공유

107. Part 16

last update 게시일: 2026-02-16 01:01:59

Mendengar pertanyaan seperti itu Momok Laknat terdiam sesaat. Tapi kemudian dia segera berucap.

"Apa yang kucari? Aku hanya mencari kebenaran serta arti hidup yang sesungguhnya."

"Hik hik hik. Kau sudah cukup umur jangan membuat malu diri sendiri. Bukannya aku tak bermalu, bukannya pula aku sok tahu. Kebenaran itu sebenarnya dapat kau temukan dalam diri sendiri. Arti hidup bisa kau lihat di alam semesta. Bila makam yang kau bongkar untuk menemukan kebenaran dan arti hidup. Kau p

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   319. Part 20

    Wuss!Dengan gerakan secepat topan berhembus tahu-tahu dia telah berdiri sejarak tiga tombak di depan benteng. Dengan pipi menggembung rahang bergemeletukan, disertai sorot mata tajam Pangeran Durjana cepat angkat tangan kirinya tinggi-tinggi. Begitu berada di atas kepala, jari-jarinya yang terkepal kemudian membuka. Ketika lima jari tangan terbuka seluruhnya. Entah dari mana datangnya tahu-tahu di telapak tangan sang pangeran terdapat dua benda hitam berbentuk bulat.Kedua benda itu mengepulkan asap tipis berwarna biru kelabu. Kemudian tanpa menoleh setengah mengeram dia berkata ditujukan pada kedua benda tersebut."Hancurkan dinding benteng selebar-lebarrnya. Buat jalan agar bocah-bocah yang menjadi pengikutku dapat berpesta pora di dalam sana."Dua benda bulat di telapak tangan kiri tiba tiba berputar lalu melosat ke arah benteng secepat kilat disertai suara deru menggidikkan dan kobran api. Terdengar suara ledakan berdentum mengguncang malam yan

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   318. Part 19

    Namun yang lolos dari jaring terus menyerbu ke arah perajurit perajurit itu. Setiap kali lebah berhasil menyengat maka yang menjadi korbannya segera menemul ajal. Walau perangkap yang dipergunakan cukup berhasil menjebak lawan. Namun senopati ini nampaknya kurang puas. Terlebih ketika dia mengetahui di luar sana sebagian besar perwira dan perajurit banyak berjatuhan menjadi korban.Dengan gerakan cepat yang didukung dengan ilmu meringankan tubuh senopati melesat ke atas tembok benteng. Begitu jejakkan kaki dari atas benteng pasukan yang berada. berseru ditujukan pada seluruh"Kalian semua masuk ke tempat persembunyian"Karena jauh sebelumnya perwira dan para perajurit telah diberi tahu. Tentu saja mereka segera menyadari makna teriakan pemimpinnya. Puluhan perajurit dan perwira tiba-tiba hentakkan kakinya masing-masing.Begitu kaki menghantam tanah. Tanah pun amblas dan setiap tubuh kemudian terjeblos masuk lubang persembunylan. Para bocah iblis yang meny

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   317. Part 18

    "Aku tahu. sekarang waktu yang ditunggu sudah datang. Jangan berlaku lengah!" Kata Rangga Wulung.Orang tua itu kemudian bangkit dan bergegas menuju ke arah pintu. Belum sempat dia berlari menuruni anak tangga. Dari empat sudut penjuru benteng terdengar suara terompet sebagai peringatan tanda bahaya. Lalu dari atas sebuah menara tinggi yang terdapat di sebelah kiri gerbang utama terdengar suara prajurit pengintai."Musuh sudah datang. Mereka muncul dari delapan penjuru arah. Aku melihat seseorang berjubah hitam melayang. Aku juga melihat mahluk mahluk hitam melesat ke arah sini!" Teriaknya lantang"Lalu kau melihat apa lagi?" Bertanya salah seorang perwira yang siaga di gerbang tak jauh dari menara."Mahluk-mahluk itu... eeh, maksudku bocah bocah aneh. Mereka muncul seperti kawanan iblis. Bocah-bocah itu kini menyerang semua penjaga perwira yang berada di luar benteng istana," Sahut perajurit di menara pengintai.Penjelasan perajurit di menara peng

