مشاركة

2. Neraka Harem

مؤلف: Ittazura
last update تاريخ النشر: 2026-04-14 15:30:01

Zailyn membuka mata, tatapannya tajam, jauh berbeda dari Selir Ling yang selalu murung. Dua pelayan di sudut, yang tadi berbisik sinis, kini tampak gelisah. Xiao Li masih memegang cangkir air kosong, matanya membesar karena terkejut.

"Aku tidak akan mati sia-sia lagi," Zailyn mengulang, suaranya lebih jelas, meskipun masih parau. Ia menatap Xiao Li. "Kau bilang kau setia?"

Xiao Li mengangguk cepat, air mata menggenang di pelupuk matanya. "Ya, Nyonya! Saya bersumpah! Saya... saya sangat khawatir Nyonya tidak akan bangun lagi!"

"Bagus," Zailyn berbisik. Ia melirik dua pelayan lainnya. Mereka, yang bernama Mei Hua dan Qing Qing, kini tampak menghindari tatapannya, pura-pura merapikan tirai yang sudah rapi. "Kalian berdua," Zailyn memanggil, suaranya lemah tapi tegas. "Pergilah. Aku ingin bicara pribadi dengan Xiao Li."

Mei Hua, yang lebih tua dan tampak lebih berani, mengangkat dagunya. "Tapi, Nyonya, Permaisuri Agung memerintahkan kami untuk mengawasi Anda."

"Mengawasi atau menguping?" Zailyn membalas, senyum tipis, dingin, tersungging di bibirnya. "Aku sudah sadar. Aku tidak akan ke mana-mana. Pergilah dan siapkan air mandi hangat. Aku merasa lengket."

Qing Qing menelan ludah. Mei Hua mengerutkan kening, jelas tidak senang dengan nada bicara Selir Ling yang baru ini. Selir Ling yang mereka kenal akan gemetar dan takut.

"Baik, Nyonya," kata Mei Hua, nada suaranya ketus. "Kami akan siapkan." Ia memberi isyarat kepada Qing Qing, dan keduanya bergegas keluar, bisikan mereka terdengar samar di balik pintu yang tertutup.

**

Zailyn menghela napas, rasa sakit menjalar dari perutnya. Ia harus berhati-hati dengan setiap gerakan. Ini adalah tubuh yang lemah, belum pulih. Ia menatap Xiao Li, yang kini mendekat.

"Duduklah, Xiao Li," perintah Zailyn. "Aku butuh kau. Aku butuh semua informasi yang bisa kau berikan."

Xiao Li duduk di bangku kecil di samping ranjang, matanya masih penuh kekhawatiran. "Informasi apa, Nyonya? Apa yang ingin Nyonya ketahui?"

"Semuanya," Zailyn menjawab, suaranya lirih. "Tentang racun ini. Tentang Selir Mei. Tentang istana ini. Tentang diriku... Selir Ling."

Xiao Li tampak ragu. "Tapi, Nyonya... tabib istana sudah bilang... racun ini lambat. Tidak ada penawarnya. Mereka bilang Nyonya tidak akan bertahan lama."

"Omong kosong," Zailyn mendesis, meskipun dalam hati ia tahu itu mungkin benar jika ia tidak bertindak. "Aku masih hidup. Dan aku akan hidup. Sekarang, ceritakan padaku. Gejala apa yang aku alami sebelum aku 'pingsan'?"

Xiao Li mengerutkan kening, mencoba mengingat. "Nyonya sering merasa mual, pusing, dan... dan perut Nyonya sering sakit. Kadang ada bercak merah di kulit, seperti ruam. Nyonya juga... sangat kurus, dan sering kelelahan."

Zailyn mencerna informasi itu. Mual, pusing, nyeri perut, ruam, kelelahan. Konsisten dengan racun herbal lambat yang ia duga. "Dan kapan ini semua dimulai?"

"Sekitar dua bulan yang lalu, Nyonya," jawab Xiao Li, suaranya bergetar. "Sejak Nyonya... Nyonya kembali dari jamuan teh Permaisuri Agung."

"Jamuan teh Permaisuri Agung?" Zailyn mengulang.

Itu detail penting. Sebuah pertemuan publik, kesempatan bagi seseorang untuk beraksi tanpa terlalu dicurigai.

