Home / Rumah Tangga / SEXY PARIS / 5. Play with Rachel's Husband

Share

5. Play with Rachel's Husband

last update publish date: 2026-04-28 16:09:53

Chapter 5

"Sayang..." Paris memanggil suaminya, ia berjalan dengan langkah kaki cepat menurun menuruni anak tangga kemudian segera menghampiri Arsen yang sedang duduk menikmati sarapannya paginya. Itu adalah dua hari setelah Paris berkenalan dengan Shane.

Arsen meletakkan garpu di tangannya lalu mengambil lap bersih untuk menyeka bibirnya. "Selamat pagi, sayangku."

"Kau tidak membangunkanku," rengek Paris yang langsung duduk di pangkuan Arsen.

"Tidurmu sangat nyenyak, aku tidak ingin mengganggumu." Arsen membenarkan posisi duduk Paris agar dapat duduk nyaman di pangkuannya. Matanya menatap dada Paris yang tegak di balik gaun tidur yang terbuat dari sutra mahal.

"Kau tidak memikirkan perasaanku, aku ingin melihatmu sebelum kau pergi bekerja," ucap Paris dengan nada manja.

Pria mana yang tidak bertekuk lutut jika memiliki istri cantik jelita dan selalu bersikap manis serta berperilaku menggemaskan.

Sudut bibir Arsen terangkat, ia meletakkan sebelah tangannya di atas kepala Paris. "Maafkan aku, aku sangat ingin bersamamu sepanjang hari."

"Benarkah? Kalau begitu tetap di rumah, temani aku sepanjang hari ini. Bagaimana?" Paris mengalungkan kedua lengannya di leher suaminya, bergelayut manja.

"Aku akan mencari waktu tepat nanti, tidak hari ini," ucap Arsen seraya memindahkan kedua telapak tangannya di pinggang Paris.

Paris mendaratkan bibirnya di dagu suaminya dengan sangat sensual ia menyapukannya hingga ke dekat telinga Arsen.

"Jangan menggodaku," ucap Arsen dengan suara parau.

"Sayang, aku sedang merasa sangat bosan, bolehkah aku ikut pergi ke perusahaan?" tanya Paris dengan nada memelas.

"Kau akan semakin bosan jika tinggal di perusahaan, lebih baik kau pergi berbelanja," jawab Arsen mencoba memberikan solusi. Paris mengikutinya ke perusahaan adalah sebuah bencana, ia tidak akan bisa bekerja karena istrinya terus saja menggayuti tubuhnya.

"Tidak, aku tidak ingin melakukannya," rengek Paris. Ia justru memindahkan lengannya ke pinggang Arsen lalu mendekap erat pinggang itu seperti gurita yang menempelkan tentakelnya.

"Lalu apa maumu?" tanya Arsen dengan nada membujuk.

Diam-diam Paris menyeringai di balik tubuh Arsen. Wanita licik penuh tipu daya itu sedang menyusun rencana liciknya.

"Ayo kita pergi berbulan madu, ulang tahun pernikahan kita belum sempat dirayakan, kau terlalu sibuk," ucapnya dengan nada memohon.

Arsen mendaratkan bibirnya di atas kepala paris. "Baiklah, aku akan merencanakannya. Bagaimana jika bulan depan?"

"Aku ingin hari ini, aku sedang bosan saat ini bukan bulan depan. Astaga, aku sangat bosan berada di rumah sepanjang hari dan kau memintaku menunda kebosananku hingga bulan depan? Ayolah, suamiku tersayang, aku akan menjadi cepat tua," omel Paris dengan nada manis.

Arsen terkekeh. "Tidak sayangku, percayalah kau tidak akan menua secepat itu."

"Tapi, aku hampir mati bosan," erangnya.

