แชร์

Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar
Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar
ผู้แต่ง: Mama Reni

Bab Satu

ผู้เขียน: Mama Reni
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-07 19:03:38

Chelsea yang sedang kesal dengan kedua orang tuanya, berjalan pelan menyusuri jalanan kota. Dia belum bisa menerima keputusan mereka yang menjodohkan dirinya dengan anak sahabatnya.

Saat sedang berjalan, tiba-tiba muncul dua orang pria. Salah seorang dari mereka langsung menarik tas milik Chelsea. Dan satu orang lagi memegang pergelangan tangannya.

"Cantik. Sepertinya bisa buat temani kita tidur malam ini," ucap salah satu dari mereka.

Chelsea melangkah mundur mendengar ucapan pria itu. Dia tak mau dijadikan pemuas atau teman ranjang mereka.

Pria yang memegang tangan Chelsea tersebut tampak tersenyum sinis. Dia menatap gadis itu yang tampak ketakutan.

"Jangan takut. Kami hanya ingin bersenang-senang saja. Jika kau bisa memuaskan, akan kami beri bonus," ucap. seorang pria lainnya.

"Jangan mendekat ... atau aku akan berteriak!" seru Chelsea.

"Berteriaklah ...! Tak akan ada yang mendengarnya. Apa kau tak melihat, jalanan ini sangat sepi. Kau berteriak sekuat tenaga pun, tak akan ada yang mendengar," ucap salah seorang pria itu.

Chelsea memandangi kiri dan kanan jalan. Memang tampak sepi. Entah mengapa dia menuju arah jalan ini. Dia jadi merinding. Teringat penemuan mayat beberapa hari lalu di daerah sekitar ini. Dia tak mau mati. Dia harus bisa melarikan diri dari dua orang yang tak di kenal ini.

Chelsea kembali mundur. Dia mengambil ancang-ancang. Dalam hati menghitung. Satu ... dua ... tiga. Gadis itu berlari sekuat tenaga.

"Jangan lari ...," teriak salah satu dari pria itu. Keduanya lalu mengejar Chelsea. Jarak keduanya sudah semakin dekat.

Chelsea yang melihat ada pohon rindang, langsung bersembunyi. Napasnya tampak memburu. Dia tak menyangka keputusannya kabur dari rumah akan berakhir begini. Dia tadi naik taksi, dan tak ada tujuan, meminta supir taksi menurunkan di jalan. Tanpa berpikir jika jalanan itu sangat rawan kejahatan.

Tadi dia berdebat dengan papa dan ibu tirinya. Mereka bersikeras meminta gadis itu untuk menerima perjodohan yang telah mereka atur. Semua demi menyelamatkan perusahaan.

Chelsea mengatur pernapasan. Agar tak terdengar. Dia menutup mulutnya saat mendengar suara langkah kaki.

"Cantik ... Keluarlah! Kami akan memaafkan kamu. Jika kamu tetap dengan keputusan kamu untuk bersembunyi di balik pohon itu, jangan salahkan jika kami memaksamu keluar dengan kasar!" seru salah satu pria.

Chelsea jadi gemetaran. Dia tak tahu harus mengambil keputusan apa. Jelas-jelas mereka berdua tahu persembunyiannya. Namun, jika dia keluar, takut diapa-apain.

Tanpa dia sadar, salah seorang dari mereka telah mengendap mendekati. Pria itu lalu memeluknya.

"Tolong ... lepaskan ...," teriak Chelsea.

Salah seorang dari mereka lalu berusaha ingin menutup mulutnya. Chelsea yang tak mau terjadi sesuatu dengan dirinya, lalu menggigit tangan pria itu. Dan menginjak kaki pria yang satunya agar melepaskan pelukannya.

Setelah pelukan pria itu terlepas, Chelsea kembali berlari sekuat tenaga. Saat sampai di jalan raya, dia melihat ada mobil seseorang. Tanpa pikir panjang, dia masuk dan bersembunyi di bagian belakang.

Kedua orang itu kehilangan jejaknya. Mereka lalu memandangi mobil yang ada di jalan raya dan mendekati.

Saat keduanya ingin membuka pintunya, datang seseorang menarik kerah baju pria itu.  Tanpa pikir panjang langsung melayangkan bogem mentah.

