Share

Harga yang Sepadan

Author: Yoru Akira
last update publish date: 2026-04-07 23:33:59

Rombongan Grand Duke Killian mulai melambat saat jalur setapak di hutan Pegunungan Kelabu semakin menyempit dan menanjak.

Udara yang tipis membawa aroma belerang yang samar. Pertanda bahwa mereka sudah dekat dengan "kuali raksasa" tersembunyi itu.

Seraphina memacu kudanya hingga sejajar dengan Killian. Mata ungu miliknya menatap lurus ke arah punggungan es di depan.

Tempat di mana beberapa minggu lalu ia nyaris kehilangan nyawa di ujung tombak sang kepala suku.

"Kau tampak jauh lebih tenang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Epilog

    Lima tahun telah berlalu sejak malam penobatan yang menyapu bersih bayang-bayang kelam rezim tiran dari bumi Valeranthia. Reruntuhan masa lalu kini telah lama terkubur. Digantikan oleh kemakmuran dan kedamaian yang terbentang luas dari dataran rendah Luxandria hingga perbatasan es abadi di utara. Di halaman belakang Istana Astrum-Glace, rumput hijau terhampar luas bagai permadani zamrud. Dihiasi oleh ribuan bunga musim semi yang mekar menyambut hangatnya matahari pagi. Udara dipenuhi oleh gelak tawa riang dan suara derap kaki kecil yang berlarian ke sana kemari. Seorang anak laki-laki berusia empat tahun dengan helaian rambut hitam legam dan manik mata biru es yang tajam—persis seperti replika sang ayah saat kecil—tengah berlari kencang sambil membawa sebatang pedang mainan dari kayu. "Tangkap aku jika bisa, Kakak!" seru bocah itu kegirangan, tertawa renyah saat melintasi hamparan bunga. Di belakangnya, seorang anak perempuan berusia lima tahun dengan rambut perak keunguan yang

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Akhir yang Bahagia

    Alunan musik waltz yang megah perlahan memudar. Menyisakan gema lembut yang memantul di dinding-dinding marmer putih Aula Utama Istana Astrum-Glace. Ribuan lilin kristal di langit-langit kubah memancarkan cahaya keemasan. Menghangatkan ruangan yang dipenuhi oleh para bangsawan, ksatria, dan perwakilan rakyat jelata. Namun, di tengah kemeriahan pesta kemenangan yang meruntuhkan era tiran Benedict, perhatian seluruh hadirin seolah terhipnotis oleh satu pemandangan di tengah lantai dansa.​Killian von Eisenhardt, sang kaisar baru yang selama ini dikenal sebagai Grand Duke dari Utara yang dingin dan kejam, menatap wanita di dalam dekapannya dengan tatapan yang dipenuhi oleh kelembutan mutlak. Jemarinya masih melingkar erat di pinggang ramping Seraphina. Seolah ia tidak akan pernah membiarkan dunia merenggut kebahagiaan yang baru saja mereka temukan.​"Kau akan selalu menjadi duniaku, Sera!" bisik Killian sekali lagi. Suaranya sarat akan ketulusan yang menggetarkan jiwa.​Seraphina meng

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Pesta Kemenangan

    Suara pintu besi sel bawah tanah yang dibanting tertutup bergemerincing nyaring. Disusul oleh jeritan melengking yang mendadak terputus seketika. Tidak ada lagi suara ratapan di lorong lembap itu. Yang tersisa hanyalah kesunyian mutlak.Seolah parasit yang mencoba mencemari fajar baru Kekaisaran Valeranthia telah dibersihkan tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Seraphina melangkah keluar dari koridor bawah tanah dengan kepala tegak. Gaun malam ungu gelapnya bergesekan pelan dengan lantai batu, dan aroma darah serta debu sel tahanan perlahan menguap.Digantikan oleh keharuman mawar putih yang senantiasa mengikutinya. Di luar pintu rahasia, Jeremiah telah menanti dengan postur tegap seragam militernya, menunduk hormat saat sang permaisuri melewatinya. "Sudah selesai?" tanya Jeremiah singkat, tanpa perlu menyebutkan siapa yang berada di dalam sel. "Sampah telah disapu bersih, Kak," jawab Seraphina dingin, sudut matanya melirik sekilas ke arah sang kakak. "Kau tidak menyesal, Sera