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   316. Part 17

    Bulan beranjak menuju titik tertingginya. Sebagian langit tertutup awan putih. Di beberapa tempat belahan langit beberapa bintang masih setia memunculkan diri melewati waktu. Sementara angin dingin berhembus sepoi sepoi.Di sudut sebelah selatan diatas tembok tinggi bertangga batu. Di sebuah ruangan yang biasa disebut pusat benteng. Pejabat tinggi istana bertubuh loreng merah bernama Jatulaka yang juga biasa disebut Maung Berem atau Harimau Merah terlihat mondar mandir di ruang arena panggung dengan gelisah. Sesekali laki-laki bertubuh tinggi dan suka berganti-ganti pakaian ini layangkan pandang ke seluruh penjuru sebelah atas benteng.Dia melihat puluhan perajurit bersenjata panah api bersiaga di tempatnya masing masing. Tak jauh di belakang mereka ratusan perajurit lain dengan tombak pedang dan golok mendekam siap menghadapi setiap kemungkinan yang datang.Tak dapat disangsikan para perajurit yang rata-rata memiliki ilmu silat dan kepandaian cukup tinggi itu s

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   315. Part 16

    "Penguasa kegelapan yang memberi kesenangan. Wahai yang berdiam di atas singgasana Sitaloka. Aku pangeran Durjana. Pangerannya orang yang sudah mati memohon padamu agar kau Sudi kiranya mengijinkan Mata Tunggal yaitu Mata Setan datang menghadap kepadaku sekarang juga!"Suara seruan sang pangeran lenyap. Para bocah meraung keras. Sementara dikejauhan sana terdengar suara lolong anjing hutan membuat merinding bulu kuduk. Sambil melayang Pangeran Durjana terus menunggu. Ternyata penantiannya tidak berlangsung lama.Di atas ketinggian langit yang biru tiba tiba terlihat kilat menyambar yang disusul dengan pijaran api. Pangeran Durjana dongakkan kepala menatap ke atas. Dia tersenyum begitu satu cahaya merah yang mencuat diantara pijaran api bergerak turun dari ketinggian. Cahaya itu menderu menuju ke arah dimana dirinya berada."Ikuti aku!" Seru Pangeran Durjana.Sang cahaya merah yang ternyata sebuah mata tunggal berukuran besar sebagaimana yang diperintahkan

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   314. Part 15

    Nini Burangrang tersenyum.Dia dekati suaminya.Mengira hendak dicium, Aki Kolot tampak gembira dan tersenyum-senyum. Tak disangka sang istri cuma berbisik di telinganya.Selesai Nini Burangrang berbisik dan jauhkan diri dari Aki Kolot. Kakek itu malah tercengang mulut ternganga mata terbelalak."Apakah kau sudah gila. Cara itu bisa membuat kita tersesat ke dunia alam gaib." Sentak K Kolot"Hi hi hi. Kau takut mati? Kau takut lenyap di alam roh? Mengapa kau mengatakan rencanaku ini penuh kegilaan. Apakah kau tidak sadar ketika bercinta denganku kau suka bertindak aneh dan berlaku gila?!" Sindir si cantik. Si kakek jadi bingung."Kau tidak mau? Kalau kau tidak mau memenuhi permintaanku. Aku memutuskan hubungan kita bakal berakhir sampai disini saja!" Ancam si nenek lagi.Aki Kolot Raga lagi-lagi dibuat terkejut. Tentu saja dia tidak ingin Nini Burangrang meninggalkannya. Dia tak bakal sanggup hidup tanpa sang Nini. Cepat orang tua ini

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   8. Tabib Tangan Dewa dari Pulau Hantu

    Ketika hari berganti, kalangan persilatan tanah Jawa malah lebih mengenalnya dengan julukan Tabib Tangan Dewa. Ketika Majapahit dilanda perang saudara sepeninggalan Prabu Rajasanegara, Ki Kusumo mengasingkan diri di sebuah pulau karang yang terpencil di sekitar Laut Selatan.Dia benci pada setiap p

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   7. Siapa sebenarnya Ki Kusumo?

    Bunyi gemeritik bara api yang dimainkan Tresnasari terdengar, ditingkahi derik ramai jangkrik di kejauhan. Nyai Cemarasari merebahkan tubuhnya yang demikian penat dan lunglai di atas rumput. Dengan caping, diganjalnya kepalanya. Tampaknya dia mulai mengantuk. Keadaan tubuhnya memang tak memungkinka

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   6. Bertemu Kembali

    Hari makin tua.Sinar merah tembaganya meredup dan terengah-engah. Matahari terkapar disudut barat bumi. Di batas Kadipaten Ketawang, dua perempuan berjalan perlahan menuju arah matahari tenggelam. Mereka adalah Nyai Cemarawangi dan anaknya, Tresnasari."Kita membutuhkan kuda untuk sampai di Jogobo

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   5. Ki Kusumo

    TEMPAT keributan kembali tenang. Beberapa orang yang menjadi penonton kejadian memulai kembali kegiatan masing-masing. Sementara si perempuan berpakaian silat warna ungu mendekati anak gadisnya."Kapan kau mempelajari gerakan secepat itu, Anakku?" Tanyanya, ingin tahu bagaimana anaknya bisa bergera

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status