Share

215. (G) Sahabat Adikku

Penulis: CacaCici
last update Tanggal publikasi: 2026-07-22 23:49:11
'Sok cool banget deh, Dad," cerocos Kaina pada rival sejatinya.

Kaina tipe yang sangat manja pada mommynya. Yah, walaupun dia mendapat gelar preman dari sang mommy. Karena kemanjaannya tersebut, dia menjadi rival sejati sang daddy karena daddynya sering tidak mau kalah.

Kaizen memilih geleng-geleng kepala, setelah itu memilih menunduk untuk menahan tawa.

Kaina ikut menundukkan kepala, demi bisa melihat wajah daddy-nya. "Mommy, lihat! Daddy senyum-senyum," adu Kaina pada mommynya dengan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   Ekstra Part IgenTa

    'Su-sungguhan loh. Pak Raigen benar-benar memanggilku sweetheart.' batin Inggita, membatu beberapa saat karena cengang dan masih shock dipanggil sweetheart oleh Raigen. Tak bisa Inggita pungkiri, dia salah tingkah dan juga senang. "Tidak, Mas," jawab Inggita sambil kembali senyum manis. Selain dipanggil sayang oleh Raigen, pria ini juga tampak perhatian dengan menempelkan tangan di keningnya. "Aku senang kau memasak tapi aku jauh lebih senang jika kau perhatian pada tubuhmu sendiri." Raigen berkata rendah dan berat, nadanya lembut—terasaa merdu serta menenangkan di pendengaran. Bahkan tanpa sadar, Inggita senyum-senyum mendengar suara Raigen, "merasa tidak lelah bukan berarti tidak butuh istirahat.""Oke, Mas." Inggita menjawab cepat sambil menganggukkan kepala. 'Ugh!! Pak Raigen ini kayaknya … benar-benar wujud dari karakter ML novelku deh. Demi apapun! Perfect banget!! Bukan cuma gelarnya saja yang estetik, tapi … emang aslinya se estetik itu orangnya. Sikapnya … Ya Tuhan!! Meme

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   Ekstra Part--IgenTa

    "Aku habis dari dapur, Pak," jawab Inggita setelah mengenakan kembali kacamatanya. Dia menjawab seperlunya saja lalu setelah itu kembali mengetik naskah. Raigen menatap lekat ke arah Inggita. Bukankah dia baru memperingati perempuan ini supaya berhenti bersikap seolah dia adalah tuan Inggita? Sepertinya Inggita tidak mengindahkan ucapannya. Raigen tiba-tiba berdiri dari sofa, dia melempar pelan majalah bisnisnya lalu segara berjalan ke arah istrinya. "Untuk apa kau di dapur?" tanya Raigen setelah berada di sebelah Inggita. "Untuk …- aaaa--" Inggita spontan menjerit kaget ketika menoleh ke belakang dan ternyata Raigen sudah di sebelahnya. Ya ampun! Kapan pria ini pindah? Raigen tak menunjukan ekspresi apapun. Dia dengan santai mengambil kursi dan memposisikannya di sebelah kursi Inggita. Di kamar ini memang ada meja yang sering Raigen gunakan untuk meletakkan dokumen ataupun bendak lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan. Namun, setelah menikah ke dua kalinya, meja ini lebih se

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   Ekstra Part--IgenTa

    "Kenapa kau melepas kacamatamu?" tanya Raigen tiba-tiba, menatap sejenak pada istrinya lalu kembali fokus pada jalanan. Inggita menatap Raigen yang sudah buram di matanya lalu langsung senyum percaya diri. Jika begini, Inggita sedikit tidak takut pada Raigen. Wajah galak pria ini tak lagi terlihat olehnya. "Biar buram saja, Pak," jawab Inggita sambil senyum-senyum. Raigen kembali menatap ke arah istrinya. Namun, dia tidak mengatakan apa-apa, hanya geleng-geleng kepala karena … perempuan di sebelahnya ini tingkahnya lebih aneh dari si tengil Aluna. Ini anehnya … aneh yang sungguh aneh. Kacamata dilepas supaya buram? Hell! Ini sungguh aneh! *** Bug' "Aduh," gumam Inggita pelan, di mana dia tersandung dan hampir terjatuh saat naik ke anakan tangga pertama. Untung Raigen berjalan di belakangnya dan pria itu dengan sigap menariknya yang ingin jatuh—pada akhirnya Inggita jatuh dalam dekapan Raigen. "Aaa … maaf, Pak," ucap Inggita, buru-buru melepas pelukan Raigen lalu denga

