Share

Bab 100

Penulis: Jiriana
last update Tanggal publikasi: 2026-07-17 18:54:08

Gerah karena pagi-pagi sudah membahas Glen.

Kiran sebenarnya ingin keluar kamar mandi dan membiarkan Raka mandi lebih dulu, tapi karena dia tidak memiliki tenaga untuk berjalan, akhirnya dia memilih untuk masuk ke bathtub dan membiarkan Raka mandi di bilik kaca.

Setelah jam kemudian, keduanya selesai memakai baju.

Saat melihat Kiran mengenakan dress baru, Raka mengernyit. Seingatnya, Kiran tidak pernah menggunakan kartu kreditnya untuk membeli ses
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 102

    "Ayo, Raka masuk," ucap Ibu Kiran setelah membuka pintu rumahnya. "Iya, Ma." Raka membiarkan ayah Kiran mendorong kursi roda ayahnya, baru mengikuti dari belakang. "Maaf, ya kalau rumahnya berantakan, Mama belum sempat membereskan." "Tidak apa-apa, Ma." Ayah Kiran langsung dibawa ke kamar oleh Kiran untuk beristirahat, sementara Raka duduk di ruangan keluarga. "Kamu bersihkan kamar tamu dulu, lalu bawa suamimu untuk istirahat. Dia pasti lelah," ucap Yulia setelah memasuki kamar. "Jangan lupa buatkan makanan," tambahnya lagi sebelum sang putri keluar dari kamar. "Iya, Ma." Sebelum membereskan kamar yang akan ditempati mereka berdua, Kiran terlebih dahulu membuatkan kopi untuk Raka dan membawakannya camilan. "Kamu tunggu di sini, aku mau membereskan kamar dulu." Raka hanya mengangguk. Setelah Kiran pergi, pria itu mengeluarkan ponselnya

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 101

    Setelah tiba di hotel, Raka langsung pergi ke restoran, di sana masih ada Glen yang duduk di mejanya."Aku akan langsung pada intinya. Jauhi istriku, aku tidak suka kau menempel terus padanya."Meski Raka berbicara dengan wajah tidak ramah, tapi Glen tetap tersenyum tipis. "Setahuku, kamu menikahinya bukan karena cinta, kan?"Kemarin pagi, Glen pergi menemui orang tua Kiran dan bertanya mengenai Raka. Dari sanalah mendapatkan semua informasi mengenai kehidupan Kiran, termasuk pernikahannya dengan pria itu."Itu bukan urusanmu.""Masalah Kiran menabrak calon istrimu, aku percaya bukan dia pelakunya. Akan kucarikan bukti untuk membuktikan kalau dia tidak bersalah, tapi setelah itu kamu harus melepasnya."Ketika mendengar itu, Raka berdecih dengan senyuman mengejek. "Atas dasar apa kamu memintaku untuk melepasnya? Dia istriku, sekalipun aku sudah tidak menginginkannya, aku tetap tidak akan membiarkannya dimiliki orang lain.""Kamu tidak mencintainya, kenapa tidak mau melepasnya?""Kata s

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 100

    Gerah karena pagi-pagi sudah membahas Glen. Kiran sebenarnya ingin keluar kamar mandi dan membiarkan Raka mandi lebih dulu, tapi karena dia tidak memiliki tenaga untuk berjalan, akhirnya dia memilih untuk masuk ke bathtub dan membiarkan Raka mandi di bilik kaca. Setelah jam kemudian, keduanya selesai memakai baju. Saat melihat Kiran mengenakan dress baru, Raka mengernyit. Seingatnya, Kiran tidak pernah menggunakan kartu kreditnya untuk membeli sesuatu, juga tidak ada laporan uang keluar dari kartu debit yang dipegang wanita itu. "Dari mana kamu dapatkan baju itu?" Kiran yang sedang duduk di tepi ranjang, menunduk sejenak, kemudian menjawab dengan jujur, "Dari Glen. Dia yang membelikanku." "Lepas," titahnya dengan wajah tidak senang. "Tapi aku tidak memiliki baju lagi." Baju lainnya masih di laundry, belum sempat dia ambil, jadi yang tersisa hanya baju yang dibelik

