Share

Bab 3

Penulis: Bagel
Selama tujuh hari berturut-turut, Julian tidak pulang.

Aku tidak mencarinya sama sekali, hanya menjalani hari-hari seperti biasa, menyerahkan berkas perceraian kepada pengacaraku, lalu mulai mengemasi barang-barang milikku.

Namun, pengacaraku mengatakan bahwa untuk mempercepat proses perceraian, aku harus menyerahkan akta nikah asli yang kami tandatangani di sebuah gereja kecil di Wilayah Selatan puluhan tahun lalu.

Dokumen itu disimpan di apartemen lama yang dulu kami tinggali, yang sudah dibiarkan kosong selama bertahun-tahun.

Aku memutuskan untuk mengambilnya sendiri sekaligus mengurus penjualan apartemen tersebut.

Aku mengajak manajer pengelola naik ke lantai atas. Namun, ketika kami sampai di depan pintu, aku menyadari bahwa pintunya sedikit terbuka.

Dari dalam terdengar erangan seorang wanita yang teredam dan napas berat seorang pria.

Di bawah cahaya redup, aku bisa melihat pakaian dalam renda murah milik Mia tergeletak begitu saja di lantai yang berdebu. Julian menekannya ke dinding yang catnya sudah mengelupas, celana yang dikenakannya melorot hingga lutut saat dia terus mendorong tubuh ke arah gadis itu.

Cincin pernikahan kami masih melingkar di jarinya saat tangannya mencengkeram pinggang Mia.

Aku menutup mulut untuk menahan suara, lalu berbalik dan berlari pergi.

Aku menoleh kepada manajer pengelola dan berkata, "Sepertinya, hari ini bukan waktu yang tepat, lain kali saja."

Manajer itu seorang wanita muda, dia juga mendengar suara erangan di dalam dengan jelas.

Dia menatapku dengan tatapan penuh rasa iba yang sulit diungkapkan. "Nyonya Marula … apa Anda ingin saya merekamnya?"

Sambil menggeleng, aku berkata, "Ini urusan pribadi kami, tolong jangan ikut campur."

Apa yang akan terjadi kalau aku membuka pintu itu?

Membuat keributan besar seperti wanita gila, atau bertingkah seperti istri putus asa dan penuh kepahitan yang menangisi masa-masa sulit yang dulu kami lalui bersama di jalanan?

Semua itu sudah tidak penting lagi.

Ketika hati seorang pria sudah berubah, mempertahankannya hanya akan membuatmu seperti mendapatkan cangkang kosong.

Aku bergegas turun, tetapi Julian mengejar dan menahanku.

Napasnya masih terengah-engah. Kerah kemejanya terbuka, dan ada tanda merah terang terlihat di tulang selangkanya.

"Kenapa kamu ada di sini? Tadi … kamu melihat semuanya?"

Aku menarik tanganku, tetapi nada bicaraku tetap tenang. "Aku hanya datang untuk mengambil beberapa barang lamaku, tapi baru sadar aku lupa bawa kunci, jadi aku pergi."

Pria itu mengembuskan napas lega, mengira aku tidak akan berpikir yang macam-macam.

"Dermaga sedang diawasi ketat minggu ini, dan aku baru saja berhasil menyelinap pergi. Mia bilang ada musuhku yang mengawasi lingkungan tempat tinggalnya, jadi aku membawanya ke sini untuk bersembunyi sementara …. Jangan pikir macam-macam."

Aku bahkan tidak punya tenaga untuk membongkar kebohongannya. Aku hanya berbalik dan pergi.

Tiba-tiba, suara kaca pecah yang memekakkan telinga terdengar dari apartemen, disusul kobaran api terang yang menyembur dari bingkai-bingkai jendela.

Wajah Julian langsung memucat. Pria itu berbalik dan mencengkeram rahangku, menatapku dengan penuh amarah.

"Kamu yang membakar? Sera, kukira kamu hanya merajuk, tapi nggak pernah menyangka bahwa kamu berkomplot dengan para musuhku untuk melakukan aksi berbahaya ini?"

"Kuberi tahu, akulah yang mengizinkan Mia tinggal di sini. Kalau sampai terjadi sesuatu padanya, kamu harus tanggung jawab!"

Dia mendorongku dengan kasar, lalu berbalik dan menerjang masuk ke dalam kobaran api.

Aku sebenarnya ingin langsung pergi, tetapi tiba-tiba aku teringat bahwa akta nikah asli yang sangat dibutuhkan untuk proses perceraian dan beberapa barang peninggalan orang tuaku, semuanya tersimpan di brankas kamar tidur."

