แชร์

172. KENAPA SAMPAI BEGINI?

ผู้เขียน: A mum to be
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-18 15:36:47

Deru mesin sedan mewah itu menjerit, membelah keheningan malam di gerbang besi kediaman O’Shea yang menjulang angkuh. Gladis tidak menunggu satpam membukanya dengan tenang. Ia terus menghantam klakson, menciptakan kegaduhan yang sengaja ia rancang untuk memancing seluruh penghuni rumah keluar dalam keadaan panik.

Begitu mobil berhenti dengan rem yang berdecit di depan teras besar, Gladis keluar dengan napas terengah yang dramatis. Rambutnya sengaja ia acak sedikit, menci
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   377. SUNGGUH LAMA DAN MENYIKSA

    "Ayah jahat!! Kenapa meninggalkanku?" Sabrina masih tersedu menatap wajah sang ayah yang berdiri di seberangnya. Ruangan itu tampak begitu putih, luas, dan tanpa batas, menyisakan kerinduan yang mendalam di dada Sabrina. Tak lama kemudian, suara langkah kaki yang anggun terdengar mendekat ke arah mereka. Seketika Sabrina ternganga. Senyum di wajah cantik wanita yang baru datang itu adalah senyum yang sudah sangat lama ia rindukan di dalam hidupnya."Ibu..." Sosok wanita itu kini tersenyum manis sembari menggandeng erat tangan Adrian. Keduanya berdiri berdampingan, menatap Sabrina dengan tatapan yang penuh dengan kasih sayang."Ayah, kenapa meninggalkanku secepat in

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   376. INI... DADDY

    Di dalam ruangan NICU, Kael berdiri mematung di depan inkubator. Di balik dinding kaca itu, sesosok tubuh yang sangat mungil terbaring. Bayi laki-laki itu tampak begitu ringkih dengan kulit kemerahan, terhubung pada selang respirator dan berbagai kabel pemantau di dadanya. Alat-alat itu terpasang kuat untuk membantu paru-parunya yang belum matang sempurna. Kael perlahan memasukkan kedua tangannya melalui lubang inkubator yang sudah disterilkan. Jarinya gemetar saat mendekati jemari kecil sang putra yang berukuran mungkin tak lebih besar dari jari kelingking dirinya. Begitu kulit mereka bersentuhan, ada rasa hangat yang menjalar, meruntuhkan seluruh pertahanan Kael."Hai, ini ...Daddy." Suara Kael bergetar hebat bersamaan

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   375. KALAU SESUATU TERJADI..

    "Kalau sesuatu terjadi, tolong …selamatkan anak kita." Suara Sabrina terdengar sangat lirih, terputus-putus di antara deru napasnya yang pendek dan berat di atas bangsal yang sedang didorong cepat menyusuri koridor rumah sakit. Cengkeraman jemarinya pada lengan Kael terasa begitu lemah."Tidak!" bantah Kael dengan suara putus asa. Air matanya meluncur deras memandangi wajah Sabrina yang memucat. Pria itu ikut berlari secepat mungkin di sisi ranjang demi tetap bisa menggenggam telapak tangan sang istri. “Jangan bilang begitu! Tidak boleh! Kalian berdua harus selamat!" Namun, Sabrina tidak lagi berkata apa pun. Sepasang matanya perlahan meredup dan terpejam rapat saat tim medis mendorong tubuhnya melintasi batas pintu ruang operasi. Kael yang mulai kehilangan kendali mencoba ikut merangsek masuk ke dalam ruangan steril tersebut, tetapi langkahnya langsung dihadang oleh dua perawat pria. Dokter spesialis yang memimpin tindakan menahan dada Kael dengan

