FAZER LOGINTerjebak satu malam dengan pria yang selama ini ia cintai. Sienna tidak pernah menyangka, jika hanya satu malam dapat mengubah seluruh kehidupannya dan membuat dirinya dan pria yang selama ini ia cintai dengan sebelah tangan, harus terikat satu sama lain. Namun, akankah sebuah hubungan yang di awali keterpaksaan akan menghasilkan sebuah kebahagiaan di antara keduanya?
Ver maisSienna menaruh semua makanan yang telah ia masak. Pagi ini tubuhnya sudah merasa lebih baik sehingga membuat dirinya mampu untuk menyiapkan sarapan untuk Leri."Kau lihat tas ku?" tanya Leri yang baru saja turun dari tangga terlihat sedang mencari tasnya melalui ekor matanya.Sienna tersenyum kecil. Dirinya menghampiri Leri dan memberikan tas gemblok suaminya."Terimakasih. Bisakah kau pakaikan dasiku?" pinta Leri karena sedaritadi entah mengapa dasinya tak kunjung rapih.Sienna langsung mengambil alih dasi yang tengah mengatung di leher Leri dan mulai memakaikannya. Sepanjang dirinya memakaikan dasi di Leher Leri, Sienna beberapa kali mengalihkan tatapan matanya saat matanya dan mata Leri saling bertubrukan."Terimakasih" ucap Leri seusai Sienna memakaikan dasinya dan langsung duduk di atas kursi makannya."Apakah kau pulang malam hari ini?" tanya Leri di sela-sela suapan nasinya."Tidak. Kenapa?""Bunda meminta kita untuk menginap malam ini. Katanya besok dia ingin mengajak kita jal
"Shh" Sienna mengerjapkan kedua matanya. Rasa sakit yang melanda kepalanya membuatnya tak kuasa bangun dari tidurnya."Apa kelapamu masih sakit?" Sienna menolehkan wajahnya ke samping. Dirinya melihat suaminya kini tengah duduk di samping tubuhnya yang tengah berbaring di atas kasur."Ya" singkatnya.Leri bangkit dari kasur dan mengambil beberapa tablet obat yang sejak tadi ia siapkan untuk Sienna."Minumlah. Kau bisa bangun?" Sienna sejenak hanya menatap Leri. Dengan wajah yang begitu datar, entah mengapa perkataan dan perbuatan suaminya itu sangat berbeda sekali."Bantu aku" ucap Sienna seraya memegang kepalanya yang kembali berdenyut nyeri.Leri membantu Sienna agar istrinya itu, bisa duduk di atas kasur."Terimakasih"Lalu Sienna meminum obatnya."Kau ingin ke rumah sakit? Tubuhmu sejak sore sangat panas. Lebih baik kita ke rumah sakit" meski wajah Leri terlihat kaku, namun Sienna bisa mendengar jika suaminya itu sedang khawatir pada dirinya.Dengan lemah Sienna menggelengkan kep
Sienna mengelap peluh yang ada di dahinya seraya mengecek waktu di jam tangannya."Ini sudah jam lima, apakah masih keburu?" cemas Sienna, karena hari ini rencananya, ia akan mengadakan pertemuan dengan Zehran, yaitu adik iparnya sendiri untuk membahas kerja samanya yang akan berlangsung."Permisi, apakah ada Tuan Zehran?" tanya Sienna saat dirinya sampai di depan meja bawahan adik iparnya itu."Ada Nona. Mohon maaf atas dengan nama siapa?" tanyanya dengan sopan. "Sienna, Sienna Galasharsyah" sahut Sienna."Oh Bu Sienna, silahkan masuk Bu" ucap bawahan tersebut seraya menunjuk ke arah ruangan Zehran."Terimakasih ya. Aku permisi" jawab Sienna dan berjalan ke arah ruangan Zehran.Tok tok tok"Masuk"Sienna mulai membuka pintunya saat ada sahutan dari dalam ruangan tersebut."Maaf membuatmu menung-""Sienna?" ucapan Sienna seketika terhenti saat tiba tiba dirinya melihat kehadiran suaminya."Le-Leri?" tubuh Sienna seketika mematung, saat matanya bertabrakan dengan mata kelam milik Leri
"Leri?" ian melongo menatap kehadiran Leri yang sangat tiba-tiba."Maaf aku terlambat" ucap Leri dengan muka temboknya."kau?" ian menatap penampilan Leri dari atas hingga kebawah."Kau baik-baik saja?" tanya ian saat dirinya melihat penampilan kawannya yang benar-benar acak-acakan saat ini.Baju yang sudah lusuh serta dasi yang sudah hilang dari leher pria tersebut, membuat ian seketika langsung menatap Leri keheranan."Bukannya kau ada meeting dadakan tadi? Kenapa kau bisa ada disini?" Zehran terheran heran tak mengerti dengan kakaknya yang satu ini.Leri terdiam tak menjawab pertanyaan Zehran dan malah mengedarkan pandangannya ke arah seluruh penjuru ruang rawat inap Eyon.Sebenarnya, ia ingin menjelaskan mengapa dirinya begitu tiba-tiba datang kesini. Namun Leri terlalu malas untuk mengeluarkan suaranya.Bugh. Alvin menonjok bahu Leri."Shh" desis Leri."Ada apa dengan mu?" sengit Leri dengan wajah dinginnya.Alvin mengangkat kedua tangannya."Santai bung, aku hanya ingin menyadar


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.