แชร์

Teka-teki Dokter Pribadi

ผู้เขียน: Nofriza Rahma
last update วันที่เผยแพร่: 2026-10-23 23:39:33

Pintu ruang medis kembali tertutup rapat setelah kepergian Baskoro, menyisakan derak halus engsel pintu yang bergema pelan di dalam ruangan yang dominan bernuansa putih steril. Ia melangkah perlahan menuju meja kerjanya, meletakkan kembali jurnal bersampul kulit hitam itu ke dalam laci tersembunyi, lalu memutar kuncinya dua kali. Setiap gerakan tangannya tampak dihitung dengan ketelitian seorang ahli bedah, tidak ada gestur berlebih, tidak ada tanda-tanda kecemasan yang tertangkap oleh mata awa
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Tipu Daya Senior, Arisandi.

    Atmosfer di lantai sembilan belas gedung Adiguna Corp pada pagi hari ini telah bermetamorfosis menjadi sebuah ruang kendali operasi yang sunyi, presisi, dan mematikan. Jika pada babak sebelumnya kejatuhan Hendra Wijaya baru membuka lapis pertama dari jaringan pengkhianatan internal, hari ini level pembersihan melonjak satu tingkat lebih tinggi, berubah menjadi perburuan sistemieltik untuk memotong kepala gurita sindikat luar yang selama ini mencengkeram keuangan dan reputasi korporat secara ilegal. Di dalam ruang kerja pribadi Adipati, suasana tampak sangat kontras dengan hiruk-pikuk di luar. Layar monitor utama tidak lagi menampilkan grafik keuangan biasa, melainkan sebuah peta jaringan digital yang menghubungkan rekening-rekening bayangan di luar negeri, dokumen transaksi gelap, serta rekam jejak komunikasi antara Hendra Wijaya dan para petinggi komite eksternal Adipati duduk tegak di balik meja mahoni. Jas kerjanya tersampir di kursi, memperlihatkan kemeja putih dengan lengan t

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Ini Semua Fitnah!

    -ini... ini semua fitnah!" sanggah Hendra dengan suara terbata-bata, mencoba mempertahankan sisa-sisa harga dirinya yang runtuh. "Sistem server bisa diretas oleh siapa saja! Anda tidak bisa menuduh saya hanya berdasarkan log digital yang bisa dimanipulasi!" "Diretas?" Suara Citra mendadak memotong di tengah keheningan. Gadis itu melangkah perlahan dari sudut jendela, mendekati meja kerja Adipati dengan postur tubuh yang anggun namun memancarkan wibawa yang luar biasa. "Token otorisasi dan kata sandi tingkat eksekutif yang digunakan untuk mengekspor dokumen rekam medis itu adalah milik pribadi Anda, Pak Hendra. Dan catatan transfer dari rekening luar negeri atas nama sindikat medis sang dokter terdaftar langsung dengan verifikasi biometrik yang terhubung ke ponsel pribadi Anda di rumah." Citra berhenti tepat dua langkah di samping Adipati, menatap tajam ke mata Hendra yang kini bergetar ketakutan. "Anda bukan sekadar pengkhianat korporat," lanjut Citra dengan nada suara dingin da

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Bukti Yang Tak Bisa Di Elakkan

    Panggil Hendra ke ruanganku sekarang juga," perintah Adipati dingin, suaranya mengandung otoritas mutlak yang tidak membantah ruang untuk menolak. "Jangan biarkan dia meninggalkan lantai sepuluh sebelum aku selesai berbicara dengannya." "Baik, Tuan," jawab Raka singkat, lalu segera berbalik badan dan melangkah keluar ruangan dengan langkah sigap. Beberapa lantai di bawah, tepatnya di koridor eksekutif menuju ruang rapat utama divisi operasional, suasana terasa begitu sunyi. Hendra Wijaya, pria paruh baya berjas rapi dengan rambut beruban di pelipisnya, sedang berjalan santai sambil membawa beberapa berkas laporan bulanan. Di balik senyum profesional yang biasa ia tampakkan kepada para bawahannya, tidak ada sedikit pun kecurigaan di wajahnya bahwa jaring laba-laba yang ia tenun secara diam-diam selama beberapa bulan terakhir telah terdeteksi sepenuhnya oleh sistem pertahanan Adipati. Langkah kaki Hendra mendadak terhenti ketika dua orang petugas keamanan internal berbadan tegap t