"Sayangku...." Arsen menjeda ucapannya sejenak, ia meletakkan dagunya di atas kepala Paris. "Pekerjaanku sangat banyak, aku tidak bisa begitu saja meninggalkannya... bagaimana jika kau pergi berlibur hari ini? Setelah itu... bulan depan, kita rencanakan bulan madu kita."

"Aku benar-benar istri yang malang..." erang Paris. "Kau tidak mencintaiku...."

"Sayangku, jangan membuat aku merasa bersalah," ucap Arsen seraya mengecup puncak kepala Paris, sementara Paris tidak menjawab. Perlahan Arsen mengubah posisinya, tangannya menangkup kedua pipi Paris. "Aku sangat memujamu."

Bibir Paris tampak memberengut, ia tidak menanggapi ucapan suaminya.

"Apa kau ingin pergi bersama teman-temanmu?" tanya Arsen dengan nada membujuk.

Pendar mata Paris tampak menyala-nyala, bibirnya yang memberengut tampak mengulas senyum tipis. "Kau mengizinkan?"

"Kapan aku tidak mengiyakan keinginanmu?" Arsen menaikkan sebelah alisnya. "Ke mana kau ingin pergi?"

"Aku ingin ke Tokyo, aku ingin melihat bunga Sakura di sana," jawab Paris cepat.

"Baiklah, sayangku. Aku akan siapkan pesawat pribadi untukmu," kata Arsen sambil menyentuhkan ujung hidungnya ke hidung Paris.

"Bolehkah aku menggunakan penerbangan biasa?" pinta Paris.

Arsen menarik wajahnya menjauh dari wajah Paris, merasa heran karena tidak biasanya Paris bertingkah seperti itu. Istrinya adalah penggila kemewahan tetapi kali ini ia menginginkan penerbangan biasa.

"Kenapa?"

"Aku ingin perjalanan biasa," jawab Paris.

"Baiklah, aku akan instruksikan sekretarisku untuk menyiapkan keperluanmu. Penerbangan jam berapa yang kau inginkan?" tanya Arsen. Tatapan mata birunya begitu lembut menatap mata Paris.

"Jam berapa saja tidak masalah," jawab Paris.

"Gadis baik, bawa tiga pelayan untuk mengurusmu," kata Arsen.

"Satu cukup, kurasa...." Paris menjawab dengan nada tidak yakin.

"Tiga," ucap Arsen dengan nada tidak bisa di bantah.

Paris, si rubah licik itu hanya menyeringai di dalam benaknya.

***

"Sebelum kau mencicipi tubuhku, kau ingat kesepakatan kita, bukan?" tanya paris yang telah polos tanpa menggunakan apa pun di tubuhnya. Tubuhnya dengan gayanya yang sensual menempel di tubuh Shane yang telah siap menerkamnya.

"Ya, hanya satu kali. 2% saham yang kau minta telah menjadi milikmu, dokumennya kau juga telah menandatanganinya kemarin," jawab Shane setengah menggeram, ia tidak sabar lagi ingin merasakan dirinya berada di dalam tubuh Paris.

Shane adalah pria kaya, Paris tidak mungkin begitu saja menyerahkan dirinya kepada pria kaya tanpa transaksi. Ia harus mendapatkan keuntungan dari Shane yang sedang mabuk kepayang ingin mencicipinya.

"Pertama, kau tidak boleh berada di atasku. Kedua kau tidak boleh berhenti sebelum aku puas. Jika kau bisa memenuhi standarku, aku akan memberikanmu kesempatan kedua untuk bersamaku lagi," ucap Paris sambil satu telapak tangannya mengelus dada Shane yang kokoh sementara satu telapak tangannya berada di perut Shane yang berotot.

Shane hanya menggeram merasakan sentuhan lembut telapak tangan Paris di kulitnya.

"Karena kau membeliku, aku akan menyenangkanmu, hingga kau tidak bisa melupakan aku, Shane...."

Paris melahap bibir Shane mencumbunya dengan cara yang sangat menggoda. Sementara tangannya yang berada di perut Shane terus turun hingga ke pangkal paha milik Shane. Menemukan sesuatu yang keras dan kokoh di antara paha Shane.

