แชร์

Sentuhan Terlarang di Sudut Bus Kota
Sentuhan Terlarang di Sudut Bus Kota
ผู้แต่ง: Flower

Bab 1

ผู้เขียน: Flower
Namaku Vanda Alfian. Aku dikenal sebagai gadis yang paling cantik dan polos di sekolah.

Akan tetapi, yang tidak sejalan dengan wajahku yang tampak lugu, tetapi menggoda ini adalah fakta bahwa aku memiliki jiwa yang liar.

Entah sejak kapan, aku menjadi sangat sensitif. Dari waktu ke waktu, aku akan terjerat dalam gairah. Sentuhan sekecil apa pun, dalam sekejap akan berubah menjadi sensasi kenikmatan, layaknya aliran listrik yang menyengat tubuhku.

Diam-diam aku pernah pergi menemui dokter. Mereka mengatakan bahwa ini adalah kecanduan seks.

Aku pun mulai belajar untuk memuaskan diriku sendiri, mulai dari sentuhan jari hingga menggunakan mainan pijat. Awalnya, hal itu sempat meredakan gejala yang kualami.

Namun, hal tersebut hanya melegakan sesaat, tetapi berakibat fatal.

Tak lama kemudian, tubuhku mulai merasa tidak puas dengan hal itu saja. Hari-hari yang kuhabiskan untuk memuaskan diri sendiri itu tampaknya tidak membuahkan hasil apa pun, selain membuat tubuhku menjadi jauh lebih sensitif dari sebelumnya.

Belakangan, keadaannya malah makin parah.

Saat berjalan di luar, tatapan orang saja sudah cukup untuk membuat sekujur tubuhku terasa lemas.

Keadaanku bahkan sudah mencapai titik di mana aku harus membawa dua celana dalam cadangan di dalam tas untuk diganti sewaktu-waktu. Jika tidak, aku akan mempermalukan diriku sendiri.

Di hari Jumat sore setelah pulang sekolah, bus sangat ramai dan penuh sesak.

Setelah bersusah payah, akhirnya aku bisa menemukan satu sudut kecil di dekat jendela.

Namun, baru saja bisa berdiri dengan stabil, aku merasakan sebuah tangan besar yang kasar dan panas menempel di bokongku, lalu meremas dengan kuat daging bokongku yang lembut dan kenyal.

'Pelecehan di bus!'

Aku tersentak. Hampir setiap gadis cantik yang berdesakan di bus atau kereta pernah bertemu dengan pelaku pelecehan.

Terlebih bagi orang sepertiku, yang meski masih sangat muda, memiliki pertumbuhan tubuh yang menyaingi wanita dewasa. Jelas, aku bukanlah pengecualian.

Apalagi, hari ini aku mengenakan rok pendek model JK. Hanya dengan sedikit membungkuk saja, bagian privasiku yang terbungkus celana dalam thong hitam akan terlihat. Hal tersebut menjadikanku jenis wanita menggoda yang paling disukai oleh para bajingan di bus untuk dijadikan sasaran.

Hampir 100%, aku pasti akan jadi sasaran mereka.

Namun, saat aku sedikit menoleh dan mengintip ke belakang karena penasaran, wajahku langsung menjadi merah padam.

Dalam mimpi sekalipun, aku tidak pernah menyangka bahwa pria yang sedang meraba-raba bokongku dengan semena-mena ini adalah Andre Pranata, guru matematikaku yang baru saja mengajar di depan kelas tadi.

Yang lebih mengejutkan lagi, dia sepertinya tidak mengenaliku karena aku memakai masker. Dia mengira aku adalah salah satu dari gadis pendiam dan pemalu yang tidak akan berani melawan meskipun dilecehkan.

Saat ini, Pak Andre yang berada di belakangku tampak sangat rapi dengan kemeja putih, celana kain hitam dan sepatu kulit. Dengan tubuhnya yang tinggi besar mencapai 185 sentimeter, dia mengurung seluruh tubuhku di sudut jendela, membuat orang-orang di sekitar tidak menyadari adanya keanehan.

Di bawah desakan dan gesekannya yang semena-mena, aku hanya bisa menundukkan kepala dengan wajah memerah dan menunggingkan bokongku. Aku pun makin merenggangkan kedua kakiku, sementara kedua tanganku berusaha keras bertumpu pada jendela agar bisa menjaga keseimbangan tubuhku.

Posisi yang memalukan ini tanpa sengaja justru makin memudahkan Pak Andre untuk meremas bokongku.

Melihatku memasang posisi seperti itu, wajah Pak Andre menunjukkan ekspresi terkejut karena senang. Tangannya menjadi makin kuat dan kasar saat meremas daging bokongku.

Aku menggertakkan gigi kuat-kuat, berusaha sekuat tenaga menjepit belahan bokongku dan mengencangkan setiap otot di tubuhku. Aku mencoba melawan rasa lemas dan sensasi kesemutan yang merasuk hingga ke sumsum tulang itu.