Aku berbalik dan menerobos masuk melewati gelombang panas yang membakar.

Asap tebal memenuhi apartemen ketika Julian bergegas keluar sambil menggendong Mia yang setengah sadar.

Begitu melihatku, tatapannya langsung berubah dingin. "Apa yang kamu lakukan di sini? Keluar!"

Aku mengabaikan dia dan langsung berlari menuju kamar tidur.

Api sudah mulai membakar tirai. Brankas itu berada tepat di kaki lemari yang terbakar.

"Sera, apa kamu sudah gila? Keluar dari sini!" Julian berteriak dari ambang pintu.

Aku berjongkok di lantai yang panas dan memasukkan kata sandi brankas.

Begitu membuka pintu brankas yang terbuat dari logam berat, lampu gantung tua di langit-langit tiba-tiba jatuh!

Julian refleks melindungi Mia dengan tubuhnya, menggulingkan tubuh ke belakang untuk menghindar.

Aku terlempar ke belakang akibat ledakan dahsyat itu. Serpihan kayu dan pecahan kaca seketika menancap di punggungku, seketika darah membasahi mantelku.

Aku menahan sakit sambil memegang erat folder berisi barang-barang kenangan serta akta nikah asli di dadaku.

Asap tebal memenuhi paru-paruku, sementara pandanganku perlahan menggelap.

Sebelum aku kehilangan kesadaran, hal terakhir yang kudengar adalah Julian membawa Mia ke tempat yang aman, disusul suara sirene yang terdengar samar dari kejauhan.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Pengkhianatanmu Menjadi Akhir Cinta Kita   Bab 13

    Tiga tahun berlalu begitu cepat. Aku menjadi anggota termuda komisi keluarga dan satu-satunya penasihat perempuan dalam sejarah Lima Keluarga.Dalam pertemuan tahunan yang berlangsung khidmat, di hadapan seluruh penguasa, Vito menundukkan kepalanya kepadaku secara langsung.Tepuk tangan terdengar keras dari kedua sisi meja panjang, sementara seluruh bos mafia mengangkat gelas mereka sebagai tanda tunduk.Saat pertemuan itu bubar, hari sudah menjelang malam.Sedang hujan gerimis di luar, membasahi jalan-jalan berbatu di kota tua.Aku mengendarai mobil sendiri menuju ke pemakaman keluarga di pinggiran kota. Lencana bunga emas berkilau samar di kerah bajuku di tengah guyuran hujan.Aku meletakkan sebuket mawar putih di depan makam kedua orang tuaku."Ayah, Ibu." Aku berlutut dan berkata dengan suara lembut, "Aku sudah mengembalikan kehormatan dan aturan Keluarga.""Mulai sekarang, aku akan menjaga aturan di wilayah ini demi kalian."Hujan yang membawa hawa dingin terus turun, sementara ta

  • Pengkhianatanmu Menjadi Akhir Cinta Kita   Bab 12

    Ketika aku membuka mata lagi, aku sudah terbaring di ranjang beludru mewah di Kediaman Kasmir.Di luar jendela terbentang perkebunan zaitun yang sudah kukenal, cahaya fajar perlahan-lahan merayap naik di sepanjang dinding.Vito duduk di kursi kulit tua di samping ranjang. Wajahnya tampak seperti tidak tidur sedikit pun sepanjang malam, kantong matanya hitam."Kamu sudah sadar?" Suaranya terdengar sedikit bergetar, sesuatu yang jarang terjadi. "Gadis keras kepala …. Kamu sama nekatnya mempertaruhkan nyawamu seperti ayahmu dulu."Aku membuka mulut, tetapi tenggorokanku terasa sensasi terbakar, sehingga aku tidak mampu bersuara."Jangan bicara." Dia membungkuk ke depan dan merapikan selimut yang menyelimutiku. "Peluru itu hanya menggores tulang selangkamu. Dokter bilang kamu beruntung. Itu benar-benar mukjizat."Dia terdiam sejenak."Perjanjian itu berhasil disahkan. Keesokan paginya, Komisi memutuskan untuk menyetujuinya. Jalur penyelundupan di wilayah utara kini aman untuk sepuluh tahun