"Apakah ada yang aneh di jamuan itu? Makanan? Minuman? Hadiah?"

Xiao Li menggelengkan kepalanya. "Saya tidak tahu, Nyonya. Saya tidak diizinkan masuk ke aula utama. Tapi... Nyonya terlihat sangat lelah setelahnya. Dan tak lama kemudian, gejala itu muncul."

"Jadi, tidak ada yang tahu pasti kapan racun itu masuk," Zailyn bergumam pada dirinya sendiri. "Hanya perkiraan." Ia mencoba menggerakkan kakinya. Rasa sakit menusuk. "Tubuh ini... sangat lemah."

"Memang, Nyonya," Xiao Li mengiyakan, matanya berkaca-kaca. "Nyonya Ling memang selalu... lemah. Sejak kecil."

Zailyn merasakan kilasan ingatan Selir Ling. Seorang gadis yang selalu sakit-sakitan, dijauhi, dianggap pembawa sial. Statusnya sebagai selir adalah hasil dari perjodohan politik yang tidak menguntungkan, bukan karena kecantikan atau bakatnya. Dia hanyalah bidak.

"Lalu, tentang Selir Mei," Zailyn melanjutkan, mengabaikan rasa sakitnya. "Mengapa dia membenciku?"

"Selir Mei... dia adalah selir peringkat tinggi, Nyonya," jelas Xiao Li. "Dia ingin menjadi Permaisuri Agung. Dia sangat ambisius. Dan... Nyonya Ling, Anda berasal dari keluarga yang cukup terpandang, meskipun kini kekuasaan keluarga Anda sudah menurun."

"Keluarga Ling," Zailyn berpikir. "Jadi, ada alasan politik di baliknya."

"Ya, Nyonya," kata Xiao Li. "Selir Mei merasa Nyonya adalah penghalang. Dia ingin menyingkirkan semua orang yang bisa menjadi saingannya."

"Dan Kaisar?" Zailyn bertanya, mencoba menekan rasa mual. "Apakah dia pernah... mengunjungi Selir Ling?"

Xiao Li menunduk, wajahnya memerah karena malu. "Tidak, Nyonya. Sejak Nyonya masuk istana dua tahun lalu, Kaisar... tidak pernah menginjakkan kaki di Istana Naga."

Zailyn merasakan hantaman dingin. Tidak pernah? Itu menjelaskan mengapa Selir Ling begitu mudah diracun. Tidak ada perlindungan. Tidak ada perhatian. Dia adalah selir yang dilupakan.

"Jadi, aku... Selir Ling... adalah selir rendahan yang tidak diinginkan," Zailyn menyimpulkan, suaranya datar. "Diracun, dibenci, dan diabaikan. Lingkunganku adalah sarang ular, dan aku adalah mangsa termudah."

"Nyonya..." Xiao Li mulai menangis. "Jangan bicara seperti itu! Saya... saya tidak akan meninggalkan Nyonya!"

Zailyn mengulurkan tangan yang gemetar, menyentuh rambut Xiao Li. "Aku tahu, Xiao Li. Itu sebabnya aku butuh kau. Kau adalah satu-satunya yang bisa kupercaya di sini."

"Apa yang bisa saya lakukan, Nyonya?" Xiao Li bertanya, menyeka air matanya.

"Ceritakan padaku tentang istana ini," Zailyn berkata. "Siapa saja selir yang berpengaruh? Siapa Permaisuri Agung? Siapa kasim kepercayaan Kaisar? Siapa saja yang sering berinteraksi dengan Selir Mei? Setiap detail kecil, setiap bisikan yang kau dengar, sangat penting."

Xiao Li mulai bercerita, suaranya pelan namun penuh detail. "Permaisuri Agung adalah wanita yang agung dan bijaksana, Nyonya. Semua orang menghormatinya. Dia jarang terlibat langsung dalam intrik harem, tapi dia mengamati semuanya."

"Mengamati," Zailyn mengulang, otaknya bekerja keras. "Jadi, dia tahu apa yang terjadi di bawah hidungnya."

"Sepertinya begitu, Nyonya," kata Xiao Li. "Lalu ada Selir Mei, yang paling ambisius. Dia selalu mencoba menarik perhatian Kaisar, tapi Kaisar... Kaisar sangat sibuk dengan urusan negara. Dia jarang datang ke harem."

"Kaisar Xerxes," Zailyn mengingat nama dari kilasan ingatan Selir Ling. "Apa dia... seorang tiran? Atau acuh tak acuh?"

"Kaisar... Kaisar sangat dingin, Nyonya," Xiao Li berbisik. "Fokus pada negara, seperti yang Nyonya bilang. Dia sangat berkuasa, tapi... dia tidak peduli dengan harem. Dia hanya datang untuk memastikan garis keturunan kekaisaran."

Begitu. Kaisar yang dingin dan tidak tertarik pada harem. Itu berarti persaingan di antara para selir murni untuk kekuasaan dan status, bukan cinta. Dan dia, Selir Ling, tidak punya apa-apa.

"Lalu ada Selir Ning, Nyonya," Xiao Li melanjutkan. "Dia adalah selir yang sangat cantik, dari keluarga bangsawan yang kuat. Dia dianggap saingan utama Selir Mei. Dan Selir Lan, dia adalah wanita yang lebih tua, bijaksana, tapi tidak terlalu ambisius. Dia lebih suka menyendiri."

"Faksi," Zailyn menyimpulkan dalam hati. "Setiap orang adalah bagian dari faksi, atau mencoba membentuknya."

"Dan kasim kepercayaan Kaisar adalah Kepala Kasim Wei," Xiao Li menambahkan. "Dia adalah orang yang sangat berkuasa di istana. Semua orang takut padanya, tapi dia sangat setia pada Kaisar."

"Jadi, dia adalah mata dan telinga Kaisar," Zailyn bergumam. "Penting untuk tidak membuatnya menjadi musuh."

Xiao Li terus berbicara, menceritakan tentang kebiasaan sehari-hari di istana, tentang bagaimana para pelayan bergosip, tentang makanan yang disajikan, tentang taman-taman, dan bahkan tentang jadwal kunjungan para tabib. Zailyn mendengarkan dengan seksama, menyaring setiap informasi. Setiap detail adalah bagian dari peta yang harus ia buat untuk bertahan hidup.

"Nyonya, Mei Hua dan Qing Qing... mereka sering berbisik-bisik tentang Nyonya," Xiao Li berkata, suaranya mengecil. "Mereka bilang Nyonya tidak berguna. Mereka bilang Nyonya hanya membuang-buang persediaan istana. Mereka... mereka bahkan bilang Nyonya pantas diracun karena tidak bisa mendapatkan perhatian Kaisar."

Kemarahan Zailyn membara. Ini adalah tingkat kekejaman yang tak terbayangkan di dunianya. Di sini, nyawa seorang selir rendah tidak ada artinya. Dia hanyalah benda yang bisa dibuang.

"Jadi, bahkan pelayan pun membenciku," Zailyn berkata, tatapannya kosong. "Ini lebih buruk dari yang kuduga."

"Tidak, Nyonya! Tidak semua!" Xiao Li membantah cepat. "Saya tidak! Ada juga beberapa pelayan lain yang merasa kasihan pada Nyonya. Tapi mereka tidak berani bicara."

Zailyn mengangguk. Setidaknya ada sedikit harapan. Sedikit ruang untuk bermanuver.

Ia mencoba mengangkat kepalanya, merasakan mual yang luar biasa. Tubuhnya bergetar. Racun itu masih bekerja. Setiap sarafnya terasa sakit. Ia masih sangat lemah.

"Aku harus mengerti racun ini," Zailyn berpikir, matanya terpejam. "Aku harus menemukan penawarnya. Dan aku harus menemukan cara untuk melawan mereka semua."

"Nyonya, apa Nyonya baik-baik saja?" Xiao Li bertanya, cemas. "Wajah Nyonya pucat sekali."

"Aku baik-baik saja," Zailyn berbohong, meskipun keringat dingin membasahi keningnya. "Hanya... lelah. Xiao Li, apakah ada buku-buku di kamar ini? Tentang herbal? Atau sejarah istana?"

Xiao Li menggelengkan kepalanya. "Tidak ada, Nyonya. Nyonya Ling tidak suka membaca. Hanya ada beberapa gulungan puisi lama."

Sial. Keterbatasan informasi. Ini akan mempersulit segalanya.

"Kalau begitu, bisakah kau... bisakah kau mengamati sekitar istana? Dengarkan bisikan-bisikan. Perhatikan siapa yang bicara dengan siapa. Siapa yang datang dan pergi dari Istana Naga ini. Tapi jangan terlalu mencolok. Berpura-puralah seperti biasa."

Xiao Li mengangguk, matanya menunjukkan tekad baru. "Saya akan melakukannya, Nyonya!"

Zailyn memejamkan mata. Rasa mual dan pusing kembali melanda dengan kekuatan penuh. Kepalanya berdenyut, dan perutnya terasa seperti dicabik-cabik. Ia merasakan pahit di lidahnya, bukan hanya dari racun, tapi juga dari kenyataan pahit ini.

Harem.

Racun.

Kematian mengintai.

Ia, seorang dokter forensik dari dunia modern, dengan semua pengetahuan ilmiahnya, kini terdampar di tempat ini, di tubuh yang lemah, di tengah intrik dan kebrutalan yang tak ia kenal.

Aku benar-benar di neraka.

Namun, di tengah keputusasaan itu, ada percikan api yang menyala. Kemarahan. Tekad. Ia tidak akan menyerah. Ia tidak akan membiarkan dirinya mati untuk kedua kalinya. Bukan di sini, bukan seperti ini.

Zailyn menarik napas dalam-dalam, mengabaikan rasa sakit yang membakar. Ia harus bertahan. Ia harus berjuang. Dan ia akan membuat mereka yang mencoba membunuhnya menyesalinya. Sangat menyesal.

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Permaisuri Racun Dari Dunia Lain   5. Perkembangan yang Signifikan

    Zailyn menghela napas, rasa sakit di perutnya kembali menusuk. Ini adalah langkah pertama. Kecil, tapi krusial. Ia tidak bisa menyembuhkan dirinya sepenuhnya hanya dengan jahe dan krisan, tetapi ini akan memberikan detoksifikasi awal, meredakan gejala, dan yang paling penting, membeli waktu. Waktu untuk menganalisis, waktu untuk merencanakan, waktu untuk menemukan penawar yang sebenarnya, dan waktu untuk membalikkan keadaan.Ia memikirkan kembali kelemahan tubuh Selir Ling. Racun itu telah menggerogoti selama dua bulan. Ini berarti organ-organnya pasti sudah mengalami kerusakan signifikan. Hati, ginjal, sistem pencernaan... semua akan membutuhkan dukungan. Jahe, krisan, dan kunyit adalah permulaan yang baik untuk melindungi dan memperbaiki organ-organ tersebut secara perlahan."Aku harus juga mencari sumber serat dan protein. Tubuh ini sangat kekurangan gizi."Sayuran hijau, biji-bijian, dan daging—jika ia bisa mendapatkannya—akan sangat membantu. Tapi itu akan menjadi langkah berikut

  • Permaisuri Racun Dari Dunia Lain   4. Kecerdasan Modern

    Cahaya matahari pagi menyusup dari celah tirai sutra. Zailyn membuka mata perlahan. Rasa mual itu masih ada, tetapi tidak lagi seintens semalam. Tekadnya membara, mengalahkan setiap denyutan sakit di perutnya. Ia telah berjanji pada dirinya sendiri untuk bertahan hidup, dan seorang dokter forensik tidak pernah mengingkari janji. Terutama janji pada dirinya sendiri."Xiao Li," panggil Zailyn, suaranya masih serak, namun kini lebih stabil.Xiao Li, yang tertidur pulas di bangku sudut, terlonjak bangun. Matanya yang sembab menunjukkan betapa khawatirnya ia semalam. "Nyonya! Anda sudah bangun? Apa yang Nyonya butuhkan?"Zailyn tersenyum tipis, senyum yang jarang terlihat di wajah Selir Ling. "Aku haus. Dan aku butuh kau untuk membantuku berpikir."Xiao Li bergegas menuangkan air hangat ke dalam cangkir porselen. "Tentu, Nyonya. Apa pun untuk Nyonya."Zailyn meneguk air itu perlahan, merasakan kelegaan yang instan di tenggorokannya. Otaknya mulai bekerja, memanggil kembali setiap pelajaran

  • Permaisuri Racun Dari Dunia Lain   3. Harus Hidup!

    Zailyn memejamkan mata, mengabaikan rasa mual yang melanda. Di luar kamarnya, kehidupan istana berdengung samar, bisikan-bisikan tentang dirinya, tentang nasibnya yang malang, mengalir seperti racun lain yang tak terlihat. Tapi di dalam benaknya, ada pertarungan yang jauh lebih penting. Ia seorang dokter forensik. Otaknya terlatih untuk menganalisis, mengidentifikasi, dan memecahkan misteri, bahkan misteri yang terjadi di dalam tubuhnya sendiri."Baiklah, Selir Ling," ia bergumam pada dirinya sendiri, suaranya hanya terdengar dalam benaknya, "mari kita mulai diagnosis."**Ia secara internal memindai tubuhnya, seolah-olah ia sedang melakukan pemeriksaan fisik pada pasien. Denyut nadi. Ia mencoba merasakannya di pergelangan tangannya. Lemah, cepat, tidak teratur. Jelas tanda-tanda tubuh yang berjuang melawan sesuatu yang mematikan. Kulitnya pucat, bahkan di bawah lapisan tipis riasan yang mungkin pernah dikenakan Selir Ling. Matanya terasa cekung, garis-garis kelelahan terlihat jelas.

  • Permaisuri Racun Dari Dunia Lain   2. Neraka Harem

    Zailyn membuka mata, tatapannya tajam, jauh berbeda dari Selir Ling yang selalu murung. Dua pelayan di sudut, yang tadi berbisik sinis, kini tampak gelisah. Xiao Li masih memegang cangkir air kosong, matanya membesar karena terkejut."Aku tidak akan mati sia-sia lagi," Zailyn mengulang, suaranya lebih jelas, meskipun masih parau. Ia menatap Xiao Li. "Kau bilang kau setia?"Xiao Li mengangguk cepat, air mata menggenang di pelupuk matanya. "Ya, Nyonya! Saya bersumpah! Saya... saya sangat khawatir Nyonya tidak akan bangun lagi!""Bagus," Zailyn berbisik. Ia melirik dua pelayan lainnya. Mereka, yang bernama Mei Hua dan Qing Qing, kini tampak menghindari tatapannya, pura-pura merapikan tirai yang sudah rapi. "Kalian berdua," Zailyn memanggil, suaranya lemah tapi tegas. "Pergilah. Aku ingin bicara pribadi dengan Xiao Li."Mei Hua, yang lebih tua dan tampak lebih berani, mengangkat dagunya. "Tapi, Nyonya, Permaisuri Agung memerintahkan kami untuk mengawasi Anda.""Mengawasi atau menguping?"

  • Permaisuri Racun Dari Dunia Lain   1. Terdampar

    "Ah, uhuk!" seorang gadis menelan ludah dengan kesakitan.Napasnya tersengal, merobek tenggorokan yang terasa hangus. Rasa sakit itu, seperti bara api di ulu hati, membakar tanpa ampun. Zailyn, gadis yang telah lulus dari maut. Ia mengerang, berusaha membuka mata, namun hanya kegelapan dan siluet buram yang menyambutnya. Kepalanya berdenyut, berat, seolah baru saja dihantam palu godam."Dia bergerak?" Suara bisikan, samar, jauh."Jangan sentuh dia. Biarkan saja. Tabib sudah bilang, tidak akan lama." Suara lain, lebih dingin, penuh ketidakpedulian.Zailyn mencoba fokus. Suara-suara itu... bukan suara yang ia kenal. Bukan suara mesin rumah sakit. Bukan suara keluarganya."Air..." desisnya. Bibirnya kering, pecah-pecah."Dengar? Dia bicara.""Biarkan saja. Untuk apa? Dia sudah merepotkan."Sebuah tangan menyentuh keningnya. Dingin. Bukan tangan yang lembut. Bukan tangan perawat."Panas sekali," kata suara itu lagi. "Apa yang terjadi padanya?"Zailyn mengerahkan seluruh tenaganya, mencoba

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status