LOGIN“Aku juga nggak mau kamu jadi punya banyak saingan. Walaupun mereka nggak ada apa-apanya dibanding kamu, mereka bakal iri dan gangguin kamu nanti. Aku nggak mau begitu. Katarina, aku cuma milikmu seorang, sampai selamanya. Kamu jangan kasih aku ke orang lain, ya.” Katarina, “....” Begitu masuk ke dalam, Katarina langsung duduk di sofa. Dia berkata, “Seharusnya aku yang cariin kamu saingan, biar kamu tahu aku bukan cewek gampangan yang bisa kamu nikahi kapan pun kamu mau.” Mendengar itu, Samuel segera menggenggam tangan Katarina dan berkata serius,” Katarina, aku cinta sama kamu sampai selamanya. Kalaupun ada banyak saingan di depanku, aku nggak takut. Biar waktu yang membuktikan. Seiring berjalannya waktu, kamu bakal tahu isi perasaanku yang sebenarnya. Kita adalah pasangan yang sudah ditakdirkan untuk bersama.” Katarina menarik tangannya dan tidak tahan ingin mencubit wajah Samuel. “Kamu ini benar-benar nggak punya malu, ya.” “Kakakku ngajarin kami semua kalau lagi mengejar calon
“Siapa yang antar Kak Joshua pulang?” tanya Samuel. “Yang jelas bukan kamu. Sudah kubilang dari awal, kalian berdua nyetir, makanya jangan minum. Tapi kamu masih ajak dia minum-minum. Kamu biasanya kuat minum, tapi kenapa malam ini baru minum dua gelas saja sudah teler.” Dengan senyum cengengesan Samuel menyahut, “Aku mau minum yang kadar alkoholnya tinggi. Enak, tapi jadi gampang mabuk, dan efeknya masih terus terasa sampai beberapa jam kemudian. Tadi aku sudah tidur sebentar di mobil, jadi sekarang sudah sedikit lebih enak. Kan Kak Joshua tadi lagi kesal, makanya aku ajak dia minum-minum supaya dia lupa sama masalahnya. Kak Joshua juga mabuk?” “Dia lebih parah dari kamu. Samuel, kamu masuk ke rumah sendiri sana. Aku mau pulang.” Melihat Samuel sudah jauh lebih segar dan bisa berjalan seperti biasa, Katarina merasa sudah tidak perlu lagi dia menemani dan ingin pulang. “Katarina,” sahut Samuel sambil menarik tangannya. “Membantu orang harus sampai tuntas. Kamu kan sudah antar aku
Setelah melalui perundingan dengan om dan tantenya, Stefan mengabulkan permintaan Samuel untuk mengerahkan pelayan ke sana. Mungkin butuh waktu dua hari sampai pelayan itu tiba di Harsa. Kondisi rumah Samuel saat itu sangat sepi dan gelap gulita karena dia hanya tinggal seorang diri. Katarina memarkir mobilnya di depan gerbang, lalu merogoh saku celana Samuel untuk mendapatkan kunci rumahnya. Setelah mendapatkan kunci tersebut, Katarina turun dari mobilnya. Katarina membuka pintu gerbang, masuk ke dalam rumah dan menyalakan lampu, kemudian barulah dia keluar. Dia kembali ke mobil dan masuk sampai tepat di depan pintu masuk agar dia lebih mudah memapah Samuel masuk. Selama perjalanan pulang, Samuel tertidur sangat lelap. Dia tidak membuka mata ataupun bersuara sedikit pun. Yang minum paling banyak tadi adalah Joshua. Samuel hanya minum beberapa gelas saja, tetapi malah dia yang mabuk sampai teler begini. Katarina curiga Samuel hanya berpura-pura, tetapi jika berpura-pura, aktingnya s
Hasilnya sudah bisa ditebak. Joshua mabuk berat, dan Samuel juga sedikit mabuk. Katarina terpaksa meminta tolong sekretarisnya Joshua untuk mengantar Joshua pulang. Awalnya Joshua tinggal di rumahnya Katarina, tetapi Joshua hanya menginap selama dua hari saja. Joshua pindah ke apartemen yang disediakan oleh kantornya karena lebih dekat dengan tempat kerja. Sebenarnya, Joshua tidak ingin menginap di rumah Katarina agar orang tuanya tidak menaruh harapan padanya, dengan mengira alasan Joshua tinggal serumah agar dia bisa lebih mudah mendekati Katarina. Kedua orang tua Joshua terlalu berangan-angan. Keluarga Doha tidak menolak usulan untuk menjodohkan Joshua dengan Katarina hanya karena mereka memiliki hubungan dekat. Ditambah lagi, keluarga Doha untuk memberi desakan kepada Samuel agar ke depannya Samuel bisa lebih menghargai Katarina. Sejujurnya, segenap anggota keluarga Doha sudah menganggap Samuel sebagai bagian dari keluarga mereka. Para senior di keluarga Doha memang suka mempers
Samuel berkata, “Aku juga bukannya nggak ngapa-ngapain. Nenekku bilang yang terpenting buatku sekarang adalah pernikahanku. Daripada pekerjaan, itu jauh lebih penting. Makanya nenekku minta kakak adikku untuk mengambil alih pekerjaanku dulu. Jadi aku bisa meluangkan cukup waktu untuk mengejar cewek idamanku. Aku juga pastinya masih cari uang. Tujuanku untuk menikah dan punya anak nanti, jadi aku tetap butuh uang. Membesarkan anak itu perlu modal besar. Aku sekarang nggak kekurangan uang, tapi aku tetap mau cari lebih banyak supaya istriku nanti nggak perlu capek-capek kerja. “Aku kirim dua jenis bunga untuk calon istriku. Yang satu melambangkan aku punya uang, yang kedua melambangkan aku bisa menggunakan uangku semaunya. Adhitama Group juga punya usaha di sini dengan modal yang lumayan besar. Sesekali aku juga ke sana untuk ngecek keadaan. Kak Joshua, kamu kan lebih tua dari aku dan Katarina. Sekarang pasti sudah umur 30-an, ‘kan? Keluarga kamu apa nggak khawatir sama pernikahan kamu?
“Kamu harus pakai produk perawatan kulit.” Seiring dengan itu, Samuel mengeluarkan beberapa produk yang sudah dia beli dan memberikannya kepada Katarina sambil senyum-senyum. “Ini merk yang biasa suka kamu pakai. Ada satu yang baru launching. Coba, deh. Mau cowok atau cewek harus bisa merawat diri. Aku juga pakai merk yang ini tapi untuk cowok. Bagus banget, deh,” kata Samuel sembari dia mengusap wajahnya sendiri. “Katarina, coba lihat kulitku. Cukup terawat, ‘kan? Coba kamu elus juga, lembut banget.” “Kalau aku elus mukamu, nanti aku dibilang curi-curi kesempatan dan diminta bertanggung jawab.” “Aku nggak sebejat itu,” kata Samuel dengan wajah memerah. Samuel merasa sangat senang akhirnya Katarina mau menerima hadiah yang dia belikan. Bola mata Joshua terlihat menyala berkilauan. Dia segera mencari topik pembicaraan dengan Katarina terkait proyek kerja sama mereka hari ini. Samuel tidak mungkin bisa menyela pembicaraan mereka karena dia tidak tahu apa-apa. Sesekali Joshua juga su







