ANMELDENKelvin memeriksa waktu. Sekarang sudah hampir tengah malam.Dia berpikir sejenak, lalu memanggil taksi dan kembali ke Vila Lamur Prime.Ketika tiba di vila, dia mendapati pemuda berjaket hoodie berjongkok di sana lagi.Dia sama sekali tidak terkejut. Selama periode ini, Kate selalu tinggal di sini dan pria ini adalah penguntit. Kelvin sudah agak terbiasa dengan keberadaannya.Melihat Kelvin, seperti biasa, orang itu langsung pergi.Setelah tiba di rumah, Kelvin mendapati Kate berbaring di sofa lantai bawah. Dia sedang melihat ponsel dengan gembira.Melihat Kelvin kembali, Kate mendongak dan bertanya, "Di mana kakakku?""Dia di rumah sakit," jawab Kelvin. "Aku naik dan tidur dulu."Setelah berpikir sejenak, dia bertanya, "Ngomong-ngomong, kamu pernah bilang ada orang yang selalu mengikutimu, 'kan? Aku lupa apa alasannya mengikutimu."Kate tertegun sejenak sebelum menjawab, "Maksudmu ... Felix?""Aku nggak tahu namanya." Kelvin berujar, "Pokoknya, yang lagi jongkok di depan itu."Kate me
Waktu berlalu secara perlahan. Di lantai bawah, Yasmin yang sedang bermain ponsel tiba-tiba menyadari teriakan dan suara pukulan di lantai atas telah berkurang.Dia pun menghela napas panjang dan berkata, "Dia seharusnya sudah menurut. Niveria, oh Niveria, ini bukan salahku. Aku juga nggak bisa bantu apa-apa. Suamimu mungkin nggak akan selamat."Dia menggeleng sambil menghela napas, lalu lanjut memainkan ponselnya lagi.Tanpa terasa, sekitar setengah jam telah berlalu.Tiba-tiba, Yasmin mendengar suara langkah kaki.Dia pun mendongak dan melihat ke arah pintu masuk lantai atas dengan penuh semangat sambil bertanya, "Gimana? Apa dia sudah serahkan ...."Namun, saat berbicara sampai setengah, ekspresinya tiba-tiba membeku. Kemudian, dia berseru dengan terkejut, "Kenapa malah kamu?"Kelvin meliriknya dengan acuh tak acuh dan membalas, "Kenapa? Kamu merasa aku nggak seharusnya berjalan keluar?"Untuk sesaat, Yasmin tidak tahu harus bagaimana menjawab pertanyaan Kelvin.Melihat Kelvin sama
Naufal terbaring di lantai.Dia buru-buru berkata, "Kelvin, tenanglah. Aku ini ahli alkimia level dua. Dengan sepenuhnya bermusuhan dengan kami, itu nggak akan menguntungkan bagimu.""Tenang?" Kelvin meliriknya dengan acuh tak acuh dan menyahut, "Kamu baru saja bilang bahwa kamu pernah menerima bantuan dari kakekku. Kakekku bahkan mengajarimu Teknik Akupunktur Cahaya Emas. Sekarang, kamu bukan cuma nggak balas budi, malah membalas air susu dengan air tuba dan mau monopoli semua teknik pengobatan kakekku. Dengan membiarkanmu hidup, kamu akan jadi malapetaka cepat atau lambat!"Setelah berbicara sampai di sini, Kelvin menatap Arya dan Larry sambil berkata, "Aku cukup terkejut kalian bisa sembuhkan efek Teknik Akupunktur Kehilangan Akal pada Edric dan Nelson. Tapi, aku nggak tahu ... apa kalian bisa sembuhkan diri kalian sendiri.""Kamu mau pakai Teknik Akupunktur Kehilangan Akal pada kami?" Wajah Naufal seketika berubah drastis.Teknik Akupunktur Kehilangan Akal bisa menyebabkan kematian
Pada detik berikutnya, segenggam jarum akupunktur muncul di tangan kanan Kelvin. Begitu dia menggerakkan satu tangannya, jarum-jarum itu langsung berjejer membentuk satu barisan rapi."Bukannya kalian mau tahu cara mengendalikan jarum dari jarak jauh ini?" Kelvin mencibir, "Aku akan menunjukkannya pada kalian!"Syut!Dengan satu lambaian tangannya, jarum-jarum akupunktur itu langsung terbang dan mendarat satu per satu di tubuh Naufal. Sekujur tubuh Naufal gemetar dan tidak mampu bergerak lagi.Darah terus mengalir dari mulutnya. Dia menatap Kelvin dengan ketakutan sambil berkata, "Sembilan lubang batinmu ... sudah terbuka semuanya! Mana mungkin? Tunggu, kamu jelas-jelas sudah pingsan sebelumnya. Meski sembilan lubang batinmu sudah terbuka, kapan kamu ...."Kelvin menatapnya dengan dingin dan menyahut, "Dari rumah sakit sampai sekarang, aku cuma bersandiwara. Aku mau tahu apa tujuanmu memberiku Bubuk Pemicu Kantuk. Tak kusangka ... kalian ternyata menginginkan teknik kultivasi dan pengo
