ホーム / Pendekar / Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman / Bab 88 Segel dan Mantra Ditengah Perjalanan

共有

Bab 88 Segel dan Mantra Ditengah Perjalanan

last update 公開日: 2025-03-12 21:39:47
Perjalanan menuju Kota Fanlan sedikit lebih lambat dari yang Ye Xuanqing duga. Tepat di hulu Sungai Qilin, beberapa siluman mulai berjalan dengan langkah cepat untuk naik ke Gunung Jiaguan.

“Ada apa ini?” tanya Jung Jinsi yang melihat dari kejauhan.

Jing Qian yang ada dibelakang Jung Jinsi dan Ye Xuanqing langsung maju ke depan. Perempuan siluman itu menghadang para siluman yang hendak naik gunung.

“Apa yang terjadi, kenapa kalian buru-buru untuk naik?” tanya Jing Qian begitu dia berhadapan d
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman    Bab 117 CAHAYA YANG RETAK

    Ledakan energi biru meletup dari tubuh Ye Xuanqing. Energi dari pedang huoguang miliknya menjalar disekipanjang urat nadi tangan kanannya. Tanah paviliun retak lebih dalam, udara berderak dengan ketegangan yang tak terpecahkan. Semua bayangan yang menguasai tubuh manusia yang menjadi inang Hei Lian Hua seakan tertarik ke arahnya. Hei Lian Hua terdiam sesaat, tidak percaya pada apa yang dia saksikan sendiri. "Teknik ini... kau mempertaruhkan jiwamu sendiri demi mereka?" tanyanya, suaranya me najdi lebih dingin sekaligus heran. Jung Jinsi langsung membeku ditempatnya, sembilan ekor rubah miliknya bergerak-gerak gelisah dibelakang tubuhnya. "Xunqing, hentikan! itu teknik pemanggil inti jiwa, kau bisa mati!" serunya, yang berusaha keras menghentikan aksi nekad sang adipati. Namun pria itu tidak menoleh, dia seolah tuli akan peringatan Jung Jinsi. "Setidaknya harus ada yang keluar dari paviliun ini dengan hidup-hidup." Ye Xuanqing menoleh pada Jung Jinsi, kemudian beralih pada rekan

  • Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman    Bab 116 Jebakan Seribu Jiwa

    Darah hijau itu belum juga berhenti mengalir. Namun yang membuat semua orang terdiam adalah tawa kecil yang kembali terdengar. “Haha… kau benar-benar berpikir ini sudah berakhir, Ye Xuanqing?” Pertanyaan itu muncul entah dari mana, suaranya jelas bukan milik Putra Mahkota. Suara itu lebih berat, lebih tegas dan memiliki dendam pekat disetiap nadanya. Tubuh Putra Mahkota tiba-tiba bergetar hebat di dalam pelukan Putri Daiyan. Urat-urat hitam yang tadi sempat menghilang, kini muncul kembali dan kali ini lebih pekat, lebih liar. Mata Jung Jinsi membelalak melihatnya. Siluman rubah ekor sembilan itu menggeleng tidak percaya. “Tidak… ini tidak mungkin. Aku sudah mengikat inti rohnya!” Dari dada Putra Mahkota yang tertusuk, perlahan keluar kabut hitam pekat, menggumpal di udara… membentuk sosok samar dengan mata hijau menyala. Hei Lian Hua. Namun kali ini, bentuknya tidak stabil ia retak, berasap, seperti akan hancur… tapi justru memancarkan tekanan yang lebih mengerikan

  • Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman    Bab 115 Inang Siluman

    Aura pekat itu akhirnya lenyap, menyisakan udara dingin yang berembus lembut di sekitar paviliun Selatan. Para pelayan dan penjaga yang sebelumnya terseok-seok karena tekanan aura, perlahan bisa bernapas lega kembali. Ye Xuanqing maju selangkah, menatap Jung Jinsi dengan sorot mata penuh kekhawatiran. “Jinsi… kau baik-baik saja?” Perempuan rubah berekor sembilan itu hanya tersenyum tipis. “Aku baik-baik saja, Xuanqing. Aura itu terlalu lemah dibandingkan cahaya milikku. Tapi…” ia melirik ke arah paviliun Selatan yang kini sunyi dan pekat.“Hei Lian Hua tidak akan memasang jebakan ini tanpa tujuan. Dia pasti menunggu kita masuk.” Putri Daiyan yang sejak tadi masih berusaha menenangkan napasnya, menatap keduanya dengan wajah pucat. “Kalau begitu… berarti di dalam paviliun ini, ada sesuatu yang jauh lebih berbahaya?” Fen Rou menggertakkan giginya, matanya tajam penuh kewaspadaan. “Bisa jadi. Hei Lian Hua tak pernah bergerak tanpa rencana. Dia pasti sudah menyiapkan sesuatu untuk mengg

  • Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman    Bab 114 Bahaya Paviliun Selatan

