ANMELDENFelix mengangguk ketika menimpali, "Pokoknya siapa pun mereka, aku tetap berniat mencabut organisasi Nomor 0 sampai ke akar-akarnya. Aku bahkan sudah mengirim surat tantangan kepada Nico. Tinggal lihat saja apakah bajingan tua itu berani menerimanya atau nggak!""Kamu tahu di mana dia berada?" tanya Kelvin."Tentu saja nggak tahu. Aku mengirim surat tantangannya lewat jaringan ilegal. Unggahan itu cukup ramai, jadi dia pasti melihatnya." Usai berkata demikian, Felix mendecakkan bibir sebelum melanjutkan, "Tapi, Nico itu pengecut. Entah dia berani menerima tantangannya atau nggak."Kelvin mengangguk, lalu berpikir sejenak sebelum memberi tahu, "Selain itu, ada satu hal lagi yang ingin kukatakan padamu. Kamu pasti tahu tentang Peri Yohana dan Dore, 'kan?""Ada apa dengan wanita tua itu?" tanya Felix."Aku merasa dia seperti sedang merencanakan sesuatu yang besar." Kelvin menjelaskan, "Aku terus memikirkannya, tapi tetap nggak mengerti. Keluarga Jahan memang kuat, tapi seharusnya mereka b
Raut wajah Kelvin langsung menunjukkan ekspresi bingung, lalu dia tanpa sadar bertanya, "Si Terkutuk?""Jangan sekali-kali memanggilnya begitu!" Felix buru-buru berujar, "Kalau kamu menyebutnya seperti itu, dia mungkin benar-benar akan langsung menebasmu sampai mati. Julukan itu cuma berani dipakai oleh segelintir orang dan dia nggak akan marah pada mereka.""Kenapa?" tanya Kelvin."Soalnya orang-orang yang berani memanggilnya begitu, kalau bukan sudah dibunuh olehnya, ya memang orang yang bahkan nggak bisa dia kalahkan," jelas Felix sambil mengisap rokok, lalu mengembuskan asap berbentuk lingkaran."Bukannya dia seorang biksu? Kenapa dari caramu bicara, dia malah terdengar seperti preman atau bandit?" tanya Kelvin dengan pasrah."Karena dia memang seperti itu!" Felix memberi tahu, "Dia menjadi biksu karena sebuah perjanjian. Pada akhirnya dia terpaksa menjadi biksu, bahkan menjadi Kepala Kuil Damais.""Jadi, apa julukannya?" tanya Kelvin."Passiko si Biksu Pembantai!" jawab Felix. "Lu
"Bukannya Ayah juga sudah menyetujui Niveria nikah dengan Kelvin?! Tapi, apa kalian mendengarkannya?!" Yanuar tiba-tiba menepuk meja dengan keras, lalu berteriak, "Kalian yang memanfaatkan dewan direksi untuk menekanku, lalu melakukan voting agar Niveria keluar dari Keluarga Sunardi. Besok pagi, kita bertemu di rapat dewan direksi!"....Kelvin dan Niveria berjalan turun ke lantai bawah.Niveria berbicara sambil tersenyum tipis, "Rasanya ternyata nggak sepenuhnya memuaskan seperti yang kubayangkan.""Kamu benar-benar berniat melawan Keluarga Sunardi di dunia bisnis?" tanya Kelvin.Niveria merespons sembari menggeleng, "Aku cuma mengatakannya saja. Aku sengaja menunjukkan sikapku seperti itu supaya besok ada orang yang mulai bergerak. Aku ingin orang-orang yang dulu mendukung pengusiranku mendapat hukuman yang pantas atas tindakan mereka."Setelah mengatakan itu, Niveria melanjutkan sambil tersenyum, "Sekarang tinggal tunggu saja. Sisanya biar ayah dan kakakku yang urus. Kurasa nggak la
Setelah mendengar perkataan Niveria, seluruh anggota Keluarga Sunardi langsung terdiam.Niveria ... ingin berperang bisnis dengan Keluarga Sunardi. Singkatnya, Niveria berniat masuk ke bidang usaha yang selama ini dijalankan Keluarga Sunardi, lalu merebut pangsa pasar mereka, bahkan perlahan mengambil alihnya.Itu adalah proses yang sangat boros. Bagaimanapun, Keluarga Sunardi bisa menjadi salah satu dari enam keluarga besar, itu karena mereka sudah bertahun-tahun membangun bisnis di bidang mereka. Jadi, jelas bukan hal mudah untuk menjatuhkan mereka.Aaron mendengus dingin sebelum bertanya, "Mau berperang dengan kami? Uang 200 triliun milikmu itu mungkin nggak akan tahan dibakar terlalu lama."Niveria meliriknya dengan tenang, lalu bertanya balik, "Siapa yang bilang ... aku dan Kelvin cuma punya 200 triliun?"Semua orang kembali terdiam.Benar juga. Perusahaan Investasi Witara datang ke Kota Yanir dengan kekuatan besar.Mereka jelas tidak mungkin hanya memiliki sedikit aset di Kota Ya
