Início / Romansa / Sebelum Tiga Tahun / 234- Kalau Tantenya Mau

Compartilhar

234- Kalau Tantenya Mau

Autor: Sora Carita
last update Data de publicação: 2026-10-23 10:15:25
Melihat wajah pria itu yang begitu lelah akibat perjalanan, Mira menawarkan kamar yang selama ini ditempati Tala dan Sansa agar Geza bisa beristirahat. Kini, pria itu tertidur bersama Sansa di kamar tersebut.

Sementara itu, Mira sedang mengantar pesanan kue bersama putranya, Dion, ke pusat kota. Hanto—ayah Mira sendiri sudah kembali ke kebun. Siang tadi ia hanya mengantarkan Geza ke rumah. Itu pun tak sengaja katanya bertemu dengan Geza di warung saat pria itu sedang menanyakan alamat.

Tala dudu
Sora Carita

Tuh Om dikasih inspirasi sama bocil slow living aja udah di desa sekalian beguru sama Pakde Samsul

| 12
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (3)
goodnovel comment avatar
wd_shinoda
Cocok tuh.. Keluar dari Bhuwana, lepas dari Kinan, Slow living di desa, jadi asisten Pakde Samsul yg tukang bangunan.. Hahahahahahaha...
goodnovel comment avatar
Ayra Arsyifa M
Alhamdulillah langsung 2bab,mksh ya Kak Om Eza di kampung aja jd tukang bangunan ya berguru ma Om Samsul......
goodnovel comment avatar
Atsen Qhmad
makasih sudah kasih boncap thor...semoga sehat selalu,,,ayo mas geza keluarkan segala jurusmu agar MBK tala mau pulang..
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Sebelum Tiga Tahun   236- Jadi Janda Gak Enak

    Hari kedua, Geza tampaknya masih belum berniat pulang.Sore kemarin, Tala sudah memintanya kembali ke Jakarta. Rumah itu tidak terlalu besar dan hanya memiliki tiga kamar tidur. Tala sendiri menempati kamar Dion yang hanya diisi kasur single bed—sementara anak itu tidur bersama kakeknya.Jelas tak ada tempat lagi untuk Geza. Alhasil, semalam Geza tidur beralaskan tikar di ruang keluarga. Tala bahkan sudah menyarankannya menginap di hotel di pusat kota, tetapi pria itu tetap bersikeras menolak.Pagi ini, suaminya malah sudah duduk santai di teras sambil minum teh dan berbincang dengan Pakde Hanto. Tak hanya itu, Geza juga ikut membantu memotong ayam kampung yang kemarin dibicarakan Mira.Di luar dugaan, ternyata pria itu bisa mengurus hal-hal semacam itu.Terlepas dari masalah rumah tangga mereka, Mira dan Pakde Hanto menilai Geza secara objektif. Keduanya menerima kehadiran pria itu dengan tangan terbuka. Terlebih, Pakde Hanto hanya menduga Tala dan Geza sedang bertengkar, masalah kla

  • Sebelum Tiga Tahun   235- Cewek Tukang Manjat

    Hening menyelimuti teras setelah Ainun beranjak masuk.Geza duduk lesehan dengan kaki terjulur ke undakan teras, kedua tangannya bertumpu di belakang tubuh untuk menyangga berat badannya. Di sebelahnya, Tala duduk bersila dengan tangan terlipat di atas lutut. Keduanya sama-sama memandangi hamparan pegunungan hijau di hadapan mereka.Sejak kedatangan Geza tadi, mereka belum benar-benar mengobrol. Mira lebih banyak mengambil alih percakapan, berusaha mencairkan kecanggungan di antara keduanya.Sampai akhirnya, Tala memutuskan untuk membuka suara.“Kamu tahu dari mana aku di sini?”Geza menoleh sekilas sebelum menjawab, “Dari akses panggilan kemarin. Saya minta orang melacak posisinya, sekalian mencari tahu pemiliknya.”Tala sontak menoleh.Dia menyewa hacker?“Harus segitunya?” tanya Tala, sedikit ketus.“Harus. Saya belum minta maaf soal omongan saya malam itu. Saya salah, Ta. Sangat salah. Maafkan saya.""Hmmm." hanya itu respon yang bisa Tala beri."Dan saya juga pengen ketemu kalian

  • Sebelum Tiga Tahun   234- Kalau Tantenya Mau

    Melihat wajah pria itu yang begitu lelah akibat perjalanan, Mira menawarkan kamar yang selama ini ditempati Tala dan Sansa agar Geza bisa beristirahat. Kini, pria itu tertidur bersama Sansa di kamar tersebut.Sementara itu, Mira sedang mengantar pesanan kue bersama putranya, Dion, ke pusat kota. Hanto—ayah Mira sendiri sudah kembali ke kebun. Siang tadi ia hanya mengantarkan Geza ke rumah. Itu pun tak sengaja katanya bertemu dengan Geza di warung saat pria itu sedang menanyakan alamat.Tala duduk lesehan di teras, menemani Ainun mengerjakan PR.“Tante Tala, kenapa Tante jadi arsitek?” tanya Ainun.“Karena Tante suka gambar,” jawab Tala sambil tersenyum tipis.“Aku nggak suka gambar, tapi pengin jadi arsitek. Bisa nggak, Tante?”Tala terdiam sejenak, menatap anak itu.Dulu, ia justru tak pernah ingin mengambil jurusan arsitektur. Jani-lah yang meyakinkannya bahwa jurusan itu menjanjikan dan bisa menjadi tempat bagi bakat Tala untuk berkembang. Kakaknya itu bahkan bertaruh mati-matian ag