    “Tidak mungkin Jinsi, kita harus selesaikan masalah dengan Lu Sangyun juga. Kita tak bisa pergi ke istana sekarang.” Jing Qian jelas menolak. “Tapi kak—” “Dengar Jinsi, istana memang tengah dikepung bahaya. Tapi kau juga jangan lupa bahwa Hei Lian Hua dan Lu Sangyun ada di luar istana. Mereka jauh lebih kuat dan berbahaya ketimbang ibu suri yang diasingkan di istana itu,” jelas Jing Qian lagi. Perempuan siluman rubah ekor tujuh itu mendekat pada Jung Jinsi, mengusap pelan pundaknya dan menatap tenang wajah adiknya. “Begini saja, kau pergilah ke istana sekarang. Lalu aku akan pergi ke biro penangkap siluman untuk menemui Lu Sangyun.” Jing Qian akhirnya mengalah dan memberi jalan tengah terbaik. Untuk saat ini hal ini lah yang paling efektif. “Apa kakak yakin?” tanya Jung Jinsi yang jelas sangat khawatir. Jing Qian malah tertawa kecil mendengarnya, dia malah mencubit pelan ujung hidung Jung Jinsi dengan gemas. “Kau ini, apa kau lupa kalau aku siluman rubah ekor tujuh? aku cu

  • Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman    Bab 113 Menyelamatkan Darah Kaisar

    Ye Xuanqing berjalan merapatkan diri ke sisi tembok ruang bawah tanah begitu mendengar suara kaki mendekat ke arahnya. Sementara Fen Rou bersembunyi dibelakang tumpukan kayu bakar di ruangan itu sambil berjongkok dan mata yang awas.Melalui pandangan saja keduanya saling berkomunikasi, menunggu siapa yang muncul di ruang bawah tanah selain mereka.“Penjaga tidak mungkin turun ke mari sebelum aku keluar, aku sudah memerintahkan mereka untuk tetap berjaga di pintu masuk.” Ye Xuanqing membatin, menerka siapa yang sekiranya akan muncul dihadapannya.Obor di sisi kanan dan kiri pintu masuk ruang bawah tanah bergoyang pelan tertiup angin yang masuk. Fen Rou menyipitkan matanya, tangannya sudah menggengam erat Tombak Qiankun disisi tubuhnya. “Kalian juga mencari petunjuk segel darah disini rupanya.”Suara perempuan terdengar begitu jelas dari pintu masuk, kening Ye Xuanqing berkerut dalam. Sosok yang baru saja masuk masih belum terlihat wujudnya dan sang adipati masih menerka-nerka siapa so

  • Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman    Bab 112 Kekhawatiran sang Kepala Keluarga Ye

    Jung Jinsi dan Jing Qian berdiri menghadap sang Tuan Besar keluarga Ye, Ye Qingyu. Pria yang tak lagi muda itu berulagkali menghela nafas panjang. Sang Tuan Besar memang tengah duduk dengan the hiaju yang mengepul hangat dicangkirnya.“Jinsi, aku tahu niatmu baik. Tapi aku juga tidak mungkin mengizinkan mu pergi tanpa pengawasan disaat seperti ini.” Ye Qingyu berkata dengan tenang, namun jelas ada nada kekhawatiran yang dai sembunyikan.“Tuan Besar, apa anda lupa jika aku bukan manusia? Aku siluman rubah ekor sembilan, kekuatan ku cukup untuk melindungi diri,” jawab Jung Jinsi yang jelas keras kepala.“Aku tahu bagaimana kekuatan mu sebagai siluman, tapi aku mengatakan ini bukan bermaksud meremehkan kekuatan mu. Aku mengatakan ini karena aku tahu, akan jadi seperti apa putraku jika perempuan yang dia cintai pergi tanpa pengawasan di saat genting seperti in. lagi pula yang akan kau temui adalah siluman mimpi buruk Lu Sangyun.” Ye Qingyu menatap dalam-dalam ke arah Jung Jinsi dan Jing Q

  • Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman    Bab 39 Ketakutan Yang Nyata

    Lui Yang hendak membuka mulutnya lagi tapi ming tian sudah lebih dulu menarik tangannya dan menyeret pria itu keluar setelah sebelumnya mendapat kode lirikan mata oleh Ye Xuanqing. “Tunggu! Kalian tidak bisa melakukan ini padaku, Ye Xuanqing kau tidak bisa menghukum ku tanpa bukti!”Ye Xuanqing te

  • Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman    Bab 38 Alasan Kekacauan

    Ye Xuanqing mengayunkan pedang Huoguang sembari mengeraskan rahangnya, menahan seluruh amarah dan dendam pada siluman mimpi buruk.“Kau memang pantas mati, Ran Yi!”Saat itu lah Ran Yi berbalik badan, menghindari serangan itu ke kiri. Ming Tian yang semula bertarung berhadapan dengan Ran Yi pun iku

  • Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman    Bab 37 Melawan Ran Yi

    Zenni yang mendapat perintah dari Jung Jinsi untuk menyampaikan pesan pun segera pergi ke kuil terdekat. Dia hendak meminta kertas jimat dan menuliskan pesan lalu mengirimnya menggunakan jimat pengirim pesan.“Semoga Tuan Fen Rou segera bertindak setelah menerima pesan ini,” ucap Zenni begitu seles

  • Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman    Bab 36 Kenyataan Menyakitkan

    Jung Jinsi memilih untuk berpindah temapt, dia bersembunyi dibalik sekat pembatas ruangan yang cukup sepi dan jarang dilewati pengunjung kedai yang lain. Perempuan siluman itu semakin cemas saja sebab tusuk konde pemberian Ye Xuanqing terus berkedip dengan cepat.Perempuan itu hendak memusatkan piki

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status