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Anjing Tua yang Mengonggong

    Udara di lantai sembilan belas gedung pada pagi hari ini terasa jauh lebih tajam dari biasanya. Sisa-sisa badai huru-hara dari inkuisisi terbuka dan keributan di atrium utama kemarin sore masih meninggalkan jejak bau ozon yang pekat di setiap sudut koridor. Kendati para provokator utama telah digelandang oleh pihak berwajib dan garis pengaman keamanan telah dipasang di area-area sensitif, ketegangan di dalam menara pencakar langit ini tidak serta, merta menguap begitu saja. Justru, atmosfer berubah menjadi kesunyian yang jauh lebih mematikan, kesunyian khas sebelum sebuah badai susulan meluluhlantakkan fondasi yang tersisa. Di dalam ruang kerjanya yang luas, Adipati Adiguna berdiri tegak di balik meja kerja mahoni berukuran besar. Layar monitor komputer di hadapannya menampilkan barisan kode enkripsi, log akses server internal, serta riwayat transmisi data digital yang ditarik secara paksa oleh tim keamanan siber korporat. Jas abu-abu gelapnya tersampir rapi di sandaran kursi eksekut

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Pembelaan Adipati

    Manajer pemasaran yang tadi berpidato di atas kursi perlahan turun, mencoba menyelamatkan muka sambil menegakkan dagunya di hadapan sang direktur utama. "Tuan Adipati... kami tidak bermaksud melawan secara personal. Tapi bukti-bukti di dalam buku putih ini sudah sangat jelas! Anda sedang berada di bawah pengaruh manipulasi psikologis seorang wanita yang memalsukan kredibilitasnya! Perusahaan ini tidak boleh dipimpin oleh orang yang kehilangan kewarasan!" Sebelum Adipati sempat melangkah maju untuk membalas, Citra bergerak lebih dulu. Gadis itu maju satu langkah, menempatkan dirinya tepat di samping Adipati, lalu menatap tajam ke arah manajer pemasaran tersebut dengan sorot mata yang setajam silet. "Kamu menyebut dokumen itu sebagai bukti?" suara Citra jernih, tenang, namun memiliki daya gravitasi yang membuat seluruh isi atrium terdiam. Ia merogoh saku blazernya, lalu mengeluarkan sebuah flashdisk kecil berwarna hitam legam dan mengangkatnya tinggi-tinggi di bawah sorotan lampu at

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Kalian Mencari Saya?

    Citra mendongak, menatap Dimas dengan sorot mata yang tetap tenang, meski ia tahu situasi di luar sudah berada di ambang malapetaka. "Ada apa lagi, Dimas? Apakah komite komisaris mengambil tindakan baru setelah surat penangguhan kemarin?" Dimas menggeleng pelan, menjatuhkan map laporan di atas meja dengan tangan yang gemetar hebat. "Bukan sekadar tindakan administratif, Citra. Situasinya jauh lebih buruk dari yang kita bayangkan. Pagi ini, sebuah selebaran cetak fisik, bukan lagi postingan media sosial, beredar luas di seluruh lantai basement hingga lantai eksekutif. Mereka menyebutnya sebagai 'Buku Putih Kudeta Psiko Finansial.'" Alis Citra terangkat tipis. "Buku putih? Siapa yang mencetak dan menyebarkan selebaran ilegal di dalam gedung?" "Kelompok aliansi manajer menengah yang diprovokasi oleh sisa-sisa loyalis Maya," jawab Dimas dengan suara tercekat. "Dan isinya... isinya bukan lagi menyerang soal jabatan atau laporan audit. Mereka menggunakan rekam medis palsu dan catatan

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status