ホーム / Romansa / Sebelum Tiga Tahun / 26- Kepercayaan dan Kecurigaan

共有

26- Kepercayaan dan Kecurigaan

作者: Sora Carita
last update 公開日: 2026-05-30 22:49:32

Geza adalah tipe yang analitis. Ia selalu tahu saat ada sesuatu yang bergerak di luar pengawasannya, sekecil apa pun itu. Dan Tala sadar, sejak ia memutuskan memanipulasi site itu, ia sedang berjalan di atas lapisan es yang tipis.

Namun setidaknya, semalam ia berhasil menahan Geza tetap di rumah.

Ia juga sudah memastikan kondisi site aman dan Suwandi bergerak sesuai skenario. Meski begitu, Tala nyaris tidak tidur semalaman. Kepalanya terus dipenuhi kemungkinan-kemungkinan buruk sampai pagi data
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Sebelum Tiga Tahun   52- Sengatan Halus

    “Tell me.” ucap Tala lagi, ujung telunjuknya bergerak lambat menyusuri dada Geza.Geza segera mencekal jemari itu. “Kamu mabuk, Tala.”“Nggak, aku masih cukup sadar buat bisa lawan semua fans kamu yang buas itu.” sanggah Tala.“Kenapa? Mereka ganggu kamu lagi?” tanya Geza.“Nggak secara langsung.”“Sorry Ta, ada beberapa hal yang harus saya urus di sini. Jadi sering ninggalin kamu.” sesal Geza.Tala terkekeh. “GM residential development….”“... pasti sesibuk itu sih,” lanjut Tala, nadanya mengayun ringan.Efek segelas setengah wine tadi mulai bekerja, membuat tubuhnya terasa seringan kapas, sekaligus menyulut lebih banyak keberanian. Aroma bergamot yang maskulin dan familier dari jas Geza yang tersampir di bahunya perlahan menguar, mengepung indra penciuman. Aroma itu egois, persis seperti pemiliknya, mengklaim Tala di tengah dinginnya angin malam.Di bawah lampu balkon, tatapannya yang agak sayu menyisir garis rahang kokoh Geza.“Jadi,” Tala memulai lagi, menatap Geza tanpa berkedip,

  • Sebelum Tiga Tahun   51- Pengakuan Dosa

    Suara sumbang itu sukses membuat Tala kesal."Selingkuh? Nggak mungkin ah. Pak Geza nggak kelihatan kayak cowok yang begitu. Kerjaannya aja udah segunung.”Bukan peselingkuh? Komentar itu justru sedikit menggelitik Tala, mengingat beberapa fakta masa lalu yang ia ketahui."Tapi gue tetap nggak rela aja. Yang diucapin terima kasih malah cewek lain, padahal Mbak Kinan yang nemenin semua prosesnya."Realistis. Tapi yang membuat Tala semakin kesal adalah kenyataan bahwa Geza sengaja menyeretnya ke bawah sorotan yang bukan miliknya."Iya sih, gue kalau jadi Mbak Kinan nangis parah. Eh tapi sis, kalau nggak selingkuh nggak mungkin dong tiba-tiba nikah gitu aja."Tala mengenali bahwa suara-suara ini berbeda dari para penggosip yang ia dengar kemarin sore.Astaga. Ternyata jumlah hatersnya lebih banyak dari yang ia kira. Harusnya Tala keluar saja daripada menguping omongan sampah macam itu.Harusnya.Tapi tubuhnya bicara lain. Ia malah tetap berdiri di depan wastafel, berpura-pura merapikan r

  • Sebelum Tiga Tahun   50- Pusat Perhatian

    Tala baru saja menyapukan blush on di pipi saat pesan dari Rena masuk.Pakai lipstik merah, Mbak. Pasti cantik. Tunjukin kalau Mbak nggak apple to apple sama mantan. Soalnya Mbak levelnya di atas.Tala hanya terkekeh membacanya.Dari obrolan sore tadi, Rena cuma bilang kalau Kinan pernah bekerja di Bhuwana sebelum akhirnya pindah ke luar negeri. Hanya itu. Tala juga tidak berniat mencari tahu lebih jauh. Toh itu bukan urusannya.Ini malam kedua retreat. Bhuwana menggelar dinner sekaligus malam apresiasi atas pencapaian Divisi Residential Development sepanjang tahun ini. Acara itu turut mengundang keluarga para karyawan dan jajaran manajemen, menjadikannya lebih dari sekadar makan malam biasa.Artinya Tala harus kembali tersenyum, berbasa-basi, menjadi istri Geza di depan publik dan jelas menghadapi lebih banyak tatapan penasaran serta bisik-bisik tentang dirinya dan pria itu. Malam saat welcoming BBQ kemarin tingkah Geza yang berlebihan sukses menjadi bahan bakar baru bagi para penggo

