공유

213. PPPN

작가: Callme_Tata
last update 게시일: 2026-06-29 13:11:34

Di sebuah gedung tua di pinggiran kota, terdengar suara rintihan seseorang yang meminta tolong. Namun, tak ada seorang pun yang mendengarkan rintihannya.

Orang tersebut adalah sopir truk yang ditugaskan Pak Hendra untuk melenyapkan Satria beberapa hari yang lalu.

Pria paruh baya itu terduduk di kursi dengan kaki dan tangan terikat. Keadaannya memprihatinkan. Wajahnya penuh lebam akibat dipukuli oleh anak buah Tuan Arya, tepatnya orang-orang pilihan Ares.

"To-to-tolong, ha-ha-haus, haus...."

Bej
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   262. PPPN

    Jam menunjukkan pukul setengah tujuh malam. Nabila yang sudah beberapa kali dipanggil oleh pelayan untuk makan malam, akhirnya beranjak dari duduknya dan turun dari atas ranjang.Dengan langkah gontai, gadis binal itu keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah. Tubuhnya terasa lemas dan tatapannya sedikit sayu. Sesekali, ia menghela napas pelan karena tubuhnya masih terasa tidak nyaman setelah kejadian yang berlangsung beberapa jam sebelumnya.Tiba di lantai bawah, Nabila langsung menuju dapur. Menghampiri Diana dan Tuan Seno yang sudah menunggunya sejak tadi di meja makan."Ma, Pa, maaf ya udah bikin kalian nungguin," kata Nabila. Suaranya serak dan pelan, menunjukkan jika ia sedang tidak baik-baik saja.Mendengar suara serak Nabila, Diana langsung mengangkat wajahnya dan menatap ke arah sumber suara. Wanita itu bahkan sempat menghentikan gerakan tangannya yang hendak mengambil makanan.Begitu melihat raut wajah Nabila dan juga pakaian yang dikenakannya, Diana spontan mengerutkan ke

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   261. PPPN

    Ares yang baru saja pulang dari kantor polisi, mendaratkan bokongnya di salah satu sofa kosong. Pria kaku itu menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya dengan kasar melalui mulut.Melihat reaksi yang ditunjukkan Ares, Satria dan Tuan Arya saling melempar pandang. Lalu, keduanya menatap pria kaku itu bersamaan, seolah menunggu kabar yang baru saja dibawanya dari kantor polisi."Gimana, Om? Apa tahanan itu udah ngaku?" Satria yang duduk di samping papanya melayangkan pertanyaan pada Ares.Pemuda mantan gigolo privat itu penasaran dengan perkembangan penyidikan kasus kematian Pak Hendra. Sejak mengetahui ada orang yang menjadi dalang di balik kematian pria paruh baya tersebut, pikirannya terus dipenuhi berbagai kemungkinan.Ares kembali menghela napas kasar. "Hmm, dia udah mengaku. Katanya, yang nyuruh dia dan kedua temannya buat menghabisi Hendra adalah teman Hendra sendiri yang pernah datang ke rumah tahanan dan membesuknya!"Mendengar penjelasan Ares, Satria mengepalkan kedua tang

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   260. PPPN

    Penyidikan kasus kematian Pak Hendra yang menjadi korban penganiayaan di penjara masih terus berlanjut.Seminggu lebih berlangsung, akhirnya polisi berhasil mengamankan beberapa orang pelaku yang menjadi pelaku penganiayaan dan juga penyebab kematian pria paruh baya tersebut.Dan setelah diinterogasi, salah satu tahanan itu mengaku jika ia dan teman-temannya diperintah oleh seseorang.Brak!"Jangan bohong. Katakan semuanya dengan jujur jika tidak ingin hukuman kalian diperberat!"Gebrakan meja yang diiringi bentakan petugas polisi itu seketika membuat tahanan yang sedang diinterogasi tersebut terperanjat kaget."Sumpah, Pak. Saya gak bohong! Laki-laki yang membayar kami adalah orang yang waktu itu datang membesuk Hendra. Dia menjanjikan banyak uang dan akan menjamin kehidupan keluarga kami di luaran sana kalau kami bersedia menghabisi Hendra!""Betul, Pak. Kalau Bapak gak percaya, kami punya buktinya!"---"Emphhh... pelan-pelan, Om. Ouch...."Nabila yang saat ini berada di bawah kung