"Mau apa kalian di mobilku?" tanya pria itu. Pastinya dia pemiliknya. Ternyata dia kebelet pipis, sehingga membiarkan mobilnya di jalan tanpa mematikan mesin.

"Maaf, Pak. Kami sedang mencari seseorang. Siapa tau bersembunyi di dalam mobil Bapak," ucap salah satu dari mereka.

"Pergi ...! Sebelum aku tembak mati kalian berdua!" seru pria itu tanpa mau mendengar penjelasan dari kedua orang tersebut.

Kedua pria itu saling pandang. Mereka tampak saling mengangguk. Dan tanpa aba-aba keduanya lari tunggang langgang.

Pria pemilik mobil itu masuk dan langsung mengunci pintunya. Chelsea yang berada di belakang mobil masih belum mau keluar dari persembunyian. Masih takut jika ada kedua penjahat itu.

Mobil melaju menuju sebuah rumah yang sangat mewah. Setelah itu sang pemilik memasukan ke dalam garasi.

Melihat mobil berhenti berjalan, Chelsea keluar dari persembunyiannya. Pria itu yang ingin keluar dari mobil terkejut melihat dari spion ada seorang wanita dalam mobilnya.

"Siapa kau ...?" tanya pria itu dengan suara yang keras dan tegas.

Chelsea yang masih ketakutan, hanya terdiam. Tak menjawab pertanyaan pria itu. Tanpa di duga, sang pemilik mobil membuka pintu dan menarik tangan gadis itu agar keluar dari mobil.

Chelsea yang masih ketakutan, bukannya lari tapi justru memeluk erat tubuh pria itu.

"Tolong ... mereka ingin memperko'saku," ucap Chelsea ketakutan.

Pria itu lalu terdiam karena dapat merasakan tubuh Chelsea yang bergetar. Dia lalu menarik tangan gadis itu dengan pelan agar masuk ke dalam rumah. Dia yakin jika gadis itu pasti dikejar pria yang tadi ada di dekat mobilnya.

Sampai di ruang keluarga, dia lalu meminta Chelsea duduk. Gadis itu menunduk ketakutan.

"Tolong aku, Pak," ucap Chelsea. "Mereka perampok, setelah merampas tasku, mereka bermaksud ingin melecehkan aku," ucap Chelsea dengan gemetar.

"Kenapa kau bisa berkeliaran di daerah rawan begitu malam-malam?" tanya pria itu.

"Aku ... aku ...." Chelsea tak dapat meneruskan ucapannya. Dia tak mungkin mengatakan pada pria yang baru dikenalnya jika dia kabur dari rumah. Takut pria itu berpikir yang bukan-bukan tentangnya.

"Kenapa ...? Atau sebenarnya kamu adalah komplotan mereka? Kau hanya pura-pura, dan ingin merampok juga di rumahku?" tanya pria itu dengan penuh penekanan.

"Bukan ... bukan Pak. Masa Bapak tak bisa melihat. Wajahku yang imut dan cantik ini tak cocok sebagai penjahat. Cocoknya sebagai istri yang disayangi dan diratukan suaminya," ucap Chelsea.

Pria itu tersenyum sinis. Dia lalu berjalan mendekati Chelsea. Tubuh gadis itu makin gemetar. Dia takut jika pria itu juga ternyata penjahat.

"Chelsea, kenapa hari ini nasibmu sangat sial. Keluar dari kandang macan, masuk kandang singa," gumam Chelsea dalam hati.

Pria itu makin mendekati Chelsea. Gadis itu mencoba mundur. Hingga bersandar di sofa.

"Apa kau tak punya mata? Aku ini masih lajang. Tampan, lebih tampan dari aktor Angga Yunanda. Bisa-bisanya di panggil Bapak!" seru pria itu dengan penuh penekanan.

Chelsea yang mendengar dengan jelas semua ucapan pria itu lalu mengangkat wajahnya. Penasaran dengan wajah pria itu, apakah benar setampan aktor favoritnya itu.

Mulut Chelsea terbuka karena terkejut dan tak menyangka saat melihat wajah pria itu. Dia bukan setampan Angga, tapi lebih dari itu. Seperti aktor drama cina yang sering dia tonton.

