ホーム / Romansa / Roman (sa) Arunika / Episode 18 Tak Perlu Kembali

共有

Episode 18 Tak Perlu Kembali

last update 公開日: 2021-06-11 13:38:58

            Kebanyakan aku tak mau bertemu pandang dengannya. Lebih suka menatap pesawat-pesawat yang sedang terparkir rapi di apron bandara. Tentu saja karena aku terlalu malas berada di titik ini. Namun, lelaki di depanku ini berhasil menahan langkahku menghindar, dengan sebuah dalih makan siang di sebuah resto cepat saji yang sepi.

Sekuat tenaga menolak, tapi situasiku tak baik. Dia mengajakku di d

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Roman (sa) Arunika   Special Part 2 Benarkah Tidak Seindah Harapan?

    Blak! Sebuah pintu kayu dibanting dengan kuat oleh dua buah tangan yang gemetaran. Bibir wanita ayu bermata lentik itu bergetar, berusaha dikatupkan erat, dan digigit kuat-kuat. Dia jua menempelkan punggungnya kuat-kuat pada pintu pembatas antara kamar dan ruang tengah rumah dinas itu. Matanya yang lentik perlahan menelurkan bulir bening tiga kali. Kini ada sebuah aliran air mata yang seperti sungai di pipi tembam itu. Wanita ayu itu sedang menangis. Pagi ini sebuah harapannya dipatahkan oleh sebuah kenyataan pahit. Dia kira anak bayi itu adalah sosok yang menyenangkan bila di dekatnya. Nyatanya, wanita ayu bernama Shanala itu merasa salah besar. Justru dia merasa tertekan saat harus menghadapi bayinya yang menangis keras. Suara tangisnya tetap tembus kendat

  • Roman (sa) Arunika   Special Part 1 Momen Pertemuan

    Pagi baru saja mendatangi hari saat aku tercenung sendiri di kamar mandi. Dari kejauhan terdengar merdu suara azan Subuh yang menentramkan hati. Saking syahdunya, air mata satu tetes jatuh di pipi. Apalagi pemandangan alat kecil di atas ubin kamar mandi itu sejenak menimbulkan haru. Dua garis merah nan terang, positif. Aku sedang mengandung buah hati mas Kava. Tentu saja napasku tertahan tak percaya. Untung saja terantisipasi dengan hasil dari alat yang satunya. Aku menoleh ke gelas satunya dan mendapati hasil yang sama. Dua bahkan lima alat kecil pipih itu tetap bergaris dua merah terang. Aku hamil. Jadi, inilah

  • Roman (sa) Arunika   Episode 31 Hari Penebusan Rindu

    Jika bekerja di udara yang penuh risiko itu seperti tidur, maka berkumpul dengan keluarga seperti mimpi yang indah. Setelah menikmati pekerjaan yang menyenangkan itu, serasa mimpi bisa berkumpul dengan bapak, mamak, dan juga dia, Mas Kava. Sekarang kami berempat duduk di meja makan bulat. Sedang menikmati ikan kuah kuning, nasi beras merah, ikan bakar, dan juga kerupuk bawang. Tak lupa mamak memotong buah semangka merah dan kuning. Bapak memecah beberapa kelapa muda dan dibuat es kuwut bali. Makan sederhana seperti ini sudah membuatku sangat bahagia. Mereka lebih mahal dari makanan restoran super mewah. Sebab tak setiap hari aku menikmatinya. “Non, makan yang banyak. Kenapa ko pu badan makin kurus ka?” Mamak membelai pipiku lembut. (Kenapa badanm

  • Roman (sa) Arunika   Episode 30 Cinta

    Dini hari pukul 1 sudah menyapa langit Makassar. Burung besi itu sedang mengarungi langit setinggi 37.000 kaki dengan kecepatan sekitar 600 kilometer/jam. Udara kabin terasa dingin menusuk, sebab udara ketinggian bisa di suhu minus derajat. Rerata penumpang NA-990 sedang terlelap meski di tengah desing mesin jet. Namun, ada sebuah suara yang berbeda dan terasa sedikit mengganggu suasana bising itu. Berisik di tengah kebisingan. Tangis bayi berusia lima bulan terasa menyayat sebagian hati, sebagian lagi memilih tak peduli. Namun, ada jua yang merasa sangat terganggu hingga menoleh ke kursi belakang – tempat si bayi berusaha ditenangkan. Ada si ibu yang frustrasi sebab bayi mungilnya tak henti menangis. Entah karena apa, si ibu sedang menerka-nerka. Mana

  • Roman (sa) Arunika   Episode 29 KruArga

    Terbiasa bekerja dalam risiko membuat semua hal kecil berarti pertanda. Kukira firasat tak enak itu terjadi karena perubahan kecil mas Kava yang senang memanggilku “Sayang” belakangan ini. Ternyata bukan. Ternyata perasaan buruk itu karena sebuah musibah akan menimpa salah seorang sahabat terbaikku. Mbak Astri, yang super ceriwis nan cantik itu telah pergi. Bersama dengan 42 orang penumpang burung besi nahas itu. Mereka terbang terlalu tinggi hingga tak bisa mendarat lagi di dunia. Menyakitkan harus bertutur seperti ini. Lagi, mataku membasah jika menceritakannya. Tak hanya itu, ada rekan baik Mas Kava yang tanpa sadar sering dia ceritakan. Turut pergi selamanya dalam musibah itu. Semua terasa kebetulan, tidak, ini sudah ta

  • Roman (sa) Arunika   Episode 28 Bagaimana Harimu, Sayang?

    “Selamat pagi Desember tanggal 28, semoga baik dan lancar untuk semuanya,” harap Nala sambil menghimpun kedua tangannya di depan hidung dan mulut. Dia memejamkan matanya yang lentik lalu membukanya perlahan. Menghadap ke arah pukul tiga, ada Senior Flight Attendant Donna yang sedang tersenyum manis. Pagi ini, Donna menjadi cabin 1 penerbangan rute Surabaya – Jakarta – Jakarta – Surabaya. Pramugari semampai itu menyapa Nala dengan ramahnya. “Sudah siap, Dek? Lavatory?” Nala mengangguk penuh hormat dengan senyuman indah. “Siap, Mbak. Sudah bersih dan siap digunakan.” Nala menjawab dengan sig

  • Roman (sa) Arunika   Episode 23 Pernikahan Sesungguhnya

    “Kav, mamak pu mantu so hamilkah? Mamak mimpi dapat burung puyuh terus ini.” Celotehan ibu paruh baya dari seberang

  • Roman (sa) Arunika   Episode 22 Malam yang Pertama

    Pernahkah kalian mengalami sebuah kejadian yang unik, saat kalian terdiam dan tiba-tiba mendengar ada lagu yang terputar dari benak? Padahal di kenyataan tidak ada musik yang sedang terputar, hanya te

  • Roman (sa) Arunika   Episode 21 Memecah Tabungan Rindu

    10 Agustus 2019, tanpa terasa sudah lima bulan aku berstatus sebagai istri pilot. Namun, aku masih bekerja seperti biasa. Kesibukanku tetap, tidak berubah menjadi yang lain. Sibuk naik turun ketinggia

  • Roman (sa) Arunika   Episode 20 Pesan-pesan Rindu

    Mata ini menatap bangga rangkaian baja ringan yang berada lima meter di depan badanku. Ia terlihat ringkih dan lemah, tapi sangat kuat menghadang kerasnya angin. Badannya memang kecil kalau dibanding luasnya angkasa, tapi sanggup menjelajah r

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status