  • Sebelum Tiga Tahun   233- Masa Tenang

    Tepat tiga minggu kemudian, akhirnya ponsel Tala kembali aktif. Bahkan, kali ini Tala yang lebih dulu menghubunginya. Percakapan itu dimulai dengan Sansa yang langsung bercerita panjang lebar tentang segala hal yang ia lakukan selama bersama Tatanya, tak lupa mengungkapkan betapa rindunya ia kepada Om Eja. Tala tak mau bicara sama sekali dengannya. Geza mendengarkan dengan saksama, sesekali menyahut pertanyaan-pertanyaan polos keponakannya itu. Hingga, saat Sansa meminta panggilan video, terdengar suara gemerisik dari seberang, disusul larangan Tala yang samar-samar tertangkap telinganya. Geza langsung menangkap celah itu. “Jadi, Om Eja boleh bicara sama Tata?” bujuknya lagi, setelah permintaan serupa tadi ditolak mentah-mentah oleh Sansa. “Kata Tata, no-no.” Geza mengembuskan napas pelan. Rupanya, Tala benar-benar berusaha menghindarinya, panggilan ini ada hanya karena Sansa. “Om Eja kangen Tata. Ayo, Yaya bilangin, ya.” Tak lama kemudian, suara mungil itu kembali terdengar di

  • Sebelum Tiga Tahun   232- Hidup Berantakan

    “Pak, Bu Kinan minta waktu untuk membahas proyek A Plus.” Rena melongokkan wajah dari balik pintu, ragu-ragu sebelum melanjutkan. “Katanya cukup urgent.” Sudah empat hari terakhir emosi atasannya itu buruk. Sangat buruk, malah. Rena sampai harus berpikir dua kali setiap kali hendak masuk ke ruangannya. “Bilang lewat email aja,” jawab Geza ketus tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptop. “Tapi, Pak...” Rena menjeda, tampak serba salah. “Katanya urgent. Sepuluh menit lagi Pak Agus juga akan menyusul.” Nama terakhir itu membuat Geza terpaksa mengurungkan niatnya untuk menolak. “Ya sudah. Suruh masuk.” “Baik, Pak.” Rena segera berlalu, sementara Geza menyandarkan punggung ke kursi dan mengembuskan napas panjang. Sungguh, kepalanya sudah cukup penuh. Ia tak punya tenaga untuk menghadapi persoalan lain, apalagi yang melibatkan Kinan. Sayangnya, urusan pekerjaan tak bisa ia abaikan hanya karena kehidupan pribadinya sedang berantakan. Kinan masuk beberapa saat kemudian, lalu duduk

  • Sebelum Tiga Tahun   231- Kemana Tala?

    Geza punya jadwal bertemu klien saat jam makan siang. Kebetulan, lokasi pertemuan itu tak jauh dari kantor Amika. Ia pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menemui sahabat istrinya, meski kemungkinan besar ia akan kembali menerima tamparan. Sudah tiga hari Tala pergi, dan ia masih belum tahu harus mencari ke mana lagi. Geza menunggu dengan gelisah di lobi firma tempat Amika bekerja. Setelah pesannya tak kunjung dapat balasan, ia terpaksa menghubungi atasan perempuan itu, yang kebetulan merupakan koleganya sendiri, untuk meminta bantuan mempertemukan mereka. Dan ya, akhirnya Amika muncul dengan wajah masam. Begitu melihat Geza, ia langsung menghampiri pria itu sambil bersungut kesal. “Harus banget gunain kekuasaan lo buat bikin gue mau nemuin lo, Mas? Dasar licik!” Geza tak membalas sindiran itu. Ia sudah menduga Amika akan marah, tetapi saat ini ia tak punya banyak pilihan. “Mik, kalau kamu masih mau luapin kemarahan kamu sama saya, silakan.” Geza menatapnya serius. “Tapi jan

  • Sebelum Tiga Tahun   2- Warisan Rumit

    Tala tak sanggup mencerna kalimat itu. Menikah dengan adik kakak iparnya? Sebutannya memang masih keluarga, tapi mereka hanya dua orang asing yang kebetulan terhubung karena sebuah pernikahan kedua kakaknya.“Kamu gila?” Tala mendengus, tawa hambar keluar dari bibirnya yang pucat. “Akal sehat kamu k

  • Sebelum Tiga Tahun   5- Tawaran Perlindungan

    “Kamu gila kalau kamu setuju sama ide konyol itu.”Geza menoleh. “Mungkin.”Sebelum membawa Sansaya ke dokter anak, mereka sempat bicara soal hak wali ke pengacara kenalan Geza. Pengacaranya menyarankan satu hal paling konyol untuk menang dan melindungi semuanya.Menikah. Nikah kontrak, lebih tepat

  • Sebelum Tiga Tahun   4- Proposal Tak Terduga

    Mobil Geza melaju membelah kemacetan Jakarta yang terasa jauh lebih menyesakkan dari biasanya. Di kursi penumpang, Tala mencoba menyandarkan kepalanya pada kaca jendela yang dingin, mencari sedikit sisa tenaga yang dia punya.“Temen kamu udah pulang langsung kerja?” tanya Geza tanpa sedikit pun men

  • Sebelum Tiga Tahun   3- Rumah Bagi Sansaya

    Menjaga Sansaya setiap hari ternyata sanggup menguras seluruh kewarasan Tala. Begitu dia terbangun, wajah kuyu dengan lingkaran hitam yang menghias bawah mata langsung menyambutnya.Tala melangkah gontai menuju ruang makan, mengambil segelas air putih, lalu duduk tepat di hadapan Geza. Pria itu suda

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status