تسجيل الدخولDi atas bus, aku dihimpit ke arah jendela oleh seorang pria hidung belang. Sementara itu, sepasang tangan yang besar di belakangku, meraba-raba tubuhku dengan lancang. Aku terkulai lemas dalam dekapannya. Aku berusaha menahan erangan karena malu, sambil merapatkan kedua kaki dan mencoba mengabaikan sensasi basah di antara pangkal pahaku. Ada dua alasan mengapa aku berusaha keras untuk bertahan. Pertama, tidak ada yang tahu jika aku sebenarnya menderita kecanduan seks. Sentuhan sekecil apa pun bisa seketika menjatuhkanku ke dalam jurang gairah yang dalam. Kedua ... Orang di belakangku yang sedang meraba-raba diriku dengan semena-mena itu adalah guru matematikaku sendiri. Aku menundukkan kepala, berusaha sekuat tenaga untuk menopang kedua kakiku yang sudah kehilangan kekuatannya. Saat aku mulai kembali tersadar, aku mendapati tangan guruku sudah menyelinap ke celah di antara kedua kakiku, meraba ke arah tempat yang sudah basah dan berantakan itu ….
عرض المزيدAndre takut aku bicara sembarangan, sampai-sampai dia merasa was-was. Melihat ekspresinya yang seperti itu, aku pun jadi ingin menggodanya."Bibi, Paman setampan ini, apa nggak ada yang mengejarnya?"Bibi tersenyum kecil. "Sepertinya ada, tapi belum pernah ada yang berani terang-terangan di hadapanku.""Aku justru pernah dengar sesuatu. Katanya, Paman pernah menipu seorang gadis di sekolah kami. Dia mengaku masih lajang, lalu merayu gadis itu untuk jadi kekasih gelapnya selama setahun. Dia bahkan menjadikan gadis itu alat pencari uang dan memanfaatkannya untuk menjilat para investor."Wajah si pria bajingan itu langsung pucat pasi. Aku melihat raut wajah Bibi juga berubah menjadi muram. Oleh karena itu, aku buru-buru melanjutkan kata-kataku, "Jelas-jelas itu cuma karangan, hahaha! Murid-murid zaman dulu memang keterlaluan. Mereka suka sekali mengarang gosip yang merusak moral."Malam harinya, aku mengatakan bahwa aku ingin makan mie rebus. Yogi pun langsung bersedia untuk pergi membeli
Sebentar lagi Tahun Baru. Aku bilang pada Yogi bahwa aku ingin menginap di rumahnya, "Sayang, aku ingin lebih mengenal keluargamu, supaya bisa lebih cepat berbaur dan jadi persiapan untuk kehidupan pernikahan kita nanti. Tahun Baru ini, kita rayakan bareng di rumahmu saja, ya?""Tentu saja, itu yang sangat kuharapkan."Saat aku datang membawa koper, ayah Yogi sedang tidak ada di rumah. Ketika ayahnya pulang pada malam hari, aku sudah duduk di sofa sambil bermesraan dengan Yogi.Demi memanas-manasi Andre, aku langsung menerjang Yogi, hingga Yogi tergeletak.Andre kembali di saat yang tepat, sehingga melihatku dan Yogi sedang asyik memadu kasih tanpa memedulikan sekitar.Andre sangat terkejut, hingga langsung ternganga lebar.Aku berpura-pura ketakutan hingga wajahku pucat pasi, lalu bersembunyi di balik punggung Yogi.Dengan wajah memerah, Yogi pun menjelaskan, "Maaf, Ayah. Vanda benar-benar cantik, sampai aku nggak bisa menahan diri."Wajah Andre tampak sedikit muram. Dia berdeham bebe
Aku dan si preman sekolah sudah berpacaran selama empat tahun. Hubungan kami sangat lengket dan mesra.Setelah lulus, ayah Yogi menyuruh Yogi pulang untuk meneruskan bisnis keluarga dan bekerja di perusahaan mereka, tetapi Yogi menolak.Lantaran aku tidak ikut ke sana, Yogi memilih untuk bekerja bersamaku di sebuah perusahaan internet.Yogi bilang, dia ingin menikahiku, "Kita berdua sudah cukup umur untuk menikah. Aku ingin menikah, Vanda. Aku takut kamu diambil orang.""Apa kamu sebegitu nggak percaya dirinya, Sayang?""Mana mungkin, aku kan yang paling tampan," balas Yogi dengan percaya diri.Aku mencubit pelan pipinya. "Baiklah, ayo menikah. Aku ingin memberimu anak, biar kamu jadi seorang ayah, oke?""Wah! Benarkah? Istriku tersayang!" Yogi kegirangan seperti anak kecil. Dia mengangkat tubuhku dan memutarku berkali-kali. Malam itu, Yogi pun melayaniku habis-habisan dengan penuh gairah.Sebentar lagi aku akan bertemu dengan bajingan itu. Si preman sekolah ini memujaku setinggi langi
"Kamu itu masih kecil, kenapa pikiranmu picik sekali? Aku sudah berkeluarga, mana mungkin aku kembali bersamamu? Mulai sekarang, jangan cari aku lagi. Bagaimana kalau istriku sampai melihatmu?""Istri, istri, terus! Di matamu cuma ada istrimu! Aku sampai tersiksa begini gara-gara kamu, apa kamu nggak lihat?""Kenapa kamu harus menggodaku? Kalau nggak, masalahnya nggak akan sampai seperti ini."Pak Andre tersenyum tipis, suaranya terdengar dingin. "Lucu sekali bicaramu. Kita kan sama-sama butuh. Memangnya aku nggak membuatmu merasa puas? Lagi pula, dulu kamu sendiri kan yang datang menyatakan cinta padaku? Jelas-jelas kamu yang menggodaku."Aku mengusap air mataku. "Pak Andre, aku salah. Tadi aku cuma asal bicara saja. Aku benar-benar masih mencintaimu.""Aku nggak mau berpisah darimu." Sambil berkata seperti itu, aku memeluk leher Pak Andre dan menciumnya dengan paksa.Pak Andre mendorongku agar menjauh. "Jangan konyol!""Aku nggak konyol, aku benar-benar mencintaimu. Aku nggak bisa me






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.