Share

Bab 132

last update Petsa ng paglalathala: 2025-07-01 09:00:26
“Siapa pun kau … yang berani ganggu Nada lagi, aku akan mencari mu sampai ke ujung dunia. Dan aku pastikan kau akan menyesal.”

Dia tahu, sekarang bukan waktunya lengah. Nada harus dilindungi. Terlebih lagi, masa depan gadis itu hanya tinggal satu langkah lagi.

“Aku harus selalu melindungi hidup
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Filza Ephi
katanya SMA kelas 2, tapi ceritanya kok kayak anak kuliahan.. gmn sih author
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 235

    Beberapa bulan kemudian …. Cahaya senja membias indah di langit kota. Lembut dan keemasan, seolah langit pun ikut merayakan hari bahagia itu. Di sebuah gedung pernikahan yang elegan namun sederhana, Nada berdiri anggun dalam balutan kebaya putih gading berhias payet, rambutnya ditata sanggul renda

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 234

    “Astaga! Itu … itu kan Pak Gio? Guru kita, Ayu!” Nada menutup mulutnya dengan telapak tangan, suaranya nyaris tercekat di tenggorokan. Mata Ayu membelalak tak percaya. “Enggak mungkin. Dia kan di penjara! Kita lihat sendiri dia dibawa polisi waktu itu.” “Tenang. Jangan terburu-buru. Kita tunggu

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 233

    Tepat lima hari sejak Daffa terbaring koma di rumah sakit, kabut tebal mulai turun pelan menutupi jalan-jalan kota. Malam menjelma menjadi sosok yang menakutkan, seolah ikut menyembunyikan sesuatu. Langit mendung, tanpa bintang, dan udara terasa lembab karena hujan yang baru saja reda. Jalanan tam

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 232

    “Daffa!” Jerit Nada mengoyak keheningan malam. Ia mematung, matanya menatap shock dan tak percaya. Tubuh Daffa terhempas karena tabrakan keras oleh mobil itu. Kini tubuh malang tersebut tergeletak di aspal. Darah menggenang dari pelipis dan dada kirinya. Orang-orang mulai berkumpul. Lampu mobil-mo

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 231

    Langit mendung menggantung rendah sore itu. Petir samar menggeram dari kejauhan, seolah bumi pun tahu bahwa badai baru saja dimulai, bukan hanya di langit, tapi juga di hati manusia. Di dalam rumahnya yang kini terasa sempit meski luas, Hadi berjalan mondar-mandir dengan napas tersengal. Kertas anc

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 230

    “Sialan!” geram pria paruh baya itu. Tangan Hadi masih menggenggam kertas lusuh yang tadi terlipat di bawah batu. Angin malam menerpa wajahnya yang penuh peluh, meski suhu udara di luar tidak panas sama sekali. Lampu jalan berkedip pelan di kejauhan, menciptakan bayangan panjang di atas aspal yang

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 36

    “Wah, dadamu sangat besar, Nada. Tanganku bahkan sampai nggak muat,” bisik Gio sambil terus memainkan milik Nada.“Jangan, Pak! Tolong lepaskan.” Nada hendak menyikut tubuh Gio, tapi pria itu langsung memeluknya dan kini memasukkan tangan ke balik kemeja ketat yang dikenakan oleh Nada.Tangan itu mu

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 37

    Air mata mulai menggenang di sudut matanya, tapi dia berusaha keras menahannya. Hatinya dipenuhi perasaan kotor yang tak bisa dibersihkan, seakan tubuhnya bukan miliknya lagi.Jalanan sepi ketika Nada melangkah dengan kaki yang terasa begitu berat, seperti terikat batu. Suara angin yang menerpa deda

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 35

    Kata-kata itu membuat Nada semakin bingung. Daffa, majikannya yang dikenal dingin dan tidak peduli dengan siapa pun, kini tiba-tiba menunjukkan perhatian yang aneh terhadapnya. Apa yang sebenarnya dia inginkan?Daffa keluar, berjaga di luar ruangan. Ia mendesah pelan. "Aku harus mengawasinya di sini

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 39

    “Daffa, ahh. Apa yang kamu lakukan?” Nada susah payah menahan desahannya, saat dia merasakan celananya di bawah sana digeser oleh Daffa.“Nggak ada apa-apa kok, Nada. Aku hanya ingin membebaskan kamu dari rasa yang menyiksa ini.” Daffa menjawab dengan santai.“Tapi, Daffa, ahh … ohh.” Nada kembali d

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status