  • Pengkhianatanmu Menjadi Akhir Cinta Kita   Bab 11

    Negosiasi di Bestia ternyata jauh lebih berbahaya daripada yang diperkirakan.Di gudang pelabuhan yang terbengkalai itu, aku menghabiskan enam hari yang melelahkan dalam menghadapi Salazar dan belasan anak buahnya yang bersenjata.Beberapa kali, moncong senjata diarahkan tepat ke dahiku.Akhirnya, tepat ketika aku menggunakan trik terakhirku untuk memaksa Salazar menandatangani perjanjian, geng-geng musuh di kota itu saling berbalik menyerang, baku tembak sengit pun pecah.Para pengawal yang datang bersamaku tewas satu per satu, mengorbankan diri untuk melindungiku dalam upaya melarikan diri. Aku bersembunyi di balik penghalang beton yang kokoh. Pecahan peluru yang beterbangan menyayat lenganku, seketika mantelku penuh dengan darah.Bersandar pada dinding yang dingin membeku, aku menyalakan perangkat terenkripsiku, memotret perjanjian yang telah ditandatangani, lalu mengirimkannya ke Kasmir.Saat proses pengiriman, terdengar serangan peluru yang bertubi-tubi di atap seng, sementara kil

  • Pengkhianatanmu Menjadi Akhir Cinta Kita   Bab 10

    Tiga bulan kemudian, Vito mengundangku ke ruang kerjanya.Ada sebuah tugas. Tugas ini kotor dan sangat berbahaya.“Pria tua itu mendorong sebuah map kulit hitam yang terkunci, dengan kunci yang diletakkan di sampingnya. "Tugas ini lebih penting bagi Keluarga daripada apa pun yang pernah kita hadapi selama puluhan tahun terakhir. Kamu boleh menolaknya, Sera. Nggak ada yang akan menyalahkanmu."Aku membuka map itu. Bestia, wilayah perbatasan di selatan.Sebuah jalur penyelundupan yang membentang di tiga negara baru-baru ini diputus oleh seorang bos penyelundup bernama Salazar.Anak buahnya bahkan sudah membantai dua rombongan negosiator yang dikirim dari Kasmir dan membuang jasad mereka di padang gurun. Mereka bahkan tidak memulangkan kepala negosiator tersebut.Keluarga membutuhkan seseorang untuk pergi langsung ke sana, membawa sesuatu yang bisa dijadikan alat tawar-menawar, dan mendapatkan surat perjanjian gencatan senjata.Aku akan pergi ke sana."Pikirkan baik-baik." Tatapan Vito ta

  • Pengkhianatanmu Menjadi Akhir Cinta Kita   Bab 9

    Butuh waktu enam bulan bagi Julian untuk melacak keberadaanku di Kasmir.Pada hari itu, aku berada di ruang negosiasi bawah tanah di kediaman, sedang meninjau operasi pencucian uang bersama tiga pemilik kebun anggur tua dari Navel. Wakilku datang dan memberitahuku dengan suara pelan, "Nona Sera, ada seorang pria dari Haven yang menunggu Anda di Ruang VIP 3 di klub. Dia mengaku sebagai ... suami Anda."Aku menaruh pena. Jariku memegang ujung dokumen selama beberapa detik."Katakan aku sibuk malam ini.""Dia bilang sudah menunggu selama tiga hari. Ini ada hubungannya dengan surat perceraian."Aku terdiam sejenak. "Suruh Enzo siapkan mobil."Aku menutup map dan mengangkat tangan untuk mengancingkan mantelku. "Antar aku ke klub."Ketika pengawal membuka pintu kedap suara menuju ruang VIP, Julian berdiri membelakangiku, menghadap jendela besar.Di luar sana terbentang pemandangan malam Kasmir yang tua. Menara-menara tampak jelas dalam cahaya hangat lampu jalan.Mendengar pintu terbuka, pria

  • Pengkhianatanmu Menjadi Akhir Cinta Kita   Bab 8

    Kehidupanku di Kasmir adalah awal yang baru.Aku mengubur masa lalu dan masuk ke lingkaran dalam Keluarga. Aku memulainya dengan mengaudit pembukuan pencucian uang dan menangani perselisihan bisnis antar geng.Tidak ada seorang pun di sini yang tahu tentang kehidupanku di Haven, juga tidak tahu duka yang kualami karena kehilangan anakku yang nyaris merenggut nyawaku.Para pria di kota tua ini hanya mengenalku sebagai seorang janda muda dari wilayah utara, wanita pendiam dengan tatapan sedingin es.Sepanjang hari, aku duduk di ruang kerja sambil membolak-balik buku pembukuan, memeriksa setiap transaksi dari kebun anggur, kasino, dan dermaga pelayaran milik keluarga.Malam harinya, aku membaca di perpustakaan bawah tanah milik Vito, mempelajari garis keturunan Lima Keluarga dan utang-utang mereka selama tiga puluh tahun terakhir. Setiap akhir pekan, aku mengunci diri di ruang arsip bawah tanah tanpa jendela dan menghabiskan sepanjang hari di sana.Vito menjadi mentor paling tegas bagiku.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status