Share

Bab 144

Author: AliceLin
last update Last Updated: 2025-10-27 20:27:46

"Kamu sudah temukan mata-mata itu?" selidik Arnold tanpa basa-basi.

Ryan tersenyum miring. “Mantan hostess yang terbunuh waktu itu adalah salah satunya. Dia adalah kaki tangan mereka,” jawab Ryan atas informasi yang ia temukan.

Sudut bibir Arnold ikut terangkat naik, tetapi ia tidak berkomentar apa pun.

"Gadis itu adalah perantara transaksi Benard Murray dengan Shadow Eagle. Karena Bernard tertangkap, gadis itu akhirnya dibungkam untuk menutupi jejak," lanjut Ryan.

Arnold masih terdiam. Hanya ada ketenangan dingin di wajahnya, sementara pikirannya bergerak cepat, menyusun potongan teka-teki yang berserakan di pikirannya.

Awalnya, dari informasi yang ia dapatkan dari Sophia, Arnold sempat tidak memahami mengapa Clara sampai harus dibunuh sekeji itu, bahkan tubuhnya dimutilasi agar dapat menyamarkan jejaknya.

Namun, sekarang, dengan informasi tambahan yang diberikan Ryan, potongan puzzle yang membingungkannya mulai terhubung.

“Hanya itu?” Arnold mengangkat satu alisnya, suaranya terden
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
AliceLin
maaf klo merasa terlalu lebay, sherin akan muncul
goodnovel comment avatar
AliceLin
menghayati berarti kak 🫶
goodnovel comment avatar
areapeswahan
mana Sherin kak? awalnya saya baper Skali ini novel, krna beda dgn yg lainnya. ada unsur intriknya. tp bab Sherin koma ini kyknya trllu lama, sdh 5 bab atau 6? tllu lebay
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pesona Berbahaya Suami Dadakanku   Bab 293

    “Pene, apa yang kamu lakukan?!” sergah David.Pria itu baru saja menyelesaikan panggilan telepon di sudut ruangan yang cukup jauh. Saat berbalik, ia membeku, melihat kegilaan yang tengah istrinya lakukan pada Sherin.“Hentikan! Dia tidak boleh mati sekarang!” seru David dengan panik.Namun, Penelope tidak menggubrisnya. Kebencian telah meracuni akal sehatnya dan mendesaknya untuk segera menghabisi nyawa putri dari wanita yang paling ia benci.David hendak berlari mendekat untuk menghentikan kegilaan istrinya. Namun, sebelum ia sempat bergerak, tiba-tiba saja seseorang telah mendahuluinya dan─BUGH!Hantaman keras itu mendarat telak di punggung Penelope. Cengkeramannya terlepas seketika dan ia langsung tersungkur ke lantai dengan jeritan tertahan.Sherin terbatuk-batuk hebat, menghirup oksigen sebanyak mungkin sambil berusaha menyeimbangkan tubuhnya yang masih terikat.Sementara, David mematung di tempatnya. Dahinya mengernyit saat melihat sosok asing yang kini berdiri di antara mereka

  • Pesona Berbahaya Suami Dadakanku   Bab 292

    “Jadi … sejak awal kalian sudah merancang untuk membunuh ibuku demi menguasai hartanya?” desis Sherin dengan suara dingin, memendam kebencian yang tak tertahankan. Ia sangat yakin Penelope memiliki andil besar dalam kecelakaan yang menimpa ibunya.Penelope terdiam sesaat. Senyumnya membeku di bibir, tetapi hanya sepersekian detik sebelum berubah menjadi seringai miring yang terlihat lebih berbahaya.“Oh, Sayang ...," ucap Penelope dengan nada lembut penuh kepalsuan. Tangannya terangkat, mengelus pipi Sherin dengan sentuhan yang membuat bulu kuduk gadis itu meremang."Jangan berburuk sangka sampai sejauh itu. Ini hanyalah akibat yang harus ibumu tanggung karena sudah merampas apa yang seharusnya aku dan Paula dapatkan,” lanjut Penelope dengan angkuh, tidak menunjukkan sedikit pun penyesalan atas semua perbuatan yang telah ia lakukan di masa lalu.Dahi Sherin mengernyit. Kebingungan bercampur amarah memenuhi wajahnya. "Merampas? Apa maksudmu? Ibuku adalah istri sahnya. Jangan seenaknya