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 99

    "Maaf, aku tidak bisa mengendalikan diriku tadi," ucap Raka sambil menatap wajah lelap Kiran. "Aku tidak suka melihatmu bersamanya. Aku ..." Raka menjeda ucapannya sejenak, kemudian berkata, "Aku cemburu. Aku cemburu melihatmu sangat akrab dengannya." Akhirnya keluar juga kata-kata itu dari mulut Raka, tapi sayangnya Kiran tidak mendengarnya karena wanita itu sudah tertidur setelah digempur habis-habisan oleh pria itu. "Mungkin kamu menganggapku aneh, tapi aku tidak suka kau dekat dengan laki-laki lain." Setelah mengatakan itu, Raka menarik Kiran dalam pelukannya. "Seandainya kamu memang terbukti tidak bersalah, aku tetap tidak akan membiarkanmu pergi. Jika nanti sudah tidak ada alasan lagi bagiku untuk menahanmu, maka akan kuciptakan sejuta alasan untuk menahanmu di sisiku." Raka menatap wajah Kiran sejenak, lalu memberikan kecupan singkat di kening Kiran, Raka memejamkan mata. Kiran yang sejak tadi berada dalam dekapan Raka, tampak membenamkan wajahnya di dada pria itu dengan m

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 98

    "Dia berselingkuh di belakangmu, Kak."Raka yang sejak beberapa hari lalu pikirannya sedang kalut, tiba-tiba saja mencekik leher Stevi usai mendengar ucapannya. "Jangan coba-coba memfitnahnya."  Stevi menepuk tangan Raka berkali-kali karena kesulitan bernapas. "Kak, aku tidak memfitnahnya. Aku mempunyai bukti."  Stevi memberikan kode lirikan pada Vania agar memberikan map coklat yang sejak tadi dia pegang. Setelah Vani menyodorkan map itu, barulah Raka melepaskan Stevi.  Dua membuka map itu dengan tergesa-gesa dan melihat foto-foto Kiran bersama dengan pria yang pernah dia lihat di bandara di hotel tempatnya menginap. Detik itu juga matanya berkobar.  "Kak, wanita murahan seperti dia, tidak pantas untukmu, lebih baik ceraikan dia."  Raka mengabaikan ucapan Vania dan berjalan menuju mobilnya dengan langkah cepat.  Melihat Raka pergi dengan keadaan marah, Stevi dan Vania diam-diam tersenyum penuh arti. Sudah lama mereka menanti momen ini. Sengaja Stevi menyewa orang untuk membuntu

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 97

    "Berikan pelajaran pada orang itu sebelum mengrimnya ke penjara," titah Raka setelah keluar dari gudang terbengkalai yang berada di pinggir kota. "Pastikan dia memberitahu pelaku aslinya saat interogasi polisi. Ancam menggunakan keluarganya jika dia tidak mau bicara." "Baik, Pak." Baru saja dia menemui orang yang menabrak ayah Kiran untuk mendapatkan informasi siapa orang yang sudah menyuruhnya. Raka sempat terkejut setelah tahu siapa dalang dari kecelakaan itu. "Jadi, kita mau ke mana, Pak?" tanya Doni setelah keduanya masuk ke dalam mobil. "Pergi ke kantor." Setibanya di kantor, Raka langsung pergi ke ruangan sang ayah. Namun, saat akan masuk, dia dihadang oleh sekretarisnya. "Minggir! Jangan menghalangi jalanku." "Tapi, Pak David sedang ...." "Aku bilang minggir," katanya dengan penuh penakanan. Melihat raut wajah Raka yang tampak mengerikan, nyali wanita itu seketika menciut. Dia pun akhirnya menyingkir dengan raut wajah takut. Setelah diberi jalan, Raka langsung menerob

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 12

    Melihat dia akan terjatuh ke bawah, Kiran berusaha menggapai pegangan di pinggir tangga. Namun, gagal karena tangannya licin. Sebelum Kiran sempat terjungkal di anak tangga pertama, Stevi dengan cepat maju dan menarik tangan Kiran dan menukar posisinya menjadi terbalik. "Kiran, tolong aku." Ki

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 7 Demam

    Kiran langsung bangun dari tidurnya begitu air membasahi wajahnya. Dia mengusap wajahnya dengan cepat, lalu menatap Raka yang sedang berdiri di samping ranjangnya. "Sudah saatnya bangun. Kamu bukan lagi tuan putri sekarang. Cepat bersihkan tubuhmu, aku tunggu di ruang makan." Setelah Raka pergi,

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 6 Tinggal Serumah

    "Ini rumah siapa?"Kiran menatap rumah besar di depannya dengan heran setelah turun dari mobil Raka."Rumahku." Tanpa melirik pada Kiran, Raka berjalan melewatinya dengan acuh tak acuh.Kiran yang tidak tahu alasan Raka membawanya ke sana, akhirnya bertanya, "Kenapa aku dibawa ke sini?"Raka menghe

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 5 Dibawa Pergi

    "Mau ke mana?" Gery menahan lengan Raka ketika melihat pria itu melangkah."Masuk ke dalam.""Eh, tunggu dulu." Baru sempat melangkah, Raka kembali ditahan oleh Gery. "Kau mau melakukan apa di dalam, menghampiri Kiran?""Menurutmu?" tanya Raka dengan malas."Jangan membuat keributan di rumah sakit.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status