kehidupan romantis kami.

Tetapi setelah suamiku meninggal, aku hanya bisa meredakan gejalanya dengan obat-obatan.

Jika aku sesekali lupa minum obat, aku akan merasa sangat tidak nyaman.

Namun, hari itu aku pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan, dan karena terburu-buru, aku lupa minum obat. Aku menyadarinya ketika aku sudah dalam perjalanan.

Kupikir karena aku akan pergi ke rumah sakit, tidak masalah jika tidak minum obat. Tapi sayangnya, sekelompok orang masuk ke dalam lift begitu aku masuk, dan aku terjepit di sudut, merasa sangat panas.

Tak seorang pun tahu apa yang kurasakan. Setiap sentuhan tak sengaja dari orang-orang di sekitarku membuat tubuhku yang sensitif bergetar tak terkendali.

Apalagi karena pria ini berdiri di hadapanku, kurang dari satu sentimeter jauhnya. Ia berotot, dan tingginya 185 cm memberinya kesan berwibawa. Aura maskulinnya luar biasa memabukkan.

Saat dia bernapas, aku bisa merasakan otot dadanya yang kekar, perutnya yang six-pack, dan pinggangnya yang ramping. Dan tubuh bagian bawahnya yang berdenyut-denyut, panas membara. Di dalam lift terasa sangat panas. Aku merasa tercekik, tubuhku gatal dan kesemutan, ingin sekali melepas pakaian.

Sementara lift masih perlahan turun. Tak tahan lagi, aku mencoba menarik napas dalam-dalam dan menahan dada serta perutku, mencoba menjauh darinya agar dapat meredakan situasi yang canggung ini.

Namun tiba-tiba, sesuatu yang tak terduga terjadi.

Seseorang yang baru saja keluar dari lift mendorong ke depan, dan pria di depanku kehilangan keseimbangan lalu jatuh menimpaku. Tubuhnya yang terbakar menekan kakiku, membuatku lemas dan tak mampu berdiri, terpaksa berpegangan erat pada lengannya.

Setelah susah payah menegakkan tubuhku, aku sekali lagi menabrak pahanya. Seketika, wajahku memerah dan aku tidak lagi memiliki kekuatan untuk berdiri, akhirnya terkulai dalam pelukannya.

Dan sekarang, aku tidak bisa mengendalikan tubuhku. Rasa sentuhan pria terasa begitu lama hilang, dan ketika tubuhku terstimulasi oleh sentuhan sengaja maupun tidak sengaja dari pria ini, hasratku kembali menyala. Kenikmatan ini perlahan menyebar ke seluruh tubuhku, membuat kakiku lemas.

"Maaf, apa kamu baik-baik saja?" katanya melihat aku yang agak lemah, mendekat untuk bertanya pelan.

Napasnya yang hangat di leherku meningkatkan gairahku. "Tidak, aku baik-baik saja, menjauhlah saja dariku."

Pria itu mengira aku merasa dirinya mengambil keuntungan, jadi dia dengan canggung mundur sedikit, berusaha menjauh dariku.

Kupikir aku bisa berdiri lagi, tetapi begitu kenikmatan itu mereda, jurang kehampaan hampir membuatku mendesah. Kakiku tetap lemah dan lemas. Jika dia tidak segera menangkapku, aku pasti sudah jatuh ke tanah.

Saat itu, aku merasa seolah-olah dipeluknya, dan tubuh kami yang berdekatan membuatku merasakan keintiman yang sangat dekat hingga aku merasa tak sanggup lagi.

Dalam waktu kurang dari tiga detik, aku tak mampu lagi menahan tubuhku. Aku diliputi hasrat, seperti gunung berapi yang akan meletus.

Dalam tatapan terkejutnya, seluruh tubuhku bergetar, lalu aku jatuh pingsan dalam pelukannya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status