مشاركة

213. DIA MENUNGGUMU

مؤلف: A mum to be
last update تاريخ النشر: 2026-05-01 15:21:38

            Sabrina menutup pintu apartemen dengan tenaga yang tersisa sedikit. Ia menyandarkan punggungnya pada daun pintu, mencoba mengatur napas yang terasa tidak teratur. Hunian itu sangat sepi, sebuah keheningan yang ia syukuri karena ia tidak perlu berpura-pura baik-baik saja di depan siapa pun saat ini.

            Tadi, Ganda sudah mengirimkan pesan singkat bahwa ia men

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   341. APA KAU INGIN...?

    “Ahhh...Kael,” desah Sabrina lirih. Suaranya menggema pelan di dalam kamar mandi berukuran raksasa tersebut. Uap hangat mengepul tipis dari bathtub besar berbahan batu alam yang menghadap langsung ke arah laut lepas Pulau Socotra. Sabrina duduk bersandar menikmati pijatan di tepi bak, sementara Kael berlutut di belakangnya dengan bertelanjang dada, memperlihatkan otot punggungnya yang kokoh.“Bagian ini terasa sangat kaku dan tegang, Sayang. Kau pasti benar-benar kelelahan karena penerbangan panjang dari Kuala Lumpur dan Abu Dhabi tadi,” ucap Kael sembari menekan lembut otot belikat dan pundak Sabrina yang tampak memerah. Sabrina memejamkan mata erat-erat, menikmati setiap sentuhan hangat dari tangan suaminya yang perlahan menghilangkan rasa

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   340. MANA KEJUTANKU?

    Langkah kaki mereka akhirnya tiba di ambang pintu pesawat. Dua orang pramugari menyambut dengan bungkukan hormat yang sangat ramah.“Selamat datang di kabin First Class, Tuan dan Nyonya Kael. Mari saya antar ke kursi Anda,” sapa salah satu pramugari dengan senyum profesional yang merekah.Kael hanya mengangguk pelan tanpa melepaskan genggaman tangannya dari Sabrina. “Terima kasih.” Setelah beberapa jam penerbangan yang nyaman dari Kuala Lumpur, burung besi yang mereka tumpangi mendarat dengan sempurna di Bandara Internasional Abu Dhabi. Sebagai satu-satunya gerbang utama yang mengantarkan penerbangan khusus menuju Socotra, Kael sudah menyiapkan segalanya dengan sangat matang. Fasilitas VI

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   339. KAU ADALAH PENGECUALIAN

    “T-Tuan Kael... saya mohon maaf yang sebesar-besarnya! Demi Tuhan, saya benar-benar tidak tahu kalau dia bersikap kurang ajar kepada istri Anda.” Kael sama sekali tidak melayani jabat tangan atau tatapan memohon dari pria yang tampak frustrasi itu. Dia bahkan tidak sudi melirik sedikit pun ke arah Marsha yang wajahnya sudah berubah pucat pasi. Mengeluarkan kata-kata untuk meladeni wanita seperti Marsha hanya akan merendahkan martabatnya. Dengan posesif, tangan kekar Kael justru semakin merapatkan tubuh Sabrina ke dadanya, merangkul pinggang ramping sang istri dan menggandeng tangannya erat-erat.“S-saya mengaku salah karena tidak bisa mendidik wanita saya, Tuan Besar,” lanjut Tan Sri Farid, meraba-raba kata dengan panik. “Mohon maafkan kelancangan kami, jangan sangkut pautkan masalah ini dengan kontrak kerja sama kita di Kuala Lumpur.” Kael menghentikan langkahnya sejenak sebelum mereka benar-benar beranjak dari area transit tersebut. Tanpa mengubah

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   338. JADI ANI-ANI??