Aku sangat takut jika diriku sampai mengeluarkan desahan yang memalukan.

Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku menoleh ke belakang?

Akan tetapi, tangan besar Pak Andre sedang bergerilya di bokongku. Jika kami saling mengenali sekarang, rasanya akan sangat canggung!

Haruskah aku berpura-pura tidak tahu saja?

Aku merasa bimbang. Sekarang hanya ada dua pilihan, menoleh untuk menunjukkan siapa diriku, atau terpaksa menahannya.

Awalnya, aku sudah bersiap untuk menguatkan hati dan berbalik agar dia mengenaliku. Namun, saat Pak Andre dengan lembut mulai menyelipkan jarinya ke celah di antara kedua kakiku, tubuhku secara naluriah justru memilih opsi yang kedua.

Lantaran seakan pemanasan sudah berakhir, Pak Andre benar-benar langsung menyusupkan jarinya ke dalam sana.

Ugh ….

Meski terhalang celana dalam, sentuhan yang datang tiba-tiba itu tetap membuat tubuhku dalam sekejap bereaksi dengan hebatnya.

Detik berikutnya, Pak Andre menyusup sedikit lebih dalam. Sensitivitasku langsung meledak merespons gerakannya. Seketika itu juga, aliran panas menyembur keluar.

Pipiku langsung terasa panas membara.

Astaga, aku benar-benar terlalu haus akan sentuhan. Bagaimana bisa secepat ini ….

Tak lama kemudian, melalui telapak tangannya, Pak Andre juga menyadari perubahan memalukan yang terjadi padaku. Dia mendengus dan tertawa dengan penuh kemenangan. Kemudian, dengan satu tangan, Pak Andre menyingkap rok pendekku hingga ke pinggang, sementara tangan lainnya menarik celana dalam thong-ku sepenuhnya dan langsung menyusup ke dalam, tanpa penghalang apa pun ….
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Sentuhan Terlarang di Sudut Bus Kota   Bab 8

    Andre takut aku bicara sembarangan, sampai-sampai dia merasa was-was. Melihat ekspresinya yang seperti itu, aku pun jadi ingin menggodanya."Bibi, Paman setampan ini, apa nggak ada yang mengejarnya?"Bibi tersenyum kecil. "Sepertinya ada, tapi belum pernah ada yang berani terang-terangan di hadapanku.""Aku justru pernah dengar sesuatu. Katanya, Paman pernah menipu seorang gadis di sekolah kami. Dia mengaku masih lajang, lalu merayu gadis itu untuk jadi kekasih gelapnya selama setahun. Dia bahkan menjadikan gadis itu alat pencari uang dan memanfaatkannya untuk menjilat para investor."Wajah si pria bajingan itu langsung pucat pasi. Aku melihat raut wajah Bibi juga berubah menjadi muram. Oleh karena itu, aku buru-buru melanjutkan kata-kataku, "Jelas-jelas itu cuma karangan, hahaha! Murid-murid zaman dulu memang keterlaluan. Mereka suka sekali mengarang gosip yang merusak moral."Malam harinya, aku mengatakan bahwa aku ingin makan mie rebus. Yogi pun langsung bersedia untuk pergi membeli

  • Sentuhan Terlarang di Sudut Bus Kota   Bab 7

    Sebentar lagi Tahun Baru. Aku bilang pada Yogi bahwa aku ingin menginap di rumahnya, "Sayang, aku ingin lebih mengenal keluargamu, supaya bisa lebih cepat berbaur dan jadi persiapan untuk kehidupan pernikahan kita nanti. Tahun Baru ini, kita rayakan bareng di rumahmu saja, ya?""Tentu saja, itu yang sangat kuharapkan."Saat aku datang membawa koper, ayah Yogi sedang tidak ada di rumah. Ketika ayahnya pulang pada malam hari, aku sudah duduk di sofa sambil bermesraan dengan Yogi.Demi memanas-manasi Andre, aku langsung menerjang Yogi, hingga Yogi tergeletak.Andre kembali di saat yang tepat, sehingga melihatku dan Yogi sedang asyik memadu kasih tanpa memedulikan sekitar.Andre sangat terkejut, hingga langsung ternganga lebar.Aku berpura-pura ketakutan hingga wajahku pucat pasi, lalu bersembunyi di balik punggung Yogi.Dengan wajah memerah, Yogi pun menjelaskan, "Maaf, Ayah. Vanda benar-benar cantik, sampai aku nggak bisa menahan diri."Wajah Andre tampak sedikit muram. Dia berdeham bebe