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   374. AKU MINTA MAAF

    Kael masih terpaku di dekat ambang pintu. Dia tidak berani melangkah lebih dekat. Rasa bersalah membuat seluruh persendiannya terasa lumpuh dan kaku. Namun, mau sampai kapan? Pada akhirnya Kael memandangi wajah Sabrina yang sembab, lalu beralih pada perut buncit istrinya itu. Hatinya sesak mendapati Sabrina harus menanggung beban duka dalam keadaan hamil besar bagini. Kael teringat bagaimana perjuangan panjang yang telah mereka lalui untuk sampai di titik ini. Tiga tahun terpisah dalam jurang kesalahpahaman yang menyiksa, saling menyakiti dalam keangkuhan, hingga akhirnya takdir melunakkan hati mereka untuk menjalani hidup bersama. Sabrina adalah poros dunianya, satu-satunya alasan Kael bertahan di tengah kejamnya ajang balas dendam di masa lalu. Namun kini, melihat kerapuhan istrinya, Kael dirayapi ketakutan luar biasa. Dia sadar bahwa cinta mereka selalu dikelilingi badai, dan kali ini, dia takut apa yang terlah terjadi a

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   373. BERITA DUKA

    “A.. ayah.” Bibir ganda bergetar hebat. Suaranya berganti menjadi isakan yang begitu dalam."Bang, kenapa?" desak Sabrina lagi. Suaranya merendah, namun getaran hebat di dalamnya tidak bisa disembunyikan. "Ayah... Ayah kenapa? Jangan membuatku gila ya." Ganda mematung di sisi ranjang. Kedua tangannya yang gemetar perlahan terangkat. Pertahanannya runtuh berantakan saat sepasang mata sembab sang adik menuntut kejujuran yang paling menyakitkan dalam hidup mereka. Dia tidak bisa lagi bersandiwara di hadapan darah dagingnya sendiri."Sabi..." Ganda tercekat, tenggorokannya bagai tersumbat kerikil tajam. Air matanya kembali merebak dan meluncur jatuh tanpa bisa ditahan. "Ayah... Ayah sudah tidak ada."“Ayah sudah meninggalkan kita.”

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   372. AKU BUKAN ANAK KECIL LAGI

    "Bukankah itu tanda gejala preeklampsia?" Tanpa menunggu persetujuan atau banyak kata lagi, Ganda langsung bangkit dari posisinya. Langkah kakinya bergerak lebar dan tergesa-gesa menghampiri sang adik, lalu dengan sigap memapah tubuh Sabrina yang tampak lemas menuju ke arah pintu keluar. Kepanikan yang sejak tadi dia tahan akibat berita kematian Adrian kini seolah menemukan pelampiasan dalam bentuk kekhawatiran yang meledak-ledak atas kondisi fisik Sabrina."Bang, jangan berlebihan!" ujar Sabrina seraya memegangi kepalanya yang terasa semakin berdenyut nyeri akibat pergerakan Ganda yang terlalu mendadak. "Aku hanya pusing biasa karena kurang tidur semenjak Kael pergi."Gladis yang berjalan cepat di sisi kiri Sabrina ikut menyela, mencoba menenangkan atmosfer yang mendadak tegang.

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   201. CURCOL DUA PRIA

    "Apa katamu??" Suara Kael merendah, namun setiap suku katanya membawa getaran tajam yang sanggup mengiris keheningan ruang kerja itu. Ia meletakkan gelas wiskinya ke meja dengan dentuman pelan yang terasa seperti guntur di

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   200. MASIH TIDAK TERIMA

    Sabrina melangkah masuk ke dalam apartemen dengan sisa kebingungan yang masih membekas akibat sikap dingin Kael di lobby tadi. Namun, begitu pintu tertutup,

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   199. DIA KENAPA?

    "Aku harus apa lagi?" Suara yang muncul dari area dapur apartemen itu membuat Ganda menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis. Ia tetap duduk di sofa ruang tengah, menjaga posisinya agar tidak banyak bergerak. Di pangkuan

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   197. PRIA GALAU

    "Ya Tuhan! Aku pikir ini mimpi. Aku masih ingat bagaimana Mas jatuh waktu itu. Darahnya banyak sekali, Mas," suara Sabrina terdengar renyah, membawa nada ceria yang sudah lama tidak terdengar. Di bawah naungan pohon pinus yang menjulang di halaman rumah kayu itu, sikap Sabrina berubah d

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status