공유

Bab 14

작가: Tedy
Setelah kembali ke kantor dan memasuki ruang kerja, Roury langsung merasa ada yang tidak beres.

Orang-orang yang melihatnya di ruang pantri segera bubar. Rekan-rekan di dekat meja kerja bahkan tanpa sadar menggeser kursi mereka menjauh saat dia lewat.

Atasannya memanggilnya ke ruangan. Meski tidak mengatakannya secara terang-terangan, setiap kata yang diucapkan menyiratkan hal yang sama.

"Kamu istirahat dulu untuk sementara waktu."

Entah sejak kapan, hanya alkohol yang bisa membuat Roury tertidu
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Pernikahan yang Direbut Kakakku   Bab 15

    Setelah lembur, Mauren pulang ke rumah. Anzel sedang memasak mi di dapur.Beberapa pot tanaman di balkon tumbuh dengan subur. Daun-daun mint mulai tumbuh, sementara tanaman sirih gading menjuntai hingga hampir menyentuh lantai.Mauren mengganti sandal, lalu meletakkan tasnya di atas lemari dekat pintu masuk.Anzel menjulurkan setengah tubuhnya dari dapur. "Mau makan mi?""Mau."Mereka duduk berhadapan. Masing-masing mendapat semangkuk mi kuah bening dengan telur mata sapi di atasnya.Setelah menyuap sedikit mi, Anzel berkata, "Hari ini ada yang datang cari kamu di kantor.""Siapa?""Sacha," jawab Anzel. "Dia menunggu di lobi selama dua jam dan bilang ingin ketemu kamu. Resepsionis tanya aku harus gimana, aku bilang nggak usah ditemui."Tangan Mauren yang sedang memegang sumpit berhenti sejenak. "Oh.""Dia bilang dia salah."Mauren tidak menanggapi dan terus makan. Anzel juga tidak membahasnya lagi.Saat mangkuk-mangkuk dibawa ke dapur, suara air mengalir terdengar deras. Mauren berdiri

  • Pernikahan yang Direbut Kakakku   Bab 14

    Setelah kembali ke kantor dan memasuki ruang kerja, Roury langsung merasa ada yang tidak beres.Orang-orang yang melihatnya di ruang pantri segera bubar. Rekan-rekan di dekat meja kerja bahkan tanpa sadar menggeser kursi mereka menjauh saat dia lewat.Atasannya memanggilnya ke ruangan. Meski tidak mengatakannya secara terang-terangan, setiap kata yang diucapkan menyiratkan hal yang sama."Kamu istirahat dulu untuk sementara waktu."Entah sejak kapan, hanya alkohol yang bisa membuat Roury tertidur. Malam itu, dia minum jauh lebih banyak daripada biasanya.Dalam keadaan setengah sadar, dia melihat seseorang masuk dari pintu. Rambutnya diikat dengan kuncir rendah, dia mengenakan mantel abu-abu muda dan sepatu datar.Mauren. Sama seperti setiap kali dulu dia datang menjemput setelah Roury lembur.Roury langsung bangkit dari kursinya. Gelas anggur di tangannya terjatuh ke lantai, sementara tubuhnya sempoyongan menerjang ke arah pintu dengan kedua tangan terbuka."Mauren."Namun, yang dipelu

  • Pernikahan yang Direbut Kakakku   Bab 13

    Mauren turun dari pesawat dan langsung naik taksi menuju rumah sakit.Aroma disinfektan menyeruak dari ujung lorong. Setelah menanyakan nomor kamar, langkahnya sempat terhenti sesaat ketika sampai di depan pintu. Kemudian, dia mendorong pintu dan masuk.Ibunya terbaring di ranjang rumah sakit. Wajahnya pucat pasi, bibirnya hampir tidak berwarna, dan jarum infus masih tertancap di tangannya.Saat melihat Mauren, mata ibunya seketika berbinar. Dia menopang tubuhnya di sisi ranjang, berusaha duduk, sementara tangan satunya terulur gemetar ke arah Mauren."Mauren, kamu datang."Mauren berdiri di ambang pintu, menatap tangan yang terulur kepadanya. Dia tidak menghampiri ibunya. Sebaliknya, dia malah mundur dua langkah.Tangan ibunya membeku di udara. Senyum di wajahnya perlahan menghilang.Ayahnya yang berada di samping mengernyit dan hendak mengatakan sesuatu, tetapi ibunya mengangkat tangan untuk menghentikannya. Suaranya lemah, tetapi terdengar tergesa-gesa."Jangan tegur Mauren. Sudah l

