Home / Romansa / Sebelum Tiga Tahun / 227- Geza dan Video

Share

227- Geza dan Video

Author: Sora Carita
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-17 16:51:21

Tala menyusul ke sekolah Sansa. Setelahnya, ia pergi berdua dengan anak itu, berkeliling mal untuk meredakan pikirannya yang kusut. Namun, bukannya merasa lebih jernih, Tala justru semakin jengah.

“Aman semua untuk minggu ini, Mbak. Paling nanti minggu depan ada schedule sama pihak Bhuwana,” Sania menginformasikan jadwal Tala minggu ini lewat sambungan telepon.

Sekacau saat ini, Tala tak mungkin pergi ke Janitra.

Lagi pula, agendanya minggu ini memang cukup longgar. Tak ada rapat penting atau k
Sora Carita

Tonton jangan nih videonya?

| 9
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (8)
goodnovel comment avatar
sakti
ga punya hubungan apa2 versi geza itu bisa kissing... buaya emang cocok nya ceburin laut aja deh
goodnovel comment avatar
naraaa
ga tau kenapa masih kit ati banget sama geza, kalok cuma pelukan atau pegangan tangan masih bisa dimaafin.. tapi ini ciuman loh!!! GA BANGEEETT!!!!!
goodnovel comment avatar
Ayra Arsyifa M
ada perjanjian apa sih Za ma Bhuwana sampai ga bisa lepasin gitu aja dg kinan jg kl jd Tala jg marahlah,sakiit hati jg,udah cuekin dulu aja Ta,biar Geza tuh lebih hati hati lagi,ga mau ditinggal Tala tp ga sadar apa ada aja yg bikin sakiit
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Sebelum Tiga Tahun   228- Keluar dari Bhuwana

    “Ta, please. Jangan gini. Kasih saya kesempatan buat bikin kamu yakin.”“Kamu yang jangan gini.” Tala akhirnya menoleh, menatap Geza dengan mata yang mulai memerah. “Dari awal kesepakatan kita cuma nikah kontrak. Kalau kamu tahu masih ada Kinan di hati kamu, kenapa mesti kasih harapan ke aku? Kenapa deketin aku sebegitunya?”Geza terdiam, tapi Tala sudah terlanjur melanjutkan. Semua kecurigaan yang sejak tadi berusaha Tala tahan kini tumpah begitu saja.“Apa karena Kinan jauh, jadi kamu butuh pengalih sementara yang bisa bebas kamu buang begitu dia kembali?”“Ta..” Geza menggeram rendah.“Saya emang brengsek, tapi saya nggak mungkin mainin perasaan perempuan kayak gitu. Saya benci perselingkuhan.”Tala tak merespons pembelaan itu. Dadanya sudah terlalu sesak, hatinya masih sangat perih.“Jadi, sejak kapan kamu ada main sama Kinan?” todongnya lagi. “Apa dari awal kita nikah kontrak pun kamu masih punya hubungan sama Kinan?””Nggak ada hubungan sama sekali, Ta. Iya, kita kontekan tapi i

  • Sebelum Tiga Tahun   227- Geza dan Video

    Tala menyusul ke sekolah Sansa. Setelahnya, ia pergi berdua dengan anak itu, berkeliling mal untuk meredakan pikirannya yang kusut. Namun, bukannya merasa lebih jernih, Tala justru semakin jengah.“Aman semua untuk minggu ini, Mbak. Paling nanti minggu depan ada schedule sama pihak Bhuwana,” Sania menginformasikan jadwal Tala minggu ini lewat sambungan telepon.Sekacau saat ini, Tala tak mungkin pergi ke Janitra.Lagi pula, agendanya minggu ini memang cukup longgar. Tak ada rapat penting atau keputusan strategis yang menuntut kehadirannya. Paling-paling, ia hanya perlu memantau perkembangan perusahaan dan mendalami prospek bisnis Janitra yang akan digarap dalam waktu dekat.“Hari apa? Kalau cuma Pak Suwandi aja yang hadir, fine, kan?”Tala tahu ini bukan keputusan yang profesional. Namun, ia sungguh muak jika harus melihat Geza dan Kinan ada di sana juga. Bayangan Kinan mencium Geza saja sudah cukup membuat perutnya mual.Apa ini alasan Geza berulang kali menanyakan keyakinannya untuk

  • Sebelum Tiga Tahun   226- Penjelasan Bullshit

    Semua penjelasan dan pembelaan yang baru saja Tala dengar dari mulut suaminya itu justru membuatnya semakin muak.Tala tertawa getir, tanpa sedikit pun rasa geli.“Oke, kamu nggak bales, tapi kamu diem aja. Kenapa? Cukup menikmati? Keinget masa-masa delapan tahun itu?” todongnya tajam.Dadanya semakin sesak. Rasa sakit yang sejak semalam mati-matian ia tahan kembali menghimpit, begitu kuat hingga napasnya terasa tercekat.Tala merasa bodoh karena sempat percaya, bodoh karena membiarkan dirinya jatuh cinta, dan lebih bodoh lagi karena mengira Geza tak akan pernah tega menyakitinya seperti ini.”Ta, semuanya terjadi begitu cepat.” Geza mengusap wajahnya kasar, frustrasi. “Saya mabuk. Pandangan saya udah kabur, saya bahkan sempat salah lihat—”Ia terdiam sejenak, rahangnya mengeras.“Kinan tiba-tiba cium saya. Saya ngefreeze, Ta. Bukan karena saya menikmati, apalagi karena saya pengen mengulang masa lalu.” Tatapannya kembali tertuju pada Tala. “Saya cuma nggak langsung bisa bereaksi.”“B

