Compartilhar

Bab 43

Autor: Chana Lee
last update Data de publicação: 2026-04-09 13:33:59

Pintu kamar itu sudah tertutup sejak beberapa menit yang lalu, tetapi suasananya masih terasa tertinggal di dalam ruangan itu. Indra berdiri di tempat yang sama, seolah tubuhnya belum menerima bahwa satu bagian penting baru saja pergi meninggalkannya. Hening yang tersisa bukan lagi tentang pertengkaran, melainkan tentang sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang belum sempat diselesaikan namun sudah terlanjur retak.

Laura masih di sana dan tidak berniat pergi dalam waktu dekat. Ia tidak bicara dan
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • SEXY HOT OFFER    Bab 56

    Nama itu menggantung di udara lebih lama dari yang seharusnya. Dina tidak langsung bereaksi, tetapi jelas tubuhnya menegang. Ia menatap Indra, mencoba memastikan apakah ia salah dengar atau tidak. Namun dari cara Indra mengatakannya, tidak ada ruang untuk salah tafsir.“Clara?” ulang Dina pelan, seolah sedang memastikan sesuatu dalam pikirannya sendiri. Ia pernah mendengar nama itu sebelumnya, meski tidak secara langsung. Dan sekarang, nama itu kembali muncul di saat yang paling tidak tepat.Indra mengangguk kecil tanpa banyak penjelasan. Ia tahu, menjelaskan sekarang tidak akan membuat keadaan lebih mudah. Justru bisa memperkeruh sesuatu yang sudah rumit sejak awal. Namun diam juga bukan pilihan yang lebih baik.“Dia yang pertama kali narik aku ke semua ini,” ucap Indra akhirnya, memilih jujur meski singkat. Nada suaranya tetap tenang, tetapi ada sesuatu yang lebih dalam di baliknya. Sesuatu yang bahkan ia sendiri belum sepenuhnya pahami.Dina menatapnya beberapa detik sebelum akhirn

  • SEXY HOT OFFER    Bab 55

    Gang itu kembali sunyi setelah sosok terakhir benar-benar menghilang. Tidak ada lagi suara langkah atau tekanan yang menyesakkan seperti beberapa menit sebelumnya, tetapi justru keheningan itu terasa lebih berat. Dina masih berdiri di dekat Indra dengan napas yang belum sepenuhnya stabil. Tangannya belum sepenuhnya lepas dari lengan Indra, seolah ia masih butuh memastikan bahwa semuanya benar-benar sudah selesai.Indra memasukkan ponselnya ke saku tanpa berkata apa-apa, tetapi jelas pikirannya tidak berhenti bekerja. Tatapannya lurus ke depan, namun fokusnya bukan pada jalan atau bayangan di sekitar mereka. Ada sesuatu yang sedang ia susun, potongan-potongan yang mulai terhubung satu sama lain. Dina memperhatikan perubahan itu, dan justru di situlah ia merasa semakin jauh dari Indra.“Indra…” suara Dina akhirnya keluar pelan, tidak lagi sekadar memanggil, tetapi membawa beban yang belum terucap. Indra menoleh sedikit, cukup untuk menunjukkan bahwa ia mendengar. “Kita pulang dulu,” uca

  • SEXY HOT OFFER    Bab 54

    Gerakan pria itu terlalu cepat untuk mata biasa.Namun tidak untuk Indra.Di detik ketika arah serangan itu berubah menuju Dina, sesuatu dalam diri Indra langsung bereaksi. Bukan lagi sekadar refleks, tetapi insting yang lebih dalam, lebih tajam, seolah tubuhnya sudah mengenali ancaman itu jauh sebelum terjadi.“Jangan bergerak!” bentak Indra keras sambil memutar tubuhnya.Dina yang sempat terpaku langsung tersadar. Tubuhnya menegang, tapi ia tidak melangkah mundur atau maju. Ia hanya diam, seperti yang diperintahkan, meski jantungnya terasa ingin keluar dari dadanya.Sementara itu…Indra sudah bergerak.Langkahnya meledak ke depan, jaraknya yang tadi beberapa meter seakan terpotong dalam satu tarikan napas. Tangannya langsung mengarah ke lintasan serangan pria itu, bukan untuk menahan, tetapi untuk mengubah arah.Benturan terjadi.Keras.Namun bukan pada Dina.Indra berhasil menggeser arah pukulan itu tepat sebelum mengenai tubuh Dina, membuat serangan itu meleset dan menghantam udar

