Share

BAB 15

Author: Rainina
last update publish date: 2025-12-31 09:59:15

Wajah Rohan berubah pucat setelah mendengar perkataan Lucian.

"S… saya... i… itu..." Rohan tergagap hebat, kakinya gemetar begitu kencang hingga ia nyaris tidak bisa berdiri tegak. Ia baru saja menghina anggota keluarga kekaisaran secara langsung.

"Tuan Duke... saya tidak tahu... sungguh saya tidak tahu bahwa itu adalah Anda..."

"Tentu saja kau tidak tahu," potong Lucian dingin. "Karena jika kau tahu, kau tidak akan berani menyentuh apa yang sudah menjadi milikku dengan tangan kotormu itu."

Luc
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Jeon Jungkook reinkarnasi Inuyasha
Lagi-lagi percintaan yang rumit antara si rakyat jelata dan si penguasa...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 239

    Di lorong istana yang temaram, alunan musik dari aula dansa hanya terdengar seperti dengungan samar. Lady Lesley, yang baru saja berniat kembali ke kamarnya setelah turun sebentar ke pesta untuk mencari udara segar, tiba-tiba menghentikan langkahnya.Matanya membelalak melihat dua sosok yang berlari tergesa-gesa dari arah tangga pelayan. Itu adalah Marta, pelayan pribadi Permaisuri, yang berlari nyaris kehabisan napas mengikuti langkah lebar Tabib Kepala istana di depannya."Marta! Tuan Tabib!" seru Lesley, buru-buru mengangkat gaunnya dan berlari menghampiri mereka. Wajah kikuknya seketika berubah tegang. "A-ada apa ini? Mengapa kalian terburu-buru sekali?"Marta menghentikan langkahnya sejenak. Wajah pelayan muda itu pucat pasi dan dipenuhi kepanikan. "Lady Lesley... Yang Mulia Permaisuri. Beliau tiba-tiba terserang demam yang sangat tinggi. Tubuhnya menggigil parah.""Demam tinggi? Tapi tadi di aula beliau hanya mengeluh sakit kepala!" Lesley tersentak mundur, tangannya refleks m

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 238

    Di dalam kamar utama kekaisaran yang temaram, keheningan dipecahkan oleh suara batuk yang tertahan."Uhuk!"Sienna terbatuk kecil, memegangi dadanya yang mendadak terasa luar biasa sesak. Ia memejamkan mata rapat-rapat, merasakan gelombang panas yang aneh mulai merayap naik dari leher hingga ke wajahnya. Keringat dingin sebesar biji jagung bermunculan di pelipisnya. Kenapa tubuhnya tiba-tiba terasa begitu lemah? Rasa sakit di kepalanya kini berubah menjadi demam yang membakar kewarasannya. Darimana sebenarnya semua rasa sakit ini berasal?Melihat wanita yang ia layani meringkuk kesakitan, Marta yang sedang merapikan perapian segera berlari menghampiri sisi ranjang."Yang Mulia? Apa Anda tidak apa-apa?" tanya Marta dengan suara bergetar panik.Wanita paruh baya itu buru-buru menempelkan punggung tangannya ke dahi sang Permaisuri. Begitu kulit mereka bersentuhan, mata Marta membelalak lebar. Suhu tubuh Sienna terasa seperti bara api."Astaga! Tubuh anda panas sekali, Yang Mulia!" ser

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 237

    Setelah langkah-langkah tergesa menyusuri lorong istana yang dingin, Sienna akhirnya tiba di kamar utama kekaisaran. Pintu kamar utama istana itu ditutup rapat, mengisolasi kebisingan pesta dansa dari pendengarannya.Dengan napas yang masih tersengal dan peluh dingin membasahi pelipisnya, sang Permaisuri membiarkan tubuhnya ambruk ke atas kasur berlapis kain sutra yang empuk. Rasa sakit di kepalanya seolah membelah tengkoraknya menjadi dua."Apa Anda tidak apa-apa, Yang Mulia?" tanya Lady Elizabeth dengan raut cemas, berdiri tak jauh dari sisi ranjang sambil meremas tangannya sendiri."Ya." jawab Sienna lirih, matanya terpejam rapat. Ia memijat pangkal hidungnya dengan tangan yang gemetar.Sienna tidak tahu kenapa, tapi kepalanya berdenyut semakin keras seiring berjalannya waktu. Padahal, sebelum turun ke aula dansa tadi, ia merasa sangat baik-baik saja. Tidak ada tanda-tanda kelelahan ekstrim atau gejala sakit apa pun. Denyutan nyeri ini datang begitu tiba-tiba dan menyerang denga