  • Pernikahan yang Direbut Kakakku   Bab 12

    Mauren menunduk dan melirik pergelangan tangannya yang tadi dicengkeram. Dia mengernyit, lalu menarik tangannya."Kalau kamu nggak mau orang tuamu tahu kamu ada di sini ...." Suara Roury terdengar dari belakangnya. "Beri aku sepuluh menit."Langkah Mauren terhenti. Setelah terdiam sejenak, dia berbalik dan berjalan menuju kafe di samping gedung kantornya.Mereka duduk di dekat jendela. Roury meletakkan kotak berwarna biru muda itu di atas meja, lalu mendorongnya ke hadapan Mauren."Aku sudah menerimanya. Semua ini kamu yang siapkan." Suara Roury rendah dan serak. "Mauren, aku tahu aku sudah melakukan banyak kesalahan. Aku akan memutuskan hubungan dengan Maurah. Kalau kamu mau, kita bisa memulai semuanya dari awal ...."Mauren mengangkat cangkir kopi di hadapannya dan menyiramkan seluruh isinya ke wajah Roury."Segelas minuman keras waktu itu masih membuatmu mabuk? Kalau begitu, dengan segelas kopi ini, semoga kamu cepat sadar." Dia meletakkan kembali cangkirnya di atas meja. "Jangan bi

  • Pernikahan yang Direbut Kakakku   Bab 11

    Angin di kota baru terasa sedikit dingin saat menerpa wajahnya. Mauren menarik koper keluar dari bandara, lalu mendongak menatap langit.Dia menarik napas dalam-dalam, perlahan mengembuskan napas sesak yang memenuhi dadanya. Setelah itu, dia naik taksi menuju apartemen yang sudah dipesan sebelumnya.Apartemen itu memiliki satu kamar tidur dan satu ruang tamu. Perabotannya sederhana, jendelanya menghadap ke utara, tetapi tempat itu bersih.Pemilik apartemen adalah seorang wanita berusia lebih dari 50 tahun. Melihat Mauren datang sendirian sambil menarik koper, wanita itu tidak banyak bertanya. Dia hanya menerima uang jaminan dan biaya sewa bulan pertama.Saat menyerahkan kunci, dia hanya berkata, "Nak, supermarket di bawah jual semuanya. Kalau ada yang kurang, beli saja di bawah."Mauren mengangguk. Dia menghabiskan dua hari untuk membereskan barang-barangnya. Setelah menggantung beberapa pakaian ganti ke lemari, dia pergi ke supermarket membeli seprai, sarung selimut, dan perlengkapan

  • Pernikahan yang Direbut Kakakku   Bab 10

    Di paling atas ada sebuah foto. Sudut-sudutnya sudah sedikit menguning. Foto itu diambil saat mereka masih SMA.Di dalam foto, Roury mengenakan kaus lama yang warnanya sudah memudar karena terlalu sering dicuci. Rambutnya berantakan tertiup angin. Dia berdiri di bawah pohon pagoda di tepi lapangan sekolah.Mauren berdiri di sampingnya dengan rambut dikuncir ekor kuda. Jaketnya diikat di pinggang. Dia mendongak menatap Roury. Sudut bibirnya terangkat, sementara matanya melengkung seperti bulan sabit.Keduanya tersenyum dengan wajah yang masih begitu muda dan polos.Ujung jari Roury perlahan menyentuh permukaan foto, lalu mengusap wajah Mauren. Di dalam foto itu, Mauren masih berusia 17 tahun, masih gadis yang suka tertawa dan bercanda. Di dalam tas sekolahnya selalu terselip permen susu yang diam-diam dia masukkan.Dia membalik foto itu. Di bagian belakangnya ada sebuah kalimat, ditulis dengan tulisan tangan Mauren yang rapi.[ Roury, aku menyukaimu. ]Tenggorokan Roury langsung terasa

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status