Share

Perlindungan

Penulis: Chili Cemcem
last update Tanggal publikasi: 2025-12-22 23:51:40
Pagi harinya, dunia Stefi yang biasanya penuh dengan kemewahan dan pujian mendadak runtuh sebelum ia sempat menghabiskan kopinya. Di sebuah apartemen elit, Stefi sedang bersantai sambil menunggu berita skandal Areta mencuat di media sosial.

Stefi tersenyum licik sambil menyegarkan halaman portal gosip di tabletnya. Ia membayangkan judul berita: "Fakta dibalik kamera : putri seorang pengusaha, seorang desainer top ibukota tertangkap basah mabuk dan berpelukan dengan model pendatang baru".

Namun,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pria Culun Itu Suamiku   Gemuk? Cantik Kok Sayang

    Persiapan pesta pernikahan dan ulang tahun Arkadia pun dimulai. Studio kecil di sayap rumah Papa Rajes kini dipenuhi dengan gulungan kain brokat Prancis, sutra satin, dan berbagai manik-manik kristal. Areta benar-benar mendedikasikan waktunya untuk menjahit sendiri gaun impian yang dulu tak sempat ia kenakan.Namun, sore itu, suasana di studio mendadak mendung.Areta berdiri di depan cermin besar dengan gaun setengah jadi yang masih disematkan jarum pentul. Wajahnya ditekuk, matanya menatap tajam ke arah pantulan dirinya sendiri. Ia mencoba menarik ritsleting di bagian samping, namun terasa sangat sesak di area pinggang.“Nggak mungkin ...,” gumamnya kesal. Ia menarik napas dalam-dalam hingga dadanya membusung, mencoba memaksakan kain itu menyatu, tetap saja ada bagian perut yang terasa menonjol.Ia menghentakkan kakinya ke lantai dengan frustrasi. “Adam! Kayaknya meteranku rusak!” serunya ke arah pintu.Adam yang baru saja pulang kantor langsung menuju studio begitu mendengar sua

  • Pria Culun Itu Suamiku   Keinginan Mengulang

    Malam semakin larut di sayap mewah kediaman Rajes. Arkadia sudah terlelap tenang di boks bayinya, sisa-sisa demam semalam benar-benar telah hilang. Areta duduk bersandar di kepala tempat tidur, dikelilingi oleh sketsa-sketsa gaun yang tersebar di atas sprei sutranya.​Pintu terbuka pelan, Adam melangkah masuk dengan wajah lelah namun langsung cerah saat melihat pemandangan di depannya. Ia menaruh kunci mobil dan jam tangannya di nakas, lalu duduk di tepi tempat tidur, tepat di samping Areta.​​"Masih bekerja, Sayang?" tanya Adam lembut, tangannya terulur merapikan anak rambut yang menutupi dahi Areta.​Areta mendongak, matanya berbinar namun ada guratan keraguan di sana. "Adam, aku sedang melihat-lihat sketsa lama. Kamu ingat tidak? Kita menikah di kantor catatan sipil hanya dengan pakaian seadanya."​Adam tertegun sejenak. Ingatannya kembali ke masa itu, saat ia masih menyamar sebagai penjahit pinggiran yang culun dan tampak tidak punya masa depan. Ia ingat bagaimana Areta, sang des

  • Pria Culun Itu Suamiku   Ingin Pindah

    Suasana di kediaman mewah milik Papa Rajes siang itu terasa begitu hidup namun penuh dengan dinamika tersembunyi. Meskipun Adam dan Areta menempati salah satu sayap rumah yang sangat luas dan nyaman, tetap saja ada perasaan "menumpang" yang terkadang menghinggapi benak Adam sebagai seorang kepala keluarga.​Begitu Mama Veronica dan Papa Rajes sampai di kamar cucu mereka, ketegangan semalam langsung mencair menjadi haru biru keluarga besar.​​"Maafkan Mama, Are ... Adam ...." Mama Veronica berkali-kali menciumi tangan Arkadia yang sedang tertidur pulas setelah suhunya kembali normal. "ART baru bilang tadi di bawah. Kenapa kalian tidak telepon Mama semalam? Papa bisa langsung minta kolega dokternya datang ke sini jam itu juga!"​Papa Rajes berdiri di samping boks bayi yang terbuat dari kayu mahoni berukir indah, bagian dari kemewahan rumah ini. "Betul, Dam. Di rumah ini, fasilitas apapun bisa kita datangkan secepat kilat. Lain kali, langsung lapor Papa. Jangan menanggung beban sendiria