  • Sebelum Tiga Tahun   225- Tahun Pembuka Pelik

    Mungkin, ungkapan Hanum waktu itu keliru. Awal tahun keempat pernikahan mereka bukanlah pembuka menuju hidup bahagia, melainkan awal dari peliknya rumah tangga yang harus mereka hadapi. Dan kini Tala bukan lagi Tala yang lajang dan bebas melarikan diri setiap kali pikirannya kusut. Ada hal-hal yang kini tak bisa ia tinggalkan begitu saja, bahkan ketika hatinya sendiri sedang berantakan. Sekarang ia punya Sansa. Maka, begitu tiba di apartemen Syifa, Tala segera menelepon Sus Lia untuk memastikan keadaan Sansa. Ia juga menitipkan pesan agar besok anak itu tetap berangkat sekolah seperti biasa, tanpa harus menunggu atau diantar olehnya. Amika sempat mampir dan bercerita panjang lebar tentang bagaimana ia melabrak Kinan. Persis seperti yang Tala duga. Geza—si brengsek itu—terus-menerus meneleponnya, yang tentu saja langsung Tala reject. Ia tak bisa mematikan ponselnya begitu saja. Bagaimanapun, ia masih harus bisa dihubungi jika ada sesuatu yang penting terkait Sansa. Dan satu lagi, B

  • Sebelum Tiga Tahun   224- Sebuah Tamparan

    Tala pernah punya pengalaman diselingkuhi. Ia memergoki pacarnya keluar dari sebuah hotel bersama rekan kerjanya, tepat ketika dirinya sedang berada di lobi untuk bertemu klien. Saat itu, Tala hanya diam. Tak ada keributan, tak ada adegan menangis atau memohon penjelasan. Ia mengakhiri hubungan mereka begitu saja, tanpa banyak drama. Entah karena ia memang tak secinta itu pada pria tersebut, entah karena ia enggan menjadi pusat perhatian. Yang jelas, Tala tak merasa perlu membuat keributan. Kemudian Tala dapat kabar kalau mantannya itu dilabrak Amika. Tak berselang lama kemudian, tersiar pula kabar kalau pria itu babak belur dihajar seseorang. Entah siapa pelakunya. Tala tak pernah mencari tahu, apalagi merasa perlu peduli. Namun, kejadian kali ini berbeda. Pria yang baru saja ia pergoki berciuman dengan mantannya bukan sekadar pacar. Status mereka sudah resmi berubah. Geza adalah suaminya. Dan apa yang baru saja dilihatnya? Ciuman. Geza berciuman dengan Kinan. Tala mengerjap b

  • Sebelum Tiga Tahun   223- Kebetulan dari Semesta

    “Tala, kita di ruang paling ujung. Lo naik aja.” Suara Amika di ujung telepon menuntun Tala menerobos lantai bawah yang ramai dan penuh sesak. Malam ini, ia punya janji dengan Amika, Jia, dan Syifa untuk mencari hiburan sekaligus merayakan Jia yang resmi resign dari pekerjaannya dan memutuskan menjadi IRT. Setelah padel untuk mengobati patah hati Syifa, kini giliran minum di bar untuk merayakan keputusan Jia. “Oke, tunggu. Penuh banget di sini.” “Ya jelas penuh, namanya juga bar. Lo sih, udah lama nggak dateng ke tempat kayak gini amatir lagi kan...Buruan, ya. Kita udah nungguin lo setengah jam, nih,” celoteh Amika, yang sepertinya sudah mulai menyesap alkohol. “Iya, sabar, iya,” gerutu Tala. Sebelum berangkat, ia sudah mengirim pesan kepada Geza untuk mengabari bahwa malam ini ia jadi keluar. Tadinya Tala sempat gamang antara ikut acara itu atau tidak, tetapi akhirnya ia memutuskan untuk datang. Sayangnya, sampai sekarang belum ada balasan dari suaminya. Pesan terakhir Geza mas

  • Sebelum Tiga Tahun   11- Celah di Sofa Abu

    Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari saat Tala akhirnya memutuskan turun ke lantai bawah. Dia benar-benar tidak bisa tidur. Bukan karena ini adalah malam pertamanya dengan status sebagai istri Geza.Bukan.Tidak akan ada yang berbeda karena mereka bukan pasangan nyata. Alarm tubuhnya saja yang

  • Sebelum Tiga Tahun   10- Rahasia Besar Lain

    Geza tidak terkejut saat Tala menuntut penjelasan dengan tatapan menghunus. Pria itu memutar tubuh untuk menghadap Tala sepenuhnya."Kita enggak sedang membohongi anak kecil, Tala." jawab Geza rendah, terlampau tenang. "Keluarga saya, kolega bisnis saya dan Arka, sampai pengadilan—ada terlalu banyak

  • Sebelum Tiga Tahun   9- Perjanjian Tiga Tahun

    Malam itu jadi malam paling panjang untuk semua sesi perdebatan yang pernah mereka lewati selama enam tahun terakhir. Geza harus mendapatkan kesepakatannya malam ini juga.“Semuanya sudah saya atur di dokumen resmi,” Geza kembali bicara, memecah keheningan. “Saya gak akan ambil sepeser pun yang jadi

  • Sebelum Tiga Tahun   8- Rencana Paling Rapi

    Tala terkunci di antara kedua lengan Geza yang bertumpu pada pinggiran meja mahoni. Jantungnya berdentum liar, namun rasa terpojok itu justru membakar keberaniannya. Ia mendongak, menantang sepasang manik gelap di depannya.“Melindungi Sansa, itu yang mau kamu bilang?” Tala tertawa miris, suaranya b

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status