"Tutup mulutmu ...! Takutnya nanti lalat masuk. Apa kau tak pernah melihat pria tampan?" tanya pria itu.

Chelsea dengan lugu menggelengkan kepalanya. Selama ini dia memang belum pernah melihat pria setampan ini. Dia dibesarkan di desa bersama sang nenek sejak ibunya meninggal. Jawaban gadis itu yang jujur, membuat pria itu tersenyum.

"Pantas kau langsung terpesona," ucap pria itu. Dia lalu makin mendekati Chelsea.

"Sekarang katakan padaku kenapa kamu bisa ada dijalanan itu?" Kembali pria itu bertanya.

Chelsea menarik napas dalam. Dia masih berpikir untuk menjawab apa. Tak mungkin jujur dengan mengatakan jika dia sedang kabur dari rumah karena marah dengan kedua orang tuanya.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Tujuh

    Chelsea keluar dari taksi setelah membayar uangnya. Dia berjalan memasuki halaman rumah dengan santainya. Saat sampai depan pintu rumah, dia mendengar perdebatan papa dan ibu tirinya. Mereka masih menginginkan dirinya bertunangan dengan anak orang kaya itu."Apa tidak sebaiknya aku menerima perjodohan ini saja? Siapa tau dia pria baik," gumam Chelsea.Chelsea lalu masuk ke rumah. Dia melihat ayah dan ibu tirinya langsung berhenti berdebat."Dari mana aja kamu? Semakin liar saja kelakuanmu!" seru sang ayah dengan nada yang tinggi."Aku menginap di rumah teman," jawab Chelsea dengan pelan."Apa kau tak bisa mengabari orang rumah?" tanya ayahnya lagi."Dengan apa aku mengabari? Apa Ayah lupa jika putrimu ini tak memiliki ponsel?" Chelsea balik bertanya."Bisanya menjawab saja. Kau kan bisa mengatakan pada ayah sebelum pergi atau dengan ibumu," balas ayahnya Chelsea.Chelsea tampak menarik napas, tak menjawab lagi ucapan ayahnya. Dia lalu berjalan menuju kamar. Belum sempat dia masuk, ibu

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Enam

    Chelsea keluar dari taksi setelah membayar uangnya. Dia berjalan memasuki halaman rumah dengan santainya. Saat sampai depan pintu rumah, dia mendengar perdebatan papa dan ibu tirinya. Mereka masih menginginkan dirinya bertunangan dengan anak orang kaya itu."Apa tidak sebaiknya aku menerima perjodohan ini saja? Siapa tau dia pria baik," gumam Chelsea.Chelsea lalu masuk ke rumah. Dia melihat ayah dan ibu tirinya langsung berhenti berdebat."Dari mana aja kamu? Semakin liar saja kelakuanmu!" seru sang ayah dengan nada yang tinggi."Aku menginap di rumah teman," jawab Chelsea dengan pelan."Apa kau tak bisa mengabari orang rumah?" tanya ayahnya lagi."Dengan apa aku mengabari? Apa Ayah lupa jika putrimu ini tak memiliki ponsel?" Chelsea balik bertanya."Bisanya menjawab saja. Kau kan bisa mengatakan pada ayah sebelum pergi atau dengan ibumu," balas ayahnya Chelsea.Chelsea tampak menarik napas, tak menjawab lagi ucapan ayahnya. Dia lalu berjalan menuju kamar. Belum sempat dia masuk, ibu

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Lima

    Setelah mengganti bajunya, Chelsea bermaksud keluar dari kamar. Dengan kaos crop top dan celana pendek jeans sepaha. Dia kembali bercermin untuk mematut pakaiannya."Ukurannya pas banget. Kenapa Nathan bisa tau, apakah dia mengukurnya saat aku pingsan?" tanya Chelsea dalam hatinya.Chelsea menggelengkan kepala untuk menepis pikirannya tentang Nathan. Dia tak mau peduli lagi, apakah pria itu telah melihat seluruh bagian tubuhnya atau bukan. Dia juga akan segera pergi dan tak akan kembali lagi. Mungkin tak akan bertemu lagi.Saat kakinya akan melangkah keluar kamar, mata Chelsea melihat ada dompet di bawah ranjang. Dia berjongkok untuk mengambilnya."Oh, dompet Nathan. Pasti jatuh saat dia tidur di sini tadi malam," ucap Chelsea.Chelsea meraih dompet dan melihat isinya. Ada foto dan beberapa kartu saja. Dia memeriksa bagian dalam. Ada beberapa lembar uang kertas seratus ribu."Aku ambil saja. Dia tak akan tau. Lain kali jika bertemu akan aku kembalikan. Saat ini aku butuh buat pegangan