  • Pria Culun Itu Suamiku   Arkadia Demam

    Malam yang tenang di kediaman Adam dan Areta seketika berubah mencekam saat suara tangis Arkadia terdengar berbeda dari biasanya. Bukan tangis karena lapar atau popok basah, melainkan rintihan kecil yang menyayat hati.Areta yang pertama kali menyadarinya. Saat ia mengangkat Arkadia dari boks, telapak tangannya merasakan panas yang tidak wajar dari dahi sang putra.Kepanikan Ibu Baru“Adam! Adam, bangun!” teriak Areta dengan suara gemetar.Adam langsung terduduk tegak. Ia melihat Areta berdiri di tengah kamar dengan wajah pucat pasi, mendekap Arkadia yang wajahnya tampak kemerahan. Adam segera mengambil termometer digital dan menyentuhkannya ke dahi Arkadia.38,5° Celsius.“Dia demam tinggi, Adam. Bagaimana ini? Apa aku salah memberinya makan? Atau dia tertular virus saat kita ke supermarket kemarin?” Areta mulai menyalahkan dirinya sendiri, air matanya mulai jatuh. Tubuhnya yang masih dalam masa pemulihan mendadak terasa lemas.Adam Sang PenenangMelihat Areta yang hampir his

  • Pria Culun Itu Suamiku   LDR

    Suasana Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pagi itu terasa begitu melankolis. Riuh rendah pengumuman keberangkatan dan langkah terburu-buru penumpang seolah menjadi latar belakang yang kabur bagi Luna dan Pierre. Di jari manis Luna, cincin berlian itu berkilau, menjadi satu-satunya benda yang membuat perpisahan ini terasa nyata namun tidak terlalu menyakitkan.Pierre berdiri di depan gerbang keberangkatan internasional. Ia memegang kedua tangan Luna, seolah enggan melepaskannya meski hanya untuk melewati pemeriksaan paspor.“Aku merasa seperti sedang meninggalkan separuh jiwaku di Jakarta,” bisik Pierre, menatap Luna dengan sorot mata yang sulit untuk berpaling.Luna mencoba tetap terlihat tegar, ciri khas sekretaris tangguh yang selama ini ia bangun. Ia merapikan kerah kemeja Pierre untuk terakhir kalinya. “Jangan berlebihan, Pierre. Kamu hanya pergi untuk menyiapkan tempat bagi kita. Ingat, aku tidak mau tinggal di apartemen yang berantakan di Paris nanti.”Pierre terkekeh, namun

  • Pria Culun Itu Suamiku   Lamaran

    Kehidupan di rumah setelah kepulangan dari rumah sakit ternyata tidak semudah sketsa gaun yang indah. Areta, yang biasanya perfeksionis dan terkontrol, kini berhadapan dengan realita menjadi ibu baru. Kurang tidur yang kronis dan perubahan hormon pascapersalinan membuat mood-nya menjadi sangat labil.Malam itu, jam menunjukkan pukul dua pagi. Arkadia baru saja terlelap setelah menangis selama dua jam karena kolik. Areta duduk di pinggir tempat tidur dengan rambut berantakan dan lingkaran hitam di bawah matanya.Adam, yang juga terjaga namun sempat terlelap sebentar di kursi, terbangun dan mencoba membantu. Ia mendekat dengan langkah pelan, membawa segelas air putih hangat.“Are, minumlah dulu. Kamu sudah sangat lelah,” ucap Adam lembut.Areta menoleh, namun alih-alih senyuman, tatapannya tajam dan penuh amarah yang tertahan. “Air? Kamu baru bangun dan menawariku air setelah aku berjuang sendirian menenangkan Arkadia selama dua jam?”Adam tertegun, mencoba tetap tenang. “Maaf, Ar

  • Pria Culun Itu Suamiku   Rasa Aneh Sekali Lagi

    Salah satu orang suruhan di belakang Renata berbisik dengan suara gemetar, "Nona ... sebaiknya kita pergi. Pria ini ....""Diam kamu!" bentak Renata pada orang suruhannya, lalu kembali menatap Adam. "Adam, aku akan bayar berapa pun! Kamu mau uang? Aku kasih! Tapi tolong bilang pada bosmu untuk ber

  • Pria Culun Itu Suamiku   Dilema Areta

    Areta menunggu momen yang tepat. Begitu ia mendengar suara gemericik air dan denting piring dari arah dapur, pertanda Adam sedang sibuk membereskan bekas sarapan mereka, ia segera bangkit dari kursinya. Dengan langkah berjinjit dan jantung yang masih berdegup kencang, ia menyelinap masuk ke dalam ka

  • Pria Culun Itu Suamiku   Ketahuan Tapi Manis

    Adam bangkit dari tempat tidur, berjalan mendekati pintu kamar mandi. Ia berdiri tepat di depan pintu, masih dengan aura tenang yang membuat Areta di dalam sana semakin gemetar.​"Are, aku sudah siapkan handuk bersih di depan pintu," ucap Adam lembut, suaranya kembali ke mode "Adam si suami perhati

  • Pria Culun Itu Suamiku   Minum Kamu

    Di dalam mobil mewah yang sudah menunggu di lobi (kali ini bukan motor matic), Areta mulai sedikit tersadar. Ia merasa berada di pelukan yang sangat hangat dan sangat wangi, aroma parfum mahal yang sama dengan CEO Rajawali."Dam...?" gumam Areta lirih, matanya terbuka sedikit melihat rahang tegas

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status