Apa yang Rachel cari? Batin Paris bertanya-tanya karena yang Paris lihat, Shane memiliki ketampanan yang mendekati sempurna dan pastinya kekayaan yang melimpah.

Tangan Paris membelai benda kokoh milik Shane, gerakannya penuh kasih sayang membuat Shane menggeram karena nikmat.

"Aku sebenarnya tidak terlalu menyukai pemanasan. Tetapi, bersamamu aku akan berikan itu karena kau terlalu cantik untuk di lewatkan."

Paris tidak menggubris ucapan Shane tetapi yang jelas wanita mana pun tidak akan menyukai tipe pria serakah seperti itu. Pria yang hanya memikirkan dirinya.

Telapak tangan Shane yang awal mulanya berada di pinggang Paris berpindah ke bokong Paris yang kenyal, ia meremasnya penuh gairah. Kemudian ia mengangkat Paris membawanya ke atas ranjang. Merebahkan tubuh molek Paris di sana lalu membenamkan lidahnya di antara kedua paha Paris. Memorak-porandakan Paris hingga tubuh Paris terasa hancur berkeping-keping.

Permainan Shane di ranjang menurut Paris sangat kasar, meski bagi Paris bukan masalah karena ia bisa mengimbangi tetapi Paris mengerti mengapa Rachel mengerti mengapa Rachel mencari pria di luar. Sahabatnya itu mencari pria yang lembut yang memperlakukannya di atas ranjang dengan benar. Paris masih memimpin permainan sesuai perjanjian tetapi tak urung tubuhnya terasa nyaris remuk karena Shane melakukannya nyaris tanpa kelembutan.

"Bagaimana jika kau menceraikan Arsen? Menikahlah denganku," ucap Shane setelah pergulatan panas membara mereka berakhir.

Paris meletakkan kepalanya di dada Shane seperti seekor anak kucing yang manja. "Kau beristri, Shane," jawabnya.

"Aku akan menceraikan Rachel jika kau menceraikan Arsen." Shane membelai rambut Paris, gerakannya begitu lembut.

"Hhm... aku tidak ingin persahabatanku dan Rachel hancur karena skandal kita. Setelah ini kita tidak boleh mengulanginya lagi," kata Paris dengan nada lirih seolah terdengar sedang menyesali perbuatannya.

Kau memang bisa bertahan lebih lama dari Arsen tetapi kau sama sekali bukan pria yang kucari.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • SEXY PARIS    Penutup

    "Ini adakah tempat terbaik," ucap Paris, wanita itu setengah mengapung di pinggir kolam renang belakang rumahnya. Rumahnya adalah tempat terbaik di muka bumi ini, Samuel. Ya, Samuel, pria itu adalah tempatnya berteduh. "Kemarilah, Sayang!" Samuel memanggil istrinya agar mendekat. Paris terkekeh. "Tidak mau, di situ dalam," ujarnya sambil kakinya berputar-putar di dalam air. "Ya Tuhan, ini hanya sampai dadaku," ujar Samuel. "Itu berarti sampai di daguku," kata Paris yang tetap menolak mendekati suaminya. "Kau tidak akan tenggelam." Samuel akhirnya mendekati Paris. "Aku memiliki ide terbaik di kepalaku, apa kau tahu?" "Oh ya? Katakan." Paris berdiri, air di pinggir kolam hanya sebatas pahanya membuat dadanya yang berisi terbungkus bikini basah tampak menonjol sempurna. Samuel melirik ke arah boks bayi yang tertutup kelambu di teras halaman belakang rumah mungil mereka. "Karena Caramella sedang tidur, sepertinya kita bisa bersenang-senang," katanya sambil merengkuh ist

