共有

Bab 169 - Bangsawan Naga

作者: Chryztal
last update 最終更新日: 2025-12-23 14:52:49

Istana masih bergemuruh oleh sisa-sisa konflik ketika Wang Rui memerintahkan pertemuan terbuka di Aula Tengah. Tidak tertutup, tidak rahasia, dan sengaja disaksikan para pejabat, pengawal, serta perwakilan balai medis.

Ini bukan langkah simbolis kosong, melainkan penataan ulang posisi. Wang Rui berdiri tanpa jubah upacara berlapis, memilih pakaian resmi sederhana, seolah ingin menanggalkan jarak antara kehendak pribadi dan keputusan negara.

Lin Qian melangkah dengan langkah tenang. Wajahnya tidak lagi menampakkan kesiapan untuk dikorbankan seperti sebelumnya, tetapi juga belum sepenuhnya bebas dari kehati-hatian. Ia tahu hari ini bukan tentang pembelaan sepihak.

Jika Wang Rui berbicara, kata-katanya akan menjadi fondasi baru, entah itu jembatan atau jurang. Para pejabat memandang mereka berdua dengan sikap waspada, menyadari bahwa momen ini akan dicatat sejarah.

"Yang Mulai Wang Rui..." Lin Qian bergumam.

Ketegangan itu justru membuka ruang bagi kejujuran yang selama ini tertahan.
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Raja Yang Agung Itu Berlutut Di Hadapanku   Bab 202 - Pelatihan Permaisuri

    Hari kedua Lin Qian sebagai Permaisuri diisi bukan dengan audiensi besar, melainkan deretan pelajaran yang tidak tercantum dalam hukum tertulis. Ia duduk di ruang arsip dalam, ditemani beberapa pejabat senior yang rambutnya lebih dulu memutih oleh usia dan kebiasaan istana. Di hadapannya terbuka gulungan-gulungan tua, sebagian rapuh, sebagian dijaga seperti benda suci. Inilah kitab tak resmi yang selama ini membentuk perilaku seorang Permaisuri.“Ini pedoman peran Permaisuri sejak Dinasti Awal.” ujar seorang tetua sambil membuka satu gulungan. “Tidak bersifat hukum, tapi harus diikuti.”Lin Qian membaca cepat. Banyak frasa yang kabur, penuh kata seharusnya, patut, dan layak. Tidak ada sanksi, tidak ada mekanisme. Hanya ekspektasi kolektif yang diwariskan.“Jika tidak diikuti?” tanya Lin Qian.Tetua itu tersenyum tipis. “Biasanya tidak perlu ditanyakan.”Jawaban itu cukup menjelaskan segalanya.Pelajaran berlanjut ke tata cara berbicara di depan bangsawan, jarak duduk yang dianggap pa

  • Raja Yang Agung Itu Berlutut Di Hadapanku   Bab 201 - Permaisuri Baru

    Pagi pertama Lin Qian duduk di kursi Permaisuri tidak disambut oleh pesta besar atau ucapan selamat berlebihan. Yang menunggunya justru meja panjang yang dipenuhi gulungan laporan, papan kayu tipis berisi ringkasan harian, dan beberapa kotak dokumen yang disegel dengan cap resmi kekaisaran. Kursi itu berlapis kain merah tua dan emas, tampak megah dari kejauhan, tetapi ketika ia benar-benar duduk, Lin Qian langsung mengerti satu hal. Kursi ini bukan singgasana pasif. Ini pusat lalu lintas informasi.Lin Qian yang biasanya memakai Hanfu biru khas Tabib kini memakai Hanfu bertahan sutra halus dengan lapisan berlapis dan dihiasi dengan jumbai, liontin giok, dan aksesoris kepala mewah. Badannya terasa berat menampung semua itu. Ia yang terbiasa memakai Hanfu sederhana, tiba-tiba harus memakai Hanfu dengan banyak ornamen mewah.Ia membuka laporan pertama dengan kebiasaan lama seorang tabib. Membaca cepat, menandai anomali, mengabaikan kata-kata basa-basi. Laporan ritual istana, jadwal audi

