Short
Sentuhan Terlarang di Sudut Bus Kota

Sentuhan Terlarang di Sudut Bus Kota

بواسطة:  Flowerمكتمل
لغة: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
8فصول
190وجهات النظر
قراءة
أضف إلى المكتبة

مشاركة:  

تقرير
ملخص
كتالوج
امسح الكود للقراءة على التطبيق

Di atas bus, aku dihimpit ke arah jendela oleh seorang pria hidung belang. Sementara itu, sepasang tangan yang besar di belakangku, meraba-raba tubuhku dengan lancang. Aku terkulai lemas dalam dekapannya. Aku berusaha menahan erangan karena malu, sambil merapatkan kedua kaki dan mencoba mengabaikan sensasi basah di antara pangkal pahaku. Ada dua alasan mengapa aku berusaha keras untuk bertahan. Pertama, tidak ada yang tahu jika aku sebenarnya menderita kecanduan seks. Sentuhan sekecil apa pun bisa seketika menjatuhkanku ke dalam jurang gairah yang dalam. Kedua ... Orang di belakangku yang sedang meraba-raba diriku dengan semena-mena itu adalah guru matematikaku sendiri. Aku menundukkan kepala, berusaha sekuat tenaga untuk menopang kedua kakiku yang sudah kehilangan kekuatannya. Saat aku mulai kembali tersadar, aku mendapati tangan guruku sudah menyelinap ke celah di antara kedua kakiku, meraba ke arah tempat yang sudah basah dan berantakan itu ….

عرض المزيد

الفصل الأول

Bab 1

Namaku Vanda Alfian. Aku dikenal sebagai gadis yang paling cantik dan polos di sekolah.

Akan tetapi, yang tidak sejalan dengan wajahku yang tampak lugu, tetapi menggoda ini adalah fakta bahwa aku memiliki jiwa yang liar.

Entah sejak kapan, aku menjadi sangat sensitif. Dari waktu ke waktu, aku akan terjerat dalam gairah. Sentuhan sekecil apa pun, dalam sekejap akan berubah menjadi sensasi kenikmatan, layaknya aliran listrik yang menyengat tubuhku.

Diam-diam aku pernah pergi menemui dokter. Mereka mengatakan bahwa ini adalah kecanduan seks.

Aku pun mulai belajar untuk memuaskan diriku sendiri, mulai dari sentuhan jari hingga menggunakan mainan pijat. Awalnya, hal itu sempat meredakan gejala yang kualami.

Namun, hal tersebut hanya melegakan sesaat, tetapi berakibat fatal.

Tak lama kemudian, tubuhku mulai merasa tidak puas dengan hal itu saja. Hari-hari yang kuhabiskan untuk memuaskan diri sendiri itu tampaknya tidak membuahkan hasil apa pun, selain membuat tubuhku menjadi jauh lebih sensitif dari sebelumnya.

Belakangan, keadaannya malah makin parah.

Saat berjalan di luar, tatapan orang saja sudah cukup untuk membuat sekujur tubuhku terasa lemas.

Keadaanku bahkan sudah mencapai titik di mana aku harus membawa dua celana dalam cadangan di dalam tas untuk diganti sewaktu-waktu. Jika tidak, aku akan mempermalukan diriku sendiri.

Di hari Jumat sore setelah pulang sekolah, bus sangat ramai dan penuh sesak.

Setelah bersusah payah, akhirnya aku bisa menemukan satu sudut kecil di dekat jendela.

Namun, baru saja bisa berdiri dengan stabil, aku merasakan sebuah tangan besar yang kasar dan panas menempel di bokongku, lalu meremas dengan kuat daging bokongku yang lembut dan kenyal.

'Pelecehan di bus!'

Aku tersentak. Hampir setiap gadis cantik yang berdesakan di bus atau kereta pernah bertemu dengan pelaku pelecehan.

Terlebih bagi orang sepertiku, yang meski masih sangat muda, memiliki pertumbuhan tubuh yang menyaingi wanita dewasa. Jelas, aku bukanlah pengecualian.

