Share

Chapter 264

Author: Atieckha
last update publish date: 2026-10-05 07:21:19

“Sayang,” tegur Salsa, saat suara benda jatuh itu, berasal dari gadis kecilnya yang terjatuh di lantai. Kenzi hanya nyengir kuda menatap sang mama.

Tiba-tiba si kembar berbisik-bisik, dia kembali ke bangku tempat mereka duduk tadi. Seakan ada sesuatu yang terlupakan.

“Tahu gak, Om. Tadi kami ke sini naik helikopter loh. Papa yang nyetir. Papa keren banget,” puji Kenzo bangga pada Papanya.

“Sayang Papa banyak-banyak,” Kenzi memeluk sang papa, karena dia memang duduk persis di samping Papanya.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (10)
goodnovel comment avatar
Kekasih Halal
Janjinya tgl 7 lho in uda tgl 7
goodnovel comment avatar
Kekasih Halal
Thor kmu koq ngilang sih
goodnovel comment avatar
Afifah Ali
kps kelanjutannya jgn LM lama
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 266

    “Ada apa?” tanya Alea bingung melihat perubahan raut wajah Salsa.“Papa nyuruh kita ke taman. Mobilnya mogok dekat sana katanya,” jawab Salsa persis seperti skenario yang disiapkan suaminya.Alea mengerutkan kening. Rasanya aneh banget mendengar alasan itu dari mulut Salsa.“Sejak kapan Nathan Abimanyu punya mobil mogok? Mobil baru pakai dua tahun aja langsung ditukar tambah sama Papa,” gerutu Alea geleng-geleng kepala, merasa alasan itu nggak masuk akal sama sekali.Salsa langsung berdiri dari tempat duduknya, berpura-pura panik. “Aku juga nggak tahu! Udah ayo cepat anterin aku jemput suamiku. Nanti dia digigit semut lagi di sana,” balas Salsa ngeles tidak memberi ruang pada sahabatnya untuk membantah lagi, membuat Alea cuma bisa memutar bola mata malas.Sebelum berangkat, Salsa masuk sebentar ke dalam rumah untuk menemui kedua pengasuh si kembar. Dia menitipkan anak-anak dan mewanti-wanti supaya mereka nggak bermain di luar rumah dulu. Setelah sedikit berbohong ke si kembar kalau di

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 265

    “Dasar pelacur!” Teriak seorang laki-laki tua yang selama ini membiayai hidup Zara dengan segala kemewahan. Laki-laki tua itu tak kuasa menahan amarahnya setelah membaca berita bahwa nama Zara tercatat sebagai wanita simpanan Darmawan.“Aku bisa jelasin semuanya,” teriak Zara. Sudut bibirnya terasa Asin setelah mendapat tamparan dari pria yang selama ini memanjakannya dengan harta benda.“Gak ada lagi yang perlu kamu jelaskan. Sekarang kemasi semua barang-barang kalian dan pergi dari rumah ini!” Bentak pria itu.Ibunya Zara langsung berlutut di depan laki-laki tua itu, “tolong jangan usir kami, Pak. Beri kesempatan pada Zara sekali lagi,” pintanya membujuk.“Tidak akan pernah ada kesempatan kedua. Dalam waktu satu kali dua puluh empat jam rumah ini harus sudah kosong atau kalian akan tahu sendiri akibatnya!” Setelah berkata demikian laki-laki tua itu langsung pergi dari hadapan Zara dan ibunya.*Panggilan resmi dari kepolisian akhirnya sampai juga ke tangan beberapa wanita muda yang

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 264

    “Sayang,” tegur Salsa, saat suara benda jatuh itu, berasal dari gadis kecilnya yang terjatuh di lantai. Kenzi hanya nyengir kuda menatap sang mama. Tiba-tiba si kembar berbisik-bisik, dia kembali ke bangku tempat mereka duduk tadi. Seakan ada sesuatu yang terlupakan. “Tahu gak, Om. Tadi kami ke sini naik helikopter loh. Papa yang nyetir. Papa keren banget,” puji Kenzo bangga pada Papanya. “Sayang Papa banyak-banyak,” Kenzi memeluk sang papa, karena dia memang duduk persis di samping Papanya. Kenzo tak mau kalah.“Udah dong, sayang. Ayo sana ditungguin sama Om Raka,” ujar Salsa mengusir kedua buah hatinya.“Mama iri,” mereka bertiga kompak menuduh Salsa iri disusul tawa renyah Nathan dan si kembar memenuhi tempat itu setelah melihat Salsa cemberut. Senyum Nathan yang tidak pernah dilihat sama sekali oleh publik selama ini. Bahkan senyuman itu menular ke semua orang yang ada di aula tersebut.Raka a Bulangsung memberi isyarat agar Alea membawa adik-adiknya kembali ke ruang kerja Nath