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 236

    Di sudut aula dansa yang tidak terlalu tersorot lampu kristal utama, ketiga dayang Sienna berdiri berdampingan. Mereka memperhatikan pasangan penguasa kekaisaran itu dari kejauhan.Elizabeth adalah yang pertama menarik pandangannya dari pemandangan intim tersebut. Jemarinya meremas pelan kipas sutra di tangannya.Tidak ada gunanya, batin putri Duke itu, menelan rasa frustasi yang pahit. Melihat betapa rapat dan protektifnya rengkuhan sang Kaisar pada Permaisuri malam ini, rasanya tidak akan ada celah sekecil apa pun untuk masuk di antara mereka. Dinding yang dibangun Lucian terlalu kokoh.Lagi pula, jika ia bertindak terburu-buru demi memenuhi ambisi ayahnya, ada risiko besar yang menanti. Alice dan Lesley ada di sekitarnya setiap saat. Jika Elizabeth salah langkah dan bertindak terlalu mencurigakan, kedua wanita itu bisa saja melapor pada Permaisuri.Elizabeth terdiam sejenak. Dari sudut matanya, ia melirik ke arah dua rekan dayangnya tersebut. Wajah mereka tampak begitu fokus men

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 235

    "Lucian..." Sienna akhirnya memecah keheningan, suaranya sedikit ragu. "Aku pikir kau akan langsung menuju ruang dansa."Lucian melangkah perlahan mendekati istrinya. Rahangnya terlihat kaku, raut wajahnya merupakan perpaduan antara rasa frustasi dan ego yang menolak untuk dikalahkan oleh perang dingin mereka."Kau pikir aku akan membiarkanmu berjalan memasuki aula dansa sebesar itu sendirian, Sienna?" balas Lucian, nadanya kaku namun sarat akan kepemilikan. "Malam ini adalah pertama kalinya para serigala bangsawan itu berkumpul di bawah atapku atas nama Pesta Dansa. Aku tidak akan membiarkan mereka melihat sedikit pun keretakan di antara kita."Pria itu berhenti tepat di hadapan Sienna. Meski matanya masih memancarkan luka akibat penghindaran istrinya selama beberapa hari terakhir, Lucian perlahan mengangkat tangan kanannya yang terbalut sarung tangan putih, mengulurkannya ke arah Sienna."Aku masih berstatus sebagai suamimu." ucap Lucian pelan, suaranya sedikit melunak di ujung kal

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 234

    Pagi itu, istana kekaisaran jauh lebih sibuk dari biasanya. Suara langkah kaki para pelayan yang berlarian membawa gulungan kain sutra, bunga-bunga segar, dan perabotan menggema di setiap lorong.Malam ini bukanlah malam biasa. Istana akan menggelar pesta dansa untuk acara amal, sebuah perayaan besar yang sekaligus menjadi pesta dansa pertama sejak Lucian merebut takhta dari pamannya melalui pertumpahan darah. Bagi para bangsawan, ini adalah panggung politik. Bagi Sienna, ini adalah medan perang baru yang harus ia hadapi dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki.Di dalam kamar utama kekaisaran, udara terasa kaku. Sienna duduk diam di depan cermin rias raksasanya, membiarkan ketiga dayangnya membantu bersiap-siap di sekelilingnya."Apakah Yang Mulia lebih memilih set kalung safir atau mutiara untuk malam ini?" tanya Lady Elizabeth, memecah keheningan sambil mengangkat dua kotak beludru dengan hati-hati."Safir." jawab Sienna datar, suaranya terdengar lelah. “Semoga itu tidak membuat waj

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 55

    Alexandria menggeram tertahan. Harga dirinya terkoyak habis. Menyadari bahwa ia tidak akan bisa memenangkan perdebatan ini tanpa merusak citranya sendiri di depan publik, ia akhirnya menyerah.Dengan napas memburu dan kaki yang dihentakkan keras ke tanah berbatu, Alexandria berbalik arah."Kita kem

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 51

    Mendengar permintaan Sienna, senyum hangat Marta semakin mengembang. Melihat Nonanya yang selama ini selalu terlihat murung kini tampak begitu bersemangat, membuat hati pelayan itu ikut merasa lega."Tentu saja, Nona. Dengan senang hati saya akan menemani Anda," jawab Marta lembut. Ia melirik sekil

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 54

    Sosok pria yang membelah kerumunan itu adalah Damien.Ajudan terpercaya Duke Lorraine itu berjalan tenang, namun auranya memancarkan ketegasan. Jubah hitam dengan lambang Duchy Lorraine yang melekat di bahunya menjadi bukti posisinya di Duchy.Damien berjalan lurus ke arah Sienna yang masih berlutu

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 53

    "Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Alexandria dingin, membelah kebisingan jalanan di sore hari itu. Tatapannya menyapu gaun katun lusuh yang dikenakan Sienna dengan sorot mata penuh penghinaan.Sienna menelan ludah, berusaha mempertahankan ketenangannya di hadapan wanita bangsawan itu. Ia meneku

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status