Share

Hickey

Penulis: nababy
last update Tanggal publikasi: 2026-07-08 12:00:06

“Dari mana saja kamu, jam segini baru pulang?” tanya Kyle dengan suara rendah yang terdengar begitu dingin dan mengintimidasi.

​Arabella menghentikan langkahnya tepat di ambang pintu ruang tengah. Melihat tatapan tajam dan aura menuntut dari suaminya, jantung Arabella sempat berdesir, namun bukan karena rasa takut seperti biasanya. Kali ini, rasa damai yang baru saja ia rasakan bersama Ren seolah menjadi perisai tak kasat mata yang membuatnya tetap tenang.

​Arabella menghela
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku   Aku Mainin Kamu

    ​”Tolong mainin aku. Sentuh tubuh aku Ren… aku mau dipuasin sama kamu.”“Ren tersenyum tipis. Ia membenarkan posisi duduknya agar lebih leluasa untuk menikmati tubuh Arabella yang sangat molek.“Mau dipuasin? Aku akan buat kamu merasakan kenikmatan sampai kamu lupa semuanya kecuali aku, Ara.” Bisikan bernada rendah itu melayang tepat di samping telinga Arabella, membakar sisa-sisa pertahanan dirinya yang sudah runtuh. Kata-kata Ren bagaikan sihir yang mengikis habis kesadaran logisnya, menggantikannya dengan gelombang gairah yang menuntut untuk dipenuhi.​Arabella tidak merespons dengan kata-kata. Ia hanya mengangguk pasrah seraya makin menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Ren. Nafasnya yang hangat dan memburu menerpa kulit leher pria itu, menjadi sebuah jawaban tanpa suara yang sangat jelas bagi Ren.​Ren terkekeh rendah, sebuah tawa penuh kepuasan yang menggetarkan dadanya. Dengan satu gerakan mantap dan penuh dominasi, Ren merengkuh

  • Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku   Hibur Aku Ren

    ​”Halo, Ren? Kamu dimana?” Suara Arabella terdengar parau karena menangis.“Aku di apartemenku. Ara? Kenapa suaramu serak? Apa kau sedang menangis?” Terdengar Ren menjadi khawatir.Arabella cepat-cepat menghapus air matanya. Ia masih berdiri di tepi jalan dekat rumah mertuanya yang baru saja ia tinggalkan. Meski depan orang Ara terlihat tegar, namun jiwanya sebenarnya sudah hancur.“Aku ingin bertemu. Tolong hibur aku,” ucapnya lirih seperti memohon.“Kita bisa bertemu. Kau sekarang dimana? Mau aku jemput?”“Tidak usah. Aku akan pergi ke tempatmu.” Arabella langsung menutup telepon. Ia menghela nafas sejenak sebelum akhirnya berjalan kembali dan memesan taksi online untuk pergi menemui Ren.Aroma sandalwood dan vanilla yang menenangkan menyambut Arabella saat pintu unit apartemen mewah di lantai dua belas itu terbuka. Pencahayaan di dalam ruangan tersusun hangat dengan nuansa warm white yang temaram, memotong habis ketegangan dan kebisingan dunia luar yang baru saja menguras habis te

  • Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku   Aku Tunggu Di Pengadilan

    ​"Papa!" pekik Sarah histeris, menyergap lengan suaminya yang hendak melayangkan pukulan berikutnya. "Cukup, Mas! Jangan bunuh anakmu!"​Pipi Kyle terasa panas dan kebas. Darah segar menetes samar dari sudut bibirnya akibat hantaman tangan sang ayah yang begitu bertenaga. Pria yang biasanya dipuja dan ditakuti di dunia bisnis itu kini tergeletak hina di atas marmer dingin kediaman Adisurya.​"Biarkan dia mati sekalian!" bentak Wijaya dengan nafas memburu, matanya memerah penuh kilat kemurkaan. Dada pria paruh baya itu naik-turun menahan malu dan amarah yang membakar. Ia menunjuk wajah Kyle dengan jari yang bergetar hebat. "Aku mendidikmu untuk menjadi pria terhormat, Kyle! Aku menyerahkan Adisurya Group padamu karena aku percaya kau bisa memimpin! Tapi apa yang kau lakukan, hah?! Kau malah menjadi bangsat penjahat kelamin yang mengkhianati istri sebaik Arabella!"​Kyle meringis kesakitan, menyapu sudut bibirnya dengan punggung tangan seraya berjuang untuk bangkit berdiri. Kemeja puti

  • Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku   Amarah Ayah Mertua

    ​“Mama? Mama sama papa ada di rumah kan? Ara mau mampir sebentar ingin membicarakan sesuatu yang penting. Ini soal Ara dan Kyle.”Arabella langsung mematikan ponselnya dan melihat ke depan dengan tatapan tajam. Kali ini dirinya sudah tidak takut lagi. Hatinya penuh tekad untuk mengakhiri hubungan yang sudah memuakkan ini.Mobil taksi yang ditumpangi Arabella berhenti tepat di depan gerbang besi menjulang tinggi milik kediaman utama keluarga Adisurya. Setelah membayar ongkos perjalanan, Arabella melangkah turun. Halaman luas dengan pancuran air di tengahnya terasa begitu dingin, menyambut kedatangannya yang membawa badai besar bagi keluarga konglomerat tersebut.​Seorang pelayan senior yang mengenali Arabella langsung menyambutnya di depan pintu utama dengan senyum hangat. "Selamat siang, Nona Arabella. Tuan Besar dan Nyonya Besar sudah menunggu di ruang keluarga."​Arabella mengangguk pelan. Dengan memeluk amplop coklat tebal di dadanya, ia melangkah masuk membelah lorong mewah berhi

  • Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku   Kemarahan Kyle Adisurya

    “Surat ketiga sudah berada di tangan pengacaraku. Sampai jumpa di sidang perdana kita.”Setelah itu Arabella berjalan dengan langkah tegas, membuka pintu yang di baliknya sudah banyak sekali orang. Namun Arabella tidak peduli, ia membanting pintu di belakangnya lalu pergi.Suara pintu tertutup keras bergema di seluruh penjuru ruangan, menyisakan keheningan yang mencekam setelah kepergian Arabella. Serpihan kertas putih dari berkas gugatan perceraian yang telah dicabik-cabik Kyle masih melayang pelan di udara sebelum akhirnya mendarat berantakan di atas karpet tebal.​Kyle berdiri mematung di balik meja kerjanya. Dada pria itu naik turun memburu, menahan amarah yang membakar dan kebingungan masif yang mulai merayapi benaknya. Tatapannya tertuju kosong pada pintu yang kini tertutup rapat, seolah masih tidak percaya bahwa Arabella, wanita yang selama bertahun-tahun selalu bersikap penurut dan mengagungkannya baru saja mengibarkan bendera perang secara terbuka di hadapan publik.​Vaness

  • Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku   Surat Cerai, Tandatangani!

    “Kalian! Kalian benar-benar sudah gila ternyata.” Sebuah kalimat langsung keluar dari mulut Arabella kala melihat pemandangan yang ada di depannya.Meski hati Arabella sakit melihat sang suami bersama wanita lain, tapi ia sudah tidak kaget lagi. Bagi Ara, ini adalah waktu yang tepat untuk mengajukan perceraian.Vanessa yang terdorong kasar hingga hampir terjatuh seketika mendengus kesal. Ia membetulkan rok ketatnya, lalu menatap Arabella dengan pandangan sinis yang dipaksakan untuk menutupi rasa terkejutnya.​"Ara? Sayang, ini tidak seperti yang kamu lihat. Aku…" Kyle mencoba mendekat dengan tangan terulur, wajahnya pucat pasi melihat tatapan mata istrinya yang begitu dingin.​"Cukup, Kyle. Jangan buat aku makin jijik denganmu," potong Arabella tajam. Suaranya tidak memekik, namun begitu menekan hingga membuat Kyle membeku di tempat. Arabella melangkah maju beberapa langkah, menghampiri meja kerja megah itu.Dengan gerakan tenang namun penuh keangkuhan, ia melempar amplop coklat teba

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status