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Empat

    Chelsea bangun dan berjalan menuju kamar mandi. Di dalam, dia membuka seluruh pakaiannya dan memperhatikan badannya. Tak ada jejak sedikitpun atas tindakan pelecehan. Dia juga tak merasakan apa pun."Seperti yang aku dengar dari teman di kampung, katanya saat pertama melakukan sakit. Tapi aku tak merasakan apa pun. Apakah benar kalau Nathan tak berbuat sesuatu denganku?" tanya Chelsea pada dirinya sendiri.Dia kembali berjalan mondar-mandir di dalam kamar mandi. Mencoba mencari sesuatu yang aneh pada tubuhnya. Namun, tak ada sedikit pun perbedaan yang dia rasakan."Aku tadi telah menuduhnya yang bukan-bukan. Sepertinya dia hanya membalurkan minyak angin ke tubuhku," ucap Chelsea bermonolog pada dirinya sendiri.Chelsea kembali mengancingkan kemeja yang dia pakai. Wajahnya kembali ceria dengan senyuman sumringah."Eh ... tunggu dulu. Kalau dia yang membalurkan minyak angin ke seluruh tubuh ini, berarti dia telah melihat badan ini dalam keadaan polos ... aahhhh ... tidakkk," ucap Chelse

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Tiga

    Salah seorang wanita yang bekerja di rumah Nathan, mengantar Chelsea ke kamar tamu. Dia memandangi jalanan. Tampak hujan mulai turun."Apakah Ayah akan mencari ku? Tak mungkinlah. Ayah pasti tak tau jika aku kabur dari rumah. Tapi, aku rasa memang sebaiknya aku terima saja pertunangan ini. Bukankah dengan menikahi pria kaya, aku akan dianggap. Tak diremehkan lagi," ucap Chelsea pada dirinya sendiri.Gadis itu lalu berjalan menuju kamar mandi. Dia membersihkan tubuhnya yang terasa gerah karena keringat, saat tadi kabur dari para penjahat.Setelah mandi, dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk yang ada dikamar mandi, barulah dia sadar jika tak memiliki pakaian pengganti. Bajunya juga telah basah."Aduh ... bagaimana ini? Aku harus pakai baju apa?" tanya Chelsea pada dirinya sendiri.Chelsea berjalan menuju lemari yang ada di kamar itu. Tapi, ternyata lemari di kunci. Dia lalu mondar mandir di dalam kamar, memikirkan mau pakai baju apa.Tak ada jalan lain, dia bermaksud mau meminjam baju

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Dua

    "Sekarang katakan padaku kenapa kamu bisa ada dijalanan itu?" Kembali pria itu bertanya.Chelsea menarik napas dalam. Dia masih berpikir untuk menjawab apa. Tak mungkin jujur dengan mengatakan jika dia sedang kabur dari rumah karena marah dengan kedua orang tuanya."Aku lapar. Jika perutku kosong, aku agak pelupa," ucap Chelsea. Dari pagi dia belum makan karena berdebat dengan kedua orang tuanya.Pria itu bernama Nathan. Seorang pengusaha muda sukses. Tapi, dia terkenal sedikit kejam. Tak segan melakukan tindakan kekerasan jika ada seseorang menyenggolnya.Nathan mendekati Chelsea. Mencengkeram rahangnya, membuat gadis itu sedikit meringis. Dia melihat dengan mata yang sedikit ketakutan."Kau mau coba-coba mempermainkan aku?" tanya Nathan dengan penuh penekanan."Bukan ... aku tak bermaksud mempermainkan kamu. Aku benar-benar tak tau alasan kenapa bisa sampai di jalan itu," jawab Chelsea dengan sedikit gugup."Kalau begitu ... katakan alasan kau bisa sampai di sana, kalau kau masih ma

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status