ANMELDENBLARRR!Suara gemuruh guntur yang nyaring terdengar. Kilatannya yang besar terlihat jelas di langit malam. Warna putih keunguan yang dipancarkannya menerangi kegelapan.BLARRRR!Guntur bergemuruh sekali lagi. Kali ini, kilatannya bukan dari langit. Kilatan itu berasal dari seorang pria berambut panjang yang berdiri di atas tebing.Pria itu menurunkan tangannya. Dia menarik napas dalam-dalam sebelum mengangkat kedua tangannya ke depan dan melangkahkan kaki kirinya ke depan. Seolah-olah bersiap mengambil posisi. Jai dapat melihat pria itu mengangkat tangan kanannya ke atas, sementara tangan kirinya tetap di depannya. Postur tubuhnya hampir mirip dengan huruf K dalam alfabet.Percikan listrik kecil mulai berkumpul di tangan kiri pria itu, dan setelah beberapa tarikan napas, Jai melihat pria itu mengepalkan tinju kanannya ke depan dan halilintar besar menyembur keluar dari tinjunya yang terentang.Petir itu berwarna ungu terang, dan cahayanya sangat menyilaukan sehingga Jai harus mengedip
Jai meneguk es teh dalam cangkir itu, lalu menghela napas lega.“Teh ini sangat manis dan menyegarkan.” Jai tersenyum. “Kamu harus mencobanya, Usha, mungkin ini bisa meredakan amarahmu.”Anak kucing kecil di pangkuannya menguap sebagai respons. Jai menghela napas. Dia bercanda dengan siapa, Usha mungkin tidak akan membiarkannya begitu saja. Kucing ini menunjukkan kecerdasan yang luar biasa dibandingkan kucing normal pada umumnya. Perkelahian dengan para preman pengendali tanah di pasar menunjukkan semuanya, meskipun yang dilakukan makhluk berbulu ini hanyalah mencoba merusak pakaian mereka.Jai khawatir kucing ini akan mencabut bola mata para pereman itu, tetapi untungnya Miria menarik Usha tepat waktu. Jai tidak mengkhawatirkan para preman, dia mengkhawatirkan Miria yang menyaksikan kemungkinan mengerikan seekor anak kucing mencabut mata seseorang langsung dari tengkoraknya.Kerutan muncul di dahi Jai. Sekarang setelah ia punya waktu untuk berpikir, ia memutuskan untuk mengatur pikir
Bila saja Jai percaya lebih awal kalau para pengguna elemen yang disebut dengan Elemer itu benar-benar ada. Tentunya Jai akan menanyakan sedetail mungkin pada Miria agar keadaan tidak seburuk saat ini. Ya, Jai terlihat seperti orang bodoh saat melihat apa yang dilakukan oleh lawannya tepat di hadapannya sendiri.Baik Usha maupun Jai refleks terkejut saat melihat salah satu pria bertubuh besar menghentakkan kakinya di tanah hingga segumpal tanah seukuran kelapa tiba-tiba melayang tepat di sampingnya. Bagi Jai, apa yang dia lihat saat ini bagaikan sebuah omong kosong yang membuatnya terlihat menyedihkan. Namun, untung saja Usha mengalihkan perhatian semua orang dari Jai. Reaksi anak kucing yang sedang tersentak diikuti raungan dan desisan terlihat sangat menggemaskan bagi semua orang yang memandangnya.‘Bagaimana bisa dia melakukannya? Apakah dia seorang wibu yang begitu fanatik dengan animasi sihir seperti Korra?’ Batin Jai bertanya-tanya. Apakah ini yang di