Naufal menaruh pil di mulut Kelvin. Setelah beberapa saat, Kelvin perlahan-lahan sadar kembali.Melihat kamar tidur yang luas, Kelvin mengerutkan kening sambil menatap sekelompok orang itu."Kamu merasa seluruh tubuhmu lemas, 'kan?" Naufal berkata sambil tersenyum tipis, "Kamu masih terlalu muda!"Yohan menyeringai jahat dan menatap Kelvin dengan penuh kebencian sambil berujar, "Nak, bukannya kamu cukup hebat sebelumnya? Sialan! Bukannya kamu punya keterampilan pengobatan yang tinggi? Kenapa kamu nggak sembuhkan dirimu sendiri? Kamu nggak nyangka akan berakhir di tanganku, 'kan?"Kelvin menatap keempat pria itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun."Sudahlah, aku juga nggak akan basa-basi lagi denganmu!" Naufal tersenyum tenang dan berujar, "Sekarang, aku akan beri kamu dua pilihan. Pertama, serahkan semua keterampilan medis, resep obat, teknik alkimia, teknik kultivasi, dan teknik akupunktur yang ditinggalkan Tristan kepadamu. Kedua, aku akan menyiksamu sampai mati!"Kelvin menatap Nauf
Kelvin hanya bersandiwara, tetapi Niveria langsung merasa agak panik. Ekspresinya berubah drastis dan dia berujar, "Lalu ... apa yang harus kita lakukan? Racun kutukan ini ....""Masalah ini mungkin agak sulit ditangani," ucap Arya dengan kening berkerut. Kemudian, dia menatap Naufal yang ada di samping dan bertanya, "Guru, apa kamu punya solusi?"Naufal menahan senyum, lalu membuka cawan tehnya dan menyesap teh kental itu sebelum menjawab, "Racun itu baru masuk ke tubuhnya. Aku tentu saja punya cara untuk menolongnya. Tapi, tempat ini nggak cocok bagiku untuk bertindak. Kita perlu cari tempat yang terpencil.""Kalau begitu, tolong repotin Kakek untuk menolongnya, ya!" ucap Niveria dengan cepat.Naufal tertawa dan menyahut, "Ini cuma masalah sepele kok. Begini saja, aku akan bawa anak ini ke tempat terpencil. Setelah diselamatkan, dia bisa kembali sendiri!"Sambil berbicara, dia menatap Yohan yang tidak jauh darinya dan berujar, "Nak, gendonglah anak ini ke mobil."Yohan merasa ragu un
Kristin tidak menanggapi peringatan wanita itu dengan serius. Dia kembali ke tempat tidur dekat konter dan berbaring sambil bermain ponsel, menunggu apakah masih ada tamu lain di malam itu.Waktu terus berlalu, malam makin larut.Selanjutnya, tidak ada tamu lain yang datang.Kristin mulai mengantuk.
Terutama pria berkacamata hitam, sudah tidak bisa berkata-kata.Apakah perkataan Kelvin ini manusiawi?Dia telah menghabiskan sebagian besar hartanya untuk bisa membeli sebutir pil level satu. Pil Primordial Yang yang terkenal ini malah dikatai bakso goreng oleh Kelvin, bahkan sering makan dan sekal
Kelvin berlari keluar dari rumah. Kekuatan sejatinya menyebar di kaki. Saat ini, Kelvin tidak lagi peduli tentang yang lain. Dengan kecepatan maksimal hingga meninggalkan bayangan sekelebat, dia melintasi halaman depan vila yang besar dan menghilang!Suara keras itu tentu menarik perhatian banyak or
Kelvin pun tidak membongkar motif Charles. Tanpa basa-basi, dia langsung meneguk habis semangkuk sup itu, lalu mendesaknya, "Kakek Charles, sudah bisa beritahukan sekarang?"Kegembiraan melintas di mata Charles. Dia tersenyum seraya berkata, "Hal ketiga ...."Kelvin memandangi Charles dengan tatapan