  • Pesona Berbahaya Suami Dadakanku   Bab 291

    David Scarlet masih bungkam hingga cibiran sinis meluncur dari bibir Penelope. “Sudahlah … ceritakan saja, David. Tidak ada lagi yang perlu dirahasiakan. Kasihan kan kalau dia sampai tidak tahu anak siapa dia sebenarnya kalau ditanya malaikat pencabut nyawa nanti.”Tatapan David langsung berpindah pada Penelope. Ia pun menghardik wanita itu dengan kesal, “Diam, Penelope. Apa kamu belum cukup menambah masalahku, hah?”Penelope berdecak malas. “Berhenti menjadi pahlawan kesiangan, David. Semua sudah terlambat. Kamu pikir, dengan kamu menutupinya, semua perbuatanmu ini akan termaafkan,” ejeknya.David mengepalkan kedua tangan di kedua sisi tubuhnya. Meskipun kesal, tetapi ia tidak dapat menyangkal ucapan istrinya tersebut.“Baiklah. Kalau kamu tidak mau bicara, biar aku saja,” ujar Penelope sembari menahan sakit di pipi kanannya. Ia berjalan tertatih-tatih, menghadap Sherin yang masih terpaku dalam keterkejutan yang amat dalam.“Dengar baik-baik, Gadis Bodoh,” desis Penelope seraya menge

  • Pesona Berbahaya Suami Dadakanku   Bab 290

    Rasa dingin yang menusuk tulang dan aroma beton lembap menjadi hal pertama yang dirasakan Sherin saat kesadarannya perlahan merayap naik. Kepalanya terasa sangat berat, berdenyut hebat seolah baru saja dihantam benda tumpul.Sherin mencoba menggerakkan tangannya, tetapi rasa perih segera menjalar di pergelangan tangannya. Samar-samar ia mendengar suara rintik hujan yang menggema entah dari mana.“Enghh ....”Lenguhan kecil lolos dari bibirnya yang kering. Pandangannya masih buram, tetapi ia dapat merasakan tubuhnya terasa kaku, seolah sedang terikat pada sesuatu yang dingin dan kokoh.Beberapa kali Sherin mengerjap, memaksa matanya menyesuaikan diri. Perlahan, bayangan di sekelilingnya menjadi jelas. Ia berada di sebuah ruangan luas yang suram, dipenuhi pilar-pilar beton kasar yang menjulang seperti penjara tanpa jeruji.‘Ini … di mana?’Manik zamrudnya perlahan menyapu sekeliling, hingga akhirnya tertuju pada dua sosok yang berdiri cukup jauh dari tempatnya bersandar. Keduanya terlih

  • Pesona Berbahaya Suami Dadakanku   Bab 289

    Arnold memerintahkan karyawannya untuk memutar ulang rekaman beberapa menit sebelum Sherin masuk ke koridor itu. Fokusnya kini tertuju pada setiap orang yang keluar masuk dari area tikungan tersebut.“Tunggu," gumam Arnold saat menangkap kejanggalan dari rekaman yang ditayangkan sebelumnya. "Putar ulang kamera satu.”Sang petugas dengan gemetar menggeser kursor pada linimasa rekaman pada video yang dimaksud. Mata biru Arnold menyipit semakin tajam, terpaku pada sosok pria dengan seragam petugas kebersihan berbelok ke tikungan yang sama sesaat setelah Sherin menghilang.Dengan cepat pandangan Arnold beralih ke monitor lainnya yang menangkap sosok yang sama di titik yang berbeda. Ia membandingkan visual troli yang didorong petugas kebersihan tersebut dengan seksama.Sebelum tikungan, troli itu tampak kosong. Sesudahnya, setelah keluar dari tikungan yang sama, sebuah kantong hitam berukuran sangat besar muncul di tumpukan paling atas, membuat beban troli itu terlihat jauh lebih penuh dan

  • Pesona Berbahaya Suami Dadakanku   Bab 288

    Sorot mata Arnold seketika menggelap, menghunus Oliver dengan tajam. “Kamu yakin USB ini jatuh dari tas itu?”Oliver mengangguk cepat dengan wajah sedikit memucat. Ia juga tidak percaya flashdrive itu akan muncul dari dalam tas itu. Tadi ia tidak sengaja melihat benda berkilau itu terpental keluar dari saku pinggiran tas bekal itu.‘Bagaimana Sherin bisa mendapatkan USB ini?’ batin Arnold, menatap flashdrive di telapak tangannya. Satu dugaan yang paling ia takutkan mendadak menghantam kepalanya.Arnold bergegas beranjak dari tempatnya. Sembari menyambar jasnya, ia berjalan cepat keluar dari ruangan. Langkah kakinya yang lebar menggema di sepanjang koridor.Oliver mengikuti dengan sigap di sampingnya. “Ada apa, Tuan Muda?”“Aku rasa kecelakaan yang hampir menimpa istriku empat hari lalu ada kaitannya dengan USB itu,” gumam Arnold dengan napas memburu. Jarinya menekan tombol lift di depannya dengan tidak sabaran.Oliver mengerjap syok. “Maksud Anda … Shadow Eagle mengincar Nona karena m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status