  • Sentuhan Terlarang di Sudut Bus Kota   Bab 6

    Aku dan si preman sekolah sudah berpacaran selama empat tahun. Hubungan kami sangat lengket dan mesra.Setelah lulus, ayah Yogi menyuruh Yogi pulang untuk meneruskan bisnis keluarga dan bekerja di perusahaan mereka, tetapi Yogi menolak.Lantaran aku tidak ikut ke sana, Yogi memilih untuk bekerja bersamaku di sebuah perusahaan internet.Yogi bilang, dia ingin menikahiku, "Kita berdua sudah cukup umur untuk menikah. Aku ingin menikah, Vanda. Aku takut kamu diambil orang.""Apa kamu sebegitu nggak percaya dirinya, Sayang?""Mana mungkin, aku kan yang paling tampan," balas Yogi dengan percaya diri.Aku mencubit pelan pipinya. "Baiklah, ayo menikah. Aku ingin memberimu anak, biar kamu jadi seorang ayah, oke?""Wah! Benarkah? Istriku tersayang!" Yogi kegirangan seperti anak kecil. Dia mengangkat tubuhku dan memutarku berkali-kali. Malam itu, Yogi pun melayaniku habis-habisan dengan penuh gairah.Sebentar lagi aku akan bertemu dengan bajingan itu. Si preman sekolah ini memujaku setinggi langi

  • Sentuhan Terlarang di Sudut Bus Kota   Bab 5

    "Kamu itu masih kecil, kenapa pikiranmu picik sekali? Aku sudah berkeluarga, mana mungkin aku kembali bersamamu? Mulai sekarang, jangan cari aku lagi. Bagaimana kalau istriku sampai melihatmu?""Istri, istri, terus! Di matamu cuma ada istrimu! Aku sampai tersiksa begini gara-gara kamu, apa kamu nggak lihat?""Kenapa kamu harus menggodaku? Kalau nggak, masalahnya nggak akan sampai seperti ini."Pak Andre tersenyum tipis, suaranya terdengar dingin. "Lucu sekali bicaramu. Kita kan sama-sama butuh. Memangnya aku nggak membuatmu merasa puas? Lagi pula, dulu kamu sendiri kan yang datang menyatakan cinta padaku? Jelas-jelas kamu yang menggodaku."Aku mengusap air mataku. "Pak Andre, aku salah. Tadi aku cuma asal bicara saja. Aku benar-benar masih mencintaimu.""Aku nggak mau berpisah darimu." Sambil berkata seperti itu, aku memeluk leher Pak Andre dan menciumnya dengan paksa.Pak Andre mendorongku agar menjauh. "Jangan konyol!""Aku nggak konyol, aku benar-benar mencintaimu. Aku nggak bisa me

  • Sentuhan Terlarang di Sudut Bus Kota   Bab 4

    Namun, tidak disangka, setelah orang-orang di sekitar Pak Andre sudah mempermainkanku sepuasnya, Pak Andre belum juga merasa puas dengan hal itu.Dia mulai mengajukan permintaan yang bahkan lebih keterlaluan.Dia menyuruhku pergi tanpa memakai pakaian dalam untuk menggoda orang lain, mulai dari kakek pemulung, petugas keamanan, pekerja konstruksi, kurir makanan, hingga kurir paket …. Pokoknya, dia menyuruhku untuk menggoda siapa pun yang terlihat kasar dan kumal.Untuk pertama kalinya, aku mencoba menolak."Pak Andre, kalau yang ini aku benar-benar nggak bisa. Aku sungguh-sungguh menyukaimu. Aku ingin kita menjalin hubungan dengan baik. Nggak bisakah kita seperti pasangan kekasih normal lainnya?""Sebelum ini, aku sudah melanggar banyak batasan demi memuaskanmu. Aku benar-benar nggak ingin terperosok lebih dalam lagi. Pak Andre, sekarang aku benar-benar hampir nggak mengenali diriku sendiri. Kalau orang tuaku tahu aku jadi seperti ini, betapa hancurnya hati mereka. Aku merasa diriku ya

  • Sentuhan Terlarang di Sudut Bus Kota   Bab 3

    Tepat di saat aku merasakan kebahagiaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya dan bersiap menyambut kepuasan yang sempurna, entah apa yang terjadi di depan sana, karena tiba-tiba saja bus ini mengerem mendadak.Pak Andre menindihku hingga kami jatuh terjerembap ke lantai.Rasa nikmat yang luar biasa menyapu seluruh tubuhku.Namun, tepat di saat aku memutar mataku, tubuhku gemetar hebat. Aku menginginkan lebih. Akan tetapi, tiba-tiba saja pandanganku menjadi gelap.…Saat aku kembali membuka mata, tercium aroma disinfektan di sekelilingku. Aku mengangkat kepala dan memperhatikan dengan saksama. Barulah aku menyadari bahwa aku sudah terbaring di rumah sakit.Ternyata, tadi bus sedang berada di atas jembatan besar ketika sebuah mobil sedan melaju kencang dari arah berlawanan dan hilang kendali. Untuk menghindari sedan tersebut, sebagai tindakan darurat, bus berbelok tajam hingga menabrak pagar pembatas jembatan dan jatuh ke sungai.Untungnya, tidak ada korban jiwa.Semua orang hanya meng

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status