Share

Bab 2978

Author: Anggur
Ibu mereka datang pertama, yang kemudian diikuti oleh ayah mereka, setelah itu Ronny yang merasa telah membuat keributan ini juga mengikuti mereka. Tanpa perlu bertanya, Stefan sudah bisa menebak bagaimana akhirnya.

“Awalnya Mama nggak setuju. Mama bilang aku sudah punya karierku sendiri dan berjalan dengan cukup baik. Tahun ini aku juga mulai bantu-bantu bisnis keluarga. Kalau memang suka masak, Mama bilang bisa masak di hotel atau di rumah sendiri saja. Nggak perlu sampai kerja jadi koki di luar. Papa justru mendukung. Papa bilang aku boleh melakukan apa yang aku suka, habis itu mereka jadi ribut. Mama kalah debat dan mengurung diri di kamar. Sudah Papa ketuk pintu berkali-kali juga nggak dibukain. Papa niatnya cuma mau bikin Mama tenang, habis itu pergi. Tapi begitu Papa pergi, Mama diam-diam keluar dan datang ke sini. Aku sama Papa mengira Mama masih di kamar. Biasanya Papa Mama baik-baik saja, tapi mereka jadi ribut gara-gara keputusan yang aku ambil.”

Ronny merasa dirinya adalah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4231

    “Walaupun saudara sepupu bisa sama dekatnya kayak saudara kandung, tetap saja lebih baik ada satu lagi. Kita juga nggak tinggal lama di rumah keluarga kamu. Takutnya nanti anak kita nggak punya banyak waktu untuk main sama mereka,” kata Amelia. “Aku punya dua kakak laki-laki. Dari kecil aku sudah dekat banget sama mereka. Kalau aku lagi ada masalah, aku pasti cerita sama mereka. Bahkan setelah menikah, istri mereka berdua juga sayang sama aku. Aku sudah terbiasa hidup ramai sama saudara kandung. Jadi mau ada masalah apa pun, ada yang bisa aku ajak ngobrol dan nggak mesti berjuang sendiri. Aku nggak mau anakku nantinya kesepian.” Amelia melanjutkan, “Yang paling penting itu aku suka sama anak-anak. Kalau kamu juga bisa melahirkan, jadi nggak harus aku saja yang hamil, aku malah mau punya tiga anak. Tapi sayang kalian cowok-cowok nggak bisa hamil. Kalau aku yang melahirkan, sesuka apa pun aku sama anak kecil, paling cuma dua anak saja. Bagusnya satu anak laki-laki, satu anak perempuan.

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4230

    “Nggak begitu kelihatan, ya. Masih kecil begini kalau suruh aku gendong, aku jadi agak takut rasanya. Aku takut malah menyakiti dia atau dia terjatuh dari pelukan.” Ini adalah pertama kali Junia menjadi seorang ibu. Dia masih pemula dan belum memiliki pengalaman apa-apa. Dia tidak seperti Olivia yang sudah pernah merawat Russel dari bayi. Reiki dan Stefan pernah mengikuti kelas cara mendidik anak bersama secara diam-diam. Postur Reiki saat menggendong anaknya lebih bagus daripada Junia. “Pelan-pelan saja, nanti juga pasti bisa. Dulu aku juga nggak berani gendong keponakanku karena takut dia sakit. Tapi sekarang aku sudah mahir. Anak kamu sudah makan?” tanya Amelia seraya mengusap wajah anaknya Junia. Dia benar-benar menyukai anak itu. “Sudah, baru saja makan satu jam yang lalu.” Anak Junia suka sekali makan. Semua orang juga tenang melihat dia bisa mengonsumsi susu formula tanpa rewel. Dokter bilang dalam beberapa hari ke depan mungkin akan keluar gejala penyakit kuning. Hal ini ha