    Alih-alih mengadu atau apa, Sabrina malah menggeleng pelan sambil tersenyum tipis. Dia memberi kode agar Kael tetap tenang. Suaminya itu lantas melonggarkan cengkeramannya, namun tetap berdiri tegap di samping istrinya. Saat itulah Marsha mendongak dan seketika terpesona melihat Kael. Matanya melotot kagum memandangi wajah tampan, rahang tegas, dan perawakan tinggi tegap pria asing di hadapannya. Namun, sedetik kemudian ekspresinya berubah menjadi sinis. Dia melangkah mendekat lalu berbisik di telinga Sabrina dengan nada mencibir, tanpa sadar kalau volume suaranya masih bisa didengar jelas oleh Kael.“Oh, jadi ini alasan kenapa lu keluyuran di sini ya, Sabri? Ternyata lu beralih profesi jadi ani-ani piaraan bule? Hahaha, miris banget.

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   337. INGAT UMUR

    “Ingat ya. Jangan sampai kau tumbang. Ingat umur!!” Suara Ganda terdengar menggelegar dari speaker ponsel yang tergeletak di atas nakas, memecah keheningan kamar dengan nada sindiran yang begitu renyah.“Aku tidak setua yang kau pikirkan, Ganda,” geram Kael dengan suara baritonnya yang serak, meremas selimut tebalnya dengan menahan kekesalan yang teramat sangat. Kalau saja pria di seberang telepon itu bukan kakak iparnya, Kael bersumpah sudah akan memaki dan menutup panggilan itu sejak detik pertama.Ganda justru terkekeh puas di seberang sana. “Kapten kapalmu sendiri yang melapor padaku kalau kau dan Sabrina langsung tepar bersama begitu tiba di vila. Makanya, kalau sedang sakit itu istirahat, jangan malah bertingkah seolah kau masih berusia dua p

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   336. JANGAN SOK PERKASA!

    Sabrina mencoba memalingkan wajahnya yang memerah, namun jemari Kael dengan lembut namun tegas menopang dagunya, memaksa sepasang manik mata mereka untuk kembali beradu.“Kau meragukan ketangguhanku hanya karena aku sedang demam, hmm?” bisik Kael dengan suara bariton yang serak dan begitu mengintimidasi ego kelaki-lakiannya.Sabrina menggeleng cepat dengan raut panik yang menggemaskan, lalu berkata, “Kau ini apa-apaan sih? Turunlah, badanmu berat sekali!” Kael yang sudah dilanda cemburu aneh itu malah kembali bersuara, mengabaikan protes istrinya. Seringai tipisnya terbit, penuh dengan kilat provokasi yang seksi. “Bagaimana kalau kita tes bersama, apakah tenagaku ini sudah sepenuhnya pulih atau belum?”

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   38. KECURIGAAN NYONYA MAUREEN

    "Sumpah, Mbak. Beneran. Kenalin. Nama saya Teguh," pria itu mengangkat kedua tangannya, menyadari reaksi panik Sabrina. "Anaknya Pak Dadang. Bapak saya resign karena tangannya cedera parah sewaktu insiden begal tempo hari. Saya yang menggan

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   36. SERANGAN TERENCANA??

    Lampu rotator dari mobil patroli keamanan yang berhenti di depan lobi utama berpendar merah-biru, memantul di pilar-pilar marmer yang dingin. Kael tidak menunggu petugas itu turun untuk membukakan pintu. Dengan urat leher yang men

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   35. KEHABISAN NAPAS

    "Grandma!" raungan Kael pecah. Ia tidak mengejar penyusup itu. Fokusnya tunggal. Di samping tempat tidur jati yang megah, Nyonya Maureen tergeletak tak berdaya di atas karpet Persia yang mahal. Vas bunga porselen di dekatny

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   34. SIAPA ITU?

    Suara desis dari lubang ventilasi di langit-langit ruang kerja itu mendadak berubah nada. Bukan lagi hembusan udara sejuk yang keluar, melainkan bunyi sedotan mekanis yang berat dan konstan.&n

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status