مشاركة

PAGI YANG ASING

مؤلف: Fisa
last update تاريخ النشر: 2026-05-03 09:55:13

Ayla tidak ingat kapan tepatnya ia tertidur.

Yang tersisa hanyalah rasa lelah yang menekan tubuhnya, dan bayangan samar tentang sesuatu yang tidak benar-benar pergi saat ia memejamkan mata.

Cahaya pagi masuk perlahan melalui celah tirai, membentuk garis tipis di lantai kayu. Hangat, tenang, dan seharusnya menenangkan. Namun ketika Ayla membuka mata, hal pertama yang ia rasakan bukanlah ketenangan melainkan keheningan.

Ia berbaring beberapa saat tanpa bergerak, menatap langit-langit kamarnya den
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Rahasia Sang Kuda Hitam   PAGI YANG ASING

    Ayla tidak ingat kapan tepatnya ia tertidur.Yang tersisa hanyalah rasa lelah yang menekan tubuhnya, dan bayangan samar tentang sesuatu yang tidak benar-benar pergi saat ia memejamkan mata.Cahaya pagi masuk perlahan melalui celah tirai, membentuk garis tipis di lantai kayu. Hangat, tenang, dan seharusnya menenangkan. Namun ketika Ayla membuka mata, hal pertama yang ia rasakan bukanlah ketenangan melainkan keheningan.Ia berbaring beberapa saat tanpa bergerak, menatap langit-langit kamarnya dengan pikiran yang masih setengah tertinggal di antara mimpi dan kenyataan. Lalu perlahan, semuanya kembali. Lorong gelap itu. Sentuhan yang tidak seharusnya ada. Dan mata gelap yang menatapnya seolah mengenalnya lebih dari dirinya sendiri.Napas Ayla tertahan sesaat sebelum akhirnya ia duduk. Matanya langsung menyapu seluruh ruangan, mencari sesuatu yang bahkan ia sendiri tidak yakin ingin temukan.Kosong.Tidak ada siapa pun.Namun jantungnya tetap berdetak lebih cepat dari biasanya.Ia menunduk

  • Rahasia Sang Kuda Hitam   ANTARA NYATA DAN HADIR

    Air masih mengalir.Suara jatuhnya memenuhi ruang sempit kamar mandi, berulang, stabil seolah tidak peduli bahwa sesuatu baru saja berubah.Ayla tidak langsung bergerak.Ia masih duduk di sana, tubuhnya basah, napasnya belum sepenuhnya kembali normal. Jantungnya berdetak lebih cepat dari seharusnya, namun bukan karena panik.Lebih karena… sesuatu yang tertinggal.Tangannya perlahan terangkat.Ujung jarinya menyentuh udara di depannya.Kosong.Namun di dalam ingatannya ia tahu.Ia hampir menyentuh sesuatu.Dan perasaan itu masih ada.Hangat.Samar.Nyata.Ayla menelan ludah.Matanya menutup sebentar, mencoba menenangkan diri.“Itu cuma mimpi…” bisiknya.Namun kata-kata itu terdengar lemah.Karena tubuhnya tidak sepenuhnya percaya.Perlahan, ia berdiri.Mematikan air.Suara itu berhenti.Dan tiba-tibasunyi.Terlalu sunyi.Ayla mengambil handuk, mengeringkan tubuhnya dengan gerakan pelan. Pikirannya masih tertinggal di tempat lain di rumput, di udara lembap, di mata gelap yang menatapny

  • Rahasia Sang Kuda Hitam   JEJAK TANPA NAMA

    Ia masih duduk di tepi tempat tidur, tubuhnya diam, namun pikirannya terus bergerak ayla merasa takut bercampur penasaran ayla berkata pelam " apa yang harus aku lakukan beberapa hari ini seperti banyak masalah "seperti mengeluh dan tidak tahan namun ayla masih mencoba untuk berpikir tenang. dia masih harus mengurus banyak hal rumah yang berantakan dan dia belom makan juga Kamar kembali sunyi.Ayla menghela napas pelan, lalu berdiri.Ia tidak bisa terus seperti ini.Tidak bisa hanya duduk dan menunggu sesuatu yang bahkan tidak ia pahami.“Aku harus melakukan sesuatu perutku terasa mulai lapar…” gumamnya pelan.Kalimat itu sederhana.Namun cukup untuk membuatnya bergerak.Ia membuka pintu kamar dan keluar. Rumah masih sama seperti tadi sunyi, redup, dan terasa terlalu besar untuk satu orang.Langkahnya membawanya ke dapur.Begitu masuk, ia berhenti.Berantakan.Piring kotor di wastafel. Meja dipenuhi debu tipis. Sisa-sisa kehidupan lama yang tertinggal tanpa pernah benar-benar dib

