Home / Mafia / RAHIM PELUNAS HUTANG / 22 | MAKAN KAU, KATANYA

Share

22 | MAKAN KAU, KATANYA

Author: finarsky
last update publish date: 2026-03-30 20:51:40

"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" Tanya Justin kepada sang Dokter yang beberapa saat sebelumnya menangani Violet.

Justin benar-benar tidak habis pikir dengan tingkah gila Gracia yang tiba-tiba melakukan penyerangan terhadap Violet.

Kini, Gracia sudah berada di dalam ruang bawah tanah bersama dengan beberapa anak buah Justin.

Justin sengaja melakukan hal tersebut, menghukum Gracia atas perbuatannya kepada Violet adalah sebuah tujuan utama.

"Sudah lebih baik dari sebelumnya, Tuan Mo
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • RAHIM PELUNAS HUTANG   22 | MAKAN KAU, KATANYA

    "Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" Tanya Justin kepada sang Dokter yang beberapa saat sebelumnya menangani Violet. Justin benar-benar tidak habis pikir dengan tingkah gila Gracia yang tiba-tiba melakukan penyerangan terhadap Violet. Kini, Gracia sudah berada di dalam ruang bawah tanah bersama dengan beberapa anak buah Justin. Justin sengaja melakukan hal tersebut, menghukum Gracia atas perbuatannya kepada Violet adalah sebuah tujuan utama. "Sudah lebih baik dari sebelumnya, Tuan Morgan." "Mungkin istri anda akan segera membuka matanya." Lanjut ucap Dokter tersebut menjawab pertanyaan Justin. Justin memutuskan untuk duduk di samping ranjang rumah sakit tepat dimana Violet masih setia menutup mata di depannya. "Princess.." Panggil Justin pelan, berharap Violet mendengar hal tersebut kemudian membuka mata. "Aku benar-benar minta maaf, Gracia sudah mendapatkan hukuman yang pantas." "Kau tidak perlu takut lagi, Princess." Ucap Justin lagi. CupCup Cup Justi

  • RAHIM PELUNAS HUTANG   21 | MORGAN SANG IBLIS

    "Bagaimana keadaan istri saya, Dokter?" Tanya Justin kepada Dokter yang menangani Violet sebelumnya. "Darah yang keluar dari bagian kepala cukup deras, untung saja anda cepat membawanya ke rumah sakit." "Istri anda benar-benar mengalami benturan sekaligus pukulan yang keras sebelumnya." Lanjut ucap Dokter tersebut menjawab pertanyaan Justin. Justi menghembuskan nafas pelan, merasa gagal melindungi Violet hingga wanita tersebut mengalami hal buruk seperti ini. Tangan Dokter tersebut membuka sedikit seragam pasien yang saat ini Violet gunakan tepat di bagian leher, menunjukkan kepada Justin."Anda bisa melihatnya sendiri Tuan Morgan, sangat jelas bahwa istri anda mengalami kekerasan." "Bekas luka yang ada di leher istri anda ini adalah bekas cekikan tangan, sangat keras hingga memerah bahkan membiru." Ucap Dokter tersebut, lagi. Justin meraih tangan Violet, mengecupnya lama tepat setelah sang Dokter berpamitan keluar dari ruangan tempat Violet menginap. "Maaf, aku benar-benar min

  • RAHIM PELUNAS HUTANG   20 | HARTA BERHARGA JUSTIN

    Justin melihat singkat jam mahal yang melingkar di pergelangan tangannya itu, sudah lewat beberapa menit lamanya namun tidak ada tanda-tanda kedatangan Violet. "William mengatakan bahwa kau datang bersama istrimu." Ucap Chales yang tiba-tiba duduk di samping Justin. "Lantas, mengapa kau duduk disini sendirian? Istrimu yanh dimaksud William itu kau kemanakan?" Lanjut ucap Charles kemudian, celingukan ke arah sekitar mencari sosok istri seorang Justin Morgan. Justin sendiri sedang menunggu kedatangan Violet yang sebelumnya telah berpamitan untuk pergi ke toilet. Benar-benar lama mengingat beberapa menit telah berlalu. "Sedang di toilet, aku juga sedang menunggunya untuk kembali." Jawab Justin. Charles mengangguk pelan bersamaan dengan menepuk bahu Justin, pria tua itu sungguh tidak menyangka jika Justin sudah menikah dan kini telah menjadi seorang suami. Charles dan William adalah sahabat baik ayah Justin, kedua orang tua tersebut benar-benar menyayangi pria itu sep

