Startseite / Rumah Tangga / SEXY PARIS / 4. Lost Her Panties

Teilen

4. Lost Her Panties

last update Veröffentlichungsdatum: 28.04.2026 16:08:40

Chapter 4

Pesta perjamuan berlangsung mewah dan meriah. Paris mulai lelah berdiri di atas sepatu tingginya mendampingi Arsen menyapa teman-temannya. Saat seorang pria yang ia kenal kenal sebagai salah satu pejabat penting di Perancis mendekati Arsen, Paris segera mengambil kesempatan. Setelah menyapa dan berbasa-basi sebentar Paris berbisik kepada Arsen meminta persetujuan Arsen untuk menikmati waktunya sendiri dengan dalih ingin memakan beberapa potong kue.

Paris tidak berbohong, ia memang menginginkan beberapa potong kue yang tampak manis tersusun rapi di atas meja. Ia memilih beberapa yang ia anggap menarik lalu menikmatinya di dalam mulutnya. Tiba-tiba seorang pria berperawakan tinggi tegap dan tentu saja tampan menghampirinya.

"Paris," sapa pria itu.

Paris dengan anggun menoleh ke arah sumber suara, ia melemparkan senyum manis yang paling manis dari bibirnya. "Hai."

Paris menyapa pria itu tanpa berniat menyebutkan namanya pria itu. Yang jelas Paris tidak tahu siapa nama pria itu, terlalu banyak pria di kota ini mengenalinya tetapi ia tidak pernah ambil pusing apalagi harus mengingat nama pria yang mengenalinya. Menurutnya itu sama sekali tidak penting, sangat tidak penting. Sudah terlalu banyak pria yang hadir dalam hidupnya

"Apa kau tidak ingat namaku?" Pria itu menaikkan sebelah alisnya. Sepertinya ia bisa membaca pikiran Paris yang tidak mengingat namanya.

"Oh, maafkan aku. Aku hanya ragu-ragu menyebutkan namamu karena terlalu banyak pria tampan sepertimu di dunia ini," ucap Paris.

Jika orang lain tahu Paris bermulut pedas, itu hanya berlaku kepada sugar baby yang telah selesai berurusan dengannya. Ia tidak pernah bermulut kasar dan pedas di luar itu, justru sangat manis, lembut dan memabukkan di depan para pria kaya.

"Aku Shane, suami Rachel, sahabatmu," kata pria itu memberitahu siapa dirinya.

Paris membelalakkan matanya yang indah. Itu benar-benar refleks karena ia tidak menyangka suami Rachel masih muda, tampan dan tidak mungkin jika pria itu tidak kaya.

"Oh, kau suami Rachel, Astaga. Wah... maksudku... aku sedikit tidak pandai mengingat nama-nama orang dan wajahnya karena aku... karena aku jarang keluar dari rumah, aku hanya berdiam diri di rumah. Itu membuat otakku sedikit melemah, maafkan aku," kata Paris dengan nada penuh sopan santun dan lemah lembut.

"Lupakan, tidak masalah. Itu bagus, memang seharusnya begitu, wanita yang telah bersuami tidak baik terlalu sering keluar rumah," kata Shane sambil meletakkan gelas anggur di tangannya ke atas meja.

Paris hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan Shane.

"Di mana suamimu?" Shane bertanya, diam-diam ekor matanya melirik ke bagian dada Paris yang terbuka.

"Oh, suamiku sedang berbicara dengan kliennya," jawab Paris dengan nada sangat sopan.

"Dan membiarkan istrinya yang cantik ini sendirian memilih makanan?" Shane menaikkan sebelah alisnya.

Paris melebarkan senyum di bibirnya. "Itu sama sekali bukan masalah, ini hanya masalah kecil," katanya.

"Aku menyukai wanita cantik yang pengertian," ucap Shane dengan nada menggoda.

Shane diam-diam tampak menatap wajah Paris, tatapannya fokus di bibir ranum Paris lalu turun ke leher jenjangnya dan semakin turun ke dasar Paris yang terbuka lebar. Pria itu menelan ludahnya sendiri.