  • SEXY HOT OFFER    Bab 53

    Dua pria itu terus berjalan mendekat tanpa memperlambat langkah. Wajah mereka tenang, tapi mata mereka fokus penuh ke arah Indra, seolah sudah mengunci target sejak awal. Tidak ada basa-basi, tidak ada ancaman verbal. Justru itu yang membuat situasinya terasa lebih berbahaya.Indra berdiri diam beberapa langkah di depan motor, posisinya sedikit bergeser agar tubuhnya menjadi penghalang antara mereka dan Dina. Tatapannya tidak lepas dari gerakan kecil lawan. Cara mereka melangkah, cara bahu mereka bergerak, hingga posisi tangan mereka yang tampak santai tapi siap menyerang kapan saja.Dina di belakangnya mencoba menahan napas. Ia tidak bergerak, tapi matanya terus mengikuti setiap detik yang terasa semakin berat. Ia mulai paham satu hal, orang-orang yang datang kali ini berbeda. Mereka tidak emosional, tidak gegabah. Mereka seperti mesin yang sudah tahu tugasnya.Salah satu dari mereka akhirnya berhenti sekitar tiga meter dari Indra. Ia sedikit memiringkan kepala, mengamati dengan lebi

  • SEXY HOT OFFER    Bab 52

    Indra tidak langsung menjawab pertanyaan Dina.Matanya masih terpaku pada kartu di tangannya. Simbol itu sederhana, hanya garis dan lingkaran yang saling bertaut, tetapi semakin lama ia melihatnya, semakin terasa berat di pikirannya. Seolah bukan sekadar tanda, melainkan sesuatu yang pernah ia kenal… sesuatu yang pernah ia miliki.Dina melangkah sedikit lebih dekat. “Indra…?” suaranya lebih pelan, kali ini bukan hanya penasaran, tetapi juga khawatir dengan perubahan ekspresi Indra yang semakin dalam.Indra akhirnya mengangkat sedikit kartu itu, memperlihatkannya lebih jelas. “Ini bukan kartu biasa,” ucapnya tenang. Nada suaranya tidak tinggi, tetapi terasa pasti. “Ini penanda. Orang yang pegang ini… bukan orang jalanan.”Dina mengernyit. “Maksudnya?”Indra tidak langsung menjawab. Ia justru menutup matanya sejenak, mencoba menangkap sesuatu yang terus berdenyut samar di kepalanya. Ada bayangan. Ada potongan suara. Ada perasaan yang tidak asing, tetapi belum bisa ia rangkai utuh.“Ini

  • SEXY HOT OFFER    Bab 51

    Angin malam masih terasa dingin ketika Indra dan Dina meninggalkan rumah itu. Langkah mereka tidak terlalu cepat, tetapi jelas tidak santai. Dina masih menggenggam tangan Indra erat, seolah takut jika ia melepaskannya, semua yang baru saja terjadi akan kembali menelannya.Indra tidak langsung bicara. Tatapannya lurus ke depan, namun pikirannya bergerak cepat, menyusun ulang semua yang baru saja terjadi. Ini bukan lagi sekadar konflik antar kelompok kecil, ini sudah menyentuh sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang bahkan belum sepenuhnya ia pahami.“Indra…” suara Dina pelan, sedikit bergetar, namun berusaha ditahan.Indra melirik sekilas tanpa menghentikan langkahnya. “Kamu aman sekarang,” ucapnya datar, tetapi nada suaranya cukup untuk menenangkan.Dina menelan ludah. “Mereka… bukan orang biasa,” lanjutnya, kali ini lebih serius.Indra berhenti.Langkahnya terhenti begitu saja di bawah lampu jalan yang redup. Ia perlahan menoleh ke arah Dina, menatapnya beberapa detik, seolah memastik

  • SEXY HOT OFFER    Bab 16

    Malam itu belum benar-benar selesai bagi Indra, meskipun tubuhnya sudah berdiri diam di dalam kamar hotel yang sunyi. Setelah panggilan kedua itu berakhir, ada sesuatu yang terus berputar di dalam kepalanya, bukan sekadar rasa penasaran, melainkan dorongan yang lebih dalam dan sulit dijelaskan. Ia

  • SEXY HOT OFFER    Bab 15

    Kata-kata itu tidak langsung hilang dari telinga Indra. Suara di seberang telepon sudah terputus, tetapi gema kalimat terakhirnya masih tertinggal, seolah menempel di dalam kepalanya dan menolak pergi. Ruangan yang tadi terasa hangat kini berubah menjadi lebih dingin, atau mungkin hanya perasaannya

  • SEXY HOT OFFER    Bab 14

    Ruangan itu kembali hening setelah kalimat Indra menggantung di udara. Tidak ada yang langsung menjawab, tetapi perubahan suasana terasa begitu jelas, seolah sesuatu yang tak terlihat baru saja bergeser dari tempatnya. Udara terasa lebih berat, bukan karena ancaman, melainkan karena keseimbangan yan

  • SEXY HOT OFFER    Bab 13

    Ruangan itu sunyi, tetapi bukan sunyi yang kosong. Ada tekanan halus yang menggantung di udara, seolah setiap gerakan memiliki arti. Indra berdiri tegak, tidak mundur meskipun jarak antara dirinya dan wanita itu sangat dekat. Tatapannya tetap stabil, tidak terpancing, tidak juga gugup. Wanita itu t

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status