แชร์

Bab 2

ผู้เขียน: Flower
"Ah …."

Rangsangan hebat yang datang tiba-tiba itu membuatku tidak bisa menahan diri untuk tidak mengerang pelan. Bokongku pun gemetar hebat.

Harus kuakui, sejak Pak Andre mulai meremas bokongku hingga saat sekarang ini, tekniknya selalu lihai, seakan dia sudah sangat berpengalaman.

Lalu aku, gadis yang begitu menggoda ini, yang sudah lama haus akan sentuhan ini, benar-benar tidak berdaya melawan teknik mencapai klimaks yang begitu sempurna itu. Aku hanya bisa terus menggetarkan bokongku, lalu tanpa sadar, jiwaku akhirnya melayang ….

Aku tertegun selama beberapa saat sebelum akhirnya kembali tersadar. Dengan wajah memerah dan bibir yang terkatup rapat, aku berniat mengambil tisu dari dalam tas untuk membersihkan sisa-sisa kejadian itu.

Akan tetapi, Pak Andre tidak puas sampai di situ saja. Ternyata, dia menginginkan lebih.

Sebelum aku bisa mengeluarkan tisu, tiba-tiba aku merasakan sesuatu menekan bokongku yang montok ini.

Tanpa sadar, aku melirik ke belakang. Nyaris seketika itu juga, sebuah alat yang besarnya tidak masuk akal, terpampang di depan mataku.

Mataku langsung terbelalak lebar.

Ini … apakah ini ukuran yang mungkin dimiliki oleh pria dalam negeri?

Meski aku sudah sering menonton banyak "film", milik Pak Andre yang bahkan lebih perkasa dibanding pria kulit hitam ini benar-benar membuatku terkejut seketika.

Jika ditindih di bawah pria setangguh ini, sambil dipukuli bokongnya … bukankah dia pasti akan dimainkan sampai benar-benar lemas tak berdaya?

Melihat rasa terkejut di mataku, Pak Andre pun menyunggingkan senyuman bangga di wajahnya. Dia mengulurkan jarinya, menarik celana dalam yang kukenakan ke bawah, hingga jatuh ke pergelangan kakiku.

Kemudian, Pak Andre sedikit merendahkan tubuhnya. Kedua tangannya membuka paksa bokongku, lalu menempelkan bagian tubuhnya yang panas membara dan keras itu.

Baru pada saat itulah, aku menyadari apa yang ingin dilakukan oleh Pak Andre.

Tidak boleh!

Ini di luar … Lagi pula, aku ini muridnya!

Kesadaranku yang semula mengabur, menjadi sedikit lebih jernih karena rasa takut. Aku memalingkan kepala dan berniat mendorongnya agar menjauh. Akan tetapi, Pak Andre justru mengulurkan tangan dan menyentuh lubang kenikmatanku yang sudah tidak terlindungi lagi di balik rok. Sentuhan itu langsung melenyapkan semua kata-kata yang hendak kuucapkan.

Kakiku terasa lemas. Aku pun bersandar di pelukannya sambil terengah-engah.

Pada saat itu, Pak Andre menarik tangannya. Namun, ujung jarinya meluncur ke atas, menyusuri lekuk tubuhku, hingga akhirnya berhenti tepat di depan dadaku.

"Kenapa sudah basah semua begini? Apa kamu sudah sebegitu terangsangnya?"

Aku menunduk untuk melihat dan wajahku kembali memerah.

Terlihat bagian depan dadaku sudah basah kuyup. Rupanya saat aku tiba-tiba berbalik tadi, cairan yang sudah terkumpul di dalam … menyembur keluar hingga membasahi dadaku.

Pak Andre mendekat ke telingaku dan berbisik pelan, "Nak, aroma susumu harum banget."

"Kebetulan banget. Aku lagi haus."

Digoda sevulgar itu oleh Pak Andre membuatku tidak bisa menahan diri untuk tidak menutupi dadaku dengan kedua tangan. Wajahku langsung memerah hingga ke telinga.

