Share

Bab 76

last update Petsa ng paglalathala: 2023-08-02 23:11:55
Di suatu senja yang sunyi, Andrew, sang Dewa Perang, duduk termenung di tepi kolam di halaman istananya. Pikirannya melayang jauh ke belakang, mengingat betapa indahnya hubungannya dengan Celline, sang Istri tercinta. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, ia merasakan perubahan sikap yang sangat dra
Mrs Dream Writer

Hallo, yang sudah sampai di sini boleh dong follow akun medsosnya Mrsdreamwriter ya. Kasih kode juga ya kalau kalian reader Andrew.

| Like
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Sang Dewa Perang, Ayah Tampan Quadruplets   Bab 157

    Allicia, dengan semangatnya yang berani dan tekad untuk mengikuti impian, menjadi seorang wirausaha sukses. Dia mendirikan perusahaan teknologi yang inovatif dan berkontribusi pada kemajuan teknologi di dunia. Keberaniannya dalam menghadapi tantangan dan ketidakpastian membuatnya menjadi panutan bag

  • Sang Dewa Perang, Ayah Tampan Quadruplets   Bab 156

    Pada suatu pagi yang cerah di Negara Muloz, Adrian, Abella, Audrey, dan Allicia, yang dikenal sebagai quadruplet yang sangat istimewa, berkumpul di ruang keluarga. Mereka duduk bersama di sekitar meja makan yang besar, dengan senyum bahagia di wajah mereka. Hari itu adalah hari yang sangat spesial,

  • Sang Dewa Perang, Ayah Tampan Quadruplets   Bab 155

    Andrew dan Odez juga membangun hubungan diplomatik yang kuat antara kedua negara, dengan harapan dapat menghindari konflik dan bekerja sama dalam menjawab tantangan global. Mereka mengundang pemimpin-pemimpin negara lain untuk berpartisipasi dalam dialog dan inisiatif bersama yang bertujuan untuk pe

  • Sang Dewa Perang, Ayah Tampan Quadruplets   Bab 154

    Setelah bertahun-tahun konflik yang sengit dan berdarah, Andrew dan Odez, dua pemimpin negara yang pernah berseteru, akhirnya duduk bersama untuk mencari jalan keluar dari situasi tersebut. Mereka telah melihat terlalu banyak penderitaan, terlalu banyak nyawa yang hilang, dan terlalu banyak puing-pu

  • Sang Dewa Perang, Ayah Tampan Quadruplets   Bab 153

    Andrew memulai percakapan dengan hati-hati, "Odez, saya tahu kita punya perbedaan yang dalam, tapi saat ini kita harus bersatu. Wabah ini mengancam kedua negara kita, dan kita harus mengambil alih kendali untuk mengatasi masalah ini."Odez mengangguk setuju, ekspresinya serius. "Saya juga merasa beg

  • Sang Dewa Perang, Ayah Tampan Quadruplets   Bab 152

    Matahari terbenam dengan gemilang, menyisakan langit senja yang memancarkan warna oranye dan ungu di balik pepohonan yang menghiasi kota Muloz. Andrew duduk di bangku taman yang sepi, merenung dalam-dalam. Hatinya berdebar-debar karena kejutan tak terduga yang baru saja terjadi. Dia, yang selama ini

  • Sang Dewa Perang, Ayah Tampan Quadruplets   Bab 25

    “Dan aku semakin terluka, saat kau yang terluka, sayang.” Andrew berbisik sambil menghembuskan nafasnya sangat dekat dengan leher jenjang Celline hingga membuat wanita itu langsung meremang. Melihat anak-anaknya dusah duduk, Celline yang merasakan bulu kuduknya berdiri di sekitar lehernya pun ters

  • Sang Dewa Perang, Ayah Tampan Quadruplets   Bab 23

    Kedatangan keluarga Abellard di kediaman utama Tom malam ini, menjadi babak baru bagi keluarganya. Meski begitu Celline tidak serta-merta bisa menerima kedatangan keluarga besarnya itu. Sadar akan perubahan sikap Sang putri, Tom pun menegurnya, “Apa yang kau lakukan kepada kakekmu? Tidak seharusny

  • Sang Dewa Perang, Ayah Tampan Quadruplets   Bab 21

    “Tunggu dulu Paman sebenarnya kau ini siapa? Bahkan Paman Dylan pun tidak pernah berani menyebutku dengan sebutan putranya, lalu kau … Kenapa kau yang sangat mirip dengan ayahku ini berani mengatakan hal tersebut? Apa kau saudara kembar Ayahku?" Adrian mencecar Andrew dengan serentetan pertanyaan.

  • Sang Dewa Perang, Ayah Tampan Quadruplets   Bab 17

    Untuk pertama kali Setelah lima tahun Bob bersama Andrew, akhirnya sang dewa perang bertanya hal pribadi kepada Bob, sehingga membuat sang asisten begitu terkejut. “Tidak ada wanita yang akan menyukai pria yang telah dikebiri, Tuan.” Bob mengatakannya dengan raut wajah yang sangat menyedihkan. An

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status