Share

Curhatan #5

Author: May H
last update publish date: 2021-05-15 21:41:34

Ini sangat klise. Tentang senja saat kami jalan berdua.

Terkadang aku berpikir, apakah sebenarnya senja itu mendukung tawa bahagia kita? Atau hanya sekedar menambah keindahan angan-angan?. Aku selalu berhenti pada satu titik dimana kau selalu hadir setiap kali aku melihat senja dan tertawa. Aku menyukai moment itu. Aku juga menyukaimu, tawa, lesung pipi dan wajah merah meronamu. Satu lagi, ternyata kau sangat pemalu.

Pembicaraan kita hanya hal-hal yang tidak perlu membuat kita b

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Si Lesung Pipi   Drama Pensi

    Aku pernah melakukan satu kesalahan kecil. Umurku pun masih terlalu muda saat itu. 16 tahun.Katanya, makna hidup sering kali berasal dari hal-hal kecil. Bagiku, hal kecil itu hanyalah beberapa kata saja dan ... aku melewatkannya. Dengan harapan masih ada hari esok, beberapa kata dan efeknya itu kusimpan saja. Malah berubah menjadi monster yang diam-diam menyergap relung jiwa. Siapa sangka lesung pipi itu menjadi titik awal gelisah cerita panjang ini. Sebenarnya, ada faktor-faktor lain mengapa saat itu adalah waktu yang sempurna untuk jatuh cinta. Tapi lesung pipinya itu memicu debaran jantung, hingga terjadilah kisah tanpa nama dan tanpa kata-kata ini....Aku masih ingat apa yang membuatku masuk ke dalam cerita cinta Tanpa Kata-Kata. Tanganku teracung tinggi menunjuk langit-langit kelas, sekaligus menunjuk takdir cinta pertama masa SMA."Ee ... siapa saja yang belum berpartisipasi di Pensi kita ini? Tunjuk tangan dulu." Logat Batak Ibu Silaban alias Ibu Gempal (nama panggilan di cir

  • Si Lesung Pipi   Perang Batin

    Menurutmu, jika seandainya jadi aku, tahu bahwa pada akhirnya akan mengalami cinta pertama ini, apakah kau akan bersyukur dengan jari yang terangkat itu? Sebab jari yang teracung itulah gerbangnya.Satu hal yang tidak kusadari sejak awal adalah apakah semua cinta itu harus indah? Cinta pertama, kedua, dan seterusnya. Maksudku, adakah cinta yang pasti benar-benar indah tanpa menyisakan luka? Karena yang aku rasakan untuk benar-benar yakin itu adalah jatuh cinta, perlu beberapa langkah yang asing maupun yang tidak asing yang kadang-kadang sangat mengganggu. Sesuatu yang datang tiba-tiba atau bahkan mudah diprediksi.Untuk bisa yakin bahwa "Ya, aku jatuh cinta!" ternyata tidak semudah menarik dan menghembuskan napas.Kadang, malah sampai susah bernapas.***Beberapa hari berikutnya, sekolah pulang lebih cepat. Semua siswa yang terdaftar sebagai pengisi acara berkumpul di lapangan. Perkenalan panitia, jadwal, dan lain-lain pun dijelaskan di tengah terik matahari. Saat siswa lain berdiri be

  • Si Lesung Pipi   Drew ....

    Becandaaa ... ternyata stok kesabaran ini masih diuji lagi dan lagi.Aku masih tertahan di kelas bersama pemeran Raja Sisingamangaraja, Adam Witjaksono, kakak kelas yang juga ketua OSIS. Semua orang sudah pulang, termasuk David yang jadi salah satu tentara Belanda. Dari perkenalan naskah itu juga aku baru tahu banyak murid perempuan yang menyukainya."Nama saya David Ginandjar Bara berperan sebagai tentara Belanda," ucapnya biasa saja, tapi membuat mereka histeris. Aku senyum sambil menggelengkan kepala melihat para geniters itu. Walau pun memang dalam hati ikut berteriak sedikit hehe. Melihat dia berdiri apa adanya menarik rasa penasaran meski masih bisa kutepis saat itu.Ibu Silaban meminta aku dan Adam untuk membahas naskah kami yang memang termasuk panjang dan rumit. Mendiskusikan cara agar naskah panjang itu tidak menghambat proses latihan. Selain naskah, kami pun banyak membahas kegiatan sekolah. Aku bertanya tentang kegiatannya yang termasuk sibuk untuk ukuran anak SMA. Apalagi,