Meski aku tidak sedang dalam masa menyusui, aku memang merasa aneh. Aku belum pernah melahirkan, tetapi aku bisa mengeluarkan air susu.

Aku pun sudah pernah pergi ke rumah sakit untuk periksa. Dokter bilang, aku memiliki tubuh yang sangat sensitif. Jika terkena rangsangan, hal seperti ini akan terjadi.

Di saat aku sedang merasa malu dan bingung harus berbuat apa, Pak Andre tiba-tiba menyibakkan kedua tanganku.

"Biarkan aku mencicipinya, jangan bergerak!"

Setelah berkata seperti itu, Pak Andre mencengkeram kedua tanganku dengan satu tangan, sementara tangan lainnya menarik turun kerah baju dan braku. Kemudian, Pak Andre tiba-tiba membenamkan kepalanya ke dadaku.

"Ah …."

Seluruh tubuhku gemetar. Aku ingin mendorong Pak Andre menjauh, tetapi dia mencengkeram kedua tanganku dengan sangat kuat, sehingga aku sama sekali tidak bisa melawan.

Putingku terbungkus oleh bibir dan lidah yang basah serta hangat, disusul dengan sensasi isapan, jilatan dan gigitan kecil. Aku mengulurkan tangan dengan gemetar untuk mendorong bahunya. Aku tersiksa oleh gelombang kenikmatan yang datang bertubi-tubi hingga ingin menangis. Akan tetapi, tanpa sadar aku malah membusungkan dada, seakan sedang menyerahkan susuku secara sukarela untuk dicicipi oleh pria itu sambil menempelkan tubuh padanya.

Cairan susuku diisap dengan kasar, sementara ujung lidah dan giginya terus mempermainkan serta menyiksa putingku yang sudah menegang itu. Aku belum pernah merasakan sensasi yang begitu menyiksa ini sebelumnya. Hanya dengan dimainkan di payudara saja, aku sudah kehilangan seluruh tenagaku. Lalu, di atas celana dalam yang melorot di antara kakiku, tetesan cairan yang menandakan gairah pun mulai jatuh perlahan.

Aku tidak bisa bergerak.

Aku hanya bisa membiarkan Pak Andre menjilat dan mempermainkanku. Di satu sisi, aku takut ketahuan orang, tetapi di sisi lain tubuhku bergoyang di tengah luapan hasrat, membiarkan seorang pria mencicipi bagian pribadiku yang rapuh dan lembut itu.

Menyadari betapa sensitifnya diriku, Pak Andre mengangkat kepalanya dari dadaku dengan penuh semangat. Kedua matanya tampak merah padam.

"Hehehe, nggak disangka kamu sesensitif ini. Kamu pasti belum pernah berhubungan dengan suamimu, paling nggak setengah tahun setelah kamu hamil."

"Hari ini, biarkan Paman memuaskanmu habis-habisan!"

"Paman ini sangat perkasa!"

Sambil berkata seperti itu, tangan besar Pak Andre kembali masuk ke balik rokku dengan tidak sabar, lalu langsung menghimpitku ke jendela.

"Jangan, jangan …." Pak Andre, aku ini muridmu!

Kali ini, aku tidak punya pilihan selain membuat Pak Andre mengenaliku. Dengan terburu-buru, aku melepas masker karena ingin bicara.

Akan tetapi, Pak Andre mengira aku ingin berteriak meminta tolong. Bahkan, sebelum Pak Andre sempat melihat wajahku dengan jelas, dia langsung melumat bibir merahku kuat-kuat, lalu tangan besarnya membuka paksa kedua kakiku.