  • RAHIM PELUNAS HUTANG   19 | KEJADIAN DI TOILET

    "Kau datang kemari juga, Vi?" Suara seorang pria yang bertanya kepada Violet tepat di dalam pesta tersebut. Edward Smith. Dokter bedah yang bekerja di rumah sakit dimana tempat itu adalah tempat Elle dirawat sekaligus menjalankan operasi. Violet mengalihkan pandangan matanya, "Dokter Edward, kau datang kemari juga ternyata." Sahutnya. "Keluarga Smith diundang untuk acara pesta ini, aku datang kemari mewakili keluarga." Ucap Edward. Violet merasa sedikit lega setelah kedatangan Edward mengingat dari sekian banyak manusia di pesta yang sedang berlangsung itu, wanita tersebut tidak mengenal siapapun. "Kau terlihat cantik malam ini." Ucap Edward tiba-tiba kepada Violet. Bibir Violet tersenyum manis, mengambil segelas minuman anggur yang ditawarkan oleh seorang pelayan kepadanya tanpa ragu. Edward sudah menyukai Violet sejak lama, pria tersebut belum berani mengakui perasaannya sendiri. "Bagaimana keadaan Ibuku?" Tanya Violet kepada Edward. Edward mengangguk singkat, "O

  • RAHIM PELUNAS HUTANG   18 | PESTA BERSAMA JUSTIN

    Justin melongo saat kedua matanya menatap kagum ke arah Violet yang sedang berjalan pelan menuruni tangga. Benar-benar cantik. Dres berwarna merah dengan syal di area leher itu sungguh cocok dengan tubuh Violet. Justin tidak salah pilih kali ini. "Kedipkan mata kau itu, Jusa.." Ucqp Violet tiba-tiba setelah tiba di depan Justin. Justin mengerjapkan matanya pelan kemudian tersenyum tipis, sangat tipis hingga tidak terlihat jika Violet tidak benar-benar memperhatikan bibir itu. Tangan Justin bersiap menerima tangan Violet, wanita tersebut menatap pria itu untuk memastikan. "Kau istriku, Princess." Ucap Justin singkat. Violet segera melingkarkan tangannya tepat di lengan Justin lalu mereka berjalan bersama menuju mobil. Malam ini adalah pesta perjamuan untuk penggalangan amal dilaksanakan. Untuk pertama kalinya Violet datang ke sebuah pesta yang benar-benar mewah sekaligus banyak orang penting di dalam acara tersebut. "Justin.." Suara Gracia tiba-tiba memanggil nama Justin. J

  • RAHIM PELUNAS HUTANG   17 | INGIN NAIK VIOLET, SEGERA

    Violet mendongakkan kepalanya, menatap Justin yang berdiri di samping wanita tersebut dan mengedipkan mata kebingungan. Di depan Violet banyak sekali pilihan warna, model sekaligus bentuk pakaian untuk sebuah pesta. Pesta perjamuan untuk amal yang sudah dikatakan oleh Justin sebelumnya. Violet kebingungan, harus menggunakan pakaian seperti apa sekaligus bagaimana agar tidak membuat Justin malu nantinya. "Mengapa kau diam saja, Princess?" Tanya Justin dengan tangan kekar pria tersebut mengusap lengan Violet. Justin sudah menyiapkan semuanya, tugas Violet hanya mencoba kemudian memilih dengan senang hati. "Aku akan mencoba seluruh pakaian ini, Jusa?" Tanya Violet kepada Justin. Justin mengangguk, "Tentu, Princess. Kau akan mencobanya satu persatu." Jawabnya kemudian. Pegawai toko tersebut dengan senang hati membantu Violet untuk mencoba semua pilihan Justin hari ini. Toko pakaian mewah dengan merek ternama, salah satu milik keluarga Morgan alias Justin Morgan adalah pilih

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status