  • Raja Yang Agung Itu Berlutut Di Hadapanku   Bab 200 - Upacara Pernikahan

    Hari pernikahan itu tiba tanpa tanda-tanda langit terbelah atau burung bermigrasi secara simbolik. Pagi di istana WangJing justru terasa terlalu tenang, seperti sedang menahan napas sebelum mengeksekusi perintah besar. Gerbang luar dibuka sejak fajar, pasukan penjaga berdiri dalam formasi sempurna, dan seluruh istana bergerak dengan presisi yang nyaris dingin.Lin Qian bangun lebih awal dari jadwal yang ditetapkan. Ia duduk sendiri di tepi ranjang, memandangi jubah upacara pernikahan yang tergantung rapi. Tidak ada rasa gugup yang dramatis. Yang ada justru kesadaran penuh bahwa setelah hari ini, ruang geraknya akan berubah, dan setiap langkahnya akan memiliki gema politik.“Masih sempat mundur kok.” ujar Yue Er setengah bercanda sambil membantu merapikan rambutnya.Lin Qian tersenyum, melirik lewat cermin yang ia pegang. “Kalau aku mundur hari ini, kekaisaran akan kacau lebih cepat dari biasanya karena berita calon ratu mereka kabur sebelum pernikahan mulai.”“Jawaban yang sangat Lin

  • Raja Yang Agung Itu Berlutut Di Hadapanku   Bab 199 - Persiapan Pernikahan

    Persiapan pernikahan kekaisaran seharusnya menjadi urusan paling terstruktur di istana. Daftar panjang, protokol berlapis, dan orang-orang yang hidupnya memang diciptakan untuk mengurus acara besar tanpa bertanya terlalu banyak. Namun ketika nama Lin Qian tertera sebagai calon Permaisuri, sistem yang biasanya patuh mendadak jadi canggung, seolah semua orang lupa cara bernapas normal.Lin Qian sendiri masih datang ke Balai Medis setiap pagi, mengenakan jubah tabib yang sama, memeriksa laporan pasien dengan fokus yang tidak berubah. Di luar ruangan, rumor berputar lebih cepat daripada dupa upacara. Di dalam ruangan, ia tetap seorang tabib yang menuntut presisi dan efisiensi.Hari pernikahan dua hari lagi, namun Lin Qian tidak turut andil mengurus pernikahannya sendiri. Wang Rui menyuruhnya beristirahat sampai hari pernikahan tiba, karena di hari pernikahan nanti mereka tidak akan memiliki waktu beristirahat. Sisa hari Lin Qian sebagai seorang Tabib Agung dari kalangan rakyat akan berakh

  • Raja Yang Agung Itu Berlutut Di Hadapanku   Bab 198 - Dekrit Derajat Perempuan

    Dekrit itu dibacakan pada pagi yang sengaja dipilih tanpa simbolisme berlebihan. Tidak ada ritual tambahan, tidak ada penguatan metafora langit atau legitimasi spiritual. Wang Rui berdiri di Aula Agung Kekaisaran dan membaca naskah kebijakan yang telah melalui proses penyusunan berlapis, audit konsekuensi sosial, serta simulasi dampak politik lintas wilayah. Ini bukan deklarasi moral. Ini keputusan strategis negara yang disampaikan dengan bahasa administratif yang tak memberi ruang salah tafsir.Isi dekrit tersebut ringkas, namun efeknya berskala struktural. Perempuan di seluruh wilayah kekaisaran diakui secara hukum memiliki hak untuk belajar, bekerja, dan memilih profesi tanpa memerlukan izin keluarga, klan, atau otoritas lokal. Akademi Yaonu Tang ditetapkan sebagai institusi resmi negara di bawah perlindungan kekaisaran, dengan mandat nasional sebagai pusat pendidikan medis terbuka lintas gender dan kelas sosial. Negara tidak lagi bersikap netral terhadap ketimpangan. Negara meng

  • Raja Yang Agung Itu Berlutut Di Hadapanku   Bab 197 - Jawaban Lin Qian

    Aula Utama pagi itu beroperasi dalam mode siaga penuh. Semua pemangku kepentingan utama kekaisaran hadir, dari pejabat sipil hingga militer, dari fraksi konservatif hingga reformis garis keras. Tidak ada yang berbicara keras. Tidak ada yang tersenyum berlebihan. Semua memahami bahwa rapat hari ini bukan seremoni. Ini adalah pengambilan keputusan strategis tingkat tertinggi dengan dampak jangka panjang yang tidak bisa dibatalkan.Lin Qian berdiri di tengah aula dengan postur tegak, ekspresi profesional, dan ketenangan yang tidak lagi bisa disalahartikan sebagai keraguan. Ia tidak datang sebagai pihak yang digiring oleh keadaan. Ia datang sebagai pengambil keputusan.Wang Rui berdiri di sampingnya, tidak selangkah di depan, tidak pula di belakang. Posisi sejajar itu dikalkulasi dengan cermat. Sebuah pesan non-verbal kepada seluruh istana bahwa ini bukan akuisisi sepihak,“Kau telah mempertimbangkan konsekuensinya.” ujar Wang Rui dengan suara datar, terdengar seperti pernyataan.“Ya, s

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status