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   259. PPPN

    "Om mau ngapain? Kenapa tangannya dimasuki ke punyaku?!" Merasa geli dibagian paha dan apem tembemnya, Nabila yang sedang tidur siang itu pun membuka matanya. Alangkah terkejutnya gadis itu saat melihat Tuan Seno berada di bawah selangkangannya. Pria paruh baya yang rambutnya sudah mulai ditumbuhi uban itu sedang mengendus-endus area sensitifnya. Bahkan, jarinya sudah masuk ke dalam hotpants nya dan menyentuh bibir apem tembemnya. Spontan, gadis itu menjerit lantaran kaget setengah mati. Namun, dengan cepat Tuan Seno menindih tubuhnya dan membekap mulutnya. "Hust... jangan teriak Nabila, nanti ada yang denger," kata Tuan Seno dengan suara tertahan dan deru napas memburu. Nabila yang semula terkejut, menganggukkan kepalanya. Sedangkan sepasang matanya menatap wajah Tuan Seno tanpa berkedip. "Jangan teriak, oke?" lanjut Tuan Seno dan kembali diangguki kepala oleh Nabila. Setelah memastikan Nabila tidak berteriak dan memberontak, barulah Tuan Seno melepaskan bekapan tangannya dari

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   258. PPPN

    Seminggu kemudian....Satria yang saat ini duduk di kursi seberang meja kerja Tuan Arya, menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi, sedangkan ekspresi wajahnya terlihat begitu jelek.Bagaimana tidak?Bibir pemuda itu cemberut dan wajahnya ditekuk.Sedangkan di kursi kebesarannya, Tuan Arya duduk dengan tegap. Matanya menatap serius pada putranya yang berada tepat di hadapannya.Wajah pria paruh baya itu memerah dan terlihat marah. Di atas meja kerjanya terdapat beberapa lembar foto yang didapatnya dari Ares, sang asisten terbaik sekaligus adik angkatnya."Sejak kapan, Satria Narendra?!"Pertanyaan bernada agak tinggi itu dilontarkan Tuan Arya pada Satria yang memasang ekspresi cemberut di hadapannya.Melihat kemarahan Tuan Arya, Ares yang sejak tadi berdiri di sisi kanan meja itu hanya bisa diam menyimak.Pria kaku itu memasang wajah datar yang terlihat amat serius. Padahal sebenarnya, Ares cukup kaget melihat bosnya itu marah-marah seperti itu. Karena selama ini, ia tidak pernah m

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   257. PPPN

    "Tunggu, ada yang ingin saya bicarakan sama kamu!"Nabila yang baru berjalan beberapa langkah itu pun seketika menghentikan langkahnya. Sudut bibirnya tersungging lantaran merasa menang karena Diana benar-benar menahannya.Gadis itu pun berbalik badan. Lalu menatap ke arah Diana dan Tuan Seno dengan tatapan matanya yang sendu berair."Iya, Tante. Ada apa?" tanya Nabila. Suaranya pelan dan terdengar menyedihkan. Tampangnya saat ini benar-benar memelas. Membuat Diana menghela napas panjang melihatnya.Diana yang duduk di kursi makan, menatap sang suami sesaat. Lalu pandangannya kembali beralih pada Nabila yang berdiri di ujung meja.Wanita bertubuh agak subur itu memindai Nabila dari ujung kaki hingga kepala berulang kali. Lalu, tatapannya berhenti pada wajah gadis itu.Diperhatikan oleh Diana, Wulan meremas pinggiran dress yang dipakainya dengan erat. Sebisanya ia memasang ekspresi semenyedihkan mungkin agar wanita paruh baya itu luluh dan mau menampungnya."Ta-ta-tante, ada apa? A-a-a

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   184. PPPN

    Lama Rain dan Satria bergumul di sore menjelang malam hari tersebut. Akhirnya keduanya pun menyudahi pergumulan mereka setelah merasa puas. Kini, Rain yang merasakan pegal pada punggung dan pinggulnya, tampak berbaring lemas di tengah-tengah kasur empuk yang luas. Sedangkan di pinggiran ranjang,

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   183. PPPN

    "Kalau enak, buruan gantian. Aku juga mau dipuasin!" Mata Satria yang sayu berkabut gairah, spontan melotot saat mendengar kalimat ketus yang keluar dari mulut Rain. Batin pemuda itu, cepat sekali ekspresi dan sikap Rain berubah. Ia pikir, kekasihnya serius ingin memberikan service dan memuaskann

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   92. PPPN

    "Maaf, saya lupa ada urusan yang belum diselesain, permisi!"Tak ingin berdekatan lama-lama dengan wanita asing yang dapat membuatnya kehilangan akal sehat sebagai mantan pria pemuas, buru-buru Satria keluar dari toko buku tanpa mendapatkan apapun. Pemuda perkasa itu berlari menuju parkiran dan me

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   64. PPPN

    Setelah makan siang bersama di restoran, Rain dan Satria pun kembali ke apartemen. Di sepanjang perjalanan, keduanya tak hentinya mengobrol. Bahkan obrolan mereka kali ini terlihat begitu serius. "Tolong jangan lagi, udah terlalu banyak uang yang udah kamu habisin buat!" "Aku aja gak pernah per

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status