Share

Bab 3521

Penulis: Anggur
“Duduk dulu di sana, kita bicarakan pelan-pelan,” kata Nenek Sarah seraya menunjuk ke sebuah gazebo yang terletak tidak jauh dari mereka.”

Rosalina dengan lembut menanggapi ajakan itu dan menuntun Sarah menuju ke gazebo yang dimaksud. Setelah mereka sampai di sana dan duduk, Sarah memegang tangan Rosalina dan berkata kepadanya, “Rosalina, tekanan menjadi menantu di keluarga Adhitama pasti berat, ya. Nggak peduli apa pun yang kalian lakukan, pasti akan selalu ada mata yang terus mengawasi setiap pergerakan kalian kalaupun kalian melakukannya dengan baik, nggak banyak orang yang kasih pujian ke kalian, dan kalau mereka merasa kalian kurang baik, pasti banyak yang menghujat. Kalau privasi kalian nggak terjaga dengan baik, pasti akan dengan mudah tersebar ke luar dan menimbulkan rumor yang jadi hiburan untuk orang lain. Ini akan bikin kalian sangat frustrasi dan kerepotan.”

Namun ketika mendengar itu, Rosalina hanya mengatupkan bibirnya dan menjawab, “Nek, aku baik-baik saja, kok. Awalnya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4181

    “Vandi, aku cuma mau mengusap muka kamu.” Vandi terlihat marah besar dengan wajahnya yang tegang, tetapi dia tetap mendekat agar Felicia bisa mengusap wajahnya. “Muka kamu keras banget kayak batu. Ganteng tapi kalau kaku begini juga percuma. Aku nggak suka lihat raut muka kamu tegang begini. Aku lebih suka kamu yang lembut seperti biasa.” “Felicia, aku bukan cowok yang lemah lembut,” ujar Vandi dengan suara tertahan. Selama masa pelatihan di pusat, Vandi menjalani latihan yang luar biasa keras. Mana mungkin dia keluar dari pusat pelatihan sebagai pria yang lemah lembut. Ketika suasana hatinya sedang baik, dia memang terlihat sedikit ramah. Vandi terlihat menawan ketika dia menunjukkan ekspresi wajah yang lembut. Dia juga sopan dan santun. Di mata Felicia, Vandi adalah pria yang sangat lemah lembut. Lantas ketika Felicia mengatakan itu, benar saja, ekspresi wajah Vandi yang mulanya serius dalam sekejap menjadi jauh lebih ramah. “Vandi, jangan marah lagi. Lihat, aku baik-baik saja.

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4180

    Ada kemungkinan, penjaga makam keluarga Gatara juga tidak akan membiarkan Ivan dan dua adiknya masuk karena kebencian mereka terhadap Patricia. “Odelina, kamu nggak perlu khawatir. Aku nggak mungkin mati. Justru aku merasa aku menang banyak dari mereka.” “Amit-amit. Pagi-pagi begini jangan ngomong hal-hal buruk kayak begitu. Kita pasti bakal terus hidup sehat sampai tua.” “Iya, iya,” sahut Felicia tersenyum. “Kita pasti berumur panjang. Kamu jangan pasang muka sedih begitu lagi, dong. Aku lihatnya jadi mau nangis.” “Jangan nangis. Aku ini kasihan sama kamu. Kamu ini, ya, kalau dikasih tahu, nggak percaya.” “Odelina, bukannya aku nggak percaya sama kamu. Aku nggak percaya sama tiga kakakku.” Odelina tidak bisa berkata apa-apa lagi dan terdiam. “Felicia, kamu pasti lapar, ‘kan? Aku habis beli bubur dari luar. Kamu kan lagi demam, jadi harus makan yang ringan sedikit untuk sementara.” Vandi datang membawakan seporsi bubur untuk Felicia. Dia juga menoleh ke arah Odelina dan Daniel.