Secepat kilat, sesuatu yang panas dan keras menusuk tubuhku ….
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Sentuhan Terlarang di Sudut Bus Kota   Bab 8

    Andre takut aku bicara sembarangan, sampai-sampai dia merasa was-was. Melihat ekspresinya yang seperti itu, aku pun jadi ingin menggodanya."Bibi, Paman setampan ini, apa nggak ada yang mengejarnya?"Bibi tersenyum kecil. "Sepertinya ada, tapi belum pernah ada yang berani terang-terangan di hadapanku.""Aku justru pernah dengar sesuatu. Katanya, Paman pernah menipu seorang gadis di sekolah kami. Dia mengaku masih lajang, lalu merayu gadis itu untuk jadi kekasih gelapnya selama setahun. Dia bahkan menjadikan gadis itu alat pencari uang dan memanfaatkannya untuk menjilat para investor."Wajah si pria bajingan itu langsung pucat pasi. Aku melihat raut wajah Bibi juga berubah menjadi muram. Oleh karena itu, aku buru-buru melanjutkan kata-kataku, "Jelas-jelas itu cuma karangan, hahaha! Murid-murid zaman dulu memang keterlaluan. Mereka suka sekali mengarang gosip yang merusak moral."Malam harinya, aku mengatakan bahwa aku ingin makan mie rebus. Yogi pun langsung bersedia untuk pergi membeli

  • Sentuhan Terlarang di Sudut Bus Kota   Bab 7

    Sebentar lagi Tahun Baru. Aku bilang pada Yogi bahwa aku ingin menginap di rumahnya, "Sayang, aku ingin lebih mengenal keluargamu, supaya bisa lebih cepat berbaur dan jadi persiapan untuk kehidupan pernikahan kita nanti. Tahun Baru ini, kita rayakan bareng di rumahmu saja, ya?""Tentu saja, itu yang sangat kuharapkan."Saat aku datang membawa koper, ayah Yogi sedang tidak ada di rumah. Ketika ayahnya pulang pada malam hari, aku sudah duduk di sofa sambil bermesraan dengan Yogi.Demi memanas-manasi Andre, aku langsung menerjang Yogi, hingga Yogi tergeletak.Andre kembali di saat yang tepat, sehingga melihatku dan Yogi sedang asyik memadu kasih tanpa memedulikan sekitar.Andre sangat terkejut, hingga langsung ternganga lebar.Aku berpura-pura ketakutan hingga wajahku pucat pasi, lalu bersembunyi di balik punggung Yogi.Dengan wajah memerah, Yogi pun menjelaskan, "Maaf, Ayah. Vanda benar-benar cantik, sampai aku nggak bisa menahan diri."Wajah Andre tampak sedikit muram. Dia berdeham bebe

  • Sentuhan Terlarang di Sudut Bus Kota   Bab 6

    Aku dan si preman sekolah sudah berpacaran selama empat tahun. Hubungan kami sangat lengket dan mesra.Setelah lulus, ayah Yogi menyuruh Yogi pulang untuk meneruskan bisnis keluarga dan bekerja di perusahaan mereka, tetapi Yogi menolak.Lantaran aku tidak ikut ke sana, Yogi memilih untuk bekerja bersamaku di sebuah perusahaan internet.Yogi bilang, dia ingin menikahiku, "Kita berdua sudah cukup umur untuk menikah. Aku ingin menikah, Vanda. Aku takut kamu diambil orang.""Apa kamu sebegitu nggak percaya dirinya, Sayang?""Mana mungkin, aku kan yang paling tampan," balas Yogi dengan percaya diri.Aku mencubit pelan pipinya. "Baiklah, ayo menikah. Aku ingin memberimu anak, biar kamu jadi seorang ayah, oke?""Wah! Benarkah? Istriku tersayang!" Yogi kegirangan seperti anak kecil. Dia mengangkat tubuhku dan memutarku berkali-kali. Malam itu, Yogi pun melayaniku habis-habisan dengan penuh gairah.Sebentar lagi aku akan bertemu dengan bajingan itu. Si preman sekolah ini memujaku setinggi langi