Verlin langsung menjadi sangat bersemangat. Bahkan, dia merasakan kebanggaan yang luar biasa.Pada saat itu, semua orang benar-benar terpaku.Perasaan tidak percaya mulai memenuhi hati mereka.Terutama Liana. Saat teringat apa yang tadi dia katakan kepada Niveria di bawah, wajahnya langsung memerah karena malu.Seluruh balai riung seketika menjadi sunyi dan kaku.Niveria menggandeng lengan Kelvin sambil berjalan perlahan ke depan.Melihat seluruh anggota Keluarga Sunardi yang terdiam, hatinya dipenuhi perasaan yang rumit.Apakah dia merasa puas?Tidak sepenuhnya seperti yang Niveria bayangkan.Apakah dia merasa sedih? Tidak terlalu sedih juga.Aaron menggertakkan gigi, lalu menatap Niveria sambil bertanya, "Kalau kamu memang bos Perusahaan Investasi Witara, lalu kenapa kamu mengumpulkan kami semua di sini? Jangan-jangan, kamu benaran mau berinvestasi pada kami? Apa kamu sedang mempermainkan kami?""Nggak!" Niveria menggandeng lengan Kelvin dan berjalan naik ke atas panggung. Setelah it
Setelah suasana tenang sesaat, Aaron tiba-tiba berdiri dan berseru, "Ziko, kenapa kalian membiarkan mereka masuk? Mereka sudah bukan orang Keluarga Sunardi lagi. Kalau mereka sampai menggagalkan kerja sama kali ini, apa kalian sanggup menanggung akibatnya?""Keluar kalian! Apa yang mau kalian lakukan?" tanya Martin dengan ekspresi wajah panik. "Hidup kalian sendiri sudah berantakan, sekarang malah mau rusak urusan keluarga kami?""Kamu memang nggak seharusnya membiarkan Niveria masuk!" ucap seorang wanita lain dengan raut wajah tidak senang."Cepat usir mereka keluar!" Aaron memberi tahu, "Sebentar lagi orang-orang dari Perusahaan Investasi Witara bakal datang!""Niveria, Kelvin, kalian benar-benar nggak tahu malu!" Teriakan demi teriakan langsung terdengar silih berganti.Saat Zavier melihat Kelvin dan Niveria masuk, dia sontak mengernyit.Berdasarkan pemahamannya tentang Niveria, adiknya jelas bukan orang yang akan melakukan hal seperti ini.Namun sekarang, Niveria dan Kelvin justru
Ketika melihat pria paruh baya itu, sekelompok orang yang dibawa Alex kembali tercengang.Orang yang datang itu adalah ... Donny Tandean, seorang pengusaha top di Kota Lamur, juga ayahnya Alex. Dia adalah pria luar biasa kaya dengan aset ratusan triliun.Alex sepertinya sudah sedikit pulih. Dia diba
Setelah mencari secara online di mana toko obat tradisional terbesar di Kota Lamur, Kelvin menemukan beberapa toko obat besar yang terletak di tempat bernama "Cakrawala Asri". Tempat itu sepertinya merupakan pasar barang antik di Kota Lamur.Kelvin langsung naik taksi ke Cakrawala Asri.Sekitar puku
Ini adalah pertama kalinya Kelvin menghadiri pertemuan seperti ini. Dia jarang berinteraksi dengan kultivator dan tentu saja tidak banyak bicara, hanya mendengarkan dalam diam.Pada saat ini, pria tua beruban itu bertanya dengan tenang, "Teknik kultivasi Tahap Inti Emas? Kapan dan di mana?""Oh, Bap
"Selain itu di generasi Revan ini, cuma dia satu-satunya anak laki-laki. Ke depannya, dia pasti akan menjadi pewaris Keluarga Wijaya. Karena itu, seluruh Keluarga Wijaya sangat memanjakannya. Hal inilah yang membentuk kepribadiannya yang arogan dan semena-mena," kata Natasha sambil tersenyum pahit.