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 263

    “Ma–maaf, Pak,” ucap mereka gugup. Tatapan tajam Raka justru lebih mengerikan daripada tatapan Nathan.“Setelah konferensi pers, kalian jangan pergi makan siang. Hari ini Pak Nathan traktir sekalian makan siang di restoran dekat kantor. Nanti setelah live berakhir, kalian bisa langsung menuju ke restoran itu. Bebas memilih menu apapun yang kalian mau tanpa harus melihat harga. Pak Nathan dengan berbagi kebahagiaan dengan kita semua,” ucap Raka.Rasa takut yang tadi mereka rasakan langsung hilang begitu saja, “wah terima kasih sebelumnya, Pak,” sahutnya kompak. “Hmmm.” Raka langsung membalikkan badan kembali ke aula utama.Di sisi lain, Clara berdiri mematung tepat di depan layar televisi berukuran besar. Matanya menatap tajam tayangan siaran langsung yang menampilkan sosok si kembar di podium. Air mata yang tadinya mengalir deras kini kering, berganti dengan kilatan amarah yang membakar hatinya. Napasnya memburu, sementara kedua tangannya terlipa

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 262

    “Gila, ini sih benar-benar buatan Pak Nathan,” ucap salah satu awak media yang masih terpesona dengan kedua wajah si kembar. Mereka terlahir sangat sempurna, cantik dan tampan, pewaris Abimanyu group pula. “Kalau aku jadi Pak Nathan juga sudah pasti memilih kembali pada wanita yang dicintai, apalagi sudah melahirkan anak kembar,” timpal yang lain. “Berarti kita selama ini dibohongi dong?” Awak media yang memihak pada Clara merasa ditipu oleh Nathan dan Salsa. “Biar kamu tidak merasa ditipu, makanya Pak Nathan mengundang kita ke sini untuk mengklarifikasi semuanya. Biasakan dengarkan dulu, jangan berpikir yang tidak-tidak. Aku tahu kamu fansnya Clara!” Seru salah satu awak media yang geram banget mendengar omongan jahat rekan-rekannya tentang Salsa dan Nathan. Fokus mereka kembali dialihkan karena riuh suara tawa dan bisik-bisik di dalam ruangan besar itu langsung lenyap, berganti dengan tatapan mata melotot dari puluhan awak media. Semua orang

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 261

    “Sayang, sini, nak,” panggil Nathan.Kenzo dan Kenzi noleh ke podium, “Papa, Mama, kita masuk tivi,” ucap mereka kompak. Sambil melihat ke arah kamera itu dan tubuh keduanya udah penuh di layar kamera. Suasana langsung riuh dengan ucapan polos keduanya. “Iya, sini dong biar lebih jelas kelihatannya. Ayo, nak,” panggil Nathan dengan suara lembut.Alea menarik tangan kedua adiknya dan mengajaknya naik ke podium. Sesekali mereka masih menoleh ke belakang. Sampai kesandung dan hampir jatuh gara-gara belum ikhlas menjauh dari kamera besar itu. “Gila, Pak Nathan benar-benar selembut itu sama anak si janda,” wartawan masih gibahin Nathan. Sebagian besar dari awak media itu geram dan merasa Clara adalah orang yang paling tersakiti. Mereka semakin kesal saat melihat Salsa masih bisa tersenyum dan bercanda dengan pria yang berhasil direbutnya. Si kembar duduk diantara mama dan Papanya. Sementara Alea memilih berdiri di dekat Raka, karena setelah adik-adiknya diperkenalkan ke hadapan publik,

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Ternyata Besar

    “Ta–tapi saya gak mau pakai baju ini, Om,” cicit Salsa, mencoba mengumpulkan sisa keberaniannya yang sudah hampir habis ditelan ketakutan setiap kali bertemu dengan Nathan.Nathan yang sejak tadi sibuk di depan MacBook seketika berhenti mengetik. Dia menoleh ke sumber suara, menatap Salsa dengan r

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Lingerie

    Braaaaak Pintu kamar Zara dibuka lebar hingga menimbulkan dentuman yang cukup keras membuat Salsa kaget. “Kurang ajar! Kamu ngintip, ya?” tuduh Aditya kesal. Dia keluar untuk mencari tahu apa sebetulnya yang pecah di depan kamar calon istrinya. Dan betapa kesalnya dia mendapati Salsa di sana. Ad

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Suara Desahan

    Ting. Satu pesan baru masuk lagi dari Nathan. Pria itu mengirimkan sebuah titik lokasi vila yang menjadi tempat pertemuan mereka besok siang. Belum sempat Salsa mencerna semuanya, satu pesan beruntun kembali masuk. “Jangan bilang apa pun pada Alea tentang perjanjian panas ini. Paham!” Hati Salsa

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Tubuhmu Milikku

    “Tapi, Om…” “Kalau kamu punya barang berharga sebagai jaminan, boleh pakai itu. Asal nilai jualnya lebih besar dari uang satu miliar yang kamu butuhkan sekarang,” ucap Nathan cepat, memotong kalimat Salsa sebelum gadis itu sempat menyelesaikannya. Salsa tampak semakin frustasi. Detik jam dinding

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status