Home / Male Adult / Pesona Pria Plus-plus / Bab¹⁹—Diskusi para pria~

Share

Bab¹⁹—Diskusi para pria~

Author: Na_Vya
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-23 21:42:01

Belum ada satu jam, Bagas sudah berada di rumah seseorang yang menghubunginya tadi.

Dengan mengendarai mobil milik Vanila, pemuda itu menemui rekanan lainnya, yang selama ini telah banyak membantu. Tak lupa Bagas mengajak Vanila untuk membahas rencana selanjutnya.

Di rumah sederhana yang tidak terlalu banyak terdapat perabotan itu, Bagas duduk di ruang tamu beserta tiga pria lainnya. Sementara Vanila berada di dapur sedang membuat kopi dan menata camilan yang dibelinya sewaktu di perjalanan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁴⁶—Berubah berengsek~

    "Van, elo... nangis?" Bagas tidak salah dengar'kan? Vanila nangis? "Van..." Buru-buru Bagas naik ke ranjang, lalu mendekati Vanila yang sedang terisak. Dia pun memberanikan diri menyentuh pundak Vanila.. "Vanila, lo kenapa?" Suara Bagas terdengar sangat khawatir, karena jika pun Vanila sedang PMS, gadis itu tidak akan sampai sesedih ini. "lo lagi ada masalah, hmm?" Bagas berusaha untuk tidak menyinggung soal apa pun kali ini. Suasana hati Vanila sedang sangat sensitif, karenanya perempuan itu tahu-tahu ngambek dan nangis tidak jelas. Kalau Bagas sampai salah bicara sedikit saja, urusannya bisa makin runyam. Maka dia akan memilih Vanila meluapkan emosinya terlebih dahulu. Membiarkan perempuan yang sangat disayanginya menumpahkan tangisnya. "Ya udah, kalo lo belom mau cerita," kata Bagas setelah tak ada jawaban dari Vanila. Kemudian dia berbaring miring tepat di belakang punggung Vanila dan memeluknya. Bagas menciumi belakang kepala Vanila, lalu berkata, "gue bakal nung

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁴⁵—Lagi PMS~

    "Maksudnya?" Bagas masih belum paham dengan ide yang dikatakan Vanila. Dia justru kepikiran niat Theresa yang memberinya kartu nama dengan tiba-tiba. Bukan hal yang aneh baginya, kalau perempuan memberinya kartu nama. Itu merupakan sinyal lain sebagai pertanda—jika akan ada pertemuan-pertemuan selanjutnya setelah itu. "Bagas!" Vanila menggetok kepala Bagas dengan sendok. "Aduh!" Bagas mengaduh, mengelus-elus kepalanya yang terasa sakit. "kejam banget, sih, Van?" Bibir bawah Vanila mencebik, dan menyahut, "Salah sendiri lemot!" Dia meletakkan sendok ke atas meja, bersedekap, menarik napas panjang dan berkata, "aku tuh lagi ngasih ide, kamu malah mikirin hal lain." "Siapa yang mikirin hal lain?" Tentu saja Bagas tidak mau mengaku karena dia masih ingin hidup. Menggaruk leher yang tidak gatal sama sekali, dia bertanya, "emangnya lo punya rencana apa?" "Gitu aja masa aku yang harus ngasih tau?" "Ya elah, Van..." Bagas paling males kalau disuruh mikir isi kepala cewek, tapi

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁴⁴—Kesempatan~

    Untuk beberapa saat keduanya saling menatap, lalu Bagas memutus tatapannya lebih dulu. Bisa bahaya kalo kelamaan natap cewek cakep. "Elo langganan juga di sini?" tanya Bagas, berbasa-basi kembali untuk mencairkan suasana yang sempat kaku. "Baru-baru ini, sih..." Theresa menjawab sambil mengibaskan rambut panjangnya yang ujungnya basah terkena air hujan ke belakang, otomatis leher jenjang perempuan itu terekspos dengan jelas, dan... terlihat makin seksi. Bagas yang tak bisa mengalihkan pandangannya dari leher jenjang Theresa seketika menelan ludah. "Elo sendiri udah langganan di sini?" lanjut Theresa, dan Bagas langsung mengangguk cepat. "Gue sama Vanila sering ke sini," ucap Bagas, yang buru-buru mengalihkan pandangan pada Pak Yosi, yang sedang sibuk memilah ayam pesanan pelanggan. "Ternyata lo masih bareng sama Vanila?" Suara Theresa yang sedikit terdengar tidak suka, sontak menarik perhatian Bagas lagi. Bagas memerhatikan perubahan pada raut Theresa yang datar,