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4229

    Jonas membayangkan andaikan dia sudah menjadi seorang ayah nanti, dia juga pasti akan sangat bahagia sampai lupa mengunggah apa pun ke media sosialnya. Sejak awal Jonas memang tidak memiliki kebiasaan untuk mengumbar kehidupan pribadinya ke publik, mengingat dia juga sangat sibuk dengan aktivitasnya sendiri. Reiki baru memiliki kebiasaan untuk mengunggah kehidupannya ke media sosial setelah menikah. Dia ingin memamerkan kehidupan romantisnya kepada para temannya yang masih bujangan. Jangankan Reiki, bahkan Stefan juga sesekali mengumbar kemesraannya dengan Olivia di media sosial. Jonas jadi merasa dia juga harus mengikuti tren. Di waktu senggang dia juga akan sesekali mengunggah sesuatu. Lantas, mereka berdua pun pergi membeli beberapa makanan suplemen dan meluncur ke rumah sakit setelahnya. Di dalam kamar Junia masih dipenuhi dengan anggota keluarganya. Yang laki-laki menunggu di lobi, sementara yang perempuan menemani Junia mengobrol, atau mengelilingi bayinya. Si bayi sudah diber

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4228

    Sekretaris itu juga ingin bolos kerja dan mengikuti Amelia ke rumah sakit untuk menjenguk Junia. Namun tidak bisa. Dia hanyalah seorang karyawan, sedangkan Amelia dan Junia adalah bosnya, kecuali jika Amelia yang mengajak. Namun mereka masih bisa menjenguk Junia ketika sedang hari libur. Toh menjenguk langsung di rumahnya juga sama saja. Amelia langsung meluncur dengan penuh semangat. Di depan gedung kantor sudah ada sebuah mobil Maybach yang sedang parkir. Saat Jonas yang ada di dalam mobil itu melihat Amelia baru saja keluar, dia pun mengeluarkan kepala melalui jendela dan melambaikan tangan. Ketika melihat itu, Amelia tidak jadi ke mobilnya dan malah menghampiri Jonas. “Eh, kamu kok ada di sini? Kenapa nggak masuk?” tanya Amelia dengan wajah tersenyum manis. Teman baiknya baru saja lahiran, dan itu tentu saja kabar gembira baginya. Amelia pasti akan tersenyum dengan siapa pun dia berbicara. “Aku baru saja sampai dan kebetulan lihat kamu lagi buru-buru keluar. Kamu mau ke mana?”

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4227

    “Iya, yang paling penting dia sehat, yang lain urusan belakangan. Apalagi dengan banyaknya anggota keluarga kalian, kalaupun dia terlahir biasa saja, kalian nggak perlu takut nggak ada penerus.” Tentu saja jauh di lubuk hatinya, Amelia berharap anaknya Stefan dan Olivia yang menjadi penerus Adhitama Group di generasi berikutnya. Keluarga Adhitama dan keluarga Sanjaya bisa sedekat ini karena Amelia dan Olivia adalah saudara. Kemungkinan yang akan menjadi penerus Sanjaya Group adalah keponakannya. Jika yang menjadi penerus Adhitama Group bukan anaknya Stefan, akankah hubungan antarkeluarga akan kembali memburuk karena yang menjadi kepala keluarga sudah bukan lagi darah keluarga Sanjaya? Namun, Amelia tidak mengatakan itu karena tidak ingin membuat Olivia merasa tertekan. Jika melihat dari sudut pandang Amelia sebagai tante, dia juga merasa kesehatan keponakannya adalah yang paling penting. “Amelia, kamu kerja dulu, gih. Aku nggak mau ganggu lagi. Terima kasih ya kamu sudah banyak bant

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4226

    “Anak kalau baru lahir masih belum kelihatan. Kalau sudah agak besar dikit, baru kelihatan lebih mirip siapa,” kata Stefan. “Eh iya, aku mau telepon Amelia. Aku harus kasih tahu kabar baik ini ke dia juga,” ucap Olivia. Junia seharusnya belum sempat memberi tahu Amelia kalau dia sudah melahirkan. Olivia juga takut Junia lupa mengabari Amelia karena terlalu sibuk mengurus anaknya. Stefan menyuruh Olivia untuk masuk mobil dulu, baru mengabari Amelia. Di rumah sakit terlalu banyak orang yang lalu-lalang. Olivia menahan keinginannya. Dia menuruti Stefan untuk menghubungi Amelia setelah berada di mobil. Amelia sementara itu sedang sibuk di kantor. Perusahaan yang mereka dirikan bertiga saat ini hanya diurus oleh Amelia sendiri. Olivia dan Junia sedang hamil, kalaupun mereka datang ke kantor, Amelia tidak akan mengizinkan mereka bekerja. Menjaga kandungan adalah prioritas utama. Amelia masih belum menikah dan belum hamil, jadi lelah bekerja tidak jadi masalah. Tak lama kemudian, Amelia m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status