Paris tak kalah jeli, diam-diam ia juga melirik ke mana arah ekor mata Shane mengarah. "Oh iya, omong-omong di mana Rachel? Aku tidak melihatnya." Ia berusaha mengalihkan fokus Shane.

"Kebetulan ia memiliki acara bersama keluarganya," jawab Shane nyaris tergagap.

"Ah, sayang sekali. Seharusnya aku bisa bertemu dengannya di sini," kata Paris dengan nada kecewa.

Konsentrasi Shane tampak terbagi. Ia hanya mengaggukkan kepalanya dengan gerakan canggung.

"Sepertinya aku harus menggunakan toilet. Shane, sampai jumpa," ucap Paris seolah ia mengakhiri perbincangan mereka.

Paris meletakkan piring kue yang ada di tangan kanannya kemudian ia melenggang menuju toilet wanita. Ia berdiri di depan wastafel untuk mencuci kedua tangannya sambil mengawasi wajahnya sendiri di cermin. Sudut bibirnya mengulas senyum licik.

Setelah mencuci kedua tangannya ia mendekati tempat pengering tangan, tiba-tiba sebuah lengan melingkar di pinggangnya Paris. Tidak lama kemudian Paris diseret tanpa perlawanan dan di bawa masuk ke dalam salah satu toilet.

***

"Sayang," erang paris sambil bibirnya mencumbu bibir Arsen di dalam mobil yang dikemudikan oleh Dargon.

Arsen memberikan apa yang Paris minta, ia membelai bibir Paris menggunakan bibirnya, memasukkan lidahnya untuk membelai lidah Paris yang lembut dan hangat.

"Aku ingin kau menciumku di tempat yang lain," erangnya dengan nada memohon.

Arsen menangkup wajah istrinya menggunakan kedua telapak tangannya. "Berapa banyak anggur yang kau minum, Sayang?"

Paris menatap bibir Arsen dengan tatapan penuh gairah, ia tidak menghiraukan pertanyaan Arsen. Ia mendaratkan bibirnya di bibir Arsen mengisapnya seolah hanya bibir Arsen yang mampu menuntaskan rasa dahaganya. Paris sama sekali tidak mabuk, ia tidak meminum anggur setetes pun, ia menginginkan belaian lidah Arsen di tempat pribadinya karena Shane menggodanya di sana dan Paris demi menjaga citranya sendiri ia menolak Shane untuk melanjutkan.

Tidak pantas melakukan di toilet! Shane harus melakukan di tempat yang sepantasnya jika ingin bercinta dengannya.

"Arsen, aku ingin dirimu sekarang," erang Paris.

Arsen membelai wajah istrinya. "Kita akan melakukannya nanti setelah kita tiba di rumah," katanya dengan nada membujuk.

"Arsen, aku tidak tahan lagi...."

"Ada Dargon di sini, sayangku," bisik Arsen.

"Apa pedulinya...."

"Sayangku, bersabarlah." Arsen membujuk istrinya kembali.

"Aku ingin kau menciumku di sini," rengek Paris.

Paris beringsut ke pangkuan Arsen, ia meraih telapak tangan Arsen dan menuntunnya menuju daerah sensitifnya.

Arsen menghela napasnya, ia tidak pernah menyangka jika Paris benar-benar liar. Awalnya ia terkejut tetapi seiring berjalannya waktu ia memahaminya dan Arsen pun hanya bisa menuruti apa keinginan Paris. Telapak tangannya menyusup di antara kedua paha paris tetapi ia terkejut karena ia menemukan Paris tidak mengenakan pakaian dalam.

"Di mana pakaian dalammu?"

