共有

Bab 200

作者: Just Mommy
last update 公開日: 2026-10-18 13:56:47

Satu potong kayu jatuh menimpa tanah bersalju, sangat dekat dengan wajah Leon. Elena menyenggol dada suaminya karena terkejut.

Namun Julian dengan cepat membekap bibir lembut istrinya dengan jemarinya. Membungkam teriakan yang hampir lolos dari mulut istrinya.

Mereka bertiga menahan napas. Suasana di dalam celah sempit itu mendadak mati total, hanya diisi oleh keheningan yang amat menyiksa saraf.

"Tidak ada siapa-siapa di gubuk ini!" teriak penyerang di luar setelah membedah bagian dalam
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Ami tsamarat
mantap banget dah leon nih
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Permainan Berbahaya Kakak Ipar   Bab 202

    Elena menutup mulutnya rapat-rapat. Melangkah mundur satu langkah saat koper besi itu terbuka lebar. Matanya terbelalak tak percaya menatap deretan senjata api berwarna hitam legam, beberapa magazin peluru, serta empat granat berukuran kecil yang tersusun rapi di dalam cetakan busa."J-Julian," bisik wanita itu dengan suara gemetar. "Untuk apa semua benda berbahaya ini?"Julian mengambil sebuah pistol otomatis berlaras pendek, lalu memeriksa mekanisme penguncinya dengan jemari yang sangat ahli. "Harusnya sebelum kita berangkat ke Harbin, aku sudah membawa senjataku.""Kenapa tidak kamu bawa dari awal?" tanya Elena masih tertahan rasa terkejutnya."Aku pikir perjalanan bulan madu kita akan sepenuhnya aman," sahut Julian santai seraya memasukkan magazin peluru ke dalam senjata. "Jadi aku hanya mengandalkan senjata rahasia yang dibawa oleh Leon."Elena meremas jemarinya yang dingin, menatap suami

  • Permainan Berbahaya Kakak Ipar   Bab 201

    "Aku akan memastikan kita benar-benar aman, Piccola," bisik pria itu serak seraya merengkuh bahu istrinya yang masih bersandar pasrah di dadanya. "Tidak ada satu pun bajingan yang akan menyentuhmu lagi."SUV hitam berlapis baja itu membelah tumpukan salju tebal dengan kecepatan tinggi. Deru mesinnya bergema halus di tengah keheningan jalanan Harbin yang mencekam.Tak butuh waktu lama, mobil mewah tersebut meluncur masuk ke pelataran vila eksklusif tempat mereka menginap. Leon menghentikan kendaraan tepat di depan pintu utama dengan sigap.Julian dengan cepat membuka pintu mobil, merangkul erat tubuh Elena dan membimbingnya melangkah cepat meniti tangga kayu. Pria itu sama sekali tidak membiarkan istrinya terlepas dari jangkauan pandangannya."Leon, jaga area luar," perintah Julian singkat tetapi sarat penekanan saat mereka melintasi lorong."Siap, Tuan," sahut Leon yang langsung bersiap di dekat pintu mas

  • Permainan Berbahaya Kakak Ipar   Bab 200

    Satu potong kayu jatuh menimpa tanah bersalju, sangat dekat dengan wajah Leon. Elena menyenggol dada suaminya karena terkejut. Namun Julian dengan cepat membekap bibir lembut istrinya dengan jemarinya. Membungkam teriakan yang hampir lolos dari mulut istrinya. Mereka bertiga menahan napas. Suasana di dalam celah sempit itu mendadak mati total, hanya diisi oleh keheningan yang amat menyiksa saraf. "Tidak ada siapa-siapa di gubuk ini!" teriak penyerang di luar setelah membedah bagian dalam gubuk. "Mereka pasti menerobos masuk lebih dalam ke arah hutan pinus!" "Cepat kejar ke sana sebelum mereka kehilangan jejak!" sahut komandannya. Derap langkah kaki berat itu perlahan-lahan mulai menjauh, bergerak membelah tumpukan salju menuju area hutan pinus yang lebih dalam. Suara teriakan mereka kian menghilang ditelan angin dingin Harbin. Meski begitu, Julian tidak langsung mengendurkan kewaspadaannya. Pria berkuasa itu tetap menahan posisi mereka. Membungkam Elena dalam dekapanny

