Share

Bab 67. Liburan

Auteur: Clau Sheera
last update Date de publication: 2025-07-11 14:45:55

“Menikahlah dengan Dewangga.”

Satu kalimat yang dilontarkan oma Ambar itu meruntuhkan sunyi, namun membangun keraguan di hati Maura.

Maura mendongak, menatap wanita baya yang masih cantik dan anggun itu, yang duduk di sofa tepat di depannya sambil tersenyum menikmati secangkir teh hangat yang terhidang.

Sudah empat hari berlalu sejak saat itu. Dia pun sudah menjelaskan detail kejadian menurut ingatannya. Bahkan dia sudah melakukan visum.

Tak ada aktivitas fisik yang dicurigai. Tak ada kejadian
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 120. Provokasi Laura

    Sore itu menara Big Ben terdengar berdentang lima kali dari kejauhan, tanda waktu sudah pukul lima sore.Maura tengah menikmati segelas minuman cokelat hangat dan semilir angin yang berhembus perlahan di sisi sungai Thames sambil melihat pemandangan tower bridge yang cukup ramai dan beberapa kapal pesiar yang melintas.Wanita itu merapatkan jaketnya. Meski sudah tinggal beberapa bulan di sana, dia masih belum terbiasa dengan suhu udaranya yang lebih dingin dari suhu udara di Indonesia.“Mau pancake?” tanya Narendra sambil mendekat dan menyodorkan sebuah pancake panas yang dibungkus kertas roti.“Makasih.” Maura tersenyum sambil menerima pancake itu.Narendra tersenyum sambil menatap kapal pesiar di depan mereka. “Kalau menikmati afternoon tea sambil berlayar kayaknya enak, tuh.”“Males, ah,” jawab Maura sambil menggigit kuenya.Narendra terkekeh geli. Sudah berapa kali wanita itu menolak ajakannya entah apapun itu? Meski cuma menaiki London Eye berdua atau ke tempat manapun yang dia m

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 119. Masih Belum Bercerai

    Sudah lebih dari seminggu berlalu, Dewangga memilih tinggal di rumah oma Ambar karena hampir tak bisa tidur di rumahnya sendiri.Pria itu semakin menyibukkan diri dengan pekerjaannya dan terkadang pulang larut.Hampir pukul setengah sepuluh malam, saat dia baru pulang. Seharusnya ruang samping sudah gelap gulita seperti biasa. Namun hari itu masih terang benderang.Dia segera menuju ke ruang itu, ingin melihat siapa yang belum tidur. Namun langkahnya terhenti di ruang tengah saat dia mendengar suara yang familiar.“Maura tinggal di apartemen dekat sungai Thames.”Dewangga tahu itu suara Narendra. Sepertinya dia baru pulang setelah lebih dari seminggu di London.“Dia baru ikut kelas baking karena pengen bisa bikin beberapa kue enak.”“Oh, ya? Oma nggak sabar pengen ketemu dia dan nyicip kue buatannya.”Kali ini, terdengar suara oma Ambar menyahut.Dewangga terdiam di balik dinding. Tak seharusnya dia menguping namun rasanya dia ingin mendengar kabar Maura lebih banyak.“Aku udah nyicip

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 118. Rumah yang Kehilangan Jiwa

    Alena tiba di rumahnya sekitar satu jam setelah menerima telepon.Di ruang keluarga, ibunya telah menunggu dengan wajah gelisah sekaligus menahan amarah.“Mama, ada apa Mama nyuruh aku pulang?” tanya wanita itu sambil duduk begitu saja di dekat ibunya.“Minum ini,” pinta Silvia sambil memberikan dua butir pil berukuran kecil berwarna putih ke tangan Alena. Di atas meja, telah tersedia segelas air mineral.Alena mengerutkan alisnya. “Obat apa ini, Ma?”“Vitamin.”Alena meletakkan kedua pil itu di meja di samping gelas. “Aku nggak butuh vitamin. Lagipul, vitaminku masih banyak. Masa iya Mama nyuruh aku pulang cuma buat makan vitamin doang?”“Alena?!” Silvia memekik menahan amarah sambil mengambil pil itu dan meletakkannya ke tangan Alena kembali. “Kamu harus makan pil ini. Gugurkan anak yang ada di perutmu!”Alena menatap ibunya tak percaya. “Mama … dari mana Mama tahu?”