Apalagi, hari ini aku mengenakan rok pendek model JK. Hanya dengan sedikit membungkuk saja, bagian privasiku yang terbungkus celana dalam thong hitam akan terlihat. Hal tersebut menjadikanku jenis wanita menggoda yang paling disukai oleh para bajingan di bus untuk dijadikan sasaran.

Hampir 100%, aku pasti akan jadi sasaran mereka.

Namun, saat aku sedikit menoleh dan mengintip ke belakang karena penasaran, wajahku langsung menjadi merah padam.

Dalam mimpi sekalipun, aku tidak pernah menyangka bahwa pria yang sedang meraba-raba bokongku dengan semena-mena ini adalah Andre Pranata, guru matematikaku yang baru saja mengajar di depan kelas tadi.

Yang lebih mengejutkan lagi, dia sepertinya tidak mengenaliku karena aku memakai masker. Dia mengira aku adalah salah satu dari gadis pendiam dan pemalu yang tidak akan berani melawan meskipun dilecehkan.

Saat ini, Pak Andre yang berada di belakangku tampak sangat rapi dengan kemeja putih, celana kain hitam dan sepatu kulit. Dengan tubuhnya yang tinggi besar mencapai 185 sentimeter, dia mengurung seluruh tubuhku di sudut jendela, membuat orang-orang di sekitar tidak menyadari adanya keanehan.

Di bawah desakan dan gesekannya yang semena-mena, aku hanya bisa menundukkan kepala dengan wajah memerah dan menunggingkan bokongku. Aku pun makin merenggangkan kedua kakiku, sementara kedua tanganku berusaha keras bertumpu pada jendela agar bisa menjaga keseimbangan tubuhku.

Posisi yang memalukan ini tanpa sengaja justru makin memudahkan Pak Andre untuk meremas bokongku.

Melihatku memasang posisi seperti itu, wajah Pak Andre menunjukkan ekspresi terkejut karena senang. Tangannya menjadi makin kuat dan kasar saat meremas daging bokongku.

Aku menggertakkan gigi kuat-kuat, berusaha sekuat tenaga menjepit belahan bokongku dan mengencangkan setiap otot di tubuhku. Aku mencoba melawan rasa lemas dan sensasi kesemutan yang merasuk hingga ke sumsum tulang itu.

Aku sangat takut jika diriku sampai mengeluarkan desahan yang memalukan.

Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku menoleh ke belakang?

Akan tetapi, tangan besar Pak Andre sedang bergerilya di bokongku. Jika kami saling mengenali sekarang, rasanya akan sangat canggung!

Haruskah aku berpura-pura tidak tahu saja?

Aku merasa bimbang. Sekarang hanya ada dua pilihan, menoleh untuk menunjukkan siapa diriku, atau terpaksa menahannya.

Awalnya, aku sudah bersiap untuk menguatkan hati dan berbalik agar dia mengenaliku. Namun, saat Pak Andre dengan lembut mulai menyelipkan jarinya ke celah di antara kedua kakiku, tubuhku secara naluriah justru memilih opsi yang kedua.

Lantaran seakan pemanasan sudah berakhir, Pak Andre benar-benar langsung menyusupkan jarinya ke dalam sana.

Ugh ….

Meski terhalang celana dalam, sentuhan yang datang tiba-tiba itu tetap membuat tubuhku dalam sekejap bereaksi dengan hebatnya.

Detik berikutnya, Pak Andre menyusup sedikit lebih dalam. Sensitivitasku langsung meledak merespons gerakannya. Seketika itu juga, aliran panas menyembur keluar.

Pipiku langsung terasa panas membara.

Astaga, aku benar-benar terlalu haus akan sentuhan. Bagaimana bisa secepat ini ….

Tak lama kemudian, melalui telapak tangannya, Pak Andre juga menyadari perubahan memalukan yang terjadi padaku. Dia mendengus dan tertawa dengan penuh kemenangan. Kemudian, dengan satu tangan, Pak Andre menyingkap rok pendekku hingga ke pinggang, sementara tangan lainnya menarik celana dalam thong-ku sepenuhnya dan langsung menyusup ke dalam, tanpa penghalang apa pun ….
توسيع
الفصل التالي
تحميل

أحدث فصل

فصول أخرى

للقراء

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

لا توجد تعليقات
8 فصول
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status