  • Permainan Berbahaya Kakak Ipar   Bab 199

    Restoran yang tadinya tenang seketika menjadi neraka kecil saat pecahan kaca menyambar ke segala arah. Julian bertindak secepat kilat. Ia merengkuh tubuh istrinya dan membawanya berguling ke balik meja batu yang tebal tepat sebelum rentetan peluru berikutnya menghantam dinding kayu di belakang mereka.Tak-tak-tak-tak!Debu kayu dan serpihan kristal beterbangan di udara, menciptakan kepulan asap tipis berselimut bau mesiu yang amat menyengat. Leon merayap cepat ke sudut ruangan, melesakkan beberapa tembakan balasan dari senjata berperedam miliknya."Tuan! Mereka terlalu banyak!" ucap Leon dengan napas memburu, peluh dingin menetes di pelipisnya. "Kita tidak membawa tim pengawal lengkap atas permintaan Anda!"Julian mengepalkan tangannya erat-erat. Menarik Elena rapat dalam pelukannya. Pria berkuasa itu dengan cepat membaca situasi yang sama sekali tidak menguntungkan bagi mereka."Berapa banyak orang di lu

  • Permainan Berbahaya Kakak Ipar   Bab 198

    "Iya, biasanya selalu ada surat pemberitahuan resmi satu bulan sebelumnya!" sahut staf lainnya panik. "Direktur Utama sedang berada di luar negeri, siapa yang akan menemui mereka?!"Para auditor pajak itu melangkah masuk ke ruangan divisi keuangan dengan angkuh. Mengacak-acak dokumen dan melakukan penyegelan sementara pada beberapa komputer utama. Mereka memanfaatkan wewenang atas perintah pejabat kerabat orang tua Amanda demi mencari celah untuk menjatuhkan Wardana Group.Manajer keuangan segera menghubungi nomor pribadi Leon dengan tangan gemetar ketakutan."Pak Leon! Kantor pusat diserbu puluhan tim audit pajak!" lapor manajer keuangan dengan suara hampir menangis. "Mereka menyegel berkas dan mengancam akan membekukan rekening utama jika kita tidak menyerahkan laporan rahasia siang ini!"Di area parkir wahana es Harbin, Leon menerima panggilan tersebut dengan raut wajah yang tenang, sesuai dengan inst

  • Permainan Berbahaya Kakak Ipar   Bab 197

    "Buka seluruh berkas rahasia pejabat pajak tersebut," perintah Julian dingin. "Cari tahu ke mana saja aliran dana suap dan rekening rahasia miliknya di luar negeri.""Siap, Tuan," jawab Leon mantap."Serahkan bukti kepemilikan aset ilegalnya langsung ke lembaga anti korupsi sore ini juga," sambung Julian seraya menyunggingkan senyum kemenangan. "Kita hancurkan karir dan hidupnya dalam satu malam.""Bagaimana dengan keluarga Amanda?" desak Leon lagi."Sita seluruh saham dan hancurkan pasokan bisnis keluarga Amanda melalui jaringan mitra kita," titah Julian tanpa belas kasihan. "Aku ingin besok pagi mereka dinyatakan bangkrut total tanpa sisa!"Leon membungkuk dalam-dalam, mengagumi kekejaman dan kecepatan berpikir tuannya dalam membalas serangan. "Perintah dilaksanakan, Tuan."“Oh ya, satu lagi. Bila perlu, jebak petugas pajak itu. Biarkan mereka menemukan kesalahan palsu, agar merasa di atas aw

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status