共有

391. (GD)

作者: CacaCici
last update 公開日: 2026-09-08 14:31:00

"Jangan sembarangan, Kai!" peringat Vernan, mengatupkan rahang sambil menatap tajam pada Kaina.

Dia tahu Kaina pasti asal bicara dan asal Tunjung. Vernan memang kurang mengenal siapa orang-orang di meja seberang. Bisa dikatakan dia baru di negara ini, memilih menetap di sini untuk mendapatkan wanitanya.

Namun, sekalipun begitu orang-orang di meja sebelah adahal para elit yang sedang yang sedang melakukan pertemuan santai. Pria yang Kaina tunjuk, aura pria itu paling mendominasi. Sepertinya
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   394. (GD) Diam-diam Melamar

    "Ini sudah jam 12, sebaiknya kau kembali ke kamarmu. Besok kau pasti sibuk, jadi kau harus beristirahat," ucap Xavier, cukup perhatian karena di matanya Elzeren sudah seperti adiknya. "Humm." Elzeren berdehem pelan, setelah itu beranjak dari sana. Setelah Elzeren menghilang dari penglihatan, Xavier segera masuk ke kamarnya dan Kaina. Tenang, kamar hotel mereka jenis presidential suite, ada dua kamar terpisah, ruang tv dan dapur kecil. ****Hari ini Kaina dan Xavier telah pulang ke kota mereka. Pekeljaan Xavier sudah selesai dan Kaina-- jika kakaknya pulang, maka dia tentunya ikut pulang. Masalah waktu itu, dia yang dijebak oleh Vernan, kakaknya masih menanganinya. Untuk saat ini, Kaina memilih putus kontak dengan teman-temannya karena dia merasa dikhianati. Sedangkan Vernan, pria itu kabur dan saat ini orang-orang kakaknya sedang memburunya. Ternyata Supper club itu milik kakek Vernan yang memang tinggal di negara ini. Yah, Supper club itu dibangun untuk diberikan pada Vernan, ak

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   393. (GD) Kurang Menarik?

    "A-aku nggak mau turun!" pekik Kaina, menatap horor pada Elzeren yang sudah di samping mobil—di sampingnya karena pintu di sebelah Kaina sudah dibuka dan pria ini sedang memaksanya untuk keluar. "Jangan macam-macam! A-aku bisa mengadukanmu pada Daddyku dan Kak Xavier!" pekik Kaina lagi, menolak membuka seatbelt supaya dia tetap aman di dalam mobil. "Nona Adam yang terhormat!" Elzeren berkata datar, tetapi auranya terasa dingin dan menakutkan. Dia bersedekap, menatap Kaina yang tak mau turun dari mobil dengan sangat tajam, "ini di rumah sakit, cepat turun!" tambahnya. Kaina seketika mengerjap beberapa kali, menoleh ke luar mobil dengan ekspresi cengang dan konyol. Setelah itu, dia cengengesan dan buru-buru keluar dari mobil. "Ku-kurasa aku sudah tidak kenapa-napa, Kak. Jadi sepertinya nggak usah diperiksa lagi deh," ucap Kaina malu-malu. Sial! Dia benar-benar mengira Elzeren akan membawanya ke hotel, ternyata ke rumah sakit. Haih! Apa yang dia pikirkan? Pria ini pria baik-baik,

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   392. (GD) Membawamu ke Hotel

    "Cuma mau mastiin kalau kita lagi bareng," ucap Kaina pada Elzeren, sengaja berkata demikian agar Elzeren paham kalau dia butuh bantuan dari pria ini. Elzeren menatap dingin pada Kalian, akan tetapi dia tetap meraih HP Kaina dan bersedia berbicara dengan Xavier. "Kaina memang bersamaku, Kak." Elzeren berkata datar. Di sisi lain Kaina senyum semakin lebar, akhirnya dia benar-benar lolos dari kakaknya. Namun, senyumannya tersebut langsung hilang karena tiba-tiba saja jantungnya berdebar sangat kencang. Ya, dia memang sedang bersama pria yang dia sukai dan kerap kali jantungnya selalu memompa cepat jika berdekatan dengan Elzeren. Akan tetapi debarannya tak pernah sepertinya. Kali rasanya berbeda! Debarannya membuat tubuh Kaina panas dan … di-dia ingin sesuatu. 'Ini sudah jam 10 malam. Kau harus membawa Kaina pulang.' Xavier di seberang sana berkata tegas, tak ingin sesuatu terjadi pada adiknya. "Humm. Kami akan kembali ke hotel," jawab Elzeren. Setelah itu dia mematikan telep

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   391. (GD)