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4179

    Odelina pernah berjanji selama Ivan dan adik-adiknya tidak mencari masalah, atau mereka sudi meninggalkan Cinater dan tidak lagi mengganggunya, Odelina juga tidak akan menyerang mereka. Masalahnya, Felicia tidak yakin ketiga kakaknya akan tinggal diam. Jika tidak menjebloskan mereka ke penjara, mereka pasti akan mengusahakan segala cara untuk mencegah Odelina mengambil alih keluarga Gatara. Pada akhirnya, mereka juga yang akan kalah dan kehilangan segalanya. Hanya dengan cara ini Felicia bisa menyelesaikan akar permasalahan tanpa ada yang dirugikan. “Dia nggak mau dengar nasihatku dan nggak mengizinkan aku membantunya,” kata Odelina seraya mengelus wajah Felicia yang bengkak. “Vandi, tolong kompres wajahnya pakai es batu biar bengkaknya cepat hilang.” “Aku sudah kompres pakai es batu setiap beberapa menit sekali. Tapi apa pun keputusan yang Felicia ambil nggak akan bisa diubah, bahkan sama Bu Patricia sekalipun.” Saat itu Patricia sudah mengirim Felicia jauh-jauh dari Cianter, berp

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4178

    Dalam tubuh Felicia masih mengalir darah ibunya yang bengis. “Aku ke sana sekarang.” Mendengar Felicia sedang dirawat di rumah sakit, Odelina berniat menyusul. Rasa kantuknya hilang seketika. Dia langsung membuka selimut dan turun dari kasur. Daniel juga bergegas mengikutinya. “Daniel, langit masih gelap. Udara di luar dingin, kamu tidur saja lagi.” Odelina ingin Daniel tetap beristirahat di rumah mengingat kakinya masih belum leluasa untuk bergerak, ditambah lagi Daniel belum terbiasa dengan cuaca Cianter yang dingin. Cukup dia sendiri saja yang menjenguk Felicia di rumah sakit. “Nggak. Aku mau menemai kamu. Aku memang belum bisa jalan terlalu jauh, tapi kalau cuma ke rumah sakit saja masih bisa,” kata Daniel sembari dia mengganti pakaian. “Aku sudah telepon pengawalku untuk antar kita ke rumah sakit. Kamu nggak perlu mikirin aku.” Walau mengalami luka yang cukup berat, Felicia mendapatkan hasil yang dia inginkan. Namun begitu Daniel tidak bisa tenang jika dia membiarkan Odelina

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4177

    Sementara itu di kediaman keluarga Gatara, Odelina yang baru tertidur selama kurang lebih dua jam di kamar tidur utama tiba-tiba terbangun dan langsung terduduk di atas kasur. Gerakan yang tiba-tiba itu membuat Daniel yang tertidur di sampingnya terbangun. “Kenapa? Kamu habis mimpi buruk?” tanya Daniel, sembari dia terduduk dan menyalakan lampu kamar. “Aku mimpi Felicia lagi berada dalam bahaya. Dia nggak izinin aku untuk ikut dia. Dia berencana mengorbankan keselamatannya sendiri untuk menjerat tiga kakaknya. Aku takut nyawa dia terancam.” Setelah sekian lama berinteraksi dengan Felicia, Odelina mulai menyukai tantenya itu. Andai saja tidak ada dendam antara kedua keluarga, mereka pasti akan menjadi teman baik. Bahkan sekarang, setelah apa yang terjadi, mereka tetap menyayangi satu sama lain. Di antara anggota keluarga Gatara lainnya, hanya Felicia seorang yang Odelina sukai. Tidak hanya Odelina saja, bahkan Rika juga menganggap Felicia sebagai teman. Bahkan, Rika sempat berpikir

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4176

    Meski tidak akan pernah bisa mewarisi keluarga Gatara sekalipun, mereka tetaplah anak kandung Patricia dan sejak dulu dipandang sebagai putra mahkota di kalangan keluarga sendiri. Sejak kecil mereka bertiga sudah merasakan hidup nyaman, tidak pernah merasakan kesulitan apalagi kemiskinan. Selalu ada uang yang mengalir tanpa henti untuk mereka hamburkan, dan selalu ada orang lain untuk mereka minta tolong. Namun dalam sekejap mata, kehidupan mereka yang berada di atas awan itu langsung berubah 180 derajat, mengharuskan mereka menapak tanah yang keras. Tidak ada lagi orang lain yang mau membantu mereka. Ketika mereka melakukan kesalahan atau mengalami kesulitan, tidak ada lagi yang rela melindungi mereka. Dengan kemampuan yang mereka miliki sendiri, penghasilan yang mereka dapat pun tidak seberapa. Masa-masa di mana mereka bebas mengeluarkan uang seperti dulu sudah tidak ada lagi. Itulah mengapa mereka tidak bisa menerima kenyataan. Walau apa yang mereka miliki saat ini sudah jauh lebi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status