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Tak Ada Ampunan

    ​"Aku tidak menyangka kau masih memiliki nyali menggunakan kebohongan untuk sampai ke tempat ini. Apakah kau masih belum jera juga, Liza?!" ​Nama itu terucap dari bibir Seraphina dengan nada yang begitu dingin.Bagaikan embusan angin dari puncak gunung es utara yang langsung merenggut sisa-sisa kehangatan di dalam sel tahanan yang lembap. ​Gadis yang terduduk di lantai batu kotor itu—Liza—tersentak hebat. Tubuhnya yang lemas mendadak menegang. Topeng kebohongan yang ia coba bangun runtuh seketika saat menyadari bahwa sosok di hadapannya sama sekali tidak tertipu oleh penampilan kumuh maupun klaim palsunya tentang pewaris takhta. ​Permaisuri Agung itu mengenalnya. Mengenalnya hingga ke akar-akar kebusukannya di masa lalu.Tentu saja. Dia tidak mungkin melupakan adik manis yang tumbuh bersamanya, tapi tega menusuknya dari belakang di kehidupannya yang lalu.Kepalang tanggung, gadis itu merangkak menuju Seraphina."Kakak, tolong aku. Ampuni aku. Aku tidak tahu kenapa mereka menyeretk

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Penangkapan Sang Dewi

    Komandan pasukan bayangan itu mendengus sinis, suaranya berderak dingin di balik topeng besi separuhnya. Ia melangkah maju selangkah. Menatap rendah ke arah gadis yang kini berlutut dengan napas memburu di kubangan lumpur.Tak ada satu pun yang mengenali siapa sosok di balik wajah kumuh gadis itu. "Membawa Anda ke hadapan Yang Mulia Kaisar Killian?" ulang sang komandan dengan nada mengejek. "Anda pikir Baginda Kaisar memiliki waktu untuk meladeni tikus got yang membawa klaim kotor? "Kaisar kami hanya memiliki satu permaisuri di hatinya, dan itu adalah Yang Mulia Seraphina. "Jangan bermimpi bisa menodai istana suci dengan kebohongan rendahanmu, Lady!" Gadis itu—yang dulunya hidup dalam sanjungan dan kemewahan istana sebelum rezim runtuh—mengatupkan rahangnya erat-erat. Rasa sakit di sekujur tubuhnya, kelaparan yang melilit perutnya, dan penghinaan yang ia terima melebur menjadi satu kobaran amarah yang membakar habis sisa rasa takutnya. "Kebohongan?" teriaknya tertahan, suar

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Pengakuan Mengejutkan

    "Kalian tak akan bisa menangkapku begitu saja! Aku mengandung pewaris takhta kekaisaran ini!" Jeritan itu lolos begitu saja dari bibir sang buronan, disusul oleh suara isak tangis yang tertahan di sela-sela napasnya yang memburu. Keputusasaan yang menderanya telah meruntuhkan pertahanan mentalnya. Membuatnya melontarkan klaim terakhir yang ia miliki sebagai satu-satunya tameng perlindungan di tengah gelapnya lorong kumuh itu. Namun, kalimat ancaman tersebut sama sekali tidak menghentikan langkah para pengejar. Di tengah gelapnya lorong yang hanya disinari oleh temaram cahaya obor yang mulai meredup, bayangan tanpa suara bergerak mendekat dari belakang sosok itu. Bergerak begitu cepat, senyap, dan tanpa celah. Seolah angin malam beracun itu sendiri menjelma menjadi wujud nyata yang siap mematikan mangsanya. Tanpa pernah disadari, bayangan tersebut telah melangkah tepat di balik punggungnya. Sebuah tangan bersarung tangan kulit hitam legam dengan dingin menyentuh pundaknya yang b

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Alisiansi Berbahaya

    Seraphina merasakan bulu kuduknya berdiri. Bukan karena takut, melainkan karena gairah pembalasan dendam yang kini menemukan senjatanya. Perempuan muda itu menatap tepat ke mata biru yang membekukan di depannya. Tidak menunduk sedikit pun sebagaimana yang dilakukan wanita lain saat berhadapan deng

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Bertemu Duke Utara

    Suara tamparan itu menggema keras di antara semak-semak mawar, memotong kicauan burung pagi itu. Hening. Angin seolah berhenti berembus. Para pelayan yang berdiri di kejauhan menahan napas, beberapa di antaranya menjatuhkan nampan karena terkejut. Di kehidupan sebelumnya, Seraphina tidak perna

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Sebuah Tamparan

    Seraphina melangkah mendekat dengan ritme yang tenang. Ia memasang raut wajah yang sempurna—sebuah topeng keprihatinan yang begitu halus hingga malaikat pun mungkin akan tertipu. Di hadapannya, Liza sedang memerankan pertunjukan yang di kehidupan sebelumnya selalu berhasil memicu naluri pelindung

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Adik yang Menggemaskan?

    Nama itu tak mungkin terlupakan oleh Seraphina. Sang Grand Duke dari Utara. Pria dengan mata sebiru es yang di kehidupan sebelumnya selalu menjadi duri dalam daging Valerius. Killian adalah satu-satunya orang yang memiliki kekuatan militer mandiri. Satu-satunya orang yang tidak pernah bisa disuap

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status