Share

BAB 323

Author: Rainina
last update publish date: 2026-04-24 15:24:23

Eksekusi itu dilakukan dengan kecepatan dan efisiensi yang luar biasa mengerikan.

Hanya beberapa jam setelah aib terbesar kekaisaran dibongkar di alun-alun, pisau guillotine yang berat berjatuhan tanpa henti.

Darah para pengkhianat membasahi alun-alun sebelum matahari sempat mencapai titik puncaknya. Kepala Pangeran Arthur menggelinding dari tiang pancung, disusul oleh Count Saxony dan jajaran petinggi bangsawan lainnya.

Pemberontakan itu dihancurkan hingga ke akarnya. Tidak ada lagi fraksi y
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 331

    Dunia Elizabeth seketika berhenti berputar. Udara di dalam ruang kerja yang pengap itu terasa ditarik habis dalam satu kedipan mata, mencekik paru-parunya hingga ia tak bisa lagi menarik napas. Wajah Rowan senyum tipisnya yang selalu menenangkan, tatapan matanya saat pria itu bersumpah untuk melindunginya, akhirnya hancur berkeping-keping menjadi abu.Segala kekuatan yang menopang tubuh gadis itu menguap tak bersisa.Kakinya yang gemetar hebat tak lagi sanggup menahan berat badannya. Gaun sutranya berdesir saat tubuh ramping sang putri Duke itu ambruk sepenuhnya, membentur lantai dengan bunyi dentuman yang cukup keras.Kegelapan yang pekat langsung menelan kesadarannya, membawanya lari dari realitas yang terlalu kejam untuk ditanggung oleh hatinya."Lady Elizabeth!"Seorang pelayan tua yang sejak tadi berdiri gemetar di ujung ruangan memekik tertahan. Melupakan sejenak ketakutannya pada sang majikan, pelayan itu berlari tergesa-gesa menghampiri tubuh Elizabeth yang tergeletak tak ber

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 330

    Persidangan berdarah itu telah usai, namun badai di hati Lady Elizabeth sama sekali belum mereda.Mengetahui bahwa ayahnya, sang Duke Mountford, tidak langsung kembali ke wilayah selatan dan masih berada di kediaman mereka di ibu kota, kepanikan Elizabeth semakin memuncak. Ia tahu ini adalah satu-satunya kesempatan untuk menghentikan pasukan pembunuh itu.Elizabeth tidak membuang waktu untuk menemui Permaisuri Sienna yang baru saja kembali ke ruang pribadinya."Yang Mulia, izinkan saya menemui ayah saya sekarang juga." mohon Elizabeth dengan suara bergetar dan wajah pucat pasi.Sienna menatap dayangnya dengan penuh simpati. Ia tahu seberapa berbahaya Duke Mountford. "Bersabarlah sebentar, Elizabeth. Tunggu hingga urusanku di sini selesai. Aku sendiri yang akan menemanimu menghadap Duke, agar ayahmu tidak berani bertindak macam-macam padamu."Namun, teror telah menguasai akal sehat Elizabeth. Waktu terus berjalan, dan setiap detiknya bisa berarti nyawa Rowan melayang di medan perang

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 329

    Di atas singgasana, Kaisar Lucian duduk dengan postur tegap. Di pelataran, Lady Alexandria Ashford dipaksa berlutut dengan rantai perak membelenggu tangannya. Rambutnya yang biasa tertata rapi kini terlihat berantakan. Tidak jauh darinya, Marquess Ashford yang baru saja tiba di istana dengan kuda yang kelelahan berdiri dengan wajah pucat pasi dan napas memburu. Suara bariton Sir Damien menggelegar ke seluruh penjuru ruang takhta, membacakan gulungan perkamen yang berisi daftar kejahatan Alexandria tanpa ampun."Kejahatan pertama: Pengkhianatan tingkat tinggi." lantang Damien. "Lady Alexandria Ashford terbukti merancang percobaan pembunuhan terhadap Yang Mulia Permaisuri menggunakan racun, dengan cara bekerja sama dan bersekongkol dengan pengkhianat kekaisaran, Pangeran Arthur."Gumam terkejut merayap di antara barisan bangsawan yang hadir."Kejahatan kedua: Pemerasan dan ancaman." lanjut Damien. "Lady Alexandria terbukti mengancam dan mencoba memaksa dayang pribadi Permaisuri, Lady