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 117. Makan Siang

    “Lalu … yang waktu itu selalu mengirimkan hadiah ke rumah sebelum Anda menikah dengan nyonya Maura, sebenarnya adalah Alena. Nyonya Maura saat itu nggak mungkin bisa beli hadiah-hadiah mahal karena uang jajannya sangat terbatas,” kata Zefan sambil memberikan bukti salinan invoice dari pembelian jam tangan mahal, beberapa pakaian, sepatu, hingga makanan. “Ini invoice yang kudapatkan dengan susah payah. Pembayarannya semuanya atas nama Alena.” Dewangga memeriksa sekilas salinan invoice itu. Barang-barang yang didapatnya benar-benar sama dengan yang tertera di invoice.“Bu Silvia selaku ibu tirinya, nggak begitu baik sama nyonya Maura. Ayahnya juga diam aja karena menyangka kalau nyonya Maura itu bukan anaknya jadi mereka kurang baik memperlakukan nyonya. Tapi belakangan … apa Anda sudah dengar? Pak Ruslan dan bu Silvia cerai karena bu Silvia telah membohongi pak Ruslan selama bertahun-tahun. Katanya Alena bukan anak kandung pak Ruslan. Dan katanya lagi, pe

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 116. Kebenaran Terungkap

    Hampir pukul lima sore, namun langit masih cerah kebiruan.Di sebuah mobil, Dewangga duduk diam menatap rumah Maura dari balik kemudinya.Jari-jari rampingnya mengetuk-ngetuk stir, sementara matanya berpindah dari jendela kaca yang satu, hingga jendela kaca lantai dua, ke arah jendela kamar Maura di lantai atas tapi keberadaan wanita itu tak terlihat sedikitpun.“Apa dia lagi keluar, ya?” gumamnya perlahan sambil melihat arlojinya sejenak, kemudian dia menunggu lagi, memikirkan beberapa alasan tepat bertemu dengannya sementara sekotak kue tergeletak di sisi jok penumpang.Tiba-tiba saja, kaca pintu depan bagian kiri diketuk, membuat pria itu teralihkan.Tampak bu Dina berdiri di luar sambil berusaha memandangnya lewat kaca riben.Dewangga segera menurunkan kaca mobilnya.“Nyariin neng Maura, ya?” tanya bu Dina ramah.“Iya, Bu,” jawab Dewangga sambil mengangguk. “Dia lagi pergi?”“Iya, neng Maura udah pergi, udah berangkat tadi pagi sama bapaknya,” jawab wanita paruh baya itu. “Memangn

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 115. Berpamitan

    Jam menunjukkan hampir pukul setengah empat sore. Di restoran milik Andreas, Maura berkumpul dengan beberapa karyawan restoran bersama Andreas dan Marina. Kebetulan, restoran tak terlalu ramai.Wanita itu mendapatkan undangan untuk makan bersama, sebelum pertunangan Andreas dan Marina diadakan seminggu lagi.“Kamu mau pergi?!” Nada protes Marina keluar begitu saja. “Aku sama mas Andreas mau tunangan, lho. Itu artinya kamu nggak bisa datang, dong?”“Iya. Maaf, ya, Marina. Aku cuma bisa ngasih selamat dan doa aja,” kata Maura tak enak hati. “Kalau kalian menikah nanti, aku akan usahakan untuk datang.”“Meski kak Maura nggak bisa hadir, yang penting kan bos sama calonnya bos hadir,” kata Andy.“Iya, tuh. Kalau salah satu diantara kalian nggak hadir, bisa-bisa nggak jadi tunangannya,” celetuk Ricko, membuat Marina kesal.“Enak aja. Amit-amit, ya. Mas Andreas harus hadir, lho, nanti,” kata Marina sambil menatap Andreas dengan permohonan. “Awas aja kalau nggak.”“Ricko cuma asal ngomong, Ma

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 92. Tamu Tak Diundang

    Pagi datang membawa kesegaran.Di luar, dedaunan masih basah bekas hujan semalam.Maura membuka jendela kamarnya membiarkan udara segar masuk menggantikan udara yang terperangkap semalaman, lalu dia duduk di depan meja rias untuk menyisir rambutnya yang panjang.“Sejak hamil kayaknya rambutku makin

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 91. Waktu Berlalu

    Keesokan harinya, Maura bangun dengan perasaan yang lebih waspada. Dia mengecek jendela yang semalam dilewati orang misterius itu.Tak ada kerusakan maupun goresan apapun seolah apa yang terjadi semalam hanya halusinasinya.“Tidurmu nyenyak, Mia?” tanya Maura sambil duduk di sofa saat Mia tengah me

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 90. Sosok Pria Misterius

    “Nyonya, siapa yang datang?” tanya Mia begitu Maura kembali masuk setelah membuang kotak kardus itu. “Nggak ada siapa-siapa. Mungkin ada yang iseng pencet bel. Biasanya sih, anak-anak,” jawab Maura sambil tersenyum dan duduk kembali. “Ah, aku ngantuk.” “Nyonya mau tidur lagi?” tanya Mia. “Ya,

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 89. Kiriman Bunga Kering

    Siang itu, Dewangga makan bersama Zefan di sebuah restoran di area pusat perbelanjaan.Selesai makan, keduanya berpisah karena Zefan harus membeli sesuatu sebelum jam istirahat habis, sementara Dewangga berjalan pulang melintasi deretan pertokoan.Ketika melewati sebua

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status