  • Si Lesung Pipi   Olokan Kak Dani

    Aku sadar olokan adalah sesuatu yang sangat tidak menyenangkan. Mengolok-olok Agitha adalah tindakan yang tidak terpuji meski kami melakukannya diam-diam. Maka, saat giliranku yang diolok-olok, sungguh sangat terasa efek negatifnya. Apalagi, olokan itu dilontarkan tepat di depan seseorang yang entah kenapa tiba-tiba ada dalam pikiranku. Sangat memalukan.Saat mengolok-olok seseorang, memang seperti ada muncul sensasi tersendiri. Entah itu merasa hebat karena menemukan kekurangan seseorang yang kita olok-olok, atau merasa senang karena mendapatkan perhatian dari orang-orang di sekitar kita saat mengolok-olok. Bahkan mungkin mendapatkan kepuasan tersendiri setelah melampiaskan sesuatu yang terpendam dalam hati.Aku menyadari bahwa menjadikan seseorang bahan olokan tidak otomatis membuatku jadi sempurna. Bahkan secara langsung menampakkan warna atau nilai diri sendiri yang sebenarnya ... negatif.Aku pun tak pernah bisa menyebutkan itu tepat di hadapan orang yang mengolok-olokku saat itu.

  • Si Lesung Pipi   Klarifikesyen guyss....

    Mungkin ini nggak penting-penting amat tapi mungkin juga nggak penting sama sekali (Hapaseehhh....) Jadi, sebenarnya selama 2 bulan lebih ini saya sedang menenangkan badai-badai yang silih datang berganti eh silih berganti datang....ihh....yang mana sih yang bener? Tau ah... jadi begitulah. Badai-badai itu datang menenggelamkan jiwaku dan akhirnya menyeret ke palung gelap bernama "Aku Sedang Tidak Baik-baik Saja". Akhirnya hanya bisa rebahan....rebahan...dan rebahan dengan tatapan kosong, jiwa yang kosong juga. Pas buka Goodnovel lagi tadi, ada banyak yang jadi pelanggan. Angka yang membaca juga bertambah dan yang bikin seneng lagi sudah ada yang ngasih kontribusi dan voted. I'm just like...Woooooow. Semangatnya bertambah lagi. Thank you untuk kalian semuanya.:* :* :* . Tuh...triple kiss buat kalian semua. Cukup kan? Cukup? Cukup? Ya cukuplah ye kaaan. Tungguin update-an selanjutnya yaaaa.... See you next bab. Bab yah saudara-saudara. Bab novel yah. Bukan Bab yang itu. Dahlah. U

  • Si Lesung Pipi   Tembok Untuk Menyembunyikan Luka

    .........From : Epilogue (Gadis Bermata Coklat) Bagian 3 " "Kak Adam, bantuin Drewi dong. Dia sampai ga semangat gitu, coba. Mata Bu Gempal tadi benar-benar kaya elang buas tahu nggak sih, kak. Ya, namanya gladi resik ya tempatnya yang salah-salah di perbaiki. Aku kalau jadi Andrewi udah pasti nangis tuh digituin" "Iya, aku juga liat kok, Shan. Tadi juga dia udah hampir nangis" "Makanya, mumpung dia masih latihan sama Bu Gempal, ayo kita Bujuk kak David, ya, kak. Kasih tahu kalau itu bukan salah dia. Kasih tahu kalau Andrewi butuh di semangatin" "Udah, Shan. Masalahnya, dia ngeliat langsung Dani di bentak-bentak waktu itu" "Ya, namanya juga orang tua, kak. Ayolaah...kasihan Andrewi" "Ya, kita coba bujuk lagi aja deh" "Halo, Dave dimana?" "Kesini sebentar. Di depan Aula. Ada Shaniar mau ngomong sesuatu" "Iya, mau ngomong penting"

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status