  • SEXY PARIS    Expart 4

    "Aku sungguh tidak menyangka jika kau akan kembali menikah secepat ini, Paris." Ursula dan Paris sengaja bertemu di sebuah kedai kopi yang berada di sekitar sungai Seine. Sungai Seine adalah sungai yang membelah kota Paris, sungai ini menjadi jalur transportasi komersial lalu lintas air. Di samping kanan dan kiri sungai terdapat bangunan-bangunan bersejarah dengan desain klasik yang sangat menawan dan memanjakan mata. Paris tersenyum. "Aku tidak menyangka akan menjadi begini." Ia menatap Samuel yang bersandar di pagar pembatas sungai, pria pujaannya itu sedang berbicara dengan teman kencan Ursula meskipun tatapan matanya terus mengarah kepadanya. "Kurasa kalian benar-benar saling jatuh cinta," ujar Ursula yang mengekori ke mana arah tatapan mata Paris. "Aku baru tahu jika jatuh cinta rasanya sangat indah," gumam Paris. Andai waktu bisa di putar kembali, ia ingin bertemu Samuel lebih awal agar tidak ada yang tersakiti oleh mereka. Ah, sayangnya tidak ada seandainya di muka

  • SEXY PARIS    Expart 3

    "Kau yakin rumah ini yang kau pilih?" tanya Samuel saat mereka berada di halaman belakang rumah yang akan mereka beli. Paris mengangguk, setelah menikah nanti mereka telah mantap akan menetap di Swiss. Rumah itu adalah rumah ketiga yang mereka lihat, memang tidak terlalu besar, hanya ada dua kamar tidur di lantai bawah dan tiga kamar tidur di lantai atas. Tetapi, rumah itu cukup nyaman karena halamannya sangat luas dan tentunya memiliki kolam renang di halaman belakang. "Kau memilih karena ada kolam renangnya?" tanya Samuel, ia menaikkan sebelah alisnya. Paris menyeringai. "Aku bisa kok berenang," ujarnya dengan nada tidak terima. "Di Tokyo kau ketakutan," ucap Samuel menggoda Paris. Ia masih mengingat betapa Paris ketakutan saat menaiki perahu di atas air sungai. Paris kembali menyeringai. "Aku belum pernah berenang di sungai, jelas saja aku takut," katanya membela diri. "Ya, aku percaya. Kau bisa berenang tapi di kolam renang anak-anak." Samuel menatap Paris dengan t

  • SEXY PARIS    Expart 2

    "Wow...!" Paris terpesona dengan pemandangan di depannya. Mereka berada di Lauterbrunnen, Lauterbrunnen adalah desa yang indah di Swiss dengan jumlah populasi sangat sedikit, tetapi memiliki pemandangan yang sangat yang indah. Terletak di lembah Lauterbrunnen dan terdiri dari desa Lauterbrunnen, Wengen, Mürren, Gimmelwald, Stechelberg dan Isenfluh. Nama "Lauter Brunnen" memiliki arti banyak air mancur, yang menunjukkan keagungan lanskap ini. Ada tujuh puluh dua air terjun di sana dan yang paling terkenal adalah air terjun Staubbach dengan ketinggian air terjun hampir 300 meter dari permukaan batu yang menjorok, menjadikannya sebagai salah satu air terjun tertinggi di Eropa. "Aku yakin kau belum pernah mengunjungi tempat ini," ucap Samuel sambil memasang lensa kameranya. "Sam, ini sangat indah...." kata Paris sambil memasang topi di kepalanya. "Apa kau akan mengajakku berkeliling dunia?" Samuel terkekeh. "Apa kau ingin?" Paris mengangguk. "Ambil fotoku, di sini," ucapn

