Share

Bab 47

Auteur: QueenShe
last update Date de publication: 2026-04-21 17:44:06

“Kenapa kamu di luar?” tanya Shanum heran. “Apa yang terjadi?”

Shanum dikejutkan oleh Tiara yang langsung menjegalnya tepat di depan pintu ruang rawat ayahnya. Wajah adiknya yang biasanya ceria kini tampak tegang, bahkan cenderung dingin.

“Mbak Num!”

Tanpa basa-basi, Tiara menyodorkan layar ponsel ke depan wajah Shanum. Foto Shanum dan Prana di kantin tadi terpampang sangat jelas. Sudut pengambilan gambarnya memperlihatkan betapa intimnya posisi mereka.

“Darimana kamu mendapatkannya?” bisik Sha
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 48

    "Kamu itu seharusnya bersyukur, Shanum," Kartika membuka suara tanpa menoleh, nada bicaranya tajam mengiris udara. "Keluargamu sudah banyak dibantu Fadil. Biaya rumah sakit ayahmu, kuliah adikmu, sampai gaya hidup sosialita ibumu, semuanya karena kemurahan hati anak saya."Sepatu hak tinggi merek ternama milik Kartika berbunyi nyaring di atas lantai marmer rumah sakit menegaskan kekuasaannya. Shanum mengekor di belakang dengan kepala tertunduk, merasa seperti tawanan yang sedang digiring menuju tiang gantungan.Shanum menggigit bibir bawahnya kuat-kuat agar gak berdecih. “Kemurahan hati? Tanpa Anda tahu, aku harus membayar semua ini dengan harga yang jauh lebih mahal,” batinnya berontak.Kartika berhenti sejenak di depan lift, memutar tubuh dan menatap Shanum dengan pandangan merendahkan."Jangan sampai orang-orang berpikir keluarga kamu cuma benalu yang tahu cara meminta, tapi gak tahu cara membalas budi. Memberi cucu satu saja susahnya setengah mati."“Benalu? Ayahku bekerja keras s

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 47

    “Kenapa kamu di luar?” tanya Shanum heran. “Apa yang terjadi?”Shanum dikejutkan oleh Tiara yang langsung menjegalnya tepat di depan pintu ruang rawat ayahnya. Wajah adiknya yang biasanya ceria kini tampak tegang, bahkan cenderung dingin.“Mbak Num!”Tanpa basa-basi, Tiara menyodorkan layar ponsel ke depan wajah Shanum. Foto Shanum dan Prana di kantin tadi terpampang sangat jelas. Sudut pengambilan gambarnya memperlihatkan betapa intimnya posisi mereka.“Darimana kamu mendapatkannya?” bisik Shanum tercekat. Wajahnya seketika pias.“Aku lihat kalian berdua, Mbak. Kenapa Mbak Num bisa senekat itu?” desis Tiara. “Di rumah sakit tempat Ayah dirawat? Itu tempat umum lho, Mbak sadar gak sih?”Shanum mundur selangkah, mencoba mengatur napasnya yang mulai memburu. “Tiara, ini gak seperti yang kamu lihat. Mas Prana itu dokter di sini, kami hanya—”“Jangan bohongi aku, Mbak! Aku tahu siapa Mas Prana buat Mbak Num. Aku masih ingat hancurnya Mbak dulu saat ditinggal dia pergi, dan aku tahu Mbak m

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 46

    “Kamu udah ketemu dia?” tanya Bobby lagi, matanya menyelidik. “Ayah minta, apa pun alasan kehadiran pria itu di sini, jangan biarkan dia kembali masuk ke dalam hidupmu lagi. Ingat statusmu.”Suaranya tenang, tapi mengandung intimidasi yang membuat Shanum merasa seperti terdakwa di ruang sidang.“Jangan sampai kamu tidak mencederai pernikahanmu dengan Fadil.”Tangannya yang kurus menggenggam tangan Shanum lembut, berbeda dengan ucapannya yang tajam.Shanum memejamkan mata sesaat. Rasa sesak yang ia bawa dari mobil Prana kini beradu dengan rasa bersalah yang dihantamkan ayahnya. Tapi ada satu hal yang meledak di benaknya, rasa penasaran yang sudah ia pendam bertahun-tahun.“Sampai detik ini, Shanum gak pernah mengerti, Yah,” bisik Shanum.Ia memberanikan diri menatap mata ayahnya. “Kenapa Ayah membencinya? Kenapa dari dulu Ayah gak pernah setuju sama hubungan aku dengan Mas Prana?”Pertanyaan itu tak pernah menemukan jawabannya. Kebencian ayahnya itu muncul begitu tiba-tiba saat hubunga