  • Rahasia Sang Kuda Hitam   SAAT SEMUANYA MULAI BERUBAH

    Malam belum benar-benar berakhir saat Ayla sampai di rumah.Langkahnya pelan, seolah setiap pijakan masih tertinggal di lorong gelap itu. Tanah di halaman terasa lebih dingin dari biasanya, dan angin yang berhembus tidak lagi sekadar angin ia membawa sesuatu yang tidak bisa dijelaskan.Ayla berhenti di depan pintu.Tangannya terangkat, namun tidak langsung menyentuh gagang.Ada perasaan aneh.Seolah ada batas tak terlihat yang harus ia lewati.Seolah… ia tidak kembali sebagai orang yang sama.Ia menarik napas dalam.Lalu membuka pintu.Rumah itu gelap.Sunyi.Dan terasa asing.Padahal ini rumahnya sendiri.Ayla melangkah masuk perlahan. Lantai kayu berderit pelan di bawah kakinya, suara yang dulu biasa saja kini terasa terlalu jelas di telinganya.Ia menutup pintu di belakangnya.Klik.Suara itu menggema lebih lama dari yang seharusnya.Ayla berdiri diam beberapa detik.Mendengarkan.Tidak ada apa-apa.Namun justru itu yang membuatnya tidak nyaman.Ia berjalan menuju ruang tengah, tan

  • Rahasia Sang Kuda Hitam   JEJAK YANG MULAI TERASA

    Ayla tidak langsung bergerak. Keheningan di antara mereka terasa berbeda setelah semua yang ia lihat. Bukan lagi sunyi yang kosong, melainkan sesuatu yang hidup mengalir pelan di antara napas mereka, di antara jarak yang nyaris tidak ada. Namun perlahan… sesuatu yang lain mulai muncul. Kesadaran. Waktu. Ia tidak tahu sudah berapa lama berada di tempat ini. Lorong itu, kenangan itu, semua terasa seperti berlangsung begitu lama namun juga terlalu cepat untuk diukur. “Aku harus…” napasnya belum stabil, “keluar dari sini.” Kata-kata itu terdengar lebih seperti pengingat pada dirinya sendiri daripada keputusan. Makhluk itu tidak menahannya. Ia hanya berdiri di sana, menatap Ayla dengan tatapan yang sama tenang, dalam, dan entah kenapa… memahami. “Tempat ini tidak akan hilang,” katanya pelan. Ayla menoleh sedikit. “Dan kau juga tidak,” lanjutnya. Kalimat itu sederhana. Namun cukup untuk membuat dadanya terasa berat. Seolah apa pun yang baru saja terjadi… bukan s

  • Rahasia Sang Kuda Hitam   DEKAT DENGAN BAHAYA

    Ayla tidak mundur. Keputusan itu mungkin tidak ia ucapkan dengan jelas, namun tubuhnya sudah lebih dulu memilih. Ia tetap berdiri di sana. Dekat. Terlalu dekat. Makhluk itu menatapnya tanpa berkedip, seolah menunggu sesuatu bukan jawaban, tapi kepastian. Dan ketika Ayla tidak menjauh… sesuatu berubah. Udara di sekitar mereka terasa lebih berat, lebih hangat, seolah ruang sempit itu mulai merespons keberadaan mereka berdua. “Kau memilih,” suara itu rendah, hampir seperti bisikan yang menyentuh langsung ke dalam pikirannya. Bukan pertanyaan. Sebuah pernyataan. Ayla menelan ludah. Jantungnya berdetak pelan, tapi dalam. “Aku… ingin tahu semuanya.” Untuk pertama kalinya, makhluk itu tidak langsung mendekat. Ia justru mundur setengah langkah. Memberi ruang. Namun bukan untuk menjauh. Seolah… untuk memperlihatkan sesuatu. “Kalau begitu,” katanya pelan, “jangan berpaling.” Sebelum Ayla sempat bertanya tangannya terangkat. Menyentuh pelipis Ayla sekali

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status