  • Sebelum Tiga Tahun   49- Golden Boy

    “Bisa ternyata ya, Ta. Nikah sama orang yang kamu benci. Dulu dimaki-maki sekarang malah satu rumah.”Kalimat itu diucapkan sambil tersenyum, tetapi Tala menangkap maksud lain di baliknya.“Begitulah, Mbak. Jodoh kan emang jorok,” balas Tala seringan mungkin.Ana—wanita usia pertengahan tiga puluh itu tertawa kecil. “Tapi udah gak dendam dong Ta.”“Kalau dendam, saya gak mungkin nikah sama mas Geza.” balas Tala.Semoga cukup sampai di situ.“Hebat sih, Ta. Kamu bisa nerima dia. Kalau saya jadi kamu, lihat mukanya aja nggak mau.”Tala tersenyum tipis.Sungguh provokatif sekali.Padahal setahunya, dulu Ana dan Geza sama-sama berdiri di sisi yang sama—saling melindungi. Namun kenapa saat diungkit sekarang kesannya dosa yang Geza lakukan lebih besar?“Duluan ya.” Ana pamit, mengajak salah satu rekannya untuk bergabung dengan kelompok lain.Tala mengenal Ana empat tahun lalu, saat proyek kolaborasi antara Bhuwana dan firma tempatnya bekerja mempertemukan mereka. Dari proyek itu pula, ia ber

  • Sebelum Tiga Tahun   48- Aroma Bergamot

    “Ta, kata Geza minggu depan ada gathering Bhuwana di Ciawi ya? Kamu ikut kan?” tanya bude Sinta sambil menyesap teh.“Nggak bude.” Tala menjawab sambil menyusun lego Sansa membentuk sebuah menara sesuai permintaan anak itu yang kini sedang ke toilet bersama sus Lia.“Lah kenapa? Ikut aja Ta, biar Sansa sama bude di sini. Udah anteng ini anaknya.” bujuk bude Sinta.“Bude nggak jadi pulang minggu depan kok,” imbuhnya.“Bude masih betah?”“Iya nih, Ta. Di sana paling mentok cuma ngemong cucu. Di sini juga sama, tapi ya mending di sini lah. Bisa ketemu banyak saudara sama teman-teman lama Bude,” jelasnya sambil tersenyum.Anak tunggal Bude Sinta sudah lama menetap dan bekerja di Jepang. Sementara itu, aset-aset warisan keluarga yang menjadi haknya dikelola secara profesional sehingga ia tak perlu direpotkan urusan manajemen yang memusingkan. Di masa pensiunnya, Bude Sinta memilih menikmati hidup dengan santai.“Ya udah bude di sini aja.”Sejujurnya Tala senang mendengar hal itu, hanya saj

  • Sebelum Tiga Tahun   47- Sorot Mendamba

    Malam ini Tala memasak sendiri untuk makan malam. Dia hanya meminta Bi Yuni menyiapkan bahan-bahannya agar sepulang dari Janitra, ia bisa langsung mengeksekusi semuanya di dapur. Seluruh menu yang ia buat adalah makanan favorit Geza—yang beberapa waktu lalu sempat pria itu kirimkan lewat surel.Tala menyebut ini sebagai bentuk balas budi untuk semua kebaikan Geza. Terlebih soal tindakan pria itu yang pulang dinas lebih awal lalu berakhir mengorbankan waktu istirahat demi membawa Tala ke rumah sakit di pagi buta.“Sansa udah tidur?” tanya Geza begitu Tala membukakan pintu. Hal yang baru pertama kali Tala lakukan dengan sukarela setelah hampir setahun berstatus istri. Ya…walaupun hanya istri kontrak.“Udah tadi. Ayo makan dulu!” ajak Tala.Geza mengekori sambil menggulung lengan kemejanya sampai siku.Di meja makan, semur daging kentang, tempe cabe ijo, sambal, dan beberapa lauk sederhana sudah tertata rapi. Geza menatapnya sekilas, lalu mengangkat alis.“Tumben masakin buat saya. Dalam

  • Sebelum Tiga Tahun   27- Kebohongan Elegan

    “Nggak lah, Bude.” Geza tersenyum kecil sambil mengusap punggung tangan Tala pelan. “Saya percaya sama Tala.”Ia berhenti sejenak, lalu menatap Tala sekilas dengan sorot mata yang sulit dibaca.“Kalau nggak percaya, saya nggak mungkin naruh banyak hal penting di tangan dia.”Sebuah ancaman.Sampai

  • Sebelum Tiga Tahun   25- Mual Kedua

    Di dalam kabin Mercedes-Maybach GLS yang kedap suara, Arvin dan Bastian sudah menunggu. Arvin, Project Manager junior yang selalu menjadi bayang-bayang Geza, duduk tegak di balik kemudi. Sementara di sebelahnya Bastian sibuk menatap layar tabletnya dengan dahi berkerut, memeriksa laporan proyekGez

  • Sebelum Tiga Tahun   24- Tatapan dan Asumsi

    Sore itu, mobil SUV hitam merapat di pelataran lobi Janitra. Tala turun dengan langkah gontai. Wajahnya pucat pasi, sisa debu beton konstruksi masih menempel di pori-pori kulitnya. Suwandi dan sekretarisnya mengikuti dari belakang dengan raut cemas yang berusaha mereka tutup rapat di balik sikap fo

  • Sebelum Tiga Tahun   23- Di Balik Dinding Melawai

    Tala menatap keluar jendela kantor lapangan, memandangi kerangka baja Space Creative yang kini baginya tampak seperti sebuah labirin. Di tengah tumpukan proyek perumahan subsidi di pinggiran kota yang selama ini menopang nama Janitra, proyek di Melawai ini jadi salah satu aset prestisius yang diwar

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status