Share

BAB 154

Author: Jw Hasya
last update publish date: 2026-05-27 23:01:40

“Kamu terlihat begitu cantik, Arumi.”

Kedua netra hitam milik Garendra menatap lekat tanpa berkedip, seolah seluruh dunianya detik itu juga telah tersedot sepenuhnya pada sosok wanita yang berdiri di hadapannya.

Pria itu menghentikan seluruh aktivitasnya, membiarkan jemarinya menggantung di udara, terpesona oleh transformasi sang istri yang begitu memukau.

Siang ini, Arumi benar-benar menjelma menjadi sosok yang berbeda, tapi masih tetap mempertahankan pesona alaminya yang memikat. Gaun semi-f
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (9)
goodnovel comment avatar
Ugik Kph
semoga saja Garendra selamanya setia pada Arumi
goodnovel comment avatar
bian cilla
ya ampun manisnya garendra dengan segala rayuannya hehe....semoga gak ada cobaan rumah tangga lagi ya
goodnovel comment avatar
Sri Indah
ada ada az ya godaan rumah tangga mereka , Apakah Tifani akan berhasil melepaskan bisanya kali ini ?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 442

    Mobil sedan hitam melaju mulus memecah keheningan pagi menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Di baris depan, Angga fokus mengemudi, sesekali melirik spion tengah untuk memantau situasi di kursi belakang. Evelyn duduk di samping Angga, beberapa kali membetulkan posisi duduknya karena atmosfer dingin yang memancar dari bangku penumpang utama. Garendra duduk tegap membelakangi kursi kemudi, jemarinya lincah menari di atas layar iPad, memeriksa berkas-berkas bisnis yang harus ia selesaikan sebelum penerbangan. Di sebelahnya, Arumi—sang Nyonya—duduk santai sembari menikmati pemandangan kota. "Kau yakin semua koperku sudah masuk ke dalam bagasi, Angga?" tanya Garendra tanpa mengalihkan pandangan dari layarnya. Suaranya datar, berat, dan seperti biasa, sarat akan ketegasan. "Sudah, Tuan. Semuanya lengkap, termasuk dua koper tambahan berisi oleh-oleh dari Nyonya," jawab Angga sopan, matanya tetap tertuju ke jalan raya. "Bagus. Jika sampai ada satu saja barang penting yang tertingga

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 441

    "Angga, jujur aku merasa tidak enak pada Tuan Garendra karena memberi izin libur untukmu hari ini," ujar Evelyn seraya merapikan penampilannya. Tiga puluh menit lalu, Angga menelepon dan memberi tahu bahwa ia akan segera datang menjemput untuk pergi jalan-jalan. "Bukan Tuan Garendra yang memberi izin," sahut Angga santai. "Lantas?" "Nyonya yang memintaku meliburkan diri." "Itu sama saja, Angga!" "Tidak, Eve. Jelas berbeda. Justru aku sedang membayangkan bagaimana Tuan nanti akan..." Angga mendadak menggantung ucapannya. Wajah tampan itu mengeras saat membayangkan caci maki sang tuan begitu ia kembali bekerja besok. "Akan apa?" desak Evelyn, menatapnya penuh rasa penasaran. Angga mendesah pelan, jemarinya mengetuk-ngetuk kemudi dengan irama tak beraturan. "Beliau kemungkinan besar akan memotong gajiku satu tahun berturut-turut, atau lebih buruk lagi, menyuruhku membersihkan seluruh koleksi mobil mewahnya di garasi utama tanpa alat pembersih otomatis. Kau tahu sendiri b

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 440

    Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah tirai ruang makan, membiaskan cahaya hangat di atas meja panjang yang sudah tertata rapi. Pagi ini, suasana di kediaman Garendra terasa agak berbeda. Mereka sarapan jauh lebih awal dari biasanya—sebuah fenomena langka yang dipicu langsung oleh euforia Arumi. Setelah tadi malam secara sepihak meliburkan Angga dan Evelyn, Arumi bangun dengan semangat membara. Ia meracik sendiri menu sarapan untuk sang suami, lengkap dengan waffle hangat dan cangkir kopi favorit Garendra yang menguar aroma khas. Garendra menyesap kopinya perlahan, menatap istrinya yang kini duduk di seberang meja seraya memoleskan selai stroberi ke atas rotinya dengan cengiran yang belum juga pudar sejak semalam. "Kau tampak sangat puas, Arumi," sindir Garendra dengan nada datar namun matanya memancarkan rasa gemas. "Mengorbankan jadwal kerjaku demi meliburkan asistenku sendiri, dan sekarang kau bangun mendahului alarm hanya untuk merayakannya?" Arumi tertawa kecil