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   Ekstra Part–IgenTa

    --Ekstra Part-- "Cieee … yang dijemput suami." Inggita Larasati senyum malu-malu pada bosnya yang tak lain adalah adik iparnya sendiri—Aluna. Ini sudah seminggu semenjak Inggita menikah dengan kakak bosnya dan siklus hidupnya masih seperti sebelumnya, bekerja lalu pulang. Namun, hari ini ada yang berbeda, Raigen Harl Adam, si CEO yang dijuluki manusia indah tersebut datang menjemputnya. "Aku duluan yah, Bu," ucap Inggita sopan pada Aluna. Sekalipun sekarang Aluna sudah menjadi adik iparnya, tetapi di tempat kerja Inggita tetap memanggilnya 'bu. "Oke, Kak." Aluna mengacungkan jempol pada Inggita sambil senyum cerah. Aluna sendiri juga dijemput oleh suaminya. Namun, Aluna masih menunggu. Inggita berlari kecil ke mobil Raigen, dan ketika akan masuk ke mobil, Inggita lebih dulu menoleh ke sana kemari—seolah takut ada yang melihatnya masuk ke mobil mewah tersebut. Di dalam mobil, Raigen menghela napas pelan sambil geleng-geleng kepala ketika melihat istrinya menole

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   472. (GD) Tamat

    "Pernah itu makanya Ziel bisa ngomong gitu," ujar Kaina sambil senyum penuh maksud pada Sera. "Hehehe …." Pada akhirnya Sera hanya bisa cengengesan malu. "Ya Tuhan." Aluna seketika geleng-geleng kepala lalu setelahnya tertawa geli. "Tidak apa-apa, Sayang. Santai saja. Namanya juga anak-anak, memang nakal. Tapi kedepannya harus lebih hati-hati lagi yah, Sayang." "I-iya, Mom." Sera menjawab kaku, masih cengengesan karena benar-benar malu. Tiba-tiba saja Xavier datang, langsung menghampiri Sera. Pria tampan dengan pesona yang sangat menyihir itu tak duduk, tetapi berdiri di sebelah Sera sambil meletakkan tangan di atas ubun-ubun isrtinya. "Kau kenapa, Darling?" tanyanya penuh perhatian. Dia datang ke sini memang khusus untuk mengecek istrinya yang tadi sempat ia dengar berteriak. Khawatirnya, putranya nakal dan Sera yang tengah hamil tua kewalahan menghadapi putra mereka. "Tidak kenapa-napa, Mas," jawab Sera kikuk. Kemunculan Xavier di sini malah semakin membuatnya grogi

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   471. (GD) Pernah Kepergok, Ra?

    "Sepertinya lebih menyenangkan jika kita di ranjang," ucap Elzeren tiba-tiba, menggendong Kaina lalu membawa istrinya ke atas ranjang. "Mas Eiren!" Kaina langsung menatap penuh peringatan pada Elzeren. Dia sangat hapal apa yang ada di kepala pria ini. "Hanya sebentar, Janu. Toh kita dilarang ke luar dari kamar ini. Jadi lebih baik kita bersenang-senang di sini," ujar Elzeren, sudah membaringkan Kaina di atas ranjang, "aku tahu kau bosan, KaiKu." "Ingat, aku lagi hamil, Mas." Kaina tak terlalu menanggapi ucapan suaminya. "Tentu saja aku ingat, Janu." Elzeren tiba-tiba menyunggingkan smirk tipis, "aku bahkan ingat cara membuatmu hamil." "Mas gila yah," horor Kaina, melotot shock pada Elzeren yang … demi Tuhan! Mesumnya semakin mesum sejak Kaina hamil. "Humm." Elzeren menganggukkan kepala secara pelan, terus melucuti pakaian istrinya, "dan Daddy Zen bilang, aku harus semakin gila padamu, Janu." "Ajaran sesat itu!" protes Kaina, 'Ck, si pria dingin itu lagi.' batinnya, c

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   3. Nikahi Dia, Kaizen!

    Di sisi lain, Aluna yang panik langsung bersembunyi dalam selimut. Sedangkan wanita yang masuk ke kamar ini, tiba-tiba saja berlari keluar. Di dalam selimut, Aluna mencoba menangkan diri. Namun melihat pria di sebelahnya hanya mengenakan celana pendek, Aluna semakin panik. Rasa paniknya lebih tak

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   2. Malam Panjang

    Kaizen segera memeriksa mobilnya, mencari keberadaan sumber suara tersebut. Saat Kaizen menoleh ke belakang mobil, dia tidak menemukan apapun. "Sssst … mmm …." Akan tetapi suara itu jelas dari arah jok belakang. Kaizen memutuskan lebih teliti memeriksa, membuka pintu jok belakang untuk melihat

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   6. Menikah

    Aluna dan Kaizen jatuhnya memang dijodohkan, karena selain insiden itu keduanya tidak pernah terikat apapun. Kaizen bukan pilihan Aluna dan Aluna juga bukan pilihan Kaizen. Keluarga mereka lah yang menentukan. Insiden itu bukan alasan mereka menikah, tetapi faktor yang menjadi alasan kuat mereka

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   1. Jebakan dan Pertolongan

    "Aku sudah memasukkan obat perangsang ke dalam minumanmu, Aluna Sayang." Aluna Rasya Adam (24 tahun), melebarkan mata saat mendengar ucapan pria tersebut. Ia menatap takut campur panik pada seorang pria yang saat ini berdiri di hadapannya. Pria itu menjulang tinggi, memperlihatkan senyuman miring

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status