Jai dan Miria berjalan berdampingan menuju pasar. Usha kecil ada di antara mereka, berjalan dengan begitu anggunnya seperti pemilik jalan. Sudah beberapa kali Usha melewati pergelangan kaki Miria seolah-olah memang bermaksud melakukan hal itu. Tindakannya itu mengejutkan dan menarik perhatian Miria setiap saat. Meski begitu, Miria tidak merasa terganggu, dia bahkan menganggap apa yang dilakukan oleh Usha sebagai tindakan yang menggemaskan.Jai bersyukur dengan apa yang dilakukan oleh Usha. Setidaknya hal itu bisa mengalihkan perhatian Miria darinya dan Jai bisa lebih memikirkan lagi tentang mimpinya semalam.Jai tidak salah ingat. Dia bermimpi tentang api biru dan putih, dengan api putih mendominasi warna biru. Ada juga beberapa bayangan orang. Sebagian bayangan itu bisa Jai kira sebagai pihak militer, dan sebagian lain adalah orang-orang yang berstatus lebih rendah, mungkin lebih tepatnya penduduk biasa. Suasananya terlihat seperti medan perang, tetapi tidak terlalu b
Kekecewaan.Amarah.Kesedihan.Jai masih tidak percaya pacarnya telah memutuskan hubungan mereka hanya karena dia miskin. Ya, itu artinya Meghan tidak layak untuk Jai. Wanita itu tidak pantas menerima semua hal yang telah Jai berikan untuknya. Tabungannya... Uang yang Jai dapatkan selama ini...Seandainya saja Jai bisa putus lebih cepat. Itu adalah hal yang paling Jai sesali dalam hubungannya dengan Meghan.“Kamu miskin.”Suara Megan menggelegar di ruang gelap tak terhingga tempat Jai berada saat ini.Intensitas rasa sinis dalam suaranya membuat Jai kesal bukan main. Dia berharap tidak pernah melihat perempuan itu lagi. Kalau nanti dirinya sudah kembali ke kota, Jai akan memastikan kalau Meghan atau Chen atau apa pun itu, tidak akan ada yang bisa menghancurkan kehidupan Jai di hari esok dan sisa hidupnya di masa depan. Ah, Jai bahkan tidak akan tanggung untuk pergi ke Jerman kalau memungkinkan.Tidak berselang lama suara lain muncul. Sebuah suara yang terdengar seperti letusan kecil.
Barun mengarahkan Jai melewati gerbang. Mereka melewati beberapa rumah kecil dan juga beberapa gudang lumbung. Setelah itu mereka sampai di sebuah halaman kecil dengan sumur batu di tengahnya.Jai melihat seorang gadis sedang duduk di tepi sumur, wajahnya menunduk ke bawah. Jai menyadari kalau gadis itu mengerutkan kening saat mereka berjalan mendekat. Tidak berapa lama, Barun yang ada di belakangnya memanggil, "Miria!"Gadis itu mendongak dan ekspresinya langsung berubah menjadi sangat gembira."Kakek!" seru Miria. Dia pun lekas berlari ke arah Jai dan Barun dengan gembira."Apa yang kamu lakukan di sini, cucuku? Kenapa memakai pakaian seperti itu?” tanya Barun, nada khawatir terselip di suaranya.“A-Aku menunggumu, kakek… aku khawatir…” Miria membela dirinya. Dia tersenyum meminta maaf kepada sang kakek.Sekarang gadis itu hanya berjarak dua kaki dari Jai, dia bisa melihatnya dengan lebih baik. Gadis itu mem
Jai dengan santai menarik gerobak yang ada di belakangnya. Dia berjalan dengan penuh semangat, seolah-olah Jai tidak baru saja melawan delapan pria yang mencoba merampok seorang kakek tua. Batin sang kakek yang saat ini sedang duduk di gerobak yang sedang Jai tarik, menjadi sedikit lebih tenang d
Kepala Jai berdenyut-denyut seperti orang gila, dan dia seharusnya mengatasinya terlebih dahulu daripada berlari ke sumber teriakan dari seseorang yang tidak dikenal. Dia melihat bulan terbelah menjadi dua! Tunggu, itu terdengar salah. Masa bodo!Jai mendengar kucing seputih salju itu meng
Pernahkah kau berpikir kalau di alam semesta yang tidak berujung ini terdapat kehidupan lain selain di bumi? Sebuah kehidupan yang penuh dengan orang-orang kuat dengan kemampuan sihir yang berasal dari alam. Para pengguna element.Alam dengan sendirinya memilih siapa orang terpilih yang bisa melinta