    "Jangan sembarangan, Kai!" peringat Vernan, mengatupkan rahang sambil menatap tajam pada Kaina. Dia tahu Kaina pasti asal bicara dan asal Tunjung. Vernan memang kurang mengenal siapa orang-orang di meja seberang. Bisa dikatakan dia baru di negara ini, memilih menetap di sini untuk mendapatkan wanitanya. Namun, sekalipun begitu orang-orang di meja sebelah adahal para elit yang sedang yang sedang melakukan pertemuan santai. Pria yang Kaina tunjuk, aura pria itu paling mendominasi. Sepertinya bukan sekadar golongan elit biasa. "Kamu yang jangan sembarangan!" ketus Kaina, "aku tak pernah punya hubungan denganmu, tolong jangan membuat pertengkaran antara aku dan calon suamiku!" tambahnya, berkata tegas sambil menatap tajam pada Vernan. Vernan terdiam dengan wajah kaku dan tegang. Tidak! Kaina tak mungkin punya calon suami. Sejak dulu, Kaina menolaknya karena perempuan ini gengsi. Diam-diam, dia yakin Kaina pasti menyukainya. "Dan kalian juga," ucap Kaina pada teman-temannya, "ken

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   390. (GD) Calon Suamiku

    Kaina terdiam setelah Elzeren berdehem. Wajahnya tampak gugup, kali ini dia tidak bisa menyembunyikannya lagi. Humm artinya apa? Kaina benar-benar tidak bisa menerjemahkan satu kata ajaib itu, sekalipun ketua geng di rumahnya gemar dan menguasai bahasa 'ham hem hum. "Kak, to-tolong jangan salah paham dan lupakan saja tadi …-" Kaina kembali berniat menjelaskan, akan tetapi tiba-tiba saja telinganya di tarik oleh seseorang. "Ahck!" ringis Kaina, menoleh cepat ke arah seseorang yang mengomelinya. "Sudah sore masih keluyuran. Kembali ke hotel!" galak Xavier, menatap Kaina dengan wajah dingin dan tatapan tajam. "Kan masih sore, bukan malam, Kak," mengerut Kaina sambil menatap muram dan sebal pada Xavier. Aih, kakaknya ini benar-benar! Datang tak diundang, tiba-tiba langsung menjewer telinga Kaina. "Melawan?!" dingin Xavier, semakin menatap tajam pada adiknya. Kaina menggelengkan kepala secara pelan lalu segara berjalan dari sana, kembali pulang ke penginapan. Xavier berdecak pelan,

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   389. (GD) Pria Modus

    "Oh." Kaina ber-oh-ria, menatap pria itu dengan wajah cukup kaku dan kaget secara bersamaan. Di sisi lain, pria itu dengan cukup lebar sambil berjalan cepat untuk mendekat pada Kaina. Pria itu adalah salah satu teman Kaina saat menempuh pendidikan S2. Wajahnya memang campuran, akan tetapi setahu Kaina dia tidak tinggal di negara ini. "Akhirnya setelah sekian lama aku bertemu denganmu, Kai." Pria itu senyum manis sambil menatap penuh maksud pada Kaina, "kau samakin cantik," lanjutnya. Vernan Grenard—pria tampan dengan wajah blasteran yang tingginya tak terlalu jauh dari Kaina. Awalnya Kaina dan Vernan cukup dekat, itu karena Vernan bisa berbahasa tanah air dan selalu pamer keahlian berbahasanya pada Kaina. Mereka saling membantu dan cukup sering belajar bersama, tapi tidak pernah berdua—selalu ada teman yang lain untuk ikut belajar bersama. Namun, saat mereka akan lulus, pria ini mengungkapkan perasaan pada Kaina melalui sebuah pesan. Kaina menolak lembut dan baik-baik. Namu

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   5. Paksaan Menikah

    "Kak, i-ini wanita yang tidur dengan Kaizen," bisiknya dengan nada gemetar, efek deg degkan bertemu dengan calon menantunya, sosok yang membuktikan pada dunia kalau Kaizen normal! "Hah?" Nindi menunjukan ekspresi kaget, menatap Aluna dengan raut muka kaku lalu kembali menatap adik iparnya dengan e

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   51. Suami Alergi ….

    "Karena Mas Zen sudah baik padaku, membantuku untuk mengantar bukti rekaman CCTV, hari ini aku mau masakin serba udang buat dia. Umm … sepertinya udang garlic butter enak," monolog Aluna, berjalan antusias ke dalam rumah. Dia baru pulang dari tempat kerja. Sekalipun wajahnya sudah terlihat lelah aka

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   6. Menikah

    Aluna dan Kaizen jatuhnya memang dijodohkan, karena selain insiden itu keduanya tidak pernah terikat apapun. Kaizen bukan pilihan Aluna dan Aluna juga bukan pilihan Kaizen. Keluarga mereka lah yang menentukan. Insiden itu bukan alasan mereka menikah, tetapi faktor yang menjadi alasan kuat mereka

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   1. Jebakan dan Pertolongan

    "Aku sudah memasukkan obat perangsang ke dalam minumanmu, Aluna Sayang." Aluna Rasya Adam (24 tahun), melebarkan mata saat mendengar ucapan pria tersebut. Ia menatap takut campur panik pada seorang pria yang saat ini berdiri di hadapannya. Pria itu menjulang tinggi, memperlihatkan senyuman miring

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status