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 328

    Mendengar penjelasan Damien, Elizabeth merasa bahwa seluruh darahnya seolah tersedot keluar.Dunia di sekelilingnya mendadak berputar cepat. Udara di ruang minum teh yang hangat terasa berubah menjadi bongkahan es yang menusuk paru-parunya. Pria bodoh itu…Tubuh Elizabeth mendadak kehilangan tenaga. Tubuhnya limbung ke samping, tak sanggup lagi menopang berat dari keputusasaan yang menghantamnya."Lady Elizabeth!"Seruan panik Alice memecah keheningan. Dayang yang duduk di samping Elizabeth itu langsung menahan bahunya, seolah takut Elizabeth benar-benar akan merosot ke lantai."Kenapa..." bisik Elizabeth pelan. Suaranya terdengar begitu parau dan hampa, seolah nyawanya baru saja ikut tercabut. "Kenapa kau membiarkannya pergi ke sana..."Damien mematung di tempatnya. Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam, menghindari tatapan hancur dari putri sang Duke. Pria itu sudah melakukan tugasnya seperti yang diperintahkan. Tapi..."Kenapa, Damien?"Suara Sienna memotong, mengulang pertanyaan

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 327

    Mendengar teguran dari sang Permaisuri, pertahanan Lady Elizabeth akhirnya runtuh.Gadis yang selalu tampil dengan postur tegap dan tanpa cela itu menundukkan kepalanya dengan begitu dalam."Ampuni kelancangan saya, Yang Mulia." bisik Elizabeth. "Pikiran saya... terus diganggu oleh perkataan Lady Alexandria di penjara bawah tanah kemarin.""Wanita itu mengatakan bahwa pelarian Rowan tidak akan ada gunanya." lanjut Elizabeth dengan napas tersengal. Kepanikan yang sejak semalam ia kubur rapat-rapat akhirnya meluap. "Alexandria memberitahu saya bahwa ayah saya, Duke Mountford, telah mengirim sekelompok ksatria untuk memastikan Rowan tidak pernah kembali. Jika mata-mata ayah saya mengetahui rute pelarian yang sebenarnya... mereka akan menyusulnya, Yang Mulia. Mereka akan membunuhnya."Ruangan itu hening sejenak. Keputusasaan Elizabeth terasa begitu nyata dan menyayat hati. Gadis itu telah mengorbankan segalanya, dan kini pria yang coba ia lindungi berada di ujung tanduk.Namun, alih-al

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 326

    Sienna menarik napas perlahan, membiarkan dadanya mengembang. Matanya yang jernih menatap lurus ke dalam manik mata merah suaminya, membiarkan ingatannya mundur ditarik ke masa lalu, ke sudut-sudut paling gelap dalam hidupnya.Ada masa di mana bayangan tentang kehamilan adalah sebuah teror yang mencekik lehernya setiap malam.Masa di mana ia merasa begitu tertekan dan tidak berguna, hingga langkah kakinya selalu terasa seberat timah setiap kali ia harus menghadiri jamuan teh bersama sang Ibu mertua. Ia begitu takut. Takut tatapan merendahkan itu kembali menelanjanginya, takut kegagalannya untuk mengandung akan menjadi topik obrolan mereka lagi dan lagi, seolah rahimnya adalah kutukan bagi kekaisaran ini."Dulu... kau mungkin benar, Lucian." lanjut Sienna pelan. Suaranya mengalun lembut, memecah keheningan peraduan yang hanya diisi oleh suara gemeretak kayu bakar. "Dulu, aku mungkin akan hancur lebur hanya dengan mendengar kata 'selir' diucapkan di depanku."Ibu jari Lucian berhenti m

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 67

    Tidak butuh waktu lama bagi Lucian untuk menyeberangi kastil menuju sayap barat. Langkah kakinya lebar dan cepat. Para ksatria yang mengikutinya harus setengah berlari untuk menyamakan langkah dengan amarah tuan mereka.Lucian tiba di depan pintu ganda kamar tamu mewah yang ditempati Alexandria. Ta

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 64

    Suara langkah kaki berat menggema di lorong kastil, membelah keheningan mencekam yang memenuhi seluruh bangunan sejak tadi. Lucian telah kembali.Ia memacu kudanya tanpa henti begitu mendengar kabar kekacauan di pesta teh itu melalui surat yang dibawa oleh merpati. Ia juga memberikan sebuah perinta

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 60

    Satu minggu telah hampir berlalu tanpa Sienna sadari. Besok adalah hari pesta teh Duchess Beatrice.Kastil terasa jauh lebih dingin dan sunyi dari biasanya. Duke Lucian tidak ada di sini. Sudah tiga hari pria itu pergi ke perbatasan wilayah untuk menyelesaikan masalah perdagangan di perbatasan wila

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 62

    Suasana di meja itu terasa semakin mencekik seiring berjalannya waktu. Sienna mencoba menyentuh cangkirnya tehnya setenang mungkin, namun tangannya sedikit gemetar. Sienna sudah pernah hadir di acara minum teh wanita bangsawan sebelumnya.Tapi kali ini, tekanan yang ia rasakan begitu memebani dadan

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status