  • SEXY PARIS    Expart 1

    "Bonne après-midi....""Kau datang untuk menggodaku lagi, Zac...." Mata Paris masih fokus ke arah kalkulator, sebelah tangannya memegang pulpen. Ia sedang berada di ruang kerjanya yang sederhana mencatat laporan barang keluar dari tokonya. "Zac?" Suara itu semakin dekat dan juga... itu bukan suara Zac, kakaknya. Ia mendongakkan kepalanya. "Sam...," desah Paris melihat siap yang ada di ruang kerjanya.Samuel tersenyum, pria itu menaikkan sebelah alisnya sambil melangkah mendekati Paris, wanita pujaannya, wanita yang sangat ia rindukan juga paling ia cintai. "Siapa Zac?" Paris meletakkan pulpen di tangannya, ia bangkit dari duduknya. "K-kau datang?" "Aku merindukanmu," ucap Samuel sambil merengkuh Paris ke dalam pelukannya. "Sayangku...."Paris melingkarkan lengannya di pinggang Samuel, wanita itu memejamkan matanya, menghirup aroma pria yang sangat ia rindukan. Pria yang setiap saat bayangannya seolah terpatri di dalam otaknya, pria bermata cokelat almon yang menggetarkan hatinya

  • SEXY PARIS    30. End

    Sekuat apa pun Paris mengusirnya, Samuel tidak akan pergi dari tempat itu. Yang harus pergi adalah Arsen, pria itu tidak akan pernah mengalah apalagi jika menyangkut kepemilikan Paris. Mereka bersitegang kembali tetapi Samuel dengan sigap ia menangkap tubuh Paris, mengurungnya di dalam pelukannya, menghujani rambut di kepala Paris dengan kecupan bertubi-tubi.Paris milikku. Sulit membedakan obsesi dan cinta, yang jelas ia tidak bisa jika harus kehilangan Paris. Sudah cukup beberapa hari di lalui tanpa Paris, rasanya sangat mengerikan karena ia hampir tidak mampu bernapas. Ia ingin hidup bersama Paris, menghirup udara yang sama bersama wanita itu. Samuel tidak akan pernah melepaskan Paris, tidak dengan cara apa pun."Dengarkan aku, Sayang." Samuel terus memeluk Paris dengan posesif. Meski Paris meronta, menangis mengamuk memukulinya, Samuel sama sekali tidak peduli."Aku tidak ingin mendengarkanmu!" teriak Paris."Sayangku, aku tahu aku salah, aku menghilang beberapa hari, aku tahu,

  • SEXY PARIS    4. Lost Her Panties

    Chapter 4 Pesta perjamuan berlangsung mewah dan meriah. Paris mulai lelah berdiri di atas sepatu tingginya mendampingi Arsen menyapa teman-temannya. Saat seorang pria yang ia kenal kenal sebagai salah satu pejabat penting di Perancis mendekati Arsen, Paris segera mengambil kesempatan. Setelah meny

  • SEXY PARIS    3. Woman on Top

    Chapter 3Penuh sandiwara, itulah Paris."Sayang...!" seru Paris seraya melangkah cepat menghampiri suaminya lalu menghambur ke dalam pelukan Arsen. "Sayang, kau ada di rumah rupanya. Kau kembali begitu cepat, apa hari ini ada acara khusus?" tanya Paris dengan nada manja yang mampu membuat Arsen be

  • SEXY PARIS    2. Play with Sugar Baby

    Chapter 2Hujan lebat mengguyur kota Paris pagi itu. Di dalam sebuah mobil yang melaju membelah jalan kota Paris yang lengang dengan kecepatan sedang seorang pemuda tampan dengan rakus mencumbu bibir ranum Paris, erangan yang terlepas dari bibir Paris seolah mengalahnya suara derasnya air hujan yan

  • SEXY PARIS    1. Sex Toys

    Hola! Chapter 1 Paris adalah ibu kota Perancis. Terletak di sungai Seine, di utara Perancis, di jantung region Île-de-France. Kota Paris pada batas administratifnya memiliki penduduk 2.167.994 jiwa. Paris terkenal sebagai kiblat fashion dunia. Paris juga terkenal dengan sebutan "city of light"

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status