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 45

    Depan pintu ruang VIP, Shanum berhenti sejenak merapikan kerah turtle necknya sekali lagi, Memastikan concealer menutupi bekas kemerahan di lehernya, lalu mengusap bibirnya dengan punggung tangan, berharap sisa rasa dari ciuman Prana benar-benar telah pudar.Ia menarik napas panjang, mencoba menata detak jantungnya yang masih berantakan. Saat pintu itu terbuka, pemandangan di dalamnya membuat dunianya seakan berhenti berputar.“Shanum...” panggil Ayahnya, Bobby. Suaranya masih terdengar lemah.Ia duduk bersandar pada tumpukan bantal. Wajahnya yang pucat dan tirus kini tampak sedikit lebih hidup dengan mata yang terbuka lebar. Di samping ranjang, ibunya menggenggam tangan Bobby sambil terisak bahagia. Tiara duduk di sisi ranjang tersenyum bahagia.“Ayah!” Shanum berlari kecil dan langsung menghambur ke pelukan pria tua itu.Hardi memeluk putrinya dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki. Pelukannya erat, sarat akan kerinduan yang selama ini tertahan dalam tidur panjangnya.Shanum membena

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 44

    “Mas, seharusnya tadi aku bawa mobil sendiri saja,” gerutu Shanum sambil terus meremas jemarinya yang dingin. “Kalau Mas Fadil lihat kita datang bersama, gimana?”Setelah perjuangan singkat melawan kantuk dan guncangan hebat mendengar kabar ayahnya, Shanum akhirnya menyerah duduk di kursi penumpang mobil Prana. Meski sebelumnya ia terus menolak untuk diantar, tapi akhirnya Shanum kalah telak.Sejujurnya alasan lain ia tak mau di antar Prana adalah takut Ibu atau Tiara sampai melihat Prana dan mencium gelagat yang tidak beres.“Kan tadi aku udah jelasin, Fadil sendiri yang minta aku buat antar kamu, Shanum. Katanya dia masih 'sibuk' sama urusannya,” potong Prana santai, tetap menekankan kata ‘sibuk’ disana.Ia mengemudikan mobil dengan satu tangan, sementara tangan lainnya membelai paha Shanum yang tampak gelisah.“Tetap aja! Ini berisiko. Padahal aku bisa pakai taksi online, atau nyetir sendiri. Aku udah bukan anak kecil!”Prana terkekeh pelan, terdengar renyah di tengah ketegangan ya

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 43

    “Mas, turunin! Aku harus pulang, aku tidak bisa di sini lebih lama lagi,” desak Shanum saat Prana mengangkat tubuhnya dengan begitu mudah. Handuk kering yang membungkus tubuhnya terasa kasar di kulitnya yang masih basah, kontras dengan sentuhan lengan Prana yang kokoh.“Tidak ada yang pergi ke mana pun, Shanum,” ucap Prana mutlak.Langkah kakinya mantap, membawa Shanum keluar dari uap hangat kamar mandi menuju ranjang besar yang masih berantakan.“Tidurlah di sini. Biar aku tenang, aku harus melihatmu aman dalam jangkauanku malam ini.”“Tapi kamarku di bawah, Mas...” Shanum mencoba bangkit, tapi tatapan tajam Prana mengunci gerakannya.“Sekarang kamarmu di sini. Biarkan malam ini menjadi milik kita, tanpa bayang-bayang ketakutan di kepalamu.”Prana meletakkannya dengan hati-hati di tepi ranjang. Ia melangkah menuju lemari besar, mengambil kaos putih polos berbahan katun lembut yang ukurannya jauh melampaui tubuh mungil Shanum.Tanpa banyak bicara, Prana membantu Shanum mengenakannya.

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 11

    Prana tidak membuang waktu, ia menyingkirkan rintangan terakhir yang memisahkan kulit mereka. Mata sayu Shanum menatap Prana dengan napas yang masih terengah-engah yang kini berdiri tegak di antara kedua kakinya.Sosok Prana tampak begitu dominan di bawah cahaya lampu pemeriksaan yang terang, diata

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 10

    “Kalau begitu, biarkan aku menunjukkan padamu apa artinya dimiliki sepenuhnya,” bisik Prana parau.Detik berikutnya, Prana meraup bibir Shanum dalam sebuah ciuman yang dalam. Kasar, menuntut, dan penuh dengan kerinduan yang telah terpendam selama lima tahun.“Mas... mmm...” bisik Shanum di sela ciu

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 13

    Shanum segera mengunci pintu kamar dari dalam. Fadil sendiri hanya mengantar sampai pagar rumah, dan langsung melesat kembali ke kantornya.“Kenapa aku bisa selalai itu? Gimana kalau aku sampai hamil?” batinnya menyesal.Tangan Shanum gemetar hebat saat menyentuh perut ratanya. Disana ada jejak pana

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 12

    Prana tengah memakai jas putih dokternya, sambil memperhatikan Shanum sedang membaca pesan di ponselnya.Mata Prana menyipit, menyadari perubahan raut wajah Shanum. Ia mendekat, mengambil ponsel dari tangan Shanum yang dingin. Dibacanya pesan itu sekilas, lalu meletakkannya kembali ke meja seolah p

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status