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁴³—Ketemu temen lama~

    Semenjak hari itu hubungan Bagas dan Rachel terus berlanjut. Kesepakatan keduanya yang semula berdasarkan kerja sama untuk saling membantu, justru lambat laun berubah menjadi sesuatu yang bisa dibilang tidak sederhana. Dari awal, Rachel memang membayar Bagas, lantaran rasa penasarannya pada suami kontrak maminya itu. Sedangkan Bagas menerima tawaran Rachel semata-mata hanya ingin memanfaatkan statusnya yang sebagai putri semata wayang Roy Darmawan. Mungkin, tidak ada salahnya jika dia mengambil kesempatan tersebut. Lagi pula, tidak ada ruginya. Namun, semuanya justru tidak sesuai ekspektasi. Bagas yang sempat marah dan tak terima karena sifat Rachel yang egois, memutuskan hendak mengembalikan uang yang diberikan oleh gadis itu. Bagas tidak tahan dengan sikap Rachel yang seringkali mempermainkannya. Karenanya dia memutuskan mengembalikan sejumlah uang yang masuk di rekeningnya pada Rachel. Sialnya lagi, segalanya kembali berantakan akibat kecerobohannya, yang tidak bisa

  • Pesona Pria Plus-plus    bab⁴²—Pil penunda kehamilan~

    Beberapa jam kemudian.... Siang itu saat hujan sudah reda, Bagas keluar dari gedung apartemen dan berjalan kaki menuju apotek, yang kebetulan berada tidak jauh. Hanya berjarak beberapa meter dari gedung tempatnya tinggal. Setibanya di depan pintu apotek, Bagas hanya berdiri dengan pikiran bercabang. Kekalutan terpancar dari sorot matanya, saat perkataan Rachel kembali terngiang di telinga. 'Lo buang di dalem berkali-kali, Lingga.' Kepalanya seketika berdenyut. Membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi ke depannya. "Sial!" Umpatan itu entah ditujukan untuk siapa dan apa. Yang jelas saat ini yang ada di pikiran Bagas untuk segera mencegah kemungkinan-kemungkinan buruk itu. Menarik dalam-dalam napasnya, kakinya melangkah dengan mantap. Bagas memasuki apotek yang cukup ramai pembeli itu. Di dalam sana Bagas disambut dengan ramah, kemudian apoteker pria seusia di atasnya bertanya, "Mau cari apa, Mas?" Bagas menelan ludah, mulutnya terasa kaku untuk

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁴¹—Gara-gara mabok!

    Langit mendung serta hujan tipis menjadi pemandangan pagi ini. Di tempat tidur Bagas masih bergelung dengan selimut tanpa mengenakan apa pun. Sementara di sisi pemuda itu kosong, tetapi masih ada bekas jejak seseorang yang semalam tidur bersamanya. Semalam Bagas yang mabuk berat hingga berhalusinasi, bercinta habis-habisan dengan Rachel yang dianggapnya sebagai Vanila. Kendati gadis itu telah berulang kali mengingatkan, menampar, membentak bahkan memukul, Bagas tetap saja tidak sadar. Entah bagaimana reaksinya setelah ini saat tahu jika yang dia ajak bercinta bukanlah Vanila melainkan Rachel. Pemuda itu menggeliat, dengan mata masih terpejam tangannya meraba-raba sisi kanan—mencari keberadaan seseorang yang semalam dia cumbu. Namun, kosong. Bagas sontak membuka mata, dan menoleh, "Van?" Kepalanya yang masih terasa agak berat karena sisa-sisa efek mabuk membuat Bagas menyentuh keningnya seraya mendesis. "Ssst... Bangke, sakit banget kepala gue." Perlahan Bagas bangkit

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab³⁰—Kerja sama~

    Langkah Bagas cukup santai ketika keluar dari lift. Di tangannya menenteng tas kertas berlebel restoran siap saji yang cukup terkenal. Sesuai permintaan Rachel, Bagas membeli beberapa makanan yang sudah sejak lama tak dibelinya. Tiba di depan pintu unitnya, pemuda itu meneka

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab²⁹—Benar atau salah~

    Kepala yang semula terasa berat kini berubah sangat ringan. Napas Bagas terengah, masih menikmati sisa-sisa pelepasan, yang baru saja dia raih. Begini saja rasanya sungguh nikmat luar biasa, apalagi kalau dia benar-benar melakukan penyatuan seperti layaknya pasangan.

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab²⁸—🔞

    'Mampus, lo!' Bagas mengumpat dalam hati. 'Maudy udah beli kondom segala lagi.' Kejutan dari Maudy sungguh di luar prediksi. Bagas sampai tidak bisa berkata-kata, dan hanya menatap nyalang bungkus pengaman merk ternama yang masih tersegel di tangan Maudy. "Lingga?" Maudy menyentuh pundak Bagas, y

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab²⁷—Pengaman~

    Rupanya Bagas tidak bercanda. Tawarannya mengundang Rachel ke apartemen, sungguh di luar rencana. Jarak kafe ke gedung apartemen cuma butuh lima menit. Itu pun tadi Bagas hanya berjalan kaki saat hendak menemui Sandi. Saat mengajak Rachel berjalan kaki, gadis itu sama sekali tidak keberatan. B

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status