  • Sentuhan Terlarang di Sudut Bus Kota   Bab 5

    "Kamu itu masih kecil, kenapa pikiranmu picik sekali? Aku sudah berkeluarga, mana mungkin aku kembali bersamamu? Mulai sekarang, jangan cari aku lagi. Bagaimana kalau istriku sampai melihatmu?""Istri, istri, terus! Di matamu cuma ada istrimu! Aku sampai tersiksa begini gara-gara kamu, apa kamu nggak lihat?""Kenapa kamu harus menggodaku? Kalau nggak, masalahnya nggak akan sampai seperti ini."Pak Andre tersenyum tipis, suaranya terdengar dingin. "Lucu sekali bicaramu. Kita kan sama-sama butuh. Memangnya aku nggak membuatmu merasa puas? Lagi pula, dulu kamu sendiri kan yang datang menyatakan cinta padaku? Jelas-jelas kamu yang menggodaku."Aku mengusap air mataku. "Pak Andre, aku salah. Tadi aku cuma asal bicara saja. Aku benar-benar masih mencintaimu.""Aku nggak mau berpisah darimu." Sambil berkata seperti itu, aku memeluk leher Pak Andre dan menciumnya dengan paksa.Pak Andre mendorongku agar menjauh. "Jangan konyol!""Aku nggak konyol, aku benar-benar mencintaimu. Aku nggak bisa me

  • Sentuhan Terlarang di Sudut Bus Kota   Bab 4

    Namun, tidak disangka, setelah orang-orang di sekitar Pak Andre sudah mempermainkanku sepuasnya, Pak Andre belum juga merasa puas dengan hal itu.Dia mulai mengajukan permintaan yang bahkan lebih keterlaluan.Dia menyuruhku pergi tanpa memakai pakaian dalam untuk menggoda orang lain, mulai dari kakek pemulung, petugas keamanan, pekerja konstruksi, kurir makanan, hingga kurir paket …. Pokoknya, dia menyuruhku untuk menggoda siapa pun yang terlihat kasar dan kumal.Untuk pertama kalinya, aku mencoba menolak."Pak Andre, kalau yang ini aku benar-benar nggak bisa. Aku sungguh-sungguh menyukaimu. Aku ingin kita menjalin hubungan dengan baik. Nggak bisakah kita seperti pasangan kekasih normal lainnya?""Sebelum ini, aku sudah melanggar banyak batasan demi memuaskanmu. Aku benar-benar nggak ingin terperosok lebih dalam lagi. Pak Andre, sekarang aku benar-benar hampir nggak mengenali diriku sendiri. Kalau orang tuaku tahu aku jadi seperti ini, betapa hancurnya hati mereka. Aku merasa diriku ya

  • Sentuhan Terlarang di Sudut Bus Kota   Bab 3

    Tepat di saat aku merasakan kebahagiaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya dan bersiap menyambut kepuasan yang sempurna, entah apa yang terjadi di depan sana, karena tiba-tiba saja bus ini mengerem mendadak.Pak Andre menindihku hingga kami jatuh terjerembap ke lantai.Rasa nikmat yang luar biasa menyapu seluruh tubuhku.Namun, tepat di saat aku memutar mataku, tubuhku gemetar hebat. Aku menginginkan lebih. Akan tetapi, tiba-tiba saja pandanganku menjadi gelap.…Saat aku kembali membuka mata, tercium aroma disinfektan di sekelilingku. Aku mengangkat kepala dan memperhatikan dengan saksama. Barulah aku menyadari bahwa aku sudah terbaring di rumah sakit.Ternyata, tadi bus sedang berada di atas jembatan besar ketika sebuah mobil sedan melaju kencang dari arah berlawanan dan hilang kendali. Untuk menghindari sedan tersebut, sebagai tindakan darurat, bus berbelok tajam hingga menabrak pagar pembatas jembatan dan jatuh ke sungai.Untungnya, tidak ada korban jiwa.Semua orang hanya meng

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status