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 439

    Dengan jemari yang sedikit gemetar, Garendra menggeser ikon hijau di layar ponselnya, lalu mengaktifkan mode speaker atas desakan Arumi yang kini menempelkan telinganya erat-erat ke bahu sang suami. Wajah Arumi tampak sepucat kertas, siap melarikan diri ke bawah meja jika terdengar umpatan atau amukan dari balik telepon. "Ya?" Garendra membuka suara, berusaha menjaga intonasinya seolah-olah semuanya berjalan sangat wajar dan tenang. "Ada apa menelepon malam-malam begini? Tugas analisis portofolio besok pagi sudah selesai, kan?" Hening sejenak di seberang sana. Hanya terdengar hembusan napas yang relatif teratur, membuat ketegangan di dalam ruang tengah rumah megah itu semakin memuncak sampai ke ubun-ubun. "Maa, Tuan," suara Angga akhirnya terdengar. Dingin, namun ada getaran aneh yang teramat sulit diartikan oleh Garendra maupun Arumi. "Saya ingin meminta izin." Garendra menaikkan alisnya, bertukar tatap ragu dengan Arumi yang makin meremas lengan piyama suaminya. "Izin? Izin u

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 438

    Di tempat lain, atmosfer romansa yang mendebarkan di dalam mobil Angga bertolak belakang dengan kekonyolan yang tengah terjadi di sebuah kediaman megah. Suasana malam yang tenang mendadak diwarnai ketegangan absurd ketika Arumi menjatuhkan cangkir tehnya ke atas piring kecil dengan dentang nyaring. Garendra, yang saat itu tengah menyesap kopi hitamnya sembari memeriksa berkas analisis keuangan, hampir saja tersedak. Ia menaikkan sebelah alisnya, menatap sang istri yang kini duduk tegak di hadapannya dengan binar mata penuh kebanggaan seolah baru saja memenangkan penghargaan setingkat dunia. "Kau tahu, Garen?" Arumi membuka percakapan dengan nada suara dramatis, setengah berbisik namun sarat penekanan. "Siang tadi aku mendatangi kantor. Aku sudah menjalankan misi suci demi menyelamatkan masa depan kehidupan asmara asistenmu yang menyedihkan itu." Garendra meletakkan cangkir kopinya perlahan. Firasat buruk langsung menyergap benaknya. Setiap kali Arumi menggunakan frasa 'misi suci'

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 437

    "Evelyn, aku ingin bicara serius denganmu. Aku ....." Angga menggantung kalimatnya. Ibu jarinya mengusap lembut kulit pergelangan tangan Evelyn yang halus—sebuah sentuhan yang bertolak belakang dengan gemetar pelan pada jemarinya. Tatapan pria itu tidak lagi dingin atau defensif, melainkan dipenuhi kejujuran yang telanjang, tanpa sisa topeng gengsi yang biasa ia kenakan. Evelyn menahan napas. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga ia takut suara detaknya melompati jarak di antara mereka dan terdengar oleh Angga. Pria di hadapannya ini—pria yang selalu bersikap protektif namun tenang—kini terlihat sangat rapuh hanya karena rasa takut kehilangan. "Aku gila kalau harus terus pura-pura jadi teman baikmu, Eve," bisik Angga. Suaranya serak, sarat akan beban kebenaran yang akhirnya dilepaskan. Pria itu perlahan menarik tangan Evelyn, membawanya ke atas dadanya sendiri. Tepat di balik telapak tangan Evelyn, detak jantung Angga bertalu-talu luar biasa keras dan cepat. Sama gilanya

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 1

    "Saya tidak mempermasalahkan status kamu, biarlah itu jadi masa lalu. Tapi yang perlu kamu tahu, saya akan tetap menafkahimu meski tidak akan mengatur urusan pribadimu nantinya." Garendra mengatakannya tanpa nada merendahkan. Suaranya datar, sedingin ubin marmer di rumah megah itu. Kalimat itu te

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 5

    Malam semakin larut, dan atmosfer di dalam ballroom mewah itu berubah menjadi lebih liar. Dentum musik orkestra berganti dengan irama jazz yang lebih progresif, sementara botol-botol sampanye terus dibuka. Gelak tawa para pria pemegang saham yang mulai mabuk berbaur dengan aroma cerutu mahal.Di su

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 3

    “Mas, maaf, sepertinya saya tidak bisa ikut ke pesta itu.” Arumi sedang menata makanan di atas meja makan. Bukan karena tak ada pelayan di rumah megah tersebut. Namun, bagi perempuan yang sudah menikah dua kali itu, menyediakan makanan untuk sang suami adalah sebuah kewajiban. Garendra mengerutka

  • Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda   BAB 2

    Suara detak jam dinding di kediaman besar keluarga Wiratama terasa seperti ketukan palu yang menghakimi. Bagi Arumi, rumah megah itu bukanlah istana, melainkan sebuah museum sunyi di mana setiap langkah kaki harus diperhitungkan volumenya. Tiga hari telah berlalu sejak janji suci diucapkan, tapi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status