Paris terkesiap, ia nyaris terkejut tetapi ia dengan sangat lihai menyembunyikannya. Ia tidak ingat di mana ia meletakkan pakaian dalamnya, mungkin saat Shane menarik pakaian dalamnya, pria itu membuangnya ke dalam tempat sampah di dalam toilet. Shane menggodanya hingga ia hampir tidak mampu bertahan, itulah sebabnya Paris menghentikan Shane lalu ia keluar dari dalam toilet dan mencari suaminya. Merengek dengan manjanya mengajak Arsen meninggalkan pesta perjamuan meski waktu masih panjang. Dari pada berada di dalam pesta dengan denyutan nakal yang menghantui bagian bawah perutnya lebih baik ia bercinta di rumah bersama suaminya. Setidaknya itu bisa mengobati rasa yang menyiksanya.

"Aku tidak sengaja membasahinya, aku membuangnya," ucapnya. Begitu ringan seringan jaring laba-laba.

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • SEXY PARIS    14. Karma is a Little Bitch

    Dua bulan telah berlalu sejak Samuel bertemu dengan Paris di Tokyo, selam itu ia lebih sering berselancar di dunia maya, mengobrak abrik dunia maya untuk mencari Paris tetapi hasilnya nol. Ia mencari Paris di jajaran media sosial para gadis kalangan kelas atas di Swiss tetapi satupun foto wanita itu tidak muncul di layarnya, ia belum menyerah, ia masih memiliki tekad untuk mencari wanita itu dan akan merebutnya dari suaminya. Bagimanapun caranya, ia harus mendapatkan Paris.Kini Samuel berada di Paris, bukan untuk mengejar Paris karena ia tidak tahu Paris ada di Paris. Samuel kembali ke negaranya karena ia memang berasal dari Perancis, ia lahir dan besar di sana. Ibunya memanggilnya dan berbohong, wanita itu mengatakan jika ayahnya terkena serangan jantung dan sedang dirawat di rumah sakit tetapi faktanya pria itu sangat sehat, segar dan bugar bahkan Samuel bermain ski board di jalanan bersama ayah tirinya itu tadi pagi. Bahkan pria itu juga sanggup bermain badminton dan mungkin berla

  • SEXY PARIS    13. PARIS

    Paris berdiri di balkon sambil menatap menara Eiffel. Menara Eiffel, orang-orang menyebutnya sebagai lambang keromantisan dan cinta. Meskipun menjadi simbol romantisme, menara ini juga sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kisah cinta atau roman asmara perancangnya seperti Taj Mahal di India dan Mirabell Palace di Austria. Eiffel dibangun untuk sebuah perhelatan pameran dunia bertajuk Exposition Universelle tahun 1889 sekaligus memperingati 100 tahun hancurnya penjara Bastille sebagai simbol bergulirnya Revolusi Perancis.Belum pernah dalam hidup Paris merasakan perasaan yang tidak ia mengerti, perasaan tidak menentu yang terasa begitu menyesakkan dadanya. Perasaan yang membuat suasana hatinya sangat kacau hingga tidak bersemangat melakukan apa pun. Hanya bersama Samuel selama tiga hari tetapi pria itu seolah mengambil alih seluruh hidupnya. Dua Minggu sudah ia berada di Paris tetapi untuk berkumpul bersama teman-temannya melakukan arisan seperti biasa ia sama sekali tidak memiliki

  • SEXY PARIS    12. Am I your Friend?

    Bangun tidur dengan seorang wanita di dalam pelukannya, itu adalah pengalaman pertama kali dalam hidup Samuel. Memang ini bukan pertama kali tidur dengan wanita tetapi tidur memeluk wanita hingga pagi hari, ini adalah pertama kali dalam hidup Samuel. Ia menatap wajah Paris dengan intens, ia memuaskan panca indranya untuk menikmati kecantikan wanita yang masih tidur dengan nyaman di atas bantalnya. Alisnya yang tajam terbentuk sempurna, bulu mata yang tebal dan lenti, bibir yang ranum berwarna merah jambu. Bentuk tulang hidung yang tampak pas dan rahang yang tegas, kulitnya begitu halus seindah poselen. Ia yakin bukan hanya dirinya yang terpesona dengan kecantikan Paris tetapi ada ribuan pria yang memuja kecantikan wanita yang masih merahasiakan namanya itu. Bibir Samuel mengulas senyum tipis, ia dengan perlahan melepaskan pelukannya dari tubuh Paris kemudian menutupi tubuh Paris dengan selimut, memastikan Paris tidur dengan nyaman kemudian ia bergerak untuk meninggalkan ranjang mesk

  • SEXY PARIS    11. Be Mine

    11. Be Mine "Bagaimana? Indah, bukan?" tanya Samuel sambil mengarahkan kameranya ke arah Paris yang duduk di bagian depan perahu.Paris menganggukkan kepalanya. Tatapan matanya tampak berbinar dengan indah."Kau pasti ingin kembali ke sini untuk menikmati hanami lagi tahun depan," kata Samuel dengan nada meyakinkan."Sepertinya.""Aku akan menemanimu," kata Samuel sambil terus mengarahkan kameranya kepada Paris."Aku tidak ingin lagi bertemu denganmu," ucap Paris tetapi bibirnya tersenyum manis."Astaga," gerutu Samuel.Paris tidak menanggapi Samuel yang menggerutu, ia benar-benar menikmati sensasi menaiki perhu kecil di atas sungai yang tidak pernah ia rasakan seumur hudupnya. Ia kembali mengarahkan kameranya ke arsh Paris, ia merasa bunga Sakura sungguh serasi dengan kecantikan Paris. Untuk pertama kalinya ia merasa mendaptkan kepuasan yang luar biasa dari jepretan kameranya. "Kenapa kau sangat cantik?" tanya Samuel tiba-tiba.Mendengar pujian Samuel membuat wajah Paris tanpa ter

  • SEXY PARIS    10. Hanami

    10. HanamiKetika Paris hendak memasuki restoran tiba-tiba telapak tangan Samuel meraih pergelangan tangan Paris kembali lalu sebelah tangannya meraih pinggang Paris dengan cara yang sangat posesif. Membuat jarak mereka sangat dekat, nyaris hanya dipisahkan kain yang melekat pada tubuh mereka. Paris tampak menahan napasnya, membelalakkan matanya menatap Samuel dengan tatapan permusuhan yang selalu ditunjukkan oleh Paris sejak ia bertemu Samuel hari itu.Samuel menatap wajah Paris langsung dengan tatapan datar. "Jika berani membatalkan pemotretan ini, aku akan menelanjangimu di sini," ucapnya dengan nada sarat ancaman.Lalu menyeret paksa Paris ke sudut teras agar tidak menghalangi orang yang akan melewati pintu.Paris mengangkat dagunya dengan angkuh. "Kau pikir aku takut? Telanjangi saja!"Samuel tersenyum miring. "Oh, rupanya kau pemberani sekali, ya? Kau tidak sabar ingin bercinta denganku, bahkan kau ingin bercinta di tempat umum seperti ini," katanya.Paris membalas senyum miring

  • SEXY PARIS    9. I'm Not a Gigolo

    Apa yang Paris dengar dari Rachel pastinya sangat mencengangkan baginya tetapi ia tidak mungkin mengatakan kepada sahabatnya bahwa ia telah tidur bersama pria yang entah dari mana datangnya, itu melukai harga dirinya. Untunglah Rachel berbicara lebih cepat sehingga ia tidak perlu mempermalukan dirinya sendiri."Aku tidak memerlukannya malam ini," ucap Paris dengan nada yang ia buat senatural mungkin. Setelah berbasa-basi sedikit Paris menutup panggilannya kemudian ia menekan pelipisnya menggunakan sebelah tangannya.Akan aku cabik-cabik jika aku memiliki kesempatan untuk bertemu dengan pria itu.Memeriksa jam yang berada di ponselnya Paris memutuskan untuk turun dari tempat tidur kemudian ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah membersihkan tubuhnya Paris memanggil ketiga pelayan yang ia bawa dari Perancis untuk mengurus dirinya karena hari ini ia memiliki jadwal untuk berkeliling di beberapa tempat di Tokyo untuk mengabadikan kunjungannya dengan berfoto.**

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status