مشاركة

4. Kecerdasan Modern

مؤلف: Ittazura
last update تاريخ النشر: 2026-04-14 15:59:01

Cahaya matahari pagi menyusup dari celah tirai sutra. Zailyn membuka mata perlahan. Rasa mual itu masih ada, tetapi tidak lagi seintens semalam. Tekadnya membara, mengalahkan setiap denyutan sakit di perutnya. Ia telah berjanji pada dirinya sendiri untuk bertahan hidup, dan seorang dokter forensik tidak pernah mengingkari janji. Terutama janji pada dirinya sendiri.

"Xiao Li," panggil Zailyn, suaranya masih serak, namun kini lebih stabil.

Xiao Li, yang tertidur pulas di bangku sudut, terlonjak bangun. Matanya yang sembab menunjukkan betapa khawatirnya ia semalam. "Nyonya! Anda sudah bangun? Apa yang Nyonya butuhkan?"

Zailyn tersenyum tipis, senyum yang jarang terlihat di wajah Selir Ling. "Aku haus. Dan aku butuh kau untuk membantuku berpikir."

Xiao Li bergegas menuangkan air hangat ke dalam cangkir porselen. "Tentu, Nyonya. Apa pun untuk Nyonya."

Zailyn meneguk air itu perlahan, merasakan kelegaan yang instan di tenggorokannya. Otaknya mulai bekerja, memanggil kembali setiap pelajaran botani dan farmakologi yang pernah ia hafal. Di dunia modern, ia memiliki database digital dan literatur ilmiah. Di sini, ia hanya memiliki ingatannya, dan pengetahuan yang sangat terbatas tentang flora lokal.

"Xiao Li," Zailyn memulai, nadanya seolah-olah hanya rasa ingin tahu biasa. "Aku... aku merasa sangat lemah. Tabib istana tidak bisa berbuat banyak. Aku bertanya-tanya, apakah ada ramuan atau... atau bahan-bahan di dapur yang sering digunakan untuk mengobati kelelahan? Atau mual?"

Xiao Li tampak berpikir keras. "Uhm... biasanya untuk kelelahan, kami minum teh ginseng, Nyonya. Tapi itu sangat mahal dan jarang ada di Istana Naga. Untuk mual... kami biasanya minum teh jahe."

"Jahe!" Zailyn menahan napas. 

Jahe atau Zingiber officinale adalah rhizoma dengan sifat anti-emetik yang kuat, sering digunakan untuk meredakan mual dan muntah. Ini juga memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Sebuah permulaan yang bagus.

"Teh jahe, katamu?" Zailyn bertanya, berpura-pura penasaran. "Bagaimana rasanya? Apakah itu... aman untuk perut yang sensitif?"

"Oh, sangat aman, Nyonya!" Xiao Li berseru, senang karena bisa memberikan informasi yang berguna. "Rasanya hangat, sedikit pedas, dan manis jika ditambahkan madu. Kami sering memberikannya kepada pelayan yang mual atau kedinginan. Itu juga bisa menghangatkan perut."

"Madu," Zailyn mengangguk dalam hati. 

Madu adalah sumber energi alami, antibakteri, dan bisa membantu menenangkan sistem pencernaan. Kombinasi jahe dan madu adalah penawar mual yang sangat baik, dan bisa membantu meredakan iritasi lambung yang disebabkan racun.

"Menarik," gumam Zailyn. "Apakah jahe mudah didapatkan di dapur?"

"Sangat mudah, Nyonya! Koki selalu punya persediaan jahe segar. Mereka menggunakannya untuk memasak banyak hidangan," jawab Xiao Li.

"Bagus," Zailyn tersenyum tipis. "Bagaimana dengan... tanaman lain? Atau buah-buahan? Misalnya, apakah ada buah yang rasanya asam, tapi juga bisa membuat tubuh terasa lebih segar?"

Xiao Li mengerutkan kening. "Buah asam? Ada jeruk, Nyonya. Tapi itu juga agak langka. Kalau yang lebih umum... ada buah plum. Atau... atau buah beri yang kecil-kecil, yang tumbuh di hutan dekat istana. Tapi itu jarang dimakan karena rasanya terlalu asam."

"Buah beri," Zailyn memikirkan blueberry, cranberry, atau acai berry di dunianya. Kaya antioksidan, vitamin C, dan serat. Jika buah beri di sini memiliki sifat serupa, itu bisa menjadi detoksifier alami yang hebat.

"Buah beri yang kecil-kecil, katamu?" Zailyn bertanya. "Apakah kau tahu namanya? Atau bisa menggambarkannya?"

"Uhm... saya tidak tahu namanya, Nyonya," Xiao Li mengakui, sedikit malu. "Tapi bentuknya bulat kecil, warnanya merah atau ungu gelap, dan rasanya sangat asam. Burung-burung suka memakannya."

Zailyn mencatatnya dalam benaknya. Kemungkinan besar itu adalah salah satu jenis berry liar yang kaya akan anthocyanin dan flavonoid. "Dan tumbuh di mana?"

"Di pinggir hutan, di balik tembok istana, Nyonya," jawab Xiao Li. "Tidak terlalu jauh. Tapi... itu bukan sesuatu yang biasa dimakan manusia."

"Aku mengerti," Zailyn berkata. Ia tidak bisa meminta Xiao Li untuk memetik buah beri liar yang tidak biasa. Itu akan terlalu mencolok. Tapi ia bisa menyimpannya sebagai opsi jika ia bisa bergerak sendiri nanti.

"Bagaimana dengan teh?" Zailyn melanjutkan. "Selain jahe, teh apa lagi yang sering diminum? Yang bisa menenangkan? Atau membersihkan tubuh?"

"Ada banyak jenis teh, Nyonya," Xiao Li menjelaskan. "Ada teh hijau, teh hitam, teh oolong. Tapi yang paling sering diminum di harem adalah teh krisan. Itu katanya bisa menenangkan pikiran dan membersihkan panas dalam tubuh."

"Krisan," Zailyn tersenyum. 

Chrysanthemum morifolium. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, krisan memang digunakan untuk "membersihkan panas" dan detoksifikasi, terutama untuk mata dan hati. Ini memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Ini sempurna.

"Teh krisan," Zailyn mengulang, menguji nama itu di lidahnya. "Apakah itu juga mudah didapat?"

"Sangat mudah, Nyonya," Xiao Li mengangguk. "Banyak selir yang minum teh krisan setiap hari. Bahkan kami, pelayan, juga sering meminumnya."

"Dan bahan lain?" Zailyn mendesak. "Apakah ada rempah-rempah lain di dapur yang memiliki rasa kuat, atau digunakan untuk mengobati sesuatu?"

Xiao Li berpikir lagi. "Ada kunyit, Nyonya. Kami menggunakannya untuk memberi warna kuning pada makanan dan juga untuk mengobati luka. Ada juga kayu manis, untuk menghangatkan tubuh. Dan... dan ada biji adas, untuk pencernaan."

"Kunyit, kayu manis, adas." Zailyn merasakan otaknya bekerja dengan kecepatan tinggi.

Kunyit atau Curcuma longa adalah anti-inflamasi yang kuat dan pelindung hati.

Kayu manis atau Cinnamomum verum memiliki sifat antioksidan dan membantu mengatur gula darah.

Adas atau Foeniculum vulgare adalah karminatif yang baik, membantu meredakan kembung dan meningkatkan pencernaan. Semua ini adalah bahan yang sangat menjanjikan untuk detoksifikasi umum dan dukungan organ.

"Kunyit juga bisa mengobati luka?" Zailyn bertanya, suaranya sedikit lebih antusias dari yang seharusnya. Ia segera mengontrol nadanya. "Maksudku... itu menarik. Aku tidak pernah tahu."

"Ya, Nyonya," Xiao Li mengiyakan. "Tabib sering menggunakan pasta kunyit untuk luka. Katanya bisa mencegah infeksi."

"Antiseptik alami." Zailyn mencatat. Dunia ini mungkin primitif dalam banyak hal, tetapi kebijaksanaan herbal mereka tidak bisa diremehkan. Banyak obat modern berasal dari pengetahuan kuno.

"Xiao Li," Zailyn berkata, nadanya kembali datar, seolah-olah ia hanya berpikir keras. "Aku merasa perutku tidak enak akhir-akhir ini. Mungkin karena racun itu. Aku ingin mencoba beberapa hal yang lebih... alami. Bisakah kau membantuku?"

Xiao Li menatapnya dengan mata berbinar. "Tentu saja, Nyonya! Apa yang harus saya lakukan?"

"Aku ingin kau membawakan teh jahe dan teh krisan setiap hari," Zailyn berujar. "Dan... bisakah kau meminta koki untuk menambahkan sedikit kunyit ke dalam supku? Atau... atau ke dalam nasi? Katakan saja aku ingin mencoba sesuatu yang baru untuk meningkatkan nafsu makan."

"Tapi, Nyonya, koki mungkin akan curiga," Xiao Li berkata, cemas. "Mereka tidak suka jika kami memberi mereka perintah yang aneh."

"Kalau begitu, katakan saja itu adalah keinginan Selir Ling yang sedang sakit," Zailyn membalas, senyum licik muncul di bibirnya. "Bukankah mereka sering berbisik bahwa aku ini aneh? Biarkan saja mereka berpikir aku sedang mencoba ramuan aneh untuk menyembuhkan diriku sendiri. Itu tidak akan mengejutkan mereka."

Xiao Li tampak ragu sejenak, lalu mengangguk penuh tekad. "Baik, Nyonya! Saya akan lakukan. Tapi... apakah ini benar-benar akan membantu?"

"Aku tidak tahu," Zailyn berbohong, meskipun dalam hatinya ia merasa sangat yakin. "Tapi aku harus mencoba. Aku tidak bisa hanya berbaring dan menunggu kematian, bukan?"

"Benar, Nyonya!" Xiao Li mengangguk lagi, matanya penuh harapan. "Nyonya harus berjuang!"

"Satu hal lagi, Xiao Li," Zailyn menambahkan, nadanya semakin rendah. "Ketika kau pergi ke dapur, perhatikan. Apakah ada bahan-bahan yang tidak biasa? Atau ada yang sering menanyakan tentang apa yang Selir Ling makan atau minum? Perhatikan siapa saja yang sering datang ke dapur dan apa yang mereka lakukan."

Xiao Li terkesiap. "Nyonya... apakah Nyonya mencurigai seseorang di dapur?"

"Aku mencurigai semua orang, Xiao Li," Zailyn menjawab, tatapannya dingin. "Racun ini tidak datang begitu saja. Dan aku tidak akan membiarkan pelakunya bersembunyi."

Xiao Li mengangguk, wajahnya kini serius. "Saya mengerti, Nyonya. Saya akan sangat berhati-hati."

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Permaisuri Racun Dari Dunia Lain   5. Perkembangan yang Signifikan

    Zailyn menghela napas, rasa sakit di perutnya kembali menusuk. Ini adalah langkah pertama. Kecil, tapi krusial. Ia tidak bisa menyembuhkan dirinya sepenuhnya hanya dengan jahe dan krisan, tetapi ini akan memberikan detoksifikasi awal, meredakan gejala, dan yang paling penting, membeli waktu. Waktu untuk menganalisis, waktu untuk merencanakan, waktu untuk menemukan penawar yang sebenarnya, dan waktu untuk membalikkan keadaan.Ia memikirkan kembali kelemahan tubuh Selir Ling. Racun itu telah menggerogoti selama dua bulan. Ini berarti organ-organnya pasti sudah mengalami kerusakan signifikan. Hati, ginjal, sistem pencernaan... semua akan membutuhkan dukungan. Jahe, krisan, dan kunyit adalah permulaan yang baik untuk melindungi dan memperbaiki organ-organ tersebut secara perlahan."Aku harus juga mencari sumber serat dan protein. Tubuh ini sangat kekurangan gizi."Sayuran hijau, biji-bijian, dan daging—jika ia bisa mendapatkannya—akan sangat membantu. Tapi itu akan menjadi langkah berikut

  • Permaisuri Racun Dari Dunia Lain   4. Kecerdasan Modern

    Cahaya matahari pagi menyusup dari celah tirai sutra. Zailyn membuka mata perlahan. Rasa mual itu masih ada, tetapi tidak lagi seintens semalam. Tekadnya membara, mengalahkan setiap denyutan sakit di perutnya. Ia telah berjanji pada dirinya sendiri untuk bertahan hidup, dan seorang dokter forensik tidak pernah mengingkari janji. Terutama janji pada dirinya sendiri."Xiao Li," panggil Zailyn, suaranya masih serak, namun kini lebih stabil.Xiao Li, yang tertidur pulas di bangku sudut, terlonjak bangun. Matanya yang sembab menunjukkan betapa khawatirnya ia semalam. "Nyonya! Anda sudah bangun? Apa yang Nyonya butuhkan?"Zailyn tersenyum tipis, senyum yang jarang terlihat di wajah Selir Ling. "Aku haus. Dan aku butuh kau untuk membantuku berpikir."Xiao Li bergegas menuangkan air hangat ke dalam cangkir porselen. "Tentu, Nyonya. Apa pun untuk Nyonya."Zailyn meneguk air itu perlahan, merasakan kelegaan yang instan di tenggorokannya. Otaknya mulai bekerja, memanggil kembali setiap pelajaran

  • Permaisuri Racun Dari Dunia Lain   3. Harus Hidup!

    Zailyn memejamkan mata, mengabaikan rasa mual yang melanda. Di luar kamarnya, kehidupan istana berdengung samar, bisikan-bisikan tentang dirinya, tentang nasibnya yang malang, mengalir seperti racun lain yang tak terlihat. Tapi di dalam benaknya, ada pertarungan yang jauh lebih penting. Ia seorang dokter forensik. Otaknya terlatih untuk menganalisis, mengidentifikasi, dan memecahkan misteri, bahkan misteri yang terjadi di dalam tubuhnya sendiri."Baiklah, Selir Ling," ia bergumam pada dirinya sendiri, suaranya hanya terdengar dalam benaknya, "mari kita mulai diagnosis."**Ia secara internal memindai tubuhnya, seolah-olah ia sedang melakukan pemeriksaan fisik pada pasien. Denyut nadi. Ia mencoba merasakannya di pergelangan tangannya. Lemah, cepat, tidak teratur. Jelas tanda-tanda tubuh yang berjuang melawan sesuatu yang mematikan. Kulitnya pucat, bahkan di bawah lapisan tipis riasan yang mungkin pernah dikenakan Selir Ling. Matanya terasa cekung, garis-garis kelelahan terlihat jelas.

  • Permaisuri Racun Dari Dunia Lain   2. Neraka Harem

    Zailyn membuka mata, tatapannya tajam, jauh berbeda dari Selir Ling yang selalu murung. Dua pelayan di sudut, yang tadi berbisik sinis, kini tampak gelisah. Xiao Li masih memegang cangkir air kosong, matanya membesar karena terkejut."Aku tidak akan mati sia-sia lagi," Zailyn mengulang, suaranya lebih jelas, meskipun masih parau. Ia menatap Xiao Li. "Kau bilang kau setia?"Xiao Li mengangguk cepat, air mata menggenang di pelupuk matanya. "Ya, Nyonya! Saya bersumpah! Saya... saya sangat khawatir Nyonya tidak akan bangun lagi!""Bagus," Zailyn berbisik. Ia melirik dua pelayan lainnya. Mereka, yang bernama Mei Hua dan Qing Qing, kini tampak menghindari tatapannya, pura-pura merapikan tirai yang sudah rapi. "Kalian berdua," Zailyn memanggil, suaranya lemah tapi tegas. "Pergilah. Aku ingin bicara pribadi dengan Xiao Li."Mei Hua, yang lebih tua dan tampak lebih berani, mengangkat dagunya. "Tapi, Nyonya, Permaisuri Agung memerintahkan kami untuk mengawasi Anda.""Mengawasi atau menguping?"

  • Permaisuri Racun Dari Dunia Lain   1. Terdampar

    "Ah, uhuk!" seorang gadis menelan ludah dengan kesakitan.Napasnya tersengal, merobek tenggorokan yang terasa hangus. Rasa sakit itu, seperti bara api di ulu hati, membakar tanpa ampun. Zailyn, gadis yang telah lulus dari maut. Ia mengerang, berusaha membuka mata, namun hanya kegelapan dan siluet buram yang menyambutnya. Kepalanya berdenyut, berat, seolah baru saja dihantam palu godam."Dia bergerak?" Suara bisikan, samar, jauh."Jangan sentuh dia. Biarkan saja. Tabib sudah bilang, tidak akan lama." Suara lain, lebih dingin, penuh ketidakpedulian.Zailyn mencoba fokus. Suara-suara itu... bukan suara yang ia kenal. Bukan suara mesin rumah sakit. Bukan suara keluarganya."Air..." desisnya. Bibirnya kering, pecah-pecah."Dengar? Dia bicara.""Biarkan saja. Untuk apa? Dia sudah merepotkan."Sebuah tangan menyentuh keningnya. Dingin. Bukan tangan yang lembut. Bukan tangan perawat."Panas sekali," kata suara itu lagi. "Apa yang terjadi padanya?"Zailyn